Posts filed under ‘Artikel Guru Sekolah Dasar (SD)’

Pameran Buku, Arsip dan Jambore Perpustakaan

 

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Pameran menjadi sebuah kegiatan yang tepat dan yang sangat berkaitan erat untuk dunia promosi buku dan pengelola buku dimana banyak interaksi yang terjadi antara pengunjung dengan buku yang dipamerkan. Melalui pameran diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan minat beli, dalam makna yang lebih luas dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan selanjutnya dapat merubah pola hidup ke arah yang lebih baik. Jambore  dilaksanakan dengan banyak sekali kegiatan yang langsung berhubungan dengan kerja dan kesibukan para penggiat buku. Bagi seorang penggiat buku takan berarti apa-apa tanpa adanya sebuah objek berupa buku, arsip atau objek lainnya seperti berbagai benda yang mempunyai nilai seni, budaya, sejarah, dan nilai-nilai lainnya sesuai dengan keperluan dan waktu dari keperluan dan peradapan manusia pada masanya.

Pengelola perpustakaan, taman baca, rumah baca, tidak banyak memiliki kegiatan, terutama untuk para tenaga perpustakaan yang ada di sekolah dasar. Tidak seperti agenda para guru yang memiliki berbagai kegiatan seperti KKG, dharma wanita, dan berbagai kegiatan lainnya. Oleh karena itu Jambore Perpustakaan menjadi sebuah ajang bertemu, bertukar pengalaman, berbagi ilmu dan bersama-sama mencari solusi dari berbagai persoalan yang dialami oleh penggiat buku dan dunianya yang sangat membutuhkan perhatian khusus karena banyak persoalan seperti banyaknya tugas yang harus diemban oleh seorang tenaga perpustakaan dari pengadaan, pengolahan dan pelayanan yang sangat tidak mungkin di lakukan oleh satu orang, sedangkan tenaga perpustakaan khususnya di sekolah dasar cuma satu-satunya dan itu masih berstatus honorer.

Masalah besar lainnya yang harus diterima adalah belum adanya anggaran secara khusus untuk perpustakaan meskipun sudah memiliki gedungnya, anggaran pemerintah sebesar 5% biasanya digunakan untuk membeli koleksi mengingat koleksi menjadi faktor utama dari sebuah kegiatan pustaka. Seorang honorer sebagai pegawai yang belum memiliki kekuatan untuk menghindari berbagai tugas yang seharusnya diemban oleh guru khusus atau bukan guru kelas menyebabkan tugas kepustakawanan terbengkalai karena sering ditinggal sehingga tak jar ang buku-buku hanya bertumpuk. Misalnya dalam suatu persiapan lomba pesta siaga dengan berbagai materi yang beragam, sangat tidak mungkin jika seluruhnya persiapan dan latihan dilakukan oleh guru-guru saja, maka pengelola perpustakaan dianggap harus turut serta dalam persiapan tersebut dan sudah pasti tugas kepustakawanan harus ditinggalkan, demikian pula untuk berbagai persiapan jambore penggalang, lomba kreatifitas, lomba karakter, lomba MAPSI dan berbagai kegiatan lainnya maka sekali lagi tugas kepustakawanan ditinggalkan.

Kembali ke ajang jambore perpustakaan ke 3 Kabupaten Pekalongan yang diikuti oleh pengelola perputakaan, taman baca, rumah baca masyarakat, se Kabupaten Pekalongan dengan agenda kegiatan yang sangat padat diharapakan dapat memberi semangat baru bagi para penggiat buku. Pakar kepustakawanan yang pada tahun 2017 meraih juara harapan 1 untuk tngkat nasional,  dihadirkan sebagai nara sumber dengan materi “strategi pengembangan perpustakaan”, mengupas tuntas bagaimana cara mengembangkan perpustakaan agar dapat meningkatkan minat baca. Melalui berbagai pendekatan baik kepada siswa-siswi sebagai pemustaka maupun kepada guru, karyawan, kepala sekolah sebagai pihak penyelenggara seluruh kegiatan yang ada di sekolah. Pendekatan kepada siswa dilakukan dengan menyediakan sarana yang menarik, mempromosikan jika ada koleksi yang baru, menyelenggarakan kegiatan membaca, merangkum, lomba dan berbagai kegiatan lainnya agar sesering mungkin siswa-siswa berada di lokasi perpustakaan serta menggunakan koleksi untuk kepentingan kegiatan tersebut.

Pendekatan kepada pihak penyelenggara dimaksudkan untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pengelola perpustakaan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menunjang pembelajaran dengan memanfaatkan perpustakaan dengan segenap koleksinya dan dengan kegiatan yang sedekat mungkin dengan siswa. Penyelenggara sekolah harus juga memberi dukungan setiap langkah yang ditempuh oleh pustakawan dengan tujuan memajukan pendidikan yang sesuai dengan visi dan misi sekolah. Mendukung secara moril dengan turut menanamkan pentingnya membaca secara terus menerus kepada siswa di kelas, serta memberi dukungan sarana yang diperlukan melalui anggaran yang ada.

Perkembangan dunia pendidikan harus seiring dengan cepatnya informasi pendidikan yang harus diterima oleh dunia pendidikan. Hal ini ditunjang oleh pesatnya teknologi yang terus berkembang yang dapat dengan cepat dan tepat menyampaikan informasi yang dibutuhkan. Tetapi teknologi mempunyai kekurangan dimana informasi yang diterima terkadang harus melalui peralatan yang mahal. Di dunia internet informasi dapat diakses kapanpun dan dimanapun tetapi seringkali kita harus berbenturan dengan berbagai informasi yang berpotensi negatif dan sangat berbahatya jika terakses oleh anak-anak di bawah umur, dan itu tidak dapat kita hindari karena tanpa kita menuju ke alamat situs yang dimaksud, gambar-gambar tak pantas sering muncul dengan sendirinya.

Sementara buku yang sudah menjadi penunjang KBM, koleksi perpustakaan sudah melalui sensor dari lembaga yang berwenang sehingga keberadaannya tidak perlu dikwatirkan terhadap perkembangan anak-anak kita karena sudah pasti bebas dari pengaruh negatif baik dari segi isi materi, gambar maupun tampilannya. Tidak hanya demikian, buku sebagai sumber informasi utama sangat ramah dan aman terhadap lingkungan. Buku yang sudah berusia puluhan tahun jika sudah waktunya disiangi atau dimusnahkan tidak membutuhkan peralatan, tempat, maupun cara yang sulit,bahkan setelah dimusnahkan dalam waktu sekejab bisa menyatu dengan tanah atau di tinggali manusia. Bisa kita bayangkan dengan sumber informasi lain yang mungkin mengandung bahan berbahaya bagi manusia bahkan hanya dapat hancur setekah ratusan tahun.

Oleh karena itu sangat penting, tepat dan harus berkelanjutan diadakannya pameran buku, arsip dan jambore perpustakaan karena ketiganya saling berkaitan untuk meningkatkan perkembangan bangsa indonesia dalam dunia pendidikan nasional. Pada kesempatan tersebut hadir pula motivator pendidikan nasional Bapak Walyono, dengan mengusung materi “Sang Penggerak”, dimana seorang pengelola perpustakaan khususnya, dan setiap orang harus mampu menjadi penggerak bagi diri, keluarga, dan lingkungan dimana ia berada. Seorang penggerak akan menjadi orang-orang penting karena jasanya, bukan menjadi orang yang biasa-biasa saja bahkan kadang diangggap tidak ada, tentu kita semua tidak ingin menjadi orang yang tidak diinginkan kehadirannya karena menurut masyarakat luas kita termasuk orang-orang yang bermasalah, karena tidak menjadi penggerak, tidak mau digerakan dan menganggap semua gerakan positif tidak perlu. Demikian disampaikan oleh sang motivator pendidikan nasional tersebut.

Iklan

7 Oktober, 2017 at 6:54 am

Kartini Yang Terbelenggu

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

28 Juni, 2017 at 8:05 am

Surat Untuk Pak Joko Widodo

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

(lebih…)

9 Juni, 2017 at 6:56 pm

Membentuk Keberagaman Melalui Apresiasi Seni

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

4 Juni, 2017 at 3:12 pm

Guru Kami

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Betapa kami tak pernah mengerti

Kebodohan dan kenakalan kami

Yang tak pernah kami sadari

Sering dan terus membuatmu mengelus dada dengan menahan airmata di pipi

 

Guru kami, hingga tiba di ujung perpisahan

Belum sadar jua akan kekeliruan kami

Yang menganggap jasamu bagai belenggu

Dan tak jua kami akui, engkaulah sang tauladan kesabaran

 

Kapan kami membuat senyum diwajahmu, hampir tak pernah

Tak satupun kami pernah membuatmu bangga

Kami bangga meninggalkanmu tak hirau engkau yang melepas kami getir

Karna engkau tahu, kami yang tak berbekal

 

Hingga ketika aku berdidri di depan kelas

Bibir terdiam tapi bagai bergolaknya bara semeru didada ini

Ingin kulemparkan sesuatu ke arah sana agar mereka diam

Ingin kumaki mereka karena tak pernah mendengarkan

 

Airmata menetes tak terasa menahan geram dan amarah

Tangan gemetar, bibir gemertak ingin berteriak keras

Guru, inikah yang dulu kulakukan…..

Ketika aku selalu membuatmu bertahan dalam amarah

 

Aku berdiri mematung, menyadari jasa dan pengorbananmu

Teringat ketika kami gaduh, tak pedulikanmu yang tersenyum getir

Sekarang aku yang cengeng, berlinang airmata didepan mereka yang tak hirau

Guru maafkan kami………….

 

 

KETIKA

 

Ketika malam tak mampu berisik dan bulan dalam peraduan

Saat kata tak lagi diucapkan lidahpun kelu tak lagi berucap

Tatapan seakan tak rela, tinggalkan semua

Tanganmu ingin meraihku, harapkan tinggal

 

Saat itu aku tinggalkanmu bangga

Tak hirau sesuatu ingin kau sampaikan

Saat itu aku tak tahu terjal dan liku menghadang

Aku pergi tak hirau nasehat dan petuah

 

Guru, saat ini ketika bulan terang dan angin semilir

Tak ada kata sanggup kutulis, hanya memandang tak bergeming

Aku ingin bersimpuh dihadapanmu

Sujud ini adalah maaf yang tak mampu kuucap

 

Sekarang aku rindu petuah dan nasehat

Yang dulu sempat kau tahan karena aku tak pernah dengar

Guru, tak sempat itu kukatakan

Ketika engkau berpulang, dan aku hanya merindu

BIODATA

5 April, 2017 at 8:58 am

Siaga Menyiapkan Generasi Pejuang dan Cinta Budaya Bangsa

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Kegiatan yang diikuti oleh pramuka siaga dengan tingkat usia 7-10 tahun dengan melaksanakan kegiatan selama satu hari melalui berbagai kegiatan belajar dalam permainan yang didalamnya terdapat berbagai materi pengetahuan mulai dari pengetahuan agama, pengetahuan umum, kegiatan sosial, cinta budaya, kesehatan permainan ketangkasan dan berbagai materi lainnya berjumlah 13 pos, dalam satu wadah kegiatan yang disebut warung/taman. Dalam berbagai warung tersebut di setiap permainannya bertujuan untuk mendidik siaga menjadi pramuka yang tangguh, kuat, berpengetahuan luas dengan nilai budaya dan ilmu pengetahuan umum yang luas serta mengutamakan pendalaman agama secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap pos kegiatan bermain dalam pesta siaga disebut warung dengan yahnda untuk peserta putra dan bunda untuk peserta putri sebagai pemilik warung/taman. Regu dalam siaga berjumlah 10 yang disebut barung dan dipimpin oleh pinrung dan mempunyai wakil barung yang disebut wapinrung.

Pada masing-masing kwaran kegiatan siaga yang dinamakan pesta siaga tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Februari dan bulan Maret pada tingkat kabupaten dan BINWIL. Banyaknya materi tersebut akan sangat menjadi beban jika diberikan langsung sebagaimana pada anak-anak kelas tinggi. Dalam pesta siaga segala bentuk materi diberikan melalui cara-cara yang menarik sehingga dapat diserap oleh daya pikir mereka sesuai usia mereka dengan tingkat pemahaman yang masih rendah. Salah satu contohnya adalah untuk mengenalkan beberapa tokoh pramuka Indonesia diberikan dalam bentuk puzzle, dimana setiap anak harus menggabungkan potongan-potongan gambar salah satu tokoh tersebut agar menjadi bentuk sempurna salah satu tokoh. Hal ini sangat sesuai dengan daya tangkap mereka yang masih lemah mengingat usia mereka masih baru sepuluh tahun.

Nilai-nilai kemanusiaan tak luput dari pelaksaksaan pesta siaga, dimana anak-anak peserta pesta siaga harus mempunyai rasa empati kepada sesama dengan memberikan sumbangan sukarela untuk membantu orang lain yang sangat membutuhkan bantuan, melalui warung bumbung kemanusiaan. Berbagai pengetahuan umum diterapkan juga untuk mengasah kemampuan anak. Untuk memudahkan anak dalam menerima materi ini maka diberikan melalui cara yang mudah yaitu dengan menjodohkan nama kerajaan dan rajanya, melalui berbagai tulisan yang dimaksud. Demikian juga untuk mengenalkan berbagai pahlawan yang telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan RI maka anak diminta untuk menjodohkan tulisan pahlawan dengan gambar tokoh yang dimaksud, melalui berbagai taktik pembelajaran tersebut anak diharapkan mampu menyerap materi yang dimaksud. Bisa kita bayangkan ketika keseluruhan materi tersebut kita berikan secara global sebagaimana pada anak usia sekolah yang lebih tinggi maka hasil yang bisa diraih akan jauh dari yang diharapkan. Seluruh materi dari warung yang berjumlah 13 warung tersebut tentu sangat tidak mungkin di terima oleh anak jika dalam bentuk utuh tidak melalui berbagai permainan sesuai usia mereka.

Hanya ada dua warung yang tidak membutuhkan pemikiran secara detail, yaitu warung bumbung kemanusiaan dan warung golfbow. Golfbow merupakan perpaduan antara permainan bola golf dan bowling. Dalam warung ini siaga diminta memukul bola agar mengenai botol sejumlah 10 botol, penilaian diambil dari jumlah botol yang berhasil roboh, masing-masing botol berniali satu, maka sepuluh botol bernilai 10. Maka satu regu siaga jika satu anak berhasil merobohkan semua botol bernilai 100. Sebuah ketangkasan yang sekilas dilihat mudah hanya menggelindingkan bola tetapi setelah di coba ternyata sangat sulit. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa guru yang ikut memukul tetapi tidak berhasil, apalagi siaga yang tergolong masih anak-anak. Namun anak-anak siaga SDN 01 Wringinagung tak mengenal putus asa, di bawah bimbingan bapak Fathoni, S.Pd SD terus berlatih dengan berbagai taktik agar dapat berhasil menjebol warung/taman golbow ini.

Sebuah wahana bermain sambil belajar untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, patriotisme, berakhlakul karimah, yang diberikan sesuai dengan tingkat usia siaga akan sangat membantu peserta dalam menerima segala materi karena dengan menggunakan berbagai macam permainan yang menarik.

Salah satu sekolah dasar yang pada tahun 2016 sempat mewakili Kabupaten Pekalongan ke tingkat BINWIL yaitu SD N 01 Wringinagung Kecamatan Doro, pada tahun ini melaksanakan persiapan dengan sangat keras guna berusaha mempersiapkan diri menghadapi pesta siaga 2017. Sebisa mungkin berusaha mempertahankan predikat yang pernah diraih, syukur Alhamdulillah jika mendapat hasil yang lebih baik. Berbagai metode diterapkan untuk mempermudah anak dalam menerima materi mengingat usia mereka baru 10 tahun. Persiapan waktu jauh lebih banyak dibanding tahun kemarin.

Kepala sekolah SD N 01 Wringinagung, Bapak Romadi, S.Pd.M.Si, menyampaikan jadikan keberhasilan tahun kemarin sebagai support bagi seluruh guru pembimbing dan seluruh peserta siaga pada khususnya dan bagi semua siswa pada umumnya agar lebih giat berlatih karena dengan berlatih siapapaun bisa meraih keberhasilan. Kepala sekolah yang juga menjabat sebagai Ka. Kwaran Kecamatan Doro tersebut juga lebih memperhatikan segala persiapan baik dari mental, para peserta, sarana prasarana untuk tampil ataupun berupa binaan kepada para pendamping bagaimana cara yang terbaik pada saat menjadi pendamping di ajang pesta siaga tersebut.

Keberhasilan sebuah barung dalam meraih sebuah prestasi tidak terlepas dari peran para pendamping pada saat mengikuti berbagai kegiatan di ajang tersebut. Salah satu contoh jika pendamping terkesaan terburu-buru dalam mengikuti kegiatan di setiap warung maka anak menjadi tidak konsentrasi karena terlalu capek, kepayahan, hal tersebut bisa menyebabkan konsentrasi buyar walaupun tadinya sudah menguasai materi. Salah satu contoh yang bisa dijadikan sebagai usaha dalam meraih prestasi adalah dengan cara membrifing peserta setiap kali hendak maju bermain di salah satu warung. Hal ini sekaligus menenangkan anak supaya jangan grogi atau tergesa-gesa dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh yahnda maupun bunda sebagai pemilik warung. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Pembina pramuka SD N 01 Wringinagung, Rahmi, S.Pd.I, dimana beliau juga bertangungjawab sebagai pembimbing untuk materi kemampuan memiliki iman dan taqwa kepada Tuhan YME yaitu warung I atau warung agama, dimana setiap siaga harus memiliki kemampuan berdoa dalam setiap kegiatan apa saja (syahadat, doa untuk ortu, doa memakai pakaian, doa bercermin, doa sesudah wudhu), untuk umat islam dan doa-doa lain untuk umat non islam.

Cara lain yang ditempuh adalah dengan melakukan latihan secara teratur setiap hari sepulang sekolah, dengan metode anak harus berlatih berusaha menjawab ke 10 pertanyaan dalam setiap warung, karena pertanyaan tidak bisa dipastikan mana yang akan diterima, jadi dalam setiap latihan setiap anak tidak hanya mendapat satu pertanyaan untuk menghindari kemungkinan mendapat pertanyaan yang mana saja/acak. Dengan demikian anak menjadi siap dengan segala jawaban dari sepuluh pertanyaan yang diberikan dalam setiap warung.

Bidang seni dan budaya lebih di tambahkan dengan berganti-ganti formasi agar dapat meningkatkan point yang di peroleh. Selain itu property yang digunakan juga lebih baik dan menarik dari tahun sebelumnya untuk memudahkan anak dalam memberi karakter dari bidang seni yang dibawakan. Sebagai wujud upaya sekolah dalam menanamkan cinta budaya bangsa SDN Wringinagung pada pesta siaga kali ini akan menampilkan gerak dan tari dari lagu Jaranan dari Jawa Tengah yang merupakan deskripsi dari keriangan dan kegembiraan anak-anak pada saat bermain kuda-kudaan, dimana pada jaman dahulu menggunakan pelepah pisang ataupun berupa grebek atau anyaman bambu yang diraut tipis-tipis kemudian dinayam dan dibentuk menyerupai kuda.

Yel siaga merupakan kata-kata, slogan, yang diucapkan dengan penuh semangat yang dikombinasikan dengan berbagai gerakan, kreasi, atraksi yang bervariatif dengan tujuan untuk memberi semangat kepada peserta. Tak heran setiap barung saling adu kebolehan yel dengan berbagai gaya dan kebolehan dengan kelebihannya sendiri-sendiri yang semuanya pasti hebat-hebat. Pada kesempatan ini SD N 01 Wringinagung di bawah bimbingan Roosmilarsih, S.I.Pust mengusung tema “persatuan dan kesatuan”. Kombinasi berbagai gerakan dilaksanakan setiap kali latihan, berbagai kata-kata dan slogan diteriakan dengan penuh semangat membakar gelora meraih kemenangan.

Berlatih setiap hari dengan penuh semangat adalah jalan menuju keberhasilan, demikian juga kerja keras yang di lakukan oleh seluruh pembimbing dan siaga barung hitam I SD N 01 Wringinagung akhirnya mendapat sebuah prestasi yang membanggakan dengan berhasil memboyong piala tetap sebagai juara I Kwaran Doro. Dengan demikian secara otomatis berhak mewakili Kwaran Doro ke tingkat Kabupaten Pekalongan yang akan dilaksanakan pada bulan Maret di Kwaran Doro.

8 Maret, 2017 at 12:00 am

Buah Iman Itu Bernama Kemenangan Cinta

Oleh Ali Sahbana SPd

Guru Sukwan SDN 1 Papayan Kab. Tasikmalaya Dan Alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Bandung

Bagaimanakah perasaan kita disaat menghadapi musim panen? Tentunya akan timbul rasa cinta yang tak diungkapkan dengan kata-kata.  Kebahagiaan pun begitu melekat dalam diri.  Begitu pula dengan insan yang beriman disaat meraih dari buah imannya tersebut.

Bagi insan yang beriman, iman merupakan bagian yang paling mendasar dari kesadaran keagamaannya. Dalam berbagai makna dan tafsirannya, perkataan iman menjadi bahan pembicaraan di setiap pertemuan keagamaan, yang selalu disebutkan dalam rangka peringatan agar dijaga dan diperkuat.  Begitu pula setiap insan tidak bisa menjalani kehidupan yang baik atau mencapai sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan peradaban manusia, tanpa memiliki keimanan atau keyakinan. Sebab, insan yang tidak memiliki keimanan akan menjadi manusia yang sepenuhnya hanya mementingkan diri sendiri, ragu-ragu, goyah, dan tidak mengetahui tugas serta kewajibannya sebagai hamba dalam kehidupan ini.  Itulah sebabnya, keimanan menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi seorang Muslim. Karenanya, ia menjadi modal utama agar dapat menjalani kehidupan yang lurus, seperti yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW tentang iman yaitu:

 

Seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Kabarkan kepadaku tentang iman” Rasulullah menjawab “Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir, dan engkau beriman kepada qadha dan qadar, yang baik dan yang buruk.”

 (HR Bukhari dan Muslim)

 

Iman bukanlah sekadar percaya dan membenarkan saja. Kepercayaan dan pembenaran memerlukan pembuktian yang menunjukkan sah atau tidaknya iman tersebut. Karena itu, iman yang sekedar melekat di hati bukanlah iman yang sempurna. Sebab, iman berarti juga pengungkapan dengan lisan dan pembuktian dengan amal perbuatan.   Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa tiang pokok dari iman itu adalah membenarkan keberadaan Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan ketentuan baik atau buruk yang ditetapkan Allah SWT bagi manusia. Seorang Mukmin adalah yang meyakini semua informasi, petunjuk, dan bimbingan Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia melaksanakannya dengan berdasar atas iman dan penghambaan kepada Allah SWT.  Keimanan itu apabila telah menjadi suatu kenyataan yang sehebat-hebatnya, maka ia dapat berubah dan beralih sehingga merupakan suatu tenaga atau kekuatan yang tanpa dicari-cari akan datang dengan sendirinya dalam kehidupan ini, sebab keimanan tadi akan mengubah manusia yang asalnya lemah menjadi kuat, baik dalam sikap dan kemauan, mengubah kekalahan menjadi kemenangan, keputus-asaan menjadi penuh harapan dan harapan ini akan dicetuskan dalam perbuatan yang nyata.  Setiap tanaman atau pohon yang ditanam, terus disirami dan dipupuk secara teratur tentunya nanti akan berbuah.  Biasanya memanennya itu yang selalu didambakan oleh setiap insan.

Hasan dan Nata (1995) mengartikan iman secara etimologis sebagai percaya atau mempercayai sesuatu.  Sedangkan menurut istilah berarti meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan tindakan sehari-hari.  Shihab (2011) mendefinisikan iman, secara etimologis, sebaga pembenaran.  Sedangkan secara terminologi dimaknai sebagai pembenaran apa yang disampaikan nabi Muhammad saw yang pokok-pokoknya termaktub dalam rukun iman yang enam.  Iman seseorang bersifat fluktuatif, kadang bertambah kadang pula berkurang.  Iman sangat sulit untuk dilukiskan.  Ia hanya bisa dirasakan.  Ia memenuhi seluruh isi hati nurani bagaikan cahaya yang disorotkan oleh matahari dan juga sebagaimana semerbaknya bau harum yang disemarakkan oleh setangkai bunga mawar.

Iman mendatangkan kebaikan yang banyak, baik buahnya yang segera di dunia maupun yang tertunda di akhirat. Iman mendatangkan kebaikan yang melimpah, buah nikmat yang abadi dan keindahan yang terus-menerus. Dan lebih dari itu Imanlah yang menjadi sebab terhindarnya seseorang dari segala keburukan dunia dan akhirat.  Hasan dan Nata (1995) mengelaborasi bahwa sedikitnya ada empat buah iman.  Supaya mudah mengingatnya kita singkat menjdi kemenangan cintaPertama adalah kemerdekaan jiwa dari kekuasaan orang lain.  Seperti dimafhumi bahwa keimanan akan memberikan kemantapan dalam jiwa seseorang yaitu hanya Allahlah sajalah yang Maha Kuasa untuk memberikan kehidupan, mendatangkan kematian, memberikan ketinggian kedudukan, menurunkan pangkat yang tinggi, juga hanya Dia sajalah yang dapat memberikan kemelaratan atau kemanfaatan kepada seseorang.  Perasaan yang demikian itu menyebabkan dirinya merasa merdeka dari kekuasaan orang lain.  Dengan demikian, keimanan pada akhirnya dapat menuntut suatu kehidupan yang merdeka dari perbudakan manusia oleh manusia.  Kedua adalah melepaskan diri dari pengaruh keduniaan.  Keimanan akan mendorong seseorang agar senantiasa mampu melepaskan diri dari pengaruh keduniaan, karena dengan keimanan itu ia akan mampu mengarahkan segala apa yang dimilikinya hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT semata.  Orang yang demikian tersebut, bukan harus hidup melarat atau miskin, karena hidup miskin secara sengaja tidak dibenarkan oleh agama.  Iman mendorong seseorang berusaha keras dibidang keduniaan, tetapi setelah dunia atau harta ada ditangannya ia mampu mengarahkannya untuk berbakti kepada Allah SWT bukan untuk di dunia itu sendiri, seperti yang dianut oleh orang yang berpandangan hidup keduniaan atau sekulerKetiga adalah ketenangan atau thuma’ninah.  Keimanan juga akan dapat menimbulkan ketenangan dalam diri seseorang.  Yaitu ketenangan hati dan ketenteraman jiwa.  Hal ini disebabkan ia merasa memiliki tempat mengadu, pembela, penolong, pemberi rizki dan lain sebagainya, yaitu Alllah SWT.  Sikap yang demikian tumbuh dari keimanan yang telah mantap.  Sikap seperti ini; diperlukan bagi kesuksesan segala urusan dan pekerjaan yang dilakukan manusia, terutama ketika menghadapi problema dalam kehidupan.  Keempat adalah cinta kepada kebenaran dan benci kepada kebatilan.  Keimanan juga akan mendorong seseorang untuk selalu cinta kepada kebenaran.  Hal ini disebabkan sesuai dengan Allah SWT dan rasul-Nya yang melarang manusia berbuat jahat, tetapi sebaliknya mendorong agar seseorang gemar akan melakukan kebaikan.  Semoga saja kita selalu dijadikan insan yang beriman dan benar-benar mampu mereguk buah iman yang bernama kemenangan cinta, amin.

 

8 Maret, 2017 at 12:00 am

Pos-pos Lebih Lama


ISSN 2085-059X

  • 856,080

Komentar Terbaru

Roos Asih di Surat Pembaca
rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca