Posts tagged ‘Roosmilarsih’

Pameran Buku, Arsip dan Jambore Perpustakaan

 

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Pameran menjadi sebuah kegiatan yang tepat dan yang sangat berkaitan erat untuk dunia promosi buku dan pengelola buku dimana banyak interaksi yang terjadi antara pengunjung dengan buku yang dipamerkan. Melalui pameran diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan minat beli, dalam makna yang lebih luas dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan selanjutnya dapat merubah pola hidup ke arah yang lebih baik. Jambore  dilaksanakan dengan banyak sekali kegiatan yang langsung berhubungan dengan kerja dan kesibukan para penggiat buku. Bagi seorang penggiat buku takan berarti apa-apa tanpa adanya sebuah objek berupa buku, arsip atau objek lainnya seperti berbagai benda yang mempunyai nilai seni, budaya, sejarah, dan nilai-nilai lainnya sesuai dengan keperluan dan waktu dari keperluan dan peradapan manusia pada masanya.

Pengelola perpustakaan, taman baca, rumah baca, tidak banyak memiliki kegiatan, terutama untuk para tenaga perpustakaan yang ada di sekolah dasar. Tidak seperti agenda para guru yang memiliki berbagai kegiatan seperti KKG, dharma wanita, dan berbagai kegiatan lainnya. Oleh karena itu Jambore Perpustakaan menjadi sebuah ajang bertemu, bertukar pengalaman, berbagi ilmu dan bersama-sama mencari solusi dari berbagai persoalan yang dialami oleh penggiat buku dan dunianya yang sangat membutuhkan perhatian khusus karena banyak persoalan seperti banyaknya tugas yang harus diemban oleh seorang tenaga perpustakaan dari pengadaan, pengolahan dan pelayanan yang sangat tidak mungkin di lakukan oleh satu orang, sedangkan tenaga perpustakaan khususnya di sekolah dasar cuma satu-satunya dan itu masih berstatus honorer.

Masalah besar lainnya yang harus diterima adalah belum adanya anggaran secara khusus untuk perpustakaan meskipun sudah memiliki gedungnya, anggaran pemerintah sebesar 5% biasanya digunakan untuk membeli koleksi mengingat koleksi menjadi faktor utama dari sebuah kegiatan pustaka. Seorang honorer sebagai pegawai yang belum memiliki kekuatan untuk menghindari berbagai tugas yang seharusnya diemban oleh guru khusus atau bukan guru kelas menyebabkan tugas kepustakawanan terbengkalai karena sering ditinggal sehingga tak jar ang buku-buku hanya bertumpuk. Misalnya dalam suatu persiapan lomba pesta siaga dengan berbagai materi yang beragam, sangat tidak mungkin jika seluruhnya persiapan dan latihan dilakukan oleh guru-guru saja, maka pengelola perpustakaan dianggap harus turut serta dalam persiapan tersebut dan sudah pasti tugas kepustakawanan harus ditinggalkan, demikian pula untuk berbagai persiapan jambore penggalang, lomba kreatifitas, lomba karakter, lomba MAPSI dan berbagai kegiatan lainnya maka sekali lagi tugas kepustakawanan ditinggalkan.

Kembali ke ajang jambore perpustakaan ke 3 Kabupaten Pekalongan yang diikuti oleh pengelola perputakaan, taman baca, rumah baca masyarakat, se Kabupaten Pekalongan dengan agenda kegiatan yang sangat padat diharapakan dapat memberi semangat baru bagi para penggiat buku. Pakar kepustakawanan yang pada tahun 2017 meraih juara harapan 1 untuk tngkat nasional,  dihadirkan sebagai nara sumber dengan materi “strategi pengembangan perpustakaan”, mengupas tuntas bagaimana cara mengembangkan perpustakaan agar dapat meningkatkan minat baca. Melalui berbagai pendekatan baik kepada siswa-siswi sebagai pemustaka maupun kepada guru, karyawan, kepala sekolah sebagai pihak penyelenggara seluruh kegiatan yang ada di sekolah. Pendekatan kepada siswa dilakukan dengan menyediakan sarana yang menarik, mempromosikan jika ada koleksi yang baru, menyelenggarakan kegiatan membaca, merangkum, lomba dan berbagai kegiatan lainnya agar sesering mungkin siswa-siswa berada di lokasi perpustakaan serta menggunakan koleksi untuk kepentingan kegiatan tersebut.

Pendekatan kepada pihak penyelenggara dimaksudkan untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pengelola perpustakaan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang pembelajaran dengan memanfaatkan perpustakaan dengan segenap koleksinya dan dengan kegiatan yang sedekat mungkin dengan siswa. Penyelenggara sekolah harus juga memberi dukungan setiap langkah yang ditempuh oleh pustakawan dengan tujuan memajukan pendidikan yang sesuai dengan visi dan misi sekolah. Mendukung secara moril dengan turut menanamkan pentingnya membaca secara terus menerus kepada siswa di kelas, serta memberi dukungan sarana yang diperlukan melalui anggaran yang ada.

Perkembangan dunia pendidikan harus seiring dengan cepatnya informasi pendidikan yang harus diterima oleh dunia pendidikan. Hal ini ditunjang oleh pesatnya teknologi yang terus berkembang yang dapat dengan cepat dan tepat menyampaikan informasi yang dibutuhkan. Tetapi teknologi mempunyai kekurangan dimana informasi yang diterima terkadang harus melalui peralatan yang mahal. Di dunia internet informasi dapat diakses kapanpun dan dimanapun tetapi seringkali kita harus berbenturan dengan berbagai informasi yang berpotensi negatif dan sangat berbahatya jika terakses oleh anak-anak di bawah umur, dan itu tidak dapat kita hindari karena tanpa kita menuju ke alamat situs yang dimaksud, gambar-gambar tak pantas sering muncul dengan sendirinya.

Sementara buku yang sudah menjadi penunjang KBM, koleksi perpustakaan sudah melalui sensor dari lembaga yang berwenang sehingga keberadaannya tidak perlu dikwatirkan terhadap perkembangan anak-anak kita karena sudah pasti bebas dari pengaruh negatif baik dari segi isi materi, gambar maupun tampilannya. Tidak hanya demikian, buku sebagai sumber informasi utama sangat ramah dan aman terhadap lingkungan. Buku yang sudah berusia puluhan tahun jika sudah waktunya disiangi atau dimusnahkan tidak membutuhkan peralatan, tempat, maupun cara yang sulit,bahkan setelah dimusnahkan dalam waktu sekejab bisa menyatu dengan tanah atau di tinggali manusia. Bisa kita bayangkan dengan sumber informasi lain yang mungkin mengandung bahan berbahaya bagi manusia bahkan hanya dapat hancur setekah ratusan tahun.

Oleh karena itu sangat penting, tepat dan harus berkelanjutan diadakannya pameran buku, arsip dan jambore perpustakaan karena ketiganya saling berkaitan untuk meningkatkan perkembangan bangsa indonesia dalam dunia pendidikan nasional. Pada kesempatan tersebut hadir pula motivator pendidikan nasional Bapak Walyono, dengan mengusung materi “Sang Penggerak”, dimana seorang pengelola perpustakaan khususnya, dan setiap orang harus mampu menjadi penggerak bagi diri, keluarga, dan lingkungan dimana ia berada. Seorang penggerak akan menjadi orang-orang penting karena jasanya, bukan menjadi orang yang biasa-biasa saja bahkan kadang diangggap tidak ada, tentu kita semua tidak ingin menjadi orang yang tidak diinginkan kehadirannya karena menurut masyarakat luas kita termasuk orang-orang yang bermasalah, karena tidak menjadi penggerak, tidak mau digerakan dan menganggap semua gerakan positif tidak perlu. Demikian disampaikan oleh sang motivator pendidikan nasional tersebut.

Iklan

7 Oktober, 2017 at 6:54 am

Kartini Yang Terbelenggu

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

28 Juni, 2017 at 8:05 am

Surat Untuk Pak Joko Widodo

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

(lebih…)

9 Juni, 2017 at 6:56 pm

Membentuk Keberagaman Melalui Apresiasi Seni

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

4 Juni, 2017 at 3:12 pm

Guru Kami

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Betapa kami tak pernah mengerti

Kebodohan dan kenakalan kami

Yang tak pernah kami sadari

Sering dan terus membuatmu mengelus dada dengan menahan airmata di pipi

 

Guru kami, hingga tiba di ujung perpisahan

Belum sadar jua akan kekeliruan kami

Yang menganggap jasamu bagai belenggu

Dan tak jua kami akui, engkaulah sang tauladan kesabaran

 

Kapan kami membuat senyum diwajahmu, hampir tak pernah

Tak satupun kami pernah membuatmu bangga

Kami bangga meninggalkanmu tak hirau engkau yang melepas kami getir

Karna engkau tahu, kami yang tak berbekal

 

Hingga ketika aku berdidri di depan kelas

Bibir terdiam tapi bagai bergolaknya bara semeru didada ini

Ingin kulemparkan sesuatu ke arah sana agar mereka diam

Ingin kumaki mereka karena tak pernah mendengarkan

 

Airmata menetes tak terasa menahan geram dan amarah

Tangan gemetar, bibir gemertak ingin berteriak keras

Guru, inikah yang dulu kulakukan…..

Ketika aku selalu membuatmu bertahan dalam amarah

 

Aku berdiri mematung, menyadari jasa dan pengorbananmu

Teringat ketika kami gaduh, tak pedulikanmu yang tersenyum getir

Sekarang aku yang cengeng, berlinang airmata didepan mereka yang tak hirau

Guru maafkan kami………….

 

 

KETIKA

 

Ketika malam tak mampu berisik dan bulan dalam peraduan

Saat kata tak lagi diucapkan lidahpun kelu tak lagi berucap

Tatapan seakan tak rela, tinggalkan semua

Tanganmu ingin meraihku, harapkan tinggal

 

Saat itu aku tinggalkanmu bangga

Tak hirau sesuatu ingin kau sampaikan

Saat itu aku tak tahu terjal dan liku menghadang

Aku pergi tak hirau nasehat dan petuah

 

Guru, saat ini ketika bulan terang dan angin semilir

Tak ada kata sanggup kutulis, hanya memandang tak bergeming

Aku ingin bersimpuh dihadapanmu

Sujud ini adalah maaf yang tak mampu kuucap

 

Sekarang aku rindu petuah dan nasehat

Yang dulu sempat kau tahan karena aku tak pernah dengar

Guru, tak sempat itu kukatakan

Ketika engkau berpulang, dan aku hanya merindu

BIODATA

5 April, 2017 at 8:58 am

Belajar Dalam Permainan

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

(lebih…)

3 September, 2016 at 8:46 am

Mengajak Anak Bercerita

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

1 September, 2016 at 10:12 am

Pos-pos Lebih Lama


ISSN 2085-059X

  • 856,080

Komentar Terbaru

Roos Asih di Surat Pembaca
rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca