Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan Kreativitas Membatik Teknik TAPRAM

7 Agustus, 2018 at 12:00 am

Oleh Suwandi, S.Pd.M.Pd
Guru SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobongan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan peserta didik (manusia). Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi peserta didik menurut ukuran normatif. Sehingga menurut Danim (2008 : 84-85) memberikan tekanan bahwa peserta didik belajar sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang.

Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak -hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Tilaar (2003 : 177) mengatakan bahwa diera reformasi dibutuhkan pendidikan yang multikultura dan global untuk membentuk manusia yang humanis. Sehingga menurut Isjoni (2007 : 163) perlu adanya bekal untuk menuju arah yang humanis, adalah perlu adanya kecakapan hubungan antar manusia, kecakapan berorganisasi, kecakapan konseptual dan intektual yang tinggi.
Pemahaman tersebut di atas, sepertinya sejalan dengan undang-undang nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan tersebut berbunyi sebagai berikut :
Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa , berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berimu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Melihat isi pasal 3 tersebut di atas, harus mendapatkan penekanan khusus bahwa sikap kreatif sangat menentukan tingkat keberhasilan pendidikan, dan hal sangat sesuai dengan isi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 pasal 4 berbunyi : Pendidikan diselenggarakan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan melihat paparan pasal 4 tersebut sangatlah dibutuhkan kreativitas dari setiap peserta didik dalam mengembangkan keilmuannya untuk meningkatkan potensi pembelajaran menuju kearah pendidikan yang lebih baik. Dengan adanya kreativitas dan daya cipta, maka akan dapat memungkinkan penemuan-penemuan baru di bidang ilmu dan teknologi ( Munandar : 2014 : 6 )
Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. sengajar maupun mendidik merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga profesional agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. Dalam hal ini, mengajar maupun mendidik merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga profesional. Oleh sebab itu, tugas yang berat dari seorang guru ini pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan oleh guru yang memiliki kompetensi profesional yang tinggi. Guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar, untuk itu mutu pendidikan di suatu sekolah sangat ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Faktor penentu bagi keberhasilan pendidikan di sekolah, karena guru merupakan sentral serta sumber kegiatan belajar mengajar.
Kenyataan selama ini guru kurang kreatif menerapkan inovasi pembelajaran khususnya materi yang berhubungan dengan batik. Hal ini terjadi karena pola pikir belajar diartikan sebagai perolehan pengetahuan, dan mengajar diartikan memindahkan pengetahuan kepada peserta didika, di samping itu pembelajaran ditekankan pada hasil, bukan suatu proses. Akibatnya guru dalam mengajar belum menggunakan proses pembelajaran yang menarik, dan pada akhir akan terpengaruh pada nilai hasil belajar.
Berdasarkan hasil nilai praktik membatik, belum menghasilkan nilai yang maksimal. Hal ini karena peserta didik mengalami kejenuhan dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehingga akibatnya terjadinya kelesuan, serta hilang semangat dan gairah dalam proses pembelajaran. Suasana pembe;lajaran kurang kondusif dan nyaman akibatnya seringnya peserta didik meminta ijin keluar mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif. Kondisi yang demikian membuat proses pembelajaran kurang terkendali
Dalam pembelajaran yang diharapkan, harus ada suatu terobosan dari guru untuk menciptakan dalam suatu model pembelajaran yang ditawarkan adalah dengan menggunakan alat tampar sebagai kreativitas inovasi teknik pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti akan melakukan uji coba dalam proses pembelajaran membatik dengan judul: Peningkatan kreativitas menggunakan teknik Tapram dengan model Pembelajaran Project Based Learning Siswa Kelas VII E SMP Negeri I Tegowanu Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2017 – 2018.
B. Perumusan Masalah
Masalah dalam pembelajaran ini, ingin mengetahui efektivitas membuat batik teknik Tampar, adalah :
1. Seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Fluency (kelancaran) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model Project Based Learning.
2. Seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Flevibility (keluwesan) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model Project Based Learning
3. Seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Originality (keaslian) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model Project Based Learning
4. Seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Elaboration (keterperincian) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model Project Based Learning
5. Seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E# SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Sensitivity (kepekaan) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model Project Based Learning
C. Tujuan Pembuatan
a. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Fluency (kelancaran) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning..
b. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Flexibility (keluwesan) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning.
c. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Originality (keaslian) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model Project Based Learning.
d. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Elaboraty (keterperincian) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning.
e. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kreativitas peserta didik Kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan dalam aspek Sensitivity (kepekaan) dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik tapram dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning.
D. Manfaat Penelitian
Hasil Inovasi Pembelajaran ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Bagi Siswa
a. Proses pembelajaran sangat menyenangkan dan kreatif.
b. Suasana kelas lebih kondusif/
c. Teknik pembelajaran lebih bervariatif.
2. Bagi Guru
a. Meningkatkan proses pembelajaran guru.
b. Memberikan motivasi untuk melakukan penelitian di kelas.
3. Bagi Pengembang Kurikulum
a. Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
b. Memberikan inovasi untuk guru dalam melakukan proses pembelajaran.

BAB II
LANDASAN TERORI

A. Kreativitas
Setiap kegiatan manusia kita tidak lepas dengan kreativitas. Dengan kegiatan yang penuh dengan daya kreasi, maka disitu pula terdapat keuntungan, antara lain terpenuhinya kebutuhan hidup manusia. Menurut Sternberg ( dalam Munandar 2014 : 20 ) mengartikan kreativitasi merupakan titik pertemuan yang khas, antara tiga atribut antara psikologis, intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian/motivasi. Sedangkan menurut Barron (dalam Munandar, 2014 : 21) mengatakan kreativitas merupakan kemampuan kemampuan untuk menghasilkan/menciptakan sesuatu yang baru . Menurut Haefele (dalam Munandar, 2014 : 21) mengartikan bahwa kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Sedangkan dalam pengertian lain, kalau menurut Rogers (dalam Munandar, 1999: 24) mengartikan bahwa kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang menjadi dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. Menurut Sumanto ( 2006 : 9 ) mengartikan kreativitas merupakan bagian dari kegiatan merproduksi atau berkarya termasuk dalam bidang seni rupa. Sedangkan kalau menurut Lowenweld dari Barret ( dalam Sumanto, 2009 : 6 ) mengartikan bahwa kreativitas merupakan seperangkat kemampuan seseorang yang meliputi: 1) kepekaan mengamati berbagai masalah melalui indra, 2) kelancaran mengeluarkan berbagai alternatif pemecahan masalah, 3) keluwesan melihat atau memandang suatu masalah serta kemungkinan jawaban pemecahannya, 4) kemampuan merespon atau mbuahkan gagasan dalam pemecahan masalah originalitas yang biasa atau umum ditemukan, 5) kemampuan yang berkaitan dengan keunikan cara atau mengungkapkan gagasan alam menciptakan karya seni, 6) kemampuan mengabstrasi hal-hal yang bersifat umum dan mengaitkannya menjadi hal-hal yang spesifik, 7) kemampuan memadukan atau mengkombinasikan unsur-unsur seni menjadi karya seni yang utuh, 8) kemampuan menata secara terpadu dari keseluruhan unsur-unsur seni kedalam tatanan yang selaras.
Sedangkan kalau menurut Utami Munandar (dalam Munandar, 2012: 43) juga menyebutkan dalam penilaian kreativitas dapat dilihat dari skema penilaian kreativitas yang meliputi empat kriteria dari berfikir kreatif, adalah sebagai berikut : kelancaran, keleturan, keaslian (orisinalitas), dan kerincian (elaborasi). Sedangkan kalau berdasarkan Guilford (dalam Supriadi, 1994: 7) bahwa dalam penilaian kreatif terdapat 5 sifat yang menjadi kriteria dari berfikir kreatif yaitu: 1. Kelancaran (fluency), adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan. 2. Keluwesan (flexibility), adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacammacam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah. 3. Orisinalitas (originality), adalah kemapuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise. 4. Elaborasi (elaboration), adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci. 5. Redefinisi (redifinition), adalah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
B. Project Based Learning
Menurut Thomas (dalam Made Wena, 2009: 144) pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek.
Menurut Thomas (dalam Made Wena, 2009: 145) menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek mempunyai beberapa prinsip, antara lain : a. Prinsip sentralistis (centrality), model ini merupakan pusat strategi pembelajaran, dimana siswa belajar konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Oleh karena itu, kerja proyek bukan merupakan praktik tambahan dan aplikasi praktis dari konsep yang sedang dipelajari, melainkan menjadi sentral kegiatan pembelajaran dikelas. b. Prinsip pertanyaan pendorong/penuntun (driving question) berarti bahwa kerja proyek berfokus pada pertanyaan atau permasalahan yang dapat mendorong siswa untuk berjuang memperoleh konsep atau prinsip utama suatu bidang tertentu. c. Prinsip investigasi konstruktif (constructive investigation) merupakan proses yang mengarah kepada pencapaian tujuan, yang mengandung kegiatan inkuiri, pembangunan konsep, dan resolusi. Dalam investigasi memuat proses perancangan, pembuatan keputusan, penemuan masalah, pemecahan masalah, discovery, dan pembentukan model. d. Prinsip otonomi (autonomy) dalam pembelajaran proyek dapat diartikan sebagai kemandirian siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran, yaitu bebas menetukan pilihannya sendiri, bekerja dengan minimal supervise, dan
bertanggung jawab. e. Prinsip realistis (realism) berarti bahwa proyek merupakan sesuatu yang nyata, bukan seperti di sekolah.
Menurut Steinberg (dalam Made Wena, 2009: 151) mengemukakan ada 6 strategi dalam mendesain suatu proyek yang disebut dengan: The Six A’s of Designing Projects, yaitu: 1. Authenticity (keautentikan), 2. Academic Rigor (ketaatan terhadap nilai akademik), 3. Applied Learning (belajar pada dunia nyata), 4. Active Exploration (aktif meneliti), 5. Adult Relationship (hubungan dengan ahli), 6. Assessment (penilaian)
C. Konsep Batik dan Batik Tapram
Menurut Irwan Tirta, Pengertian Batik adalah teknik menghias kain atau testil dengan menggunakan lilin dalam proses pencelupan warna, yang semua proses tersebut menggunakan tangan. Pengertian Batik menurut Santosa Doellah, Batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional dan terutama juga digunakan dalam matra tradisional, memiliki beragam corak hias dan pola tertentu yang pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin batik sebagai bahan perintang warna. Oleh karena itu, suatu kain dapat disebut batik apabila mengandung dua unsur pokok, yaitu jika memiliki teknik celup rintang yang menggunakan lilin sebagai perintang warna dan pola yang beragam hias khas batik. Menurut Hamzuri, Pengertian Batik ialah lukisan atau gambar pada mori yang dibuat dengan menggunakan alat bernama canting. Orang yang melukis atau menggambar pada mori memakai canting disebut membatik. Membatik ini menghasilkan batik yang berupa macam-macam motif dan mempunyai sifat khusus yang dimiliki oleh batik itu sendiri. Pengertian Batik menurut Afif Syakur adalah serentang warna yang meliputi proses pemalaman (lilin), pencelupan (pewarnaan) dan pelorotan (pemanasan), hingga menghasilkan motif yang halus yang semuanya ini memerlukan ketelitian yang tinggi.
http://www.pengertianpakar.com/2015/04/pengertian-batik-dan-jenis-jenis-batik.html
Alat yang digunakan untuk membuat batik ada beberapa jenis, masing-masing alat dan bahan memiliki fungsi dan tujuan sendiri. Untuk membuat batik diperlukan beberapa peralatan dan bahan. Pada artikel ini akan diuraikan jenis peralatan dan bahan serta fungsi alat tersebut dalam membuat batik. Peralatan Untuk Membuat Batik. Peralatan sederhana untuk belajar membuat batik Jenis alat untuk membatik antara lain :
1. Canting tulis: untuk membatik di atas kain
2. Canting cap dan meja cap: untuk membuat motif cap di atas kain
3. Wajan dan kompor: untuk mencairkan lilin batik
4. Stik besi: untuk menghilangkan tetesan lilin
5. Timbangan: untuk menimbang warna
6. Dingklik: untuk duduk pada waktu membatik tulis
7. Gawangan: untuk membentangkan kain/mori batik
8. Meja pola: untuk memindahkan gambar dari kertas ke kain
9. Gelas ukur : Untuk mengukur kebutuhan air/larutan.
10. Sarung tangan : Untuk pelindung tangan pada saat mewarna kain.
11. Mangkok, gelas dan sendok : Untuk tempat melarutkan warna batik
12. Ember : Untuk tempat mewarna kain batik
13. Gunting : untuk memotong kain
14. Penghapus, pensil, spidol, rautan, dan penggaris : untuk menggambar pola
15. Meteran: untuk mengukur panjang atau lebar kain
16. Scrap: untuk membersihkan lilin yang menetes di lantai.
17. Seterika dan meja seterika: untuk menghaluskan kain
18. Kompor pompa dan kompresor: untuk merebus air lorodan
19. Kenceng: untuk tempat melorod kain batik.
20. Wajan cap (Loyang, serak kasar, serak halus, kain blaco kasar, kain blaco tipis): untuk mencairkan lilin batik cap.
21. Rak kompor: untuk tempat kompor dan wajan cap pada waktu membatik cap
22. Ceret dan kompor minyak: untuk merebus air
23. Jemuran: untuk menjemur kain batik.
24. Kuas: untuk mencolet kain batik.
25. Baju kerja: untuk kesehatan dan keselamatan kerja
Bahan untuk membuat batik tulis ada beberapa jenis, masing-masing memiliki jenis dan fungsi sendiri. antara lain:
1. Lilin klowong: untuk membatik (Klowong/garis motif)
2. Lilin Tembok: untuk menembok/menutup bagian yang tidak dikehendaki berwarna
3. Parafin: untuk membuat motif pecahan pada kain batik
4. Soda Abu: untuk obat bantu melorod
5. TRO: untuk pembasah
6. Kostik: obat bantu zat warna napthol
7. Natrium nitrit: untuk obat bantu zat warna indigosol
8. HCl: untuk obat bantu pembangkit warna indigosol
9. Garam biru BB: pembangkit zat warna napthol
10. Garam kuning GC: pembangkit zat warna napthol
11. Garam orange GC: pembangkit zat warna napthol
12. Indigosol violet B: untuk zat warna batik
13. Indigosol kuning IGK: zat warna untuk batik
14. Napthol AS : sebagai warna dasar
15. Napthol AS- 0L : sebagai warna dasar
16. Napthol AS- BS: sebagai warna dasar
17. Napthol ASG: sebagai warna dasar
18. Kertas roti: untuk menggambar pola batik.
19. Selendang sutera: bahan untuk batik
20. Selendang katun: bahan untuk batik
21. Kain sutera: bahan untuk batik
22. Mori primisima : bahan untuk batik
23. Blaco dan santung: bahan untuk batik
24. Kain untuk kaos: bahan untuk batik
25. Kaos (T-shirt): bahan untuk batik
26. Waterglass: untuk obat bantu nglorod
Diatas telah disebutkana beberapa jenis peralatan dan bahan untuk membuat kain batik tulis maupun batik cap. (sumber : http://pustakamateri.web.id/alat-dan-bahan-untuk-membuat-batik/ ).
Batik Tapram, adalah suatu teknik membatik dengan menciptakan sesuatu yang baru. Media yang digunakan yang terdapat di alam sekitar. Istilah Tapram, merupakan singkatan dari Tali Pramuka. Teknik digunakan karena tali pramuka lebih mudah untuk mencarinya, baik itu anak kecil, sampai remaja semua menggunakannya. Inovasi yang dipilih adalah tentang alat yang digunakan, biasanya membatik meggunakan alat canting, namun dengan inovasi batik tersebut bisa menggunakan salah satunya menggunakan tali pramuka. Bahan dan alat yang digunakan untuk membatik tapram ini, adalah : tali pramuka secukupnya, walesan dari kayu atau bambu 1 meter, kain mori prima/primissima panjang 2 meter lebar 1 meter. Benang nilon secukupnya, kompor, wajan, malam/lilin, pewarna sintetis, wadah, spon. Untuk langkah-langkahnya sama seperti pada membatik tulis.

D. Kerangka Berfikir
SKEMA PEMBELAJARAN

Kreativitas siswa TAPRAM PROJECT BASED
masih LEARNING
rendah /

KONDISI AWAL

TINDAKAN
2 SIKLUS/ LEBIH
Kreativitas siswa
meningkat
KONDISI AKHIR

Keterangan :
Menurut keterangan skema bagan di atas, maka dapat dijabarkan, bahwa dalam kondisi awal kreativitas peserta didik dalam mengerjakan batik masih rendah sebesar 34%. Setelah dilakukan melalui teknik Tapram ( Tali Pramuka ), melalui dua siklus, melalui pendekatan Project Based Learning, dan hasilnya dapat meningkat menjadi sebesar dapat meningkat menjadi sebesar 97%, dan hasilnya meningkatan sebesar 63%.

E. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah terdapat peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran Seni Budaya materi membatik teknik Tapram dengan menggunakan model Project Based Learning.

BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian ini disajikan secara berurutan sebagai berikut : metode penelitian , tempat dan waktu penelitian, sasaran kajian, teknik pengumpulan data, teknik analisa data dan teknik keabsahan data.
1. Pendekatan Penelitian
Seluruh data dari hasil wawancara, observasi, test dan demontrasi disajikan menggunakan jenis PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Maksudnya adalah melaksanakan tindakan kelas dengan menggunakan tiga siklus kemudian melaporkan hasil penelitian itu dengan memaparkan apa yang terjadi. Pelaksanaan penelitian meliputi kegiatan persiapan penelitian, implementasi, evaluasi dan refleksi. Tahap pertama guru melaksanakan penelitian perlu menimbang-nimbang, lalu merumuskan masalah yang dihadapi. Tahap kedua peneliti menemukan faktor-faktor yang berkaitan dengan terjadinya masalah. Tahap ketiga mencari cara mengatasi masalah atau melaksanakan tindakan kelas. Tahap keempat mengamati dampak yang muncul setelah menerapkan cara yang dipilih. Tahap kelima adalah evaluasi terhadap tindakan kelas bahwa suatu cara belum tentu dampak yang terjadi sesuai harapan. Evaluasi dilakukan dengan tujuan untuk melihat apa memang sudah terjadi perbaikan sesuai yang diharapkan.

2. Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini mengambil tempat / lokasi di SMP Negeri 1 Tegowanu. Jalan Jenderal Sudirman No. 4 Tegowanu Kabupaten Grobogan. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada Semester Genap tahun 2017-2018. Pelaksanann penelitian efektif hanya 4 bulan dimulai pada bulan Januari sampai Juni 2018.
3. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini, adalah sisws kelas VII E Semester Genap Tahun Pelajaran 2017 / 2018, terdiri dari 32 siswa, 17 laki-laki dan 15 perempuan.
4. Data dan Sumber Data
Data penelitian ini dikumpulkan dari berbagai sumber, yang meliputi :
a. Guru, teman sejawat, dan siswa
b. Dokumen seperti arsip nila, absensi, dan data lainnya.
c. Arsip karya seni sebelumnya dan yang sudah jadi.
5. Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan akan dilaksanakan dalam dua siklus, yang secara visual akan digambarkan dalam model silus/ alur penelitian sebagai berikut:

Berdasarkan visualisasi siklus di atas, tahapan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut :
Siklus I
1. Perencanaan (Planning)
Dalam kegiatan perencanaan (planning) guru melakukan :
a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. (RPP)
b. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati proses pembelajaran.
c. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.
d. Menyiapkan alat dan bahan
e. Menyiapkan lembar penilaian.
2. Pelaksanaan (Action)
Pada kegiatan ini guru melakukan:
a. Melakukan kegiatan apersepsi.
b. Menjelaskan materi pembelajaran.
c. Mendemonstrasikan cara membuat Teknik Pemalaman Tahap 1, pewarnaan tahap 1, pemalaman tahap 2 pada kain mori.
d. Membimbingan siswa dalam kegiatan pembelajaran membuat batik pemalaman tahap 1 dan 2 serta pewarnaan tahap 1
3. Pengamatan dan Evaluasi
Dalam kegiatan ini guru melakukan: penilaian hasil pembelajaran, dan mengamati hal-hal yang dianggap sudah dan belum memenuhi kriteria penilaian dari materi yang baru dipelajari.
4. Refleksi
Dalam kegiatan ini guru melakukan :
a. Bersama siswa menyimpulkan hasil penilaian yang telah dilakukan, kekurangan atau kesulitan siswa dalam membuat batik teknik Tapram pada kain mori.
b. Memberi motivasi pada siswa agar mampu meningkatkan kemampuan yang sudah dicapai, dan memperbaiki kekurangan.

Siklus II
1. Perencanaan ( Planning)
Dalam kegiatan ini guru melakukan :
a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. (RPP)
b. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati proses pembelajaran berlangsung.
c. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.
d. Menyiapkan lembar penilaian.
2. Pelaksanaan (Action)
Pada kegiatan ini guru melakukan:
a. Melakukan kegiatan apersepsi.
b. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
c. Mendemonstrasikan cara membuat pewarnaan tahap 2, penguncian, pembilasan, nglorot malam dan pembersihan, pengeringan dan pengemasan.
d. Membimbingan siswa dalam kegiatan pembelajaran membuat batik Tapram.
3. Pengamatan dan Evaluasi
Dalam kegiatan ini guru melakukan:
a. Melakukan penilaian hasil pembelajaran.
b. Mengamati hal-hal yang dianggap sudah dan belum memenuhi kriteria penilaian, dari materi yang baru dipelajari.
4. Refleksi
Dalam kegiatan ini guru melakukan :
a. Bersama siswa menyimpulkan hasil penilaian yang telah dilakukan, dalam membuat batik teknik Tapram
b. Memberi motivasi pada siswa agar mampu meningkatkan kemampuan yang sudah dicapai.
6. Sasaran Kajian
Sasaran kajian atau fokus penelitian ini adalah proses pembelajaran di kelas dengan standart kompetesi kemampuan siswa menilai dan berkreasi berdasarkan beragam gagasan, medium dan teknik berkarya seni rupa terapan daerah setempat, dengan Kompetensi Dasar peserta didik mampu membuat batik hasil inovasi teknik Tapram siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu.
7. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data-data penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode sebagai berikut;
6.1. Teknik wawancara
Wawancara adalah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Pewawancara disebut intervieuwer sedangkan yang diwawancarai disebut intervieuwe ( Usman, 2003: 58).
Teknik wawancara dalam penelitian ini dilaksanakan kepada siswa yang memperoleh materi model pembelajaran kerja kelompok. Teknik wawancara ini dilakukan untuk dapat mengangkat data-data tentang model pembelajaran kerja kelompok, kelebihan dan kendala-kendala yang dihadapi dilapangan. Wawancara dilakukan kepada siswa yang mendapat tindakan kelas, wali kelas dan kepala sekolah.
6.2. Teknik Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti. Observasi merupakan proses yang komplek, yang tersusun dari proses biologis dan psikologis (Usman,2003: 23 ).
Teknik observasi dilaksanakan untuk mengetahui pelaksanakan proses pembelajaran dengan metode kerja kelompok di kelas. Jenis observasi yang dilaksanakan adalah observasi eksperimental ialah observasi yang dilakukan terhadap situasi yang disiapkan sedemikian rupa untuk meneliti sesuatu yang dicobakan.
Untuk memperoleh hasil penilaian kerja kelompok menggunakan 2 macam test yaitu test tertulis dan test perbuatan ( praktek). Test perbuatan adalah meneruskan motif yang dibuat oleh guru secara langsung desain bahan triplek. Test tertulis adalah berupa tulisan soal uraian.
8. Teknik Analisa Data
Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan test proses analisisnya berlangsung selama penelitian yang ditempuh melalui serangkaian proses kegiatan secara bersamaan yaitu, dengan cara direduksi ( disederhanakan), diklasifikasikan (dikelompokan), diinterpretasi,dideskripsikan secara sistematis dan selanjutnya disimpulkan. Teknik analisa data menggunakan PTK dengan pendekatan kualitatif (Usman, 2003:86)
Untuk melihat data hasil penerapan praktik inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru materi pelajaran membatik teknik Tapram ini dengan menggunakan rumus dari Sugiyono ( 2009 : 49 ), adalah sebagai berikut :
Σ nilai
Nilai Rata-rata = ____________
Σ anak

Σ nilai
Persentase = __________________________________________ X 100
Skor Ideal (Skor Maksimal x Jumlah Anak)

Setelah data dianalisis, kemudian data tersebut diintepretasikan dalam lima katagori,menurut Arikunto ( 2005 : 44 ), yaitu :
1. Kriteria Sangat Baik 81% – 100%
2. Kriteria Baik 61% – 80%
3. Kriteria Cukup 41% – 60%
4. Kriteria Kurang 21% – 40%
5. Kriteria Sangat Kurang 0% – 20%

9. Teknik Keabsahan Data
Tingkat validitas data dapat diukur melalui triangulasi menurut Dezim (dalam Moleong, 2006 : 330) agar tingkat validitasnya ada, maka adanya teknik pemeriksaan yang menggunakan dan memanfaatkan sumber, metode, penyidik dan teori. .
Pemeriksaan itu dalam rangka memenuhi kredibilitas dan orisinalitas data, yaitu dengan (1) membandingkan data hasil dengan wawancara (2) membandingkan pendapat umum dengan pribadi (3) membandingkan situasi penelitian (4) membandingkan perspektif berbagai pendapat (5) membandingkan wawancara dengan isi dokumen.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
SMP Negeri 1 Tegowanu berdiri sejak tahun 1983 yang merupakan Unit Gedung Baru atau UGB. Sekolah ini berdiri di Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Sebagai Unit Gedung Baru, kondisi sekolah saat itu sangat terbatas baik pendidik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, maupun lingkungannya. Dari tahun ke tahun SMP Negeri 1 Tegowanu mulai mengalami kemajuan dan berupaya keras untuk mengejar ketinggalan agar dapat disearakan dengan sekolah yang berstandar nasional.
SMP Negeri 1 Tegowanu merupakan salah satu SMP Negeri yang berada di Ibukota Kecamatan Tegowanu, menempati tanah seluas 20.000 m2. Lokasi sekolah yang strategis di tepi jalan raya Semarang – Purwodadi, didukung dengan prestasi sekolah selama ini menyebabkan sekolah ini banyak diminati oleh calon siswa pada saat penerimaan peserta didik. Terbukti pada penerimaan peserta didik tahun 2017/2018 dengan jumlah pendaftar yang mencapai 383 calon siswa, sedangkan daya tampung hanya 284 siswa.
Kondisi masyarakat lingkungan sekolah yang terletak di kota kecamatan, boleh dikatakan sebagai masyarakat yang relatif memiliki wawasan yang memadai. Akses menuju ke kota besar seperti Semarang atau ibu kota kabupaten yaitu Purwodadi, hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor. Beberapa anggota masyarakat bekerja sebagai penglajo ke Semarang bahkan tidak sedikit yang boro bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan sebagainya bahkan tidak sedikit pula yang bekerja sebagai TKI di luar negeri. Hal ini memiliki nilai positif, yaitu dalam cara berpikir sangat mendukung untuk kemajuan sekolah ini.
Kondisi sosial ekonomi orang tua atau wali murid rata-rata menengah ke bawah, namun tingkat kepedulian cukup. Kondisi ekonomi yang demikian itu menimbulkan dampak bagi perkembangan pendidikan di SMP Negeri 1 Tegowanu. Sebagai contoh : Sumbangan Pengembangan institusi (SPI) dari tahun ke tahun relatif rendah dibanding sekolah-sekolah lain di sekitarnya. Penyediaan sarana prasarana pembelajaran menemui kendala akibat kondisi ekonomi orang tua siswa. Dengan visi dan misi yang jelas, pelan namun pasti perkembangan pengadaan sarana dan prasaran pembelajaran dapat meningkat / bertambah meskipun secara bertahap.
Namun demikian sekolah ini merupakan sekolah favorit di Kecamatan Tegowanu, mengingat satu-satunya SMP Negeri yang ada di ibukota Kecamatan adalah SMP Negeri 1 Tegowanu ini, sebab dibanding dengan SMP Negeri/Swasta di sekitar SMP Negeri 1 Tegowanu, SMP inilah yang paling banyak diminati oleh siswa lulusan SD/MI di Kecamatan Tegowanu untuk melanjutkan pendikannya ke tingkat SMP. Tak mengherankan bila pada waktu PPDB sebagian besar masyarakat memilih mendaftarkan putranya ke sekolah ini. Calon siswa yang tidak diterima di sekolah ini larinya ke SMP Swasta di lokasi yang tidak jauh dari SMP Negeri 1 Tegowanu. Mereka tidak mungkin mendaftar ke SMP Negeri 2 Tegowanu atau SMP Negeri 3 Tegowanu mengingat lokasinya yang sulit dijangka.
Fasilitas yang dimiliki SMP Negeri 1 Tegowanu antara lain ruang kelas sejumlah 27 kelas, laboratorium komputer (ruang) terdiri dari 75 unit komputer dengan spesifikasi Pentium III, laboratorium IPA, ruang Multi Media, ruang laboratorium bahasa, perpustakaan, musholla yang representatif, dan lapangan olah raga yang memadai. Pada tahun pelajaran 2017/2018 sekolah ini telah menerapkan Kurikulum tahun 2013 dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Hal ini dilakukan karena pada tahun pelajaran 2017/2018 telah dijadikan pilot project penggunaan Kurikulum 2013 yang disebut juga dengan istilah Kurikulum 2013.
SMP Negeri 1 Tegowanu memiliki tenaga pendidik dan kependidikan sebagai berikut, tenaga guru sejumlah 39 orang dan tenaga tata usaha 2 orang. Dari jumlah 36 guru terdiri dari 36 orang guru PNS, 2 orang guru tidak tetap. Sesuai dengan ketentuan yang ada bahwa guru SMP minimal bekualifikasi ijazah S1 / Akta IV, kondisi guru di SMP Negeri 1 Tegowanu 98 % berkualifikasi ijazah S1 / Akta IV.
Guna meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, perlu disusun seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang disebut dengan kurikulum.
Kurikulum SMP Negeri 1 Tegowanu adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan ini meliputi tujuan pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu Kurikulum SMP Negeri 1 Tegowanu disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di SMP Negeri 1 Tegowanu.
Pengembangan Kurikulum SMP Negeri 1 Tegowanu mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan Standar Nasional Pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi SMP Negeri 1 Tegowanu dalam mengembangkan kurikulum.
Kurikulum SMP Negeri 1 Tegowanu disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar :
1. meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2. memahami dan menghayati ilmu pengetahuan dan teknologi,
3. mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif dan efisien,
4. berinteraksi dengan orang lain,
5. membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan.
2. Kondisi Awal
Peneliti mengamati keadaan yang terjadi sebelum diadakan penelitian, yaitu dengan mengadakan observasi mengenai materi membatik menggunakan media kertas, dan pewarna kering.
Observasi itu untuk mengamati fluency, flexibility, originality, elaboration, sensitivity, pada mata pelajaran membatik. Pelaksanaan itu dilakukan sekitar bulan Maret 2018. Kegiatan itu hanya untuk mengetahui keadaan kreativitas seni membatik di kelas VII E SMP Negeri 1 Tegowanu. Hasil observasi yang didapat dalam membatik menggunakan media kertas dan pewarna kering, adalah sebagai berikut :
ASPEK NILAI JUMLAH SKOR SKOR IDEAL RATA-RATA SKOR PERSENTASE
Fluency 50 128 2,56 39%
Flexibility 38 128 3,36 29%
Originality 47 128 2,72 36%
Elaboration 41 128 3,12 32%
Sensitivity 46 128 2,78 35%
RATA-RATA 44.4 128 2.88 34%
Tabel 01: Kondisi Awal
Dengan melihat observasi pada kondisi awal, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : dari jumlah nilai kreativitas pada aspek nilai fluency maka jumlah skor keseluruhan ada 90, kemudian skor ideal ada 128, kemudian rata-rata skor ada 1,42, dan persentasenya ada 70%. Nilai Kreativitas aspek nilai flexibility, maka jumlah skor keseluruhan ada 88, kemudian jumlah skor ideal ada 128, kemudian rata-rata skor ada 1,45, dan persentasenya ada 68%. Kreativitas aspek nilai originality, maka jumlah nilai keseluruhan ada 89, skor ideal ada 128, kemudian rata-rata skor ada 1,43, dan persentasenya ada 59%. Kreativitas nilai aspek elaboration, maka jumlah nilai keseluruhan ada 91, kemudian skor ideal ada 128, rata-rata nilainya ada 1,40, dan persentasenya ada 71%. Kreativitas aspek nilai sensitivity melalui aspek nilai keseluruhan ada 86, kemudian skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,48, dan persentasenya ada 67%.
Dari keterangan di atas menunjukkan bahwa aspek flexibility menduduki peringkat yang paling bawah, karena peserta dalam mengerjakan tugas masih kaku, masih monoton seolah-olah belum paham tergadap penjelasan dari tugas yang diberikan kepada gurunya. Kurang luwes dalam mengerjakan tugas sehingga hasilnya kurang maksimal. Aspek elaboration juga ada kaitannya dengan aspek flexibility, karena proses pembuatannya kurang luwes, masih kaku dan monoton, maka keterperincian terhadap tugas juga sangat kurang, terlihat menurut observasi dari peneliti, peserta didik karena belum paham terhadap tugas yang diberikan oleh gurunya,maka hasilnya juga kurang bagus. Dalam aspek fluency peserta didik dalam mengerjakan tugas sangat lancar terbukti dari hasil observasi, peserta didik tidak ada yang bertanya mengenai tugas yang diberikan oleh gurunya. Serta aspek originality sangat berpengaruh terhadap keaslian tugas yang diberikan oleh gurunya, terbukti bentuk motif batik masih sama dengan teman yang lain, karena beranggapan takut kalau motif batiknya salah.
Dari data hasil observasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : kreativitas peserta didik dalam aspek Fluency atau kelancaran sebesar 39% dari kriteria 21% – 40% maka masih tergolong dalam kategori kurang. Kreativitas peserta didik dalam aspek Flexibility atau keluwesan sebesar 29% dari kreiteria 21% – 40%, maka masih tergolong dalam kategori kurang. Kreativitas peserta didik dalam aspek Originality atau keaslian sebesar 36%, dari kriteria 21% – 40%, maka masih tergolong dalam kategori kurang. Kreativitas dalam aspek Elaboration atau keterperincian sebesar 32%, dari kriteria 21% – 40%, maka masih tergolong dalam kategori kurang. Kreativitas peserta didik dalam aspek Sensitivity atau kepekaan sebesar 35% dari kriteria 21% – 40%, maka masih tergolong dalam kategori kurang.
Sedangkan kesimpulan dari keterangan di atas, adalah rata-rata persentase dari keseluruhan kreativitas aspek fluency, flexibility, originality, Elaboration dan Sensitivity, adalah 34%, ini artinya kalau dihitung dari kelompok nilai dari 21% – 40%, maka 34% dalam kategori kurang. Dengan melihat permasalahan tersebut, bagi peneliti sebagai tantangan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik melalui pembelajaran membatik teknik Tapram, dengan model Project Based Learning.

3. Pelaksanaan Tindakan Siklus 1
Dengan melihat hasil observasi pada prasiklus, maka pelaksanaan tindakan pada siklus 1 dilaksanakan pada bulan Maret 2018, materi yang diajarkan berkaitan dengan membatik teknik tapram dengan tahapan pemalaman dan pewarnaan tahap 1, pewarnaan tahap 1, pemalaman tahap 2. Kemudian pelaksanaan tindakan Siklus 2 dilaksanakan dari pertemuan 1 sampai pertemuan 5, dan materi yang diajarkan dimulai dari pewarnaan tahap 2 sampai pengeringan dan pengemasan. dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2018. Serta.
a. Rencana Tindakan
Dalam pelaksanaan tindakan Siklus 1 ini, yang harus dipersiapkan, adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan Materi yang akan diajarkan
Materi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran di kelas VII E, adalah materi yang sesuai dengan RPP sebelumnya, mengenani Membatik Teknik Tapram.
2. Menyusun Rencana Kegiatan
Dalam penyusunan rencana kegiatan ini, yang dilakukan pertama kali, adalah menyusun rencana pembelajaran atau RPP. Rencana penyusunan RPP ini dilakukan oleh peneliti bersama kolaborator. Materi dalam pelaksanaan susunnan rencana pembelajaran ini berkaitan dengan batik teknik tapram, dengan model pendekatan Project Based Learning.

3. Persiapan Media yang digunakan
Yang harus dilakukan dalam penelitian ini, adalah mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilaksanakan, yaitu persiapan media membatik, antara lain : Kompor, wajan, malam, jagul, kain mori, wadah, tali pramuka dan walesan, bentangan, kenceng besar.
4. Menyusun Alat Dokumentasi
Alat dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini, adalah alat digital berupa foto digital / HP android.
5. Lembar Observasi
Lembar observasi, digunakan untuk mencatat keadaan/suasana yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian yang sedang berlangsung.
6. Lembar Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini, adalah wawancara terstruktur dan wawancara tak terstruktur. Pedoman wawancara terstruktur ini, digunakan secara langsung melalui lembar wawancara, sedangkan wawancara tak terstruktur ini, digunakan untuk menambah hasil wawancara terstruktur.
b. Pelaksanaan Observasi
1). Siklus `1 Pertemuan 1
Kegiatan penelitian pada pertemuan 1dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Materi yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini, adalah pembuatan inovasi batik Tapram, yaitu teknik membatik dengan menggunakan alat tali pramuka. Pembuatan batik tersebut cukup sederhana sekali, karena tidak membutuhkan desain atau rancangan gambar, sehingga hanya membutuhkan satu kali pertemuan sudah cukup untuk menyelesaikan kegiatan tersebut. Jadi kegiatan pada Siklus 1 pada pertemuan 1 ini setiap kelompok dapat menyelesaikan kegiatan pemalman tahap 1 dan pewarnaan tahap 1. Seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 01 : Pemalaman Tahap 1
( Dokumentasi, Maret 2018)
Sebelum pelaksanaan pembuatan inovasi batik Tapram, maka peneliti terlebih dahulu menjelaskan mengenai materi tentang inovasi batik. Salah satunya, adalah inovasi batik Tapram. Di samping itu, Peneliti juga menunjukkan hasil karya hasil inovasi batik yang lain, sampai pada penerapan berupakan pakaian dari motif inovasi batik yang sudah peneliti buat sebelumnya, misalnya inovasi batik Brush atau dengan teknik kuas. Dari kegiatan pembelajaran, tentang teknik Tapram ini, peneliti mendemonstrasikan bagaimana cara membuat batik dengan inovasi menggunakan tali pramuka dengan mempraktikkan teknik pemalaman sampai pewarnaan tahap 1.
Setelah peneliti mendemonstrasikan mengenani inovasi batik teknik tapram ini, kemudian peneliti memberikan tugas kepada kelompok tentang inovasi batik teknik Tapram, menggunakan bahan kain dengan ukuran 2 m x 1 m. Namun selumnya tiap kelompok sudah diberi tugas terlebih dahulu untuk membuat bentangan yang digunakan untuk membentangkan kain seukuran 2 m x 1 m. Seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 02 : Bentangan
(Dokumentasi, Maret 2018)

Selama proses pembelajaran berlangsung, antara peneliti dengan kolaborator harus ada kerja sama, hal ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan kepada siswa apabila ada yang mengalami kesulitan.
Melihat Siklus 1 Pertemuan 1, bahwa kreativitas dalam aspek originality ( keaslian ) tugas membatik teknik Tapram pada langkah pemalaman tahap 1 mengalami penurunan, hal ini disebabkan masing-masing kelompok masih mengalami teknik yang sama, antara kelompok satu, dengan yang lain, belum ada keberanian untuk menuangkan idenya secara total. Demikian juga kreativitas pada aspek sensitivity ( kepekaan ) terhadap melaksanakan tugas, di mana pada tiap kelompok secara umum, juga mengalami penurunan, hal ini disebabkan tiap kelompok kurang peka dalam mengerjakan tugas pemalaman tahap 1. Sedangkan pada fluency ( kelancaran ), flexibility ( keluwesan ) dan elaboration ( keterperincian ) sudah ada peningkatan, hal ini disebabkan karena mengerjakan tugas sudah ada peningkatan kelancaran, keluwesan, dan keterperioncian, seperti yang ada pada tabel di bawah ini :.
ASPEK NILAI JUMLAH SKOR SKOR IDEAL RATA-RATA SKOR PERSENTASE
Fluency 65,5 128 2,05 51%
Flexibility 62 128 1,94 48%
Originality 60 128 1,88 46%
Elaboration 56 128 1,75 43%
Sensitivity 54 128 1,68 42%
RATA-RATA 59,5 128 1,86 46%
Tabel 02 : Siklus 1 Pertemuan 1
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat diketahui jumlah skor keseluruhan kreativitas pada aspek fluency (kelancaran) ada 54, sekor ideal 128, rata-rata skor ada 2,37 dan persentase ada 42%. Kreativitas pada aspek flexibility ( kel;uwesan ) jumlah skor keseluruhan ada 40, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 3,20 dan persentase ada 31%. Kreativitas pada aspek originality ( keaslian ) pada jumlah skor keseluruhan ada 45, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 2,84, dan persentase ada 35%. Kreativitas pada aspek elaboration ( keterperincian ) dari jumlah nilai keseluruhan ada 43, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 2,97, dan persentase ada 33%. Kreativitas pada aspek sensitivity ( kepekaan ) dari jumlah nilai keseluruhan ada 43, skor nilai ideal ada 128, rata-rata skor ada 2,97, dan persentasenya ada 33%.
Dari penjelasan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : kreativitas dari aspek fluency ( kelancaran ) dalam mengerjakan tugas membatik teknik Tapram materi pemalaman tahap 1 dalam persentase ada 42%, ini dalam kategori cukup, yaitu 41% – 60%. Untuk kreativitas pada aspek flexibility ( keluwesan ) 31%, ini artinya masih dalam kategori kurang, yaitu 21% – 40%. Kreativitas pada aspek originality ( keaslian ) ada 35%, ini artinya masih dalam kategori kurang, yaitu 21% – 40%. Kreativitas pada aspek elaboration ( keterperincian ) ada 33%, hal ini berarti dalam katagori kurang, yaitu 21% – 40%. Kreativitas pada aspek sensitivity ( kepekaan ) ada 33%, dalam persentase 33% artinya dalam kategori kurang, yaitu 21% – 40%.
Agar lebih mudah dipahami, maka bisa digunakan sebagai data pembanding antara kegiatan awal siklus, dan kegiatan siklus 1 pertemuan 1, adalah sebagai berikut :
NO ASPEK Kreativitas Kondisi Awal Siklus 1 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 39% 51% 12%
2 Flexibility/Keluwesan 29% 48% 19%
3 Originality/Keaslian 36% 46% 10%
4 Elaboration/Keterperincian 32% 43% 11%
5 Sensitivity/Kepekaan 35% 42% 7%
Rata-rata 34% 46% 11%
Tabel 03 : Perbandingan Awal Siklus dan Siklus 1
Kalau dilihat dari persentase masing-masing nilai/skor dalam komponen aspek kreativitas tersebut, bisa disimpulkan adanya peningkatan persentase. Namun demikian, kalau dilihat dari rata-rata persentasenya, antara kondisi awal, dengan siklus 1 rata-rata persentasenya masih sama 34%, ini artinya belum ada peningkatan dari kondisi awal dan siklus 1.
2). Siklus 1 Pertemuan 2
Pada siklus 1 pertemuan 2 pembelajarannya dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Pada pertemuan kali ini, peneliti bersama kolaborator melanjutkan proses pewarnaan tahap 1. Sebelum melanjutkan proses pewarnaan tahap 1, peneliti bersama kolaborator menanyakan kembali pada pertemuan sebelumnya apakah materi pada pertemuan 1 sudah paham (dikuasai). Setelah selesai memberikan pengarahan pada siswa, peneliti bersama kolaborator dan siswa menuju ke luar kelas untuk mempraktikkan pewarnaan tahap 1.

Gambar 03 : Pewarnaan Tahap 1
(Dokumentasi, Maret 2018)

Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, bersama kolaborator dari kreativitas pada aspek nilai fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Aspek Nilai Jumlah Skor Skor Ideal Rata-rata Skor Persentase
Fluency 100 128 3,13 78%
Flexibility 99 128 3,1 77%
Originality 99 128 3,11 77%
Elaboration 100 128 3,13 78%
Sensitivity 99 128 3,11 77%
Rata-rata 99 128 3,11 77%
Tabel 04 : Hasil Observasi Siklus 1 Pertemuan 2
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat diketahui, bahwa : kreativitas pada aspek fluency ( kelancaran ) jumlah skor keseluruhan ada 75, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,70, dan persentasenya ada 58%. Kreativitas pada aspek flexibility ( keluwesan ) jumlah skor keseluruhan ada 74, skor ideal ada 128, dan rata-rata skor ada 1,72, dan persentase ada 57%. Kreativitas pada aspek originality ( keaslian ) jumlah skor keseluruhan ada 79, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,62, dan persentasenya ada 61%. Kreativitas pada aspek elaboration ( keterperincian ) untuk jumlah skor keseluruhan ada 73, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,75, dan persentasinya ada 57%. Kreativitas pada aspek sensitivity ( kepekaan ) jumlah skor keseluruhan ada 76, skor ideal ada 1,68, dan persentasinya ada 59%. Dari rata-rata keseluruhan, pada aspek fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, adalah untuk jumlah skor keseluruhan ada 60, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,69, dan persentasenya ada 58%.
Dengan melihat data tabel di atas, maka dapat diambil simpulan bahwa : dari kreativitas, pada aspek fluency dengan persentasenya 58%, maka termasuk kategori cukup, dari rentangan skor 41% – 60%. Kreativitas pada aspek flexibility dengan persentasenya 57%, ini berarti bahwa data itu termasuk katagori cukup dari rentangan skor 41% – 60%. Kreativitas pada aspek originality dengan persentasenya 61%, hal ini maka termasuk katagori baik, dari rentang skor 41% – 60%. Kreativitas pada aspek elaboration dengan persentasenya ada 57%, hal ini berarti masuk dalam kategori cukup, dari rentang skor 41% – 60%. Kreativitas pada aspek sensitivity dengan persentasenya ada 59%, hal ini termasuk ke dalam kategori cukup, dari rentang skor 41% – 60%.
Berikut ini, adalah perbandingan antara pertemuan 1 dan pertemuan 2 pada tabel di bawah ini :
NO Aspek Kreativitas Pertemuan 1 Pertemuan 2 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 51% 78% 27%
2 Flexibility/Keluwesan 48% 77% 29%
3 Originality/Keaslian 46% 77% 31%
4 Elaboration/Keterperincian 43% 78% 35%
5 Sensitivity/Kepekaan 42% 77% 35%
Rata-rata 46% 77% 31%
Tabel 05 : Perbandingan Pertemuan 1 dan Pertemuan 2
Dilihat dari tabel di atas, maka dapat dilihat dari siklus 1 pada pertemuan 2 setelah diadakan suatu tindakan, maka terjadi peningkatan walaupun belum signifikan. Dari pertemuan 1 34% meningkat menjadi 58%. Hal ini terjadi peningkatan 24%. Kesimpulan sementara yang bisa diambil, adalah di pertemuan ke 2 ini peserta didik sudah bisa memahami terhadap tugas yang diberikan oleh gurunya, sudah tahu terhadap tugas yang akan dan sudah dilakukan.
3. Siklus 1 Pertemuan 3
Untuk kegiatan pada siklus 1 pertemuan 3 ini dilakukan pada bulan Maret 2018. Pada pertemuan yang ke 3 ini, peneliti bersama kolaborator mengajak kepada para peserta didik dalam kelompoknya menanyakan kepada tiap kelompok mengnai kendala pada pertemuan ke 2. Tiap kelompok sudah paham dan tidak ada yang bertanya, sehingga peneliti bersama kolaborator mengajak para siswa dalam kelompok untuk melanjutkan materi berikutnya, yaitu pemalaman tahap ke 2. Para siswa diajak oleh peneliti bersama kolaborator ke luar kelas untuk mengerjakannya. Teknik pemalaman tahap 2 pada prinsipnya sama pengerjaannya seperti pada pemalaman tahap 1, hanya saja untuk pemalaman pertemuan 3 ini, sudah ada warnanya. Seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 04 : Pemalaman tahap 2 Pertemuan 3

Gambar 05 : Pewarnaan tahap 2
(Dokumentasi, Maret 2018)

Pelaksanaan penelitian ini pada siklus 1 pertemuan 3 ini sudah mengalami peningkatan terutama yang berkaitan dengan pewarnaan pada pertemuan ke 3 pada semua aspek kreativitas, karena tiap kelompok sudah paham dan tahu tugas yang diberikannya.
Berikut ini, adalah hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus 1 pertemuan 3, adalah pada kreativitas peserta didik pada aspek fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, adalah sebagai berikut :
Aspek Nilai Jumlah Skor Skor Ideal Rata-rata Skor Persentase
Fluency 106 128 3,33 83%
Flexibility 106 128 3,33 83%
Originality 105 128 3,29 82%
Elaboration 108 128 3,38 84%
Sensitivity 107 128 3,36 83%
Rata-rata 106 128 3,33 83%
Tabel 06 : Siklus 1 Pertemuan 3
Berdasarkan pada tabel di atas, maka dapat dijabarkan sebagai berikut : kreativitas pada aspek fluency ( kelancaran ) pada jumlah skor keseluruhan ada 78, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,64, persentasenya ada 60%. Kreativitas pada aspek flexibility ( keluwesan ) pada jumlah skor keseluruhan ada 79, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,72, dan persentasenya ada 61%. Kreativitas pada aspek originality ( keaslian ) pada jumlah skor keseluruhan ada 84, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,52, dan persentasenya ada 65%. Kreativitas pada aspek elaboration pada jumlah skor keseluruhan ada 83, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,54, dan persentasenya ada 64%. Kreativitas pada aspek sensitivity ( kepekaan ) pada jumlah skor keseluruhan ada 82, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,56, dan persentasenya ada 62%. Sedangkan kreativitas pada skor aspek fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, untuk jumlah skor keseluruhan ada 81, skor ideal ada 128, rata-rata skor ada 1,59, dan persentasenya ada 62%.
Dari data pada tabel tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : aspek fluency persentasenya 60%, hal ini berarti termasuk ke dalam kategori cukup. Maka termasuk rentang skor 41% – 60%. Aspek flexibility prosentasenya 61%, hal ini termasuk dalam kategori baik, dalam rentangan skor 61% – 80%. Aspek originality persentasenya 65%, hal ini dalam kategori baik, masuk dalam rentangan skor 61% – 80%. Aspek elaboration persentasenya 64%, hal ini masuk dalam kategori baik, dalam rentangan skor 61% – 80%. Aspek sensitivity persentasenya 64%, hal ini termasuk dalam kategori baik, dalam rentangan skor 61% – 80%. Kreativitas aspek keseluruhan, adalah fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, persentasenya adalah 62%, ini artinya masuk dalam kategori baik, dari rentangan skor 61% – 80%.
Untuk memperjelas keterangan di atas, maka dibuat tabel perbandingan siklus 1 pertemuan 2 dan pertemuan 3, sebagai berikut :
NO Aspek Kreativitas Pertemuan 2 Pertemuan 3 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 78% 83% 5%
2 Flexibility/Keluwesan 77% 83% 6%
3 Originality/Keaslian 77% 82% 5%
4 Elaboration/Keterperincian 78% 84% 6%
5 Sensitivity/Kepekaan 77% 83% 6%
Rata-rata 77% 83% 6%
Tabel 07 : Perbandingan siklus 1 pertemuan 2 dan pertemuan 3
Dengan melihat tabel di atas, terjadi suatu peningkatan dari persentase pertemuan 2 pada aspek fluency 58% pada pertemuan 3 persentasenya menjadi 60%. Artinya ada peningkatan persentasenya menkadi 2%. Aspek flexibility persentasenya dari pertemuan 2 sebesar 57% pada pertemuan 3 persentasenya menjadi 61%. Artinya persentasenya ada peningkatan sebesar 4%. Aspek originality persentasenya dari pertemuan 2 sebesar 61% pada pertemuan 3 persentasenya menjadi 65%. Artinya persentasenya terjadi peningkatan sebesar 4%. Aspek elaboration persentasenya pada pertemuan 2 sebesar 57%, pada pertemuan 3 menjadi 64%. Artinya persentasenya terjadi peningkatan sebesar 7%. Aspek sensitivity persentasenya pada pertemuan 2 sebesar 59%, pada pertemuan 3 menjadi sebesar 64%/ Artinya persentasenya terjadi peningkatan sebesar 5%. Sedangkan rata-rata keseluruhan dari pertemuan 2 persentasenya sebesar 58%, pada pertemuan 3 persentasenya sebesar 62%. Artinya persentasenya terjadi kenaikan sebesar 4%.
Dengan melihat keterangan di atas, maka untuk memperjelas, bisa dibaca melalui diagram di bawah ini :
Diagram 01 : Diagram Perbandingan
c. Refleksi
Dengan melihat diagram di atas, maka terjadi peningkatan dari pertemuan 2 ke pertemuan 3.Hal ini terlihat pada setiap aspek mulai fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity Dalam kegiatan ini, belum bisa dikatakan berhasil, karena masih ada tiap siswa dalam kelompok masih belum bisa disiplin, mengenai tepat waktu. Masalah ini bisa terlihat mulai dari siklus 1 pertemuan 1 kekurangdisiplinan dalam mengerjakan tugas sudah ada, terbukti sering bicara sendiri, sering tertawa dengan tidak ada sebab, sering bermain dengan teman dalam kelompok, ataupun teman kelompok lain, siswa dalam kelompok, masih santai duduk-duduk, sepertinya tidak ada tugas dari gurunya.
Dengan melihat keterangan di atas, maka didapat refleksi pada siklus 1, antara lain :
a. siswa dalam kelompok kurang menghargai waktu.
b. siswa dalam kelompok sering bicara sendiri atau dengan teman kelompok sendiri, ataupun dengan teman kelompok lain.
c. siswa sering gojek / bermain tanpa arah dengan teman kelompok sendiri ataupun dengan teman kelompok lain.
d. siswa sering nyantai, berdiam diri, seolah-olah tidak ada tugas dari gurunya.
Dengan melihat penjelasan di atas, maka harus segera mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap para siswa tersebut, agak pertemuan kegiatan yang akan datang hasilnya dapat meningkat. Sebagai hasil refleksi, perbaikan-perbaikan tersebut dapat berupa :
a. Guru bisa menghimbau kepada siswa untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya dalam menghargai waktu dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
b. Guru menghimbau kepada siswa untuk tidak bicara sendiri atau bicara dengan kelompok sendiri ataupun kelompok lain. Jadi bentuk keseriusan dalam mengerjakan tugas itu ada, dan harus tertanam pada tiap diri siswa.
c. Guru menghimbau kepada siswa untuk bekerja penuh rasa tanggung jawab, disiplin, tidak bermain sendiri atau dengan temannya.
d. Guru menghimbau kepada siswa untuk menjaga dan meningkatkan keseriusan dan semangat dalam mengerjakan tugas.
4. Tindakan Siklus II
Pertemuan untuk penelitian pada siklus II dilaksanakan pada bulan April 2018. Materi yang diajarkan mengenai teknik penguncian warna.

a. Perencanaan Tindakan
Untuk melaksanakan tindakan pada siklus II ini, yang perlu dipersiapkan peneliti dalam kegiatan ini, adalah :
a). Menyiapkan Materi
Materi yang perlu disiapkan pada siklus II untuk pertemuan 1, adalah mengenai teknik mengunci warna pada bulan April 2018, materi siklus II pertemuan 2 adalah teknik pembilasan, dilaksanakan pada bulan April 2018, materi siklus 2 pada pertemuan 3 adalah pembilasan dilaksanakan pada bulan April 2018, siklus II pertemun 4 materi nglorot malam dan pembersihan malam, dilaksanakan pada bulan Mei 2018, siklus II pertemuan 5 materi pengeringan dan pengemasan dilaksanakan pada bulan Mei 2018.
b). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran / RPP
Dalam kegiatan ini, rencana pembuatan RPP mengambil materi tentang teknik penguncian warna. Rencana tersebut, peneliti konsultasikan dengan kolaborator, agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar.
c). Menyiapkan Alat dan Bahan
Yang perlu dipersiapkan mengenai alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan siklus II pertemuan 1, adalah : kain mori panjang 2 m x 1 m, waterglas, wadah / tempat/ember besar, kuas cat tembok, wadah/tempat kecil digunakan untuk menaruh waterglas, koran bekas, lap/kain bekas.
d). Menyiapkan alat Dokumentasi
Dalam pelaksanaan penelitian pada siklus II pertemuan 1 ini, peneliti menggunakan alat dokumentasi berupa camera digital/HP android.
e). Menyusun Lembar Observasi
Dalam kegiatan penelitian ini, peneliti menyusun dan menyiapkan lembar observasi yang fungsinya adalah untuk mencatat kegiatan pelaksanaan penelitian pada siklus II pertemuan 1 berlangsung.
b. Pelaksanaan dan Observasi
1). Siklus II Pertemuan 1
Pada kegiatan siklus II pertemuan 1 ini, dilaksanakan pada bulan April 2018. Materi yang diajarkan adalah mengenani teknik mengunci warna. Teknik penguncian warna ini ada dua macam, yaitu : melalui penguasan, dan perendaman.

Gambar 06 : Penguncian Warna / Kuas
(Dokumentasi, April 2018)

Sebelum melaksanakan kegiatan ini, terlebih dahulu peneliti menjelaskan mengenai proses dan langkah kerja mengenai teknik mengunci warna. Dalam menjelaskan keterangan tersebut, peneliti terlebih dahulu menayangkan video tentang teknik mengunci warna menggunakan alat kuas dan teknik perendaman kain mori dengan kekurangan dan kelebihannya. Setelah tayangan video selesai, peneliti menjelaskan juga tentang sifat dan fungsi dari alat dan bahan yang digunakan untuk penguncian warna. Setelah kegiatan itu selesai, maka semua siswa dalam kelompok menuju ke luar kelas untuk mempraktikkan teknik penguncian warna. Ada beberapa kelompok melepaskan yang memilih penguncian warna menggunakan teknik kuas. Teknik penguncian tersebut langkah awal, adalah memilih kuas yang ijuknya bagus dan lentur, kemudian mengambil waterglas sebagai bahan pengunci warna yang memiliki sifat cair dan kental. Mengambil waterglas secukupnya menggunakan wadah, kemudian mulailah penguasan ke bentangan kain mori, di mulai dari posisi pinggir dan searah, menuju ke tengah. Pastikan dalam penguasan ke kain mori benar-benar rata, karena kalau tidak rata setelah dilorot yang tidak kena waterglas akan luntur, sehingga akan mengakibatkan kerusakan pada kain morinya. Setelah selesai penguasan pada kain mori, selanjutnya bisa dikeringkan tanpa kena sinar matahari langsung, agar malamnya tidak meleleh.
Penguncian warna menggunakan teknik perendaman ini peneliti bersama kolaborator memberikan tayangan video, dan selesai tayangan, peneliti bersama kolaborator memberi waktu untuk menanyakan tentang teknik perendaman. Setelah selesai, kemudian siswa dalam kelompok diajak keluar untuk mempraktikkannya dengan panduan peneliti bersama kolaborator. Siswa dalam kelompok melepaskan bentangan kain, dan kemudian siswa dalam kelompok kerja sama menyiapkan pewalatan termasuk waterglas dan ember besar. Kemudian perwakilan tiap kelompok mencelupkan kain mori ke waterglas dalam ember besar.Ujung kain mori dicelupkan dengan menggunakan kedua tangan merendamkan ke waterglas sampai tenggelam.

Gambar 07 : Perendaman
(Dokumentasi, April 2018)

Kelebihan dari teknik perendaman ini, kain akan terendam rata dan tembus ke kain. Dengan waktu minimal 6 jam sampai 1 malam atau lebih, dan setelah selesai perendaman, kemudian secara pelan-pelan dan hati-hati dengan bantuan peneliti dan kolaborator, kain mori diangkat dan diperas sampai kandungan waterglas berkurang. Setelah selesai, perasan kain mori tersebut, diletakkan berbeda wadahnya, agar warnanya tidak tercampur dengan warna kain mori yang lain.Kalau terjadi percampuran antar kain mori yang berbeda, maka akan mengalami kerusakan warna.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus I pertemuan 1 kreativitas peserta didik dari aspek fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, maka dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Aspek Nilai Jumlah Skor Skor Ideal Rata-rata Skor Persentase
Fluency/kelancaran 119 128 3,73 93%
Flexibility/keluwesan 119 128 3,73 93%
Originality/keaslian 120 128 3,75 93%
Elaboration/keterperincian 118 128 3,69 92%
Sensitivity/kepekaan 115 128 3,59 89%
Rata-rata 118 128 3,69 92%
Tabel 08 : Siklus II Pertemuan 1
Dengan melihat tabel di atas, maka kreativitas peserta didik pada aspek fluency, jumlah skor sebesar 83, skor ideal sebesar 128, kemudian rata-rata skor sebesar 1,54, dan persentasenya sebesar 64%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility sebesar 82, kemudian skor ideal sebesar 128, rata skor sebesar 1,56, dan persentasenya sebesar 64%. Kreativitas peserta didik pada aspek originality sebesar 86, kemudian skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 1,48, dan persentasenya sebesar 67%. Kreativitas peserta didik pada aspek elaboration jumlah skor sebesar 85, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 1,50, dan persentasenya sebesar 66%. Kreativitas peserta didik pada spek sensitivity jumlah skor keseluruhan sebesar 84, sor ideal, sebesar 128, rata-rata skor sebesar 1,52, dan persentasenya sebesar 65%. Rata-rata keseluruhan dari aspek fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, adalah sebagai berikut : kreativitas peserta didik pada aspek fluency jumlah skor keseluruhan sebesar 84, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor 1,52, dan persentasenya sebesar 65%.
Dengan melihat observasi pada siklus I pertemuan 1, maka dapat disimpulkan bahwa aspek fluency sebesar 64%, hal ini masuk dalam kategori baik, karena dalam rentang skor 61% – 80%. Kreativitas aspek flexibility sebesar 64%, maka dapat disimpulkan bahwa hal ini masuk kategori baik, karena dalam rentang skor 61% – 80%. Kreativitas peserta didik pada aspek originality sebesar 67%, maka dapat disimpulkan hal ini masuk dalam kategori baik, karena dalam rentang 61% – 80%. Kreativitas peserta didik pada aspek elaboration sebesar 66%, maka dapat disimpulkan bahwa hal ini masuk kategori baik, karena dalam rentang skor 61% – 80%. Kreativitas peserta didik pada aspek senitivity sebesar 65%, maka dapat disimpulkan bahwa hal ini masuk kategori baik, karena masih dalam rentang skor 61% – 80%. Jadi rata-rata keseluruhan kreativitas pada aspek fluency, flexibility, originality, elaboration, dan sensitivity, adalah : jumlah skor keseluruhan sebesar 84, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 1,52, dan persentasenya sebesar 65%.
Untuk mempermudah kisaran perbandingan siklus I pertemuan 3 dengan siklus II pertemuan 1, maka dapat dibuat tabel di bawah ini :
NO Aspek Kreativitas Siklus I Pertemuan 3 Siklus II Pertemuan 1 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 83% 93% 10%
2 Flexibility/Keluwesan 83% 93% 10%
3 Originality/Keaslian 82% 93% 11%
4 Elaboration/Keterperincian 84% 92% 8%
5 Sensitivity/Kepekaan 83% 89% 6%
Rata-rata 83% 92% 9%
Tabel 09 : Tabel Perbandingan Siklus I Pertemuan III dan Siklus II Pertemuan 1
Dengan melihat tabel di atas, maka setelah di adakan tindakan pada siklus II pertemuan 1 ini, masing-masing aspek sudah terjadi peningkatan, hal ini setiap peserta didik sudah paham terhadap tugas yang diberikan oleh guru. Hanya yang menjadi permasalahan pada tabel tersebut aspek sensitivity yang paling kecil tingkat peningkatannya, mungkin sebabnya siswa agak lambat dalam merespon setiap penjelasan dari guru dan kolaborator.
2). Siklus II Pertemuan 2
Penelitian pada siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada April 2018. Materi yang diajarkan adalah teknik pembilasan kain mori yang sudah dikunci warnanya. Untuk kegiatan ini, sebelum melakukan pembilasan kain mori, peneliti bersama kolaborator menayangkan video mengenai teknik pembilasan kain mori. Setelah selesai menayangkan video tersebut, sambil mereview peneliti bersama kolaborator memberikan kesempatan kepada tiap kelompok untuk bertanya, apabila ada yang kurang jelas. Setelah selesai menayangkan video, pesrta dalam kelompok menuju keluar mempraktikkan teknik pembilasan.

Gambar 08 : Pembilasan
(Dokumentasi, April 2018)
Pelaksanaan penelitian pada siklus II pertemuan 2 ini terjadi peningkatan dari semua aspek. Hal ini dikarenakan setiap kelompok sudah paham terhadap tugas yang diberikan oleh peneliti dan kolaborator.
Hasil pengamatan penelitian pada siklus II pertemuan 2 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Aspek Nilai Jumlah Skor Skor Ideal Rata-rata Skor Persentase
Fluency/kelancaran 122 128 3,81 95%
Flexibility/keluwesan 121 128 3,78 94%
Originality/keaslian 121 128 3,78 94%
Elaboration/keterperincian 119 128 3,73 93%
Sensitivity/kepekaan 120 128 3,75 93%
Rata-rata 120 128 3,77 93%
Tabel 10 : Siklus II Pertemuan 2

Dengan melihat tabel di atas, dapat dijabarkan bahwa kreativitas peserta didik pada jumlah skor keseluruhan pada aspek fluency sebesar 122, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,81, dan persentasenya sebesar 95%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility pada jumlah skor sebesar 121, skor ideal sebesar 128, dan persentasenya 94%. Kreativitas peserta didik pada aspek originality jumlah skor sebesar 121, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,78, dan persentasenya sebesar 94%. Kreativitas peserta didik pada aspek elaboration jumlah skor sebesar 119, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,73, dan persentasenya sebesar 93%. Kreativitas peserta didik pada aspek sensitivity, untuk jumlah skor sebesar 1320, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,75, dan persentasenya sebesar 93%. Jumlah kreativitas, untuk semua aspek, adalah untuk jumlah skor, sebesar 120, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,77, dan persentasenya sebesar 93%.
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas pada peserta didik untuk aspek fluency 93%. Hal ini dapat disimpulkan dalam kelompok kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility sebesar 94%, hal ini dapat disimpulkan masuk dalam kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas pada aspek originality sebesar 94%. Hal ini termasuk dalam kriteria sangat baik, dengan rentang nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek elaboration sebesar 93%. Hal ini masuk dalam kriteria sangat baik, karena ada pada kiasaran skor nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek sensitivity sebesar 93%, hal ini termasuk dalam katagori kriteria sangat baik. Hal ini masuk dalam rentang skor nilai 81% – 100%.
Berikut merupakan perbandingan antara siklus II pertemuan 1 dan 2, di bawah ini
NO Aspek Kreativitas Siklus II Pertemuan 1 Siklus II Pertemuan 2 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 93% 95% 2%
2 Flexibility/Keluwesan 93% 94% 1%
3 Originality/Keaslian 93% 94% 1%
4 Elaboration/Keterperincian 92% 93% 1%
5 Sensitivity/Kepekaan 89% 93% 4%
Rata-rata 92% 93% 9%
Tabel 11 : Perbandingan Siklus II Pertemuan 1 dan 2
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus II pertemuan 1 sebesar 92% dengan siklus II pertemuan 2 sebesar 93%. Hal ini terjadi peningkatan sebesar 1%.
3). Siklus II Pertemuan 3
Penelitian siklus II pertemuan 3 dilaksanakan pada tanggal April 2018. Materi yang akan diajarkan adalah teknik nglorot malam. Mengajarkan materi ini, peneliti bersama kolaborator menayangkan video tentang teknik nglorot, sambil mereview tentang materi yang sebelumnya belum paham, dan materi tentang teknik nglorot. Setelah selesai, tiap kelompok menuju ke ruang dapur di ruang guru untuk mempraktikkan nglorot sesuai dengan kain mori yang sudah dibilas.

Gambar 09 : Nglorot
(Dokumentasi, April 2018)

Hasil pengamatan penelitian ini, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Aspek Nilai Jumlah Skor Skor Ideal Rata-rata Skor Persentase
Fluency/kelancaran 123 128 3,84 96%
Flexibility/keluwesan 125 128 3,91 97%
Originality/keaslian 125 128 3,91 97%
Elaboration/keterperincian 121 128 3,78 94%
Sensitivity/kepekaan 125 128 3,92 98%
Rata-rata 123 128 3,87 96%
Tabel 12 : Siklus II Pertemuan 3

Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : kreativitas peserta didik pada aspek fluency mengenai jumlah skor sebesar 123, skor ideal 128, rata-rata skor sebesar 3,84, persentasenya sebesar 96%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility mengenai jumlah skor sebesar 125, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,91, persentasenya sebesar 97%. Kreativitas peserta didik pada aspek originality mengenai jumlah skor sebesar 125, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,91, persentasenya sebesar 97%. Kreativitas peserta didik pada aspek elaboration mengenai jumlah skor sebesar 121, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,78, persentasenya sebesar 98%. Kreativitas peserta didik pada aspek sensitivity mengenai jumlah skor sebesar 125, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,92, persentasenya sebesar 98%. Rata-rata keseluruhan masing-masing aspek, adalah jumlah skor sebesar 123, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,87, persentasenya sebesar 96%.
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas pada peserta didik untuk aspek fluency 96%. Hal ini dapat disimpulkan dalam kelompok kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility sebesar 97, hal ini dapat disimpulkan masuk dalam kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas pada aspek originality sebesar 97%. Hal ini termasuk dalam kriteria sangat baik, dengan rentang nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek elaboration sebesar 94%. Hal ini masuk dalam kriteria sangat baik, karena ada pada kiasaran skor nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek sensitivity sebesar 98%, hal ini termasuk dalam katagori kriteria sangat baik. Hal ini masuk dalam rentang skor nilai 81% – 100%.
Berikut ini, adalah perbandingan antar siklus II pertemuan 2 dengan pertemuan 3 di bawah ini :

NO Aspek Kreativitas Siklus II Pertemuan 2 Siklus II Pertemuan 3 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 95% 96% 1%
2 Flexibility/Keluwesan 94% 97% 3%
3 Originality/Keaslian 94% 97% 3%
4 Elaboration/Keterperincian 93% 94% 1%
5 Sensitivity/Kepekaan 93% 98% 5%
Rata-rata 93% 96% 3%
Tabel 13 : Perbandingan Siklus 2 Pertemuan 2 dan 3

Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus II pertemuan 2 sebesar 93% dengan siklus II pertemuan 3 sebesar 96%. Peningkatan nilai persentasenya sebesar 3%.
4). Siklus II Pertemuan 4
Penelitian siklus II pertemuan 4 dilaksanakan pada tanggal Mei 2018. Materi yang akan diajarkan adalah teknik pembersihan dan pengeringan. Mengajarkan materi ini, peneliti bersama kolaborator menayangkan video tentang teknik pembersihan dan pengeringan, sambil mereview tentang materi yang sebelumnya belum paham, dan materi tentang teknik pembersihan dan pengeringan. Setelah selesai, tiap kelompok menuju ke ruang dapur di ruang guru untuk mempraktikkan teknik pembersihan dan pengeringan dengan kain mori yang sudah dilorot

.Gambar 10 : Pembersihan Kain Batik
(Dokumentasi, Mei 2018)

Gambar 11 : Pengeringan
(Dokumentasi, Mei 2018)

Hasil pengamatan penelitian ini, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Aspek Nilai Jumlah Skor Skor Ideal Rata-rata Skor Persentase
Fluency/kelancaran 126 128 3,95 98%
Flexibility/keluwesan 126 128 3,95 98%
Originality/keaslian 124 128 3,87 96%
Elaboration/keterperincian 124 128 3,87 96%
Sensitivity/kepekaan 124 128 3,89 97%
Rata-rata 124 128 3,90 97%
Tabel 14 : Siklus II Pertemuan 4

Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : kreativitas peserta didik pada aspek fluency mengenai jumlah skor sebesar 126, skor ideal 128, rata-rata skor sebesar 3,95, persentasenya sebesar 98%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility mengenai jumlah skor sebesar 126, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,95, persentasenya sebesar 98%. Kreativitas peserta didik pada aspek originality mengenai jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,87, persentasenya sebesar 96%. Kreativitas peserta didik pada aspek elaboration mengenai jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,89, persentasenya sebesar 97%. Kreativitas peserta didik pada aspek sensitivity mengenai jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,89, persentasenya sebesar 98%. Rata-rata keseluruhan masing-masing aspek, adalah jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,90, persentasenya sebesar 97%.
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas pada peserta didik untuk aspek fluency 98%. Hal ini dapat disimpulkan dalam kelompok kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility sebesar 98%, hal ini dapat disimpulkan masuk dalam kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas pada aspek originality sebesar 96%. Hal ini termasuk dalam kriteria sangat baik, dengan rentang nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek elaboration sebesar 96%. Hal ini masuk dalam kriteria sangat baik, karena ada pada kiasaran skor nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek sensitivity sebesar 97%, hal ini termasuk dalam katagori kriteria sangat baik. Hal ini masuk dalam rentang skor nilai 81% – 100%.
Berikut ini, adalah perbandingan antar siklus II pertemuan 2 dengan pertemuan 3 di bawah ini :
NO Aspek Kreativitas Siklus II Pertemuan 3 Siklus II Pertemuan 4 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 96% 98% 2%
2 Flexibility/Keluwesan 97% 98% 1%
3 Originality/Keaslian 97% 96% -1%
4 Elaboration/Keterperincian 94% 96% 2%
5 Sensitivity/Kepekaan 98% 97% -1%
Rata-rata 96% 97% 1%
Tabel 15 : Perbandingan Siklus 2 Pertemuan 2 dan 3

Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus II pertemuan 3 sebesar 96% dengan siklus II pertemuan 4 sebesar 97%. Peningkatan nilai persentasenya sebesar 1%.
5). Siklus II Pertemuan 5
Penelitian siklus II pertemuan 4 dilaksanakan pada tanggal Mei 2018. Materi yang akan diajarkan adalah teknik pengemasan karya batik yang dibuat. Mengajarkan materi ini, peneliti bersama kolaborator menayangkan video tentang teknik pengemasan karya, sambil mereview tentang materi yang sebelumnya belum paham, dan materi tentang teknik pembersihan dan pengeringan. Setelah selesai, tiap kelompok menuju ke kelompok masing-masing untuk mempraktikkan teknik pengemasan karya dengan kain mori yang sudah disetrika.

Gambar 12 : Pengemasan Karya
(Dokumentasi, Mei 2018)

Hasil pengamatan penelitian ini, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Aspek Nilai Jumlah Skor Skor Ideal Rata-rata Skor Persentase
Fluency/kelancaran 126 128 3,95 98%
Flexibility/keluwesan 126 128 3,95 98%
Originality/keaslian 124 128 3,87 96%
Elaboration/keterperincian 124 128 3,87 96%
Sensitivity/kepekaan 124 128 3,89 97%
Rata-rata 124 128 3,90 97%
Tabel 16 : Siklus II Pertemuan 5

Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : kreativitas peserta didik pada aspek fluency mengenai jumlah skor sebesar 126, skor ideal 128, rata-rata skor sebesar 3,95, persentasenya sebesar 98%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility mengenai jumlah skor sebesar 126, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,95, persentasenya sebesar 98%. Kreativitas peserta didik pada aspek originality mengenai jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,87, persentasenya sebesar 96%. Kreativitas peserta didik pada aspek elaboration mengenai jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,89, persentasenya sebesar 97%. Kreativitas peserta didik pada aspek sensitivity mengenai jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,89, persentasenya sebesar 98%. Rata-rata keseluruhan masing-masing aspek, adalah jumlah skor sebesar 124, skor ideal sebesar 128, rata-rata skor sebesar 3,90, persentasenya sebesar 97%.
Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas pada peserta didik untuk aspek fluency 98%. Hal ini dapat disimpulkan dalam kelompok kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas peserta didik pada aspek flexibility sebesar 98%, hal ini dapat disimpulkan masuk dalam kriteria sangat baik, dalam rentang skor 81% – 100%. Kreativitas pada aspek originality sebesar 96%. Hal ini termasuk dalam kriteria sangat baik, dengan rentang nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek elaboration sebesar 96%. Hal ini masuk dalam kriteria sangat baik, karena ada pada kiasaran skor nilai 81% – 100%. Kreativitas pada aspek sensitivity sebesar 97%, hal ini termasuk dalam katagori kriteria sangat baik. Hal ini masuk dalam rentang skor nilai 81% – 100%.
Berikut ini, adalah perbandingan antar siklus II pertemuan 2 dengan pertemuan 3 di bawah ini :
NO Aspek Kreativitas Siklus II Pertemuan 4 Siklus II Pertemuan 5 Selisih
1 Fluency/Kelancaran 98% 98% 0%
2 Flexibility/Keluwesan 98% 98% 0%
3 Originality/Keaslian 96% 96% 0%
4 Elaboration/Keterperincian 96% 96% 0%
5 Sensitivity/Kepekaan 97% 97% 0%
Rata-rata 97% 97% 0%
Tabel 17 : Perbandingan Siklus 2 Pertemuan 4 dan 5

Dengan melihat tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sudah tidak terjadi peningkatan dari siklus II pertemuan 4 sebesar 97% dengan siklus II pertemuan 5 sebesar 97%. Jadi tidak ada peningkatan nilai persentasenya sebesar 0%.
Untuk memperjelas penelitian dari awal siklus sampai siklus II, adalah sebagai berikut :

Diagram 02 : Diagram Perbandingan Awal Siklus sampai Siklus II
c. Refleksi
Dengan melihat diagram di atas, menunjukkan bahwa pada siklus II pertemuan 4 Semua aspek misalnya aspek fluency sebesar 98%, hal ini termasuk dalam kriteria sangat baik, dengan kisaran rentangan skor 81% – 100. Kreativitas dalam aspek flexibility sebesar 98%, masuk dalam kriteria sangat baik, dengan kisaran rentangan skor 81% – 100%. Kreativitas pada aspek originality sebesar 96%, itu artinya masuk dalam kriteria sangat baik. Hal ini masuk pada rentang skor 81% – 100%. Kreativitas pada aspek elaboration sebesar 97%, itu artinya masuk pada kriteria sangat baik. Hal ini masuk pada rentang skor 81% – 100%. Kreativitas pada aspek sensitivity sebesar 97, itu artinya masuk pada kriteria sangat baik. Hal ini termasuk rentang skor 81% – 100%. Dengan demikian penelitian ini dihentikan pada siklus II karena sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu >80%
B. Pembahasan
1. Siklus I
Pada tahap siklus I ini, dapat dilihari dari rencana, pelaksanaan, dan refleksi dapat jabarkan sebagai berikut :
Pada skilus I ini siswa dalam kelompok masih kurang memahami terhadap makna sebuah pembelajaran. Masalah yang terjadi pada siklus I ini, peserta didik dalam kelompok tersebut masih memiliki sikap-sikap lama, seperti sering tertawa sendiri tanpa sebab, kurang menghargai waktu kerja, cerita dengan teman kelompok atau kelompok lain, sering peserta didik berdiam diri, masih menunggu taman kelompok lain kerja. Kondisi seperti itu berlangsung sampai pertemuan 1 akibatnya hasil kerjanya kurang baik. Dan berimbas pula pada kondisi pembelajaran yang kurang kondusif. Kegiatan ini lambat laun sampai pada siklus I pertemuan 1 kreativitas dari semua aspek fluency, flexibility, originality, elaboration dan sensitivity masih rendah dengan atau masih kurang dengan kisaran persentasenya sebesar 46%. Namun demikian dengan motivasi dari peneliti dan kolaborator suasana seperti itu sudah mulai berkurang, semenjak pada pertemuan 2 namun masih ada beberapa siswa dalam kelompok yang memiliki sikap tertawa sendiri dan dengan temannya, berdiam diri., sehingga kreativitas peserta didik dalam kelompok sebesar 77%. Namun demikian dengan bimbingan dari peneliti, dan kolaborator,semakin berkurang dan dapat meningkat. Pada siklus I pertemuan 3 ini, dengan bimbingan dan motivasi dari peneliti bersama kolaborator, pada pertemuan 3 kreativitas peserta didik mencapai sebesar 83%. Sikap acuh tak acuh terhadap tugas, malas, tertawa sendiri dan dengan temannya, berdiam diri, sudah tidak terlihat lagi. adanya peningkatan walaupun belum signifikan, namun demikian sudah menunjukkan hal-hal yang sifatnya positif, yaitu tumbuhnya rasa senang tiap peserta didik dalam mengerjakan tugas, semangat etos kerjanya sangat tinggi dalam menyelesaikan tugas, sikap percaya diri dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas sangat tinggi, motivasi peserta didik dalam mengrjakan tugas sangat baik.
2. Siklus II
Hasil dari penelitian pada siklus II pertemuan I untuk kreativitas peserta didik sebesar 92%, hasil siklus II pertemuan 2 untuk kreativitas peserta didik sebesar 93%, untuk penelitian siklus II pertemuan 3 kreativitas peserta didik sebesar 96%, hasil penelitian kreativitas peserta didik sebesar 97%, dan siklus II pertemuan 5 pada kreativitas peserta didik sebesar 97%. Dari pertemuan 1 sampai pada pertemuan ke 5 terjadi peningkatan yang signifikan, karena kalau ditinjau dari persentasenya hampir seluruh siswa dalam kelompok dan dalam kelas sudah bisa paham menguasai terhadap membatik Teknik Tapram dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Dari proses pembelajaran tersebut terdapat perubahan yang sangat positif, antara lain tiap peserta didik sudah bisa menghargai waktu kerja, serius dalam mengerjakan tugas, tanggung jawab tiap kelompok sangat tampak, kekompakan dalam kelompok terhadap tugas sangat baik.
3. Pembelajaran Menggunakan Model Project Based Learning
Proses pembelajaran menggunakan Project Based Learning menitik beratkan pada rencana, proses sampai hasil yang diharapkan. Penelitian memberikan project kepada peserta didik dalam kelompok untuk dikerjakan sesuai dengan rencana yang diharapkan. Pada siklus I pertemuan 1 peneliti bersama kolaborator harus ekstra hati-hati mendampingi peserta didik dalam kelompok, karena apabila dilihat dari prosesnya, sampai hasilnya kurang begitu menggembirakan, misalnya pada materi pemalaman tahap 1 siswa dalam kelompok, masih ragu-ragu dalam menuangkan malam di atas bentangan kain. Peserta didik masih malu-malu, dan terduduk diam, dan masih bingung dalam mengerjakan tugas materi yang diberikan oleh gurunya. Dalam kegiatan ini, seolah-olah waktu tidak dihiraukan, dan hilang dengan percuma. Ditambah dengan masih adanya peserta didik dalam kelompok yang bermain sendiri, atau bermain dengan teman kelompok lain, berbicara tanpa arah, tertawa dengan tidak terkontrol. Kesimpulannya peserta didik kurang serius dalam mengerjakan tugas pada siklus I pertemuan 1.
Sedangkan proses pembelajaran pada siklus I pertemuan 2 materi pewarnaan tahap 1 mengenai tingkat penghargaan waktu untuk mengerjakan tugas pewarnaan tahap 1 sudah tidak seperti pada siklus I pertemuan 1. Keseriusan dalam mengerjakan tugas sudah ada, walaupun masih ada peserta didik dalam kelompok yang masih bicara sendiri, bergurau dengan teman lain. Peneliti bersama kolaborator dalam hal ini, harus totalitas dalam mendampingi peserta didik dalam kelompok, agar hasilnya bisa meningkat.
Proses pembelajaran siklus I pertemuan 3 materi pemalaman tahap 2 ini sudah menunjukkan sikap yang positif terhadap tugas yang diberikan kepada tiap kelompok. Pada materi tugas teknik pemalaman tahap 2 peserta didik untuk tingkat keseriusan mengerjakan tugas sudah sangat terlihat, terbukti, sudah ada kelompok yang menghargai waktu kerja, berbicara dengan temannya masih ada, namun sudah tidak seperti pertemuan sebelumnya. Bergurau dengan temannya, masih ada dan terlihat betul dalam proses pengerjaan tugas. Namun peneliti bersama kolaborator tidak segan-segan unengingatkan dan mendampinginya.
Proses pembelajaran pada siklus II pertemuan 1 yaitu penguncian warna karena berkat pendampingan peneliti bersama kolaborator, maka sifat-sifat yang muncul seperti bergurau sendiri, guyon dengan teman lain, berdiam diri itu sudah tidak muncul lagi. Bahkan tiap kelompok sudah menunjukkan sikap seperti ingin berlomba-lomba yang terbaik dari kelompok lain. Penelitian pada siklus I pada pertemuan 1 sampai pertemuan 5, ini sudah menunjukkan peningkatan yang berarti, dengan menunjukkan sikap dari peserta didik yang positif, tingkat keseriusan dalam mengerjakan tugas sudah sangat baik, sikap bicara sendiri sudah tidak ada, tertawa sendiri sudah tidak ada, bergurau dengan temannya sudah tidak ada. Intinya pada siklus I pertemuan 1 sampai 5 ini menuju proses pembelajaran yang lebih maju.

4. Peningkatan Kreativitas Pada Materi Pelajaran Membatik Menggunakan Teknik Tapram Model Pembelajaran Project Based Learning.
Menurut hasil pengamatan selama penelitian berlangsung mulai dari kondisi awal penelitian, kreativitas peserta didik menunjukkan bahwa aspek fluency sebesar 39%, flexibility sebesar 29%, originality sebesar 36%, elaboration sebesar 32%, sensitivity sebesar 35%. Rata keseluruhan sebesar 34%. Besaran persentasenya menunjukkan kriteria kurang dari rentang skor 21% – 40%. Masalah tersebut, kalau dilihat dari sumber masalahnya adalah suasana pembelajarannya masih kurang kondusif, terlihat masalah ini sebagian datangnya dari peserta didik itu sendiri. Kurang disiplin waktu, kegaduhan kelas sangat terlihat, banyak peserta didik yang guyon, bicara sendiri atau dengan temannya.
Pelaksanaan pembelajaran pada penelitian siklus I pertemuan 1 ini dengan pendampingan dari peneliti dan kolaborator suasana kelas sudah tidak ada pada pertemuan 1 dulu, walaupun belum maksimal. Hasil observasi pada siklus I pertemuan 1 ini, adanya peningkatan, walaupun belum signifikan. Kreativitas peserta didik pada aspek fluency sebesar 51%, flexibility sebesar 48%, originality sebesar 46%, elaborasi sebesar 43%, dan sensitivity sebesar 42%. Rata-rata keseluruhan sebesar 46%. Masalah ini karena ada peserta didik yang sudah paham terhadap materi yang diberikan oleh guru. Namun demikian hasilnya belum mencapai >80%, hal tersebut tidak menjadi kendala. Hasil siklus I pertemuan 2 juga menunjukkan peningkatan dari aspek fluency sebesar 78%, flexibility sebesar 77%, originality sebesar 77%, elaboration sebesar 78%, sensitivity sebesar 77%, dan rata-rata keseluruhan sebesar 77%. Siklus I pertemuan 3 juga ada peningkatan dari aspek fluency sebesar 83%, flexibility sebesar 83%, originality sebesar 82%, elaboration sebesar 84%, sensitivity sebesar 83%. Rata-rata keseluruhan sebesar 83%.
Siklus II pertemuan 1 juga mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya, kreativitas pada aspek fluency sebesar 93%, flexibility sebesar 93%, originality sebesar 93%, elaboration sebesar 92%, sensitivity sebesar 89%. Rata-rata keseluruhan sebesar 92%. Siklus II pertemuan 2 juga mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya kreativitas dari aspek fluency sebesar 95%, flexibility sebesar 94%, originality sebesar 94%, elaboration sebesar 93%, sensitivity sebesar 93%, dan rata-rata keseluruhan sebesar 93%. Peningkatan kreativitas ini terjadi sampai pada pertemuan yang ke 5. Peningkatan kreativitas dari siklus awal sampai siklus II adalah 63%. Penelitian hanya sampai siklus ke II dan harus dihentikan, karena peningkatannya sudah mencapai yang diharapkan, yaitu kriteria sangat baik dengan skor nilai persentase >80% dengan rentang skor 81% – 100%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa membatik dengan Teknik Tapram menggunakan model Project Based Learning dapat meningkatkan kreativitas peserta didik kelas VII B
5. Hasil Karya Batik Teknik Tapram menggunakan Model Project Based Learning.
Berikut ini, merupakan hasil karya inovasi batik menggunakan teknik Tapram, dengan menggunakan model pendekatan Project Based Learning, adalah sebagai berikut :

Gambar 13 : Teknik Tapram
(Dokumentasi, Mei 2018)

Gambar 14 : Teknik Tapram
(Dokumentasi, Mei 2018)

Gambar 15 : Teknik Tapram
(Dokumentasi, Mei 2018)

Gambar 16 : Teknik Tapram
(Dokumentasi, Mei 2018)

Gambar 17 : Teknik Tapram
(Dokumentasi, Mei 2018)

BAB V
PENUTUP

1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
a. Proses pembelajaran kreativitas pada aspek fluency dengan menggunakan Teknik Tapram dan model pembelajaran Project Based Learning, dapat meningkat.
b. Proses pembelajaran kreativitas pada aspek flexibility dengan menggunakan Teknik Tapram menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkat.
c. Proses pembelajaran kreativitas pada aspek originality dengan menggunakan Teknik Tapram dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkat
d. Proses pembelajaran kreativitas pada aspek elaboration dengan menggunakan Teknik Tapram, menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkat.
e. Proses pembelajaran kreativitas pada aspek sessitivity dengan menggunakan Teknik Tapram, menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkat.
2. Saran
Guru Mata Pelajaran Seni Budaya hendaknya mencari inovasi dalam teknik membatik, dengan ditunjang pula model pembelajaran yang menarik peserta didik, agar hasilnya lebih meningkat serta berkualitas, salah satunya dengan menggunakan model Project Based Learning.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.
Danim, S. 2006. Agenda Pembaruan Sistem Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Hamalik, Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Isjoni. 2007. Manajemen Kepemimpinan dalam Pendidikan. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Mulyasa. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Munandar, S.C.Utami. 2014. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Rineka Cipta
Moleong,L.J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Munandar, S.C. Utami. 2012. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Depdiknas dan Rineka Cipta.
Munandar, S.C. Utami. 1999. Kreativitas Keterbakatan Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif & Bakat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sugiono.2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Supriadi, Dedi. 1994. Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan IPTEK. Bandung: Alfabeta.
Tilaar,H.A.R.2003. Kekuasaan PMaretendidikan. Magelang : Indonesiatera.
Usman,H. Dkk. 2003 .Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta : Bumi Aksara
Wena, Made. 2009. Strategi Belajar Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.
Sumber Internet :
http://www.pengertianpakar.com/2015/04/pengertian-batik-dan-jenis-jenis-batik.html
http://pustakamateri.web.id/alat-dan-bahan-untuk-membuat-batik/
.

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 : JADWAL PELAKSANAAN TINDAKAN
Siklus Pertemuan Kegiatan Waktu
Pra Siklus 1 Peserta didik membuat batik teknik bebas Maret 2018
I 1 Membuat batik inovasi Tapram Pemalaman 1 Maret 2018
2 Membuat batik Tapram Pewarnaan 1 Maret 2018
3 Membuat batik teknik Tapram Pemalaman 2 dan Pewarnaan 2 Maret 2018
II

1 Membuat batik Tapram Penguncian April 2018
2 Membuat batik Tapram : Pembilasan April 2018
3 Membuat batik Tapram : Nglorot malam April 2018
4 Membuat batik Tapram : Pembersihan dan Pengeringan Mei 2018
5 Membuat batik Tapram : Pengemasan Mei 2018

LAMPIRAN 2 : KISI-KISI INSTRUMEN OBSERVASI KREATIVITAS PESERTA DIDIK

ASPEK KREATIVITAS INDIKATOR DESKRIPSI KETERANGAN
Fluency ( Kelancaran ) Mampu membuat karya batik dengan lancar Peserta didik mampu berkarya batik secara lancar Sesuai kemampuan
Flexibility ( Keluwesan ) Mampu memberikan alternatif ide Peserta didik mampu membuat karya batik dan dapat memberikan alternatif ide Sesuai kemampuan
Originality ( Keaslian ) Mampu menghasilkan gagasan karya batik Peserta didik mampu menghasilkan gagasan karta batik Sesuai kemampuan
Elaboration ( Keterperincian ) Mampu menuangkan ide secara rinci Peserta didik mampu berkarya batik dan mampu menuangkan ide secara rinci Sesuai kemampuan
Sensitivity ( Kepekaan ) Mampu mengerjakan karya bati dengan ulet dan sabar Peserta didik mampu berkarya batik dengan ulet dan sabar Sesuai kemampuan

LAMPIRAN 3 : KISI-KISI KRITERIA PENILAIAN KREATIVITAS MEMBATIK TAPRAM

Indikator Deskripsi Skor Keterangan
Mampu membuat karya dengan lancar Peserta didik mampu membuat batik teknik Tapram sesuai tahapan secara lancar 4 Jika peserta didik mampu dan memahami berkarya batik Tapram secara lancar
Peserta didik mampu membuat batik Tapram meskipun belum sesuai tahapan secara lancar 3 Jika peserta didik belum mampu membuat batik Tapram meskipun belum sesuai tahapan secara lancar
Peserta didik mulai mampu membuat batik Tapram, meskipun belum sesuai secara lancar 2 Jika peserta didik mampu membut karya batik Tapram meskipun belum sesuai secara lancar
Peserta didik belum mampu memahami dan belum mampu berkarya batik Tapram sesuai tahapan-tahapan secara lancar 1 Jika peserta didik belum mampu memahami dan membuat karya batik Tapram sesuai tahapan secara lancar
Mampu memberikan berbagai macam alternatif ide Peserta didik mampu membuat karya batik Tapram dengan berbagai ide dan gagasannya yang tersusun dalam pikirannya 4 Jika peserta didik mampu membuat karya batik Tapram dengan berbagai ide dan gagasan yang tersusun dalam pikiran
Peserta didik mampu membuat karya batik Tapram dengan ide yang ada di sekitarnya 3 Jika peserta didik mampu membuat karya batik Tapram dengan ide yang ada di sekitarnya
Peserta didik mampu membuat karya batik Tapram dengan melihat apa yang ada di sekitarnya dijadikan ide 2 Jika peserta didik mampu membuat karya batik Tapram dengan melihat apa yang ada di sekitarnya dikadikan ide
Peserta didik belum mampu membuat karya batik Tapram dengan berbagai macam alternatif ide yang tersusun dalam pikirannya 1 Jika peserta didik belum mampu membuat karya batik Tapram dengan berbagai macam alternatif ide yang tersusun dalam pikirannya

LAMPIRAN 4 : PEDOMAN PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
Aspek Kriteria Nilai Keterangan
Fluency/Kelancaran Mampu membuat karya dengan lancar 4 4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Flexibility/Keluwesan Mampu memberikan berbagai alternatif ide 3 4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Originality/Keaslian Mampu menghasilkan gagasan dan hasil karya yang asli 2 4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Elaboration/Keterperincian Mampu menyatakan ide secara lebih rinci ke dalam sebuah karya 1 4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Sensitivity/Kepekaan Mampu mengerjakan karya dengan uler, sabar dan telaten 1 4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Tegowanu, Januari 2018
Peneliti,

Suwandi,S.Pd.,M.Pd.

Lampiran 5 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 1 : Pemalaman 1)
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kelancaran JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT
1 ADIT NUGROHO 2 3 5 2,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 2 2 4 2
3 AHMAD SAPUTRA 3 2 5 2,5
4 ANANG MAKRUF 2 2 4 2
5 ANISATUL RAMDHANI 2 2 4 2
6 ARJUNA DWI PERMANA 2 2 4 2
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 2 5 2,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 2 4 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 2 5 2,5
10 DESI ATIKASARI 3 2 5 2,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 1 3 6 2
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 2 2 4 2
13 EGA WANU SAPUTRA 2 2 4 2
14 FERRILLA SUNDA YANI 1 3 4 2
15 FERRY BINTANG ERLANDO 2 2 4 2
16 HAIDAR ILHAM 1 2 3 1,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 2 1 5 1,5
18 JOKO ADHI WALUYO 1 2 5 1,5
19 LIDYA NABIL MARETA 2 1 3 1,5
20 MUHRONDI 2 2 4 2
21 NABILA RAHMA SAFITRI 2 2 4 2
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 2 2 4 2
23 RADHIKA WIBISONO 2 2 4 2
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 2 5 2,5
25 RIZAL NUR WAHID 3 2 5 2,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 2 5 2,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 1 3 4 2
28 SITI NUR KHOIRIYAH 2 2 4 2
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 1 2 3 1,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 1 4 2
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 1 3 1,5
32 WIDYA AFRIANI 2 1 3 1,5

JUMLAH 66 65 137 65,5
RATA-RATA HITUNG 2,05
PERSENTASE 51,17 %

Lampiran 6 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 1: Pemalaman 1)
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 2 2 4 2
2 ADITA AULIANA TANTRI 2 2 4 2
3 AHMAD SAPUTRA 3 2 5 2,5
4 ANANG MAKRUF 2 2 4 2
5 ANISATUL RAMDHANI 2 2 4 2
6 ARJUNA DWI PERMANA 2 2 4 2
7 ATTALA AULIA ZAHRA 1 2 3 1,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 2 2 4 2
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 2 5 2,5
10 DESI ATIKASARI 3 2 5 2,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 1 3 6 2
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 2 2 4 2
13 EGA WANU SAPUTRA 2 2 4 2
14 FERRILLA SUNDA YANI 1 3 4 2
15 FERRY BINTANG ERLANDO 2 2 4 2
16 HAIDAR ILHAM 1 2 3 1,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 2 1 5 1,5
18 JOKO ADHI WALUYO 1 2 5 1,5
19 LIDYA NABIL MARETA 2 1 3 1,5
20 MUHRONDI 2 2 4 2
21 NABILA RAHMA SAFITRI 2 2 4 2
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 2 1 3 1,5
23 RADHIKA WIBISONO 2 2 4 2
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 2 5 2,5
25 RIZAL NUR WAHID 3 2 5 2,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 2 5 2,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 1 3 4 2
28 SITI NUR KHOIRIYAH 2 2 4 2
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 1 2 3 1,5
30 TIWI MUKTYARINI 2 1 3 1,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 1 3 1,5
32 WIDYA AFRIANI 2 1 3 1,5

JUMLAH 61 61 130 62
RATA-RATA HITUNG 1,94
PERSENTASE 48,43%

Lampiran 7 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuam 1: Pemalaman 1)
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 2 2 4 2
2 ADITA AULIANA TANTRI 2 2 4 2
3 AHMAD SAPUTRA 3 2 5 2,5
4 ANANG MAKRUF 2 2 4 2
5 ANISATUL RAMDHANI 2 1 3 1,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 2 2 4 2
7 ATTALA AULIA ZAHRA 1 2 3 1,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 1 2 3 1,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 2 5 2,5
10 DESI ATIKASARI 3 2 5 2,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 1 3 6 2
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 2 2 4 2
13 EGA WANU SAPUTRA 1 2 3 1,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 1 3 4 2
15 FERRY BINTANG ERLANDO 2 2 4 2
16 HAIDAR ILHAM 1 2 3 1,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 2 1 5 1,5
18 JOKO ADHI WALUYO 1 2 5 1,5
19 LIDYA NABIL MARETA 2 1 3 1,5
20 MUHRONDI 2 2 4 2
21 NABILA RAHMA SAFITRI 2 1 3 1,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 2 1 3 1,5
23 RADHIKA WIBISONO 2 2 4 2
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 2 5 2,5
25 RIZAL NUR WAHID 3 2 5 2,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 2 5 2,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 1 3 4 2
28 SITI NUR KHOIRIYAH 2 2 4 2
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 1 2 3 1,5
30 TIWI MUKTYARINI 2 1 3 1,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 1 3 1,5
32 WIDYA AFRIANI 2 1 3 1,5

JUMLAH 61 59 126 60
RATA-RATA HITUNG 1,88
PERSENTASE 46,88%

Lampiran 8 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 1: Pemalaman 1)
ASPEK ELABORATION ( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 1 2 3 1,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 2 2 4 2
3 AHMAD SAPUTRA 2 2 5 2
4 ANANG MAKRUF 2 2 4 2
5 ANISATUL RAMDHANI 2 1 3 1,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 2 2 4 2
7 ATTALA AULIA ZAHRA 1 2 3 1,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 1 2 3 1,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 2 2 4 2
10 DESI ATIKASARI 2 2 4 2
11 DHEA AMELIA PUTRI 1 3 6 2
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 2 2 4 2
13 EGA WANU SAPUTRA 1 2 3 1,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 1 3 4 2
15 FERRY BINTANG ERLANDO 2 2 4 2
16 HAIDAR ILHAM 1 2 3 1,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 2 1 5 1,5
18 JOKO ADHI WALUYO 1 2 5 1,5
19 LIDYA NABIL MARETA 2 1 3 1,5
20 MUHRONDI 2 2 4 2
21 NABILA RAHMA SAFITRI 2 1 3 1,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 2 1 3 1,5
23 RADHIKA WIBISONO 2 2 4 2
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 2 2 4 2
25 RIZAL NUR WAHID 2 2 4 2
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 2 2 4 2
27 SEPTIANI SRI UTAMI 1 3 4 2
28 SITI NUR KHOIRIYAH 2 2 4 2
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 1 2 3 1,5
30 TIWI MUKTYARINI 2 1 3 1,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 1 3 1,5
32 WIDYA AFRIANI 1 1 2 1

JUMLAH 53 59 119 56
RATA-RATA HITUNG 1,75
PERSENTASE 43,75%

Lampiran 9:
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 1: Pemalaman 1)
ASPEK SENSITIVITY ( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 1 1 2 1
2 ADITA AULIANA TANTRI 2 2 4 2
3 AHMAD SAPUTRA 2 2 5 2
4 ANANG MAKRUF 2 2 4 2
5 ANISATUL RAMDHANI 2 1 3 1,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 2 2 4 2
7 ATTALA AULIA ZAHRA 1 2 3 1,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 1 2 3 1,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 2 2 4 2
10 DESI ATIKASARI 2 2 4 2
11 DHEA AMELIA PUTRI 1 3 6 2
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 2 2 4 2
13 EGA WANU SAPUTRA 1 2 3 1,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 1 3 4 2
15 FERRY BINTANG ERLANDO 1 2 3 1,5
16 HAIDAR ILHAM 1 2 3 1,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 2 1 5 1,5
18 JOKO ADHI WALUYO 1 2 5 1,5
19 LIDYA NABIL MARETA 2 1 3 1,5
20 MUHRONDI 2 2 4 2
21 NABILA RAHMA SAFITRI 2 1 3 1,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 2 1 3 1,5
23 RADHIKA WIBISONO 1 1 2 1
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 2 2 4 2
25 RIZAL NUR WAHID 2 2 4 2
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 2 2 4 2
27 SEPTIANI SRI UTAMI 1 3 4 2
28 SITI NUR KHOIRIYAH 2 2 4 2
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 1 2 3 1,5
30 TIWI MUKTYARINI 2 1 3 1,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 1 3 1,5
32 WIDYA AFRIANI 1 1 2 1
JUMLAH 51 57 115 54
RATA-RATA HITUNG 1,68
PERSENTASE 42,19%

Lampiran 10 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 2: Pewarnaan 1)
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kelancaran JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT
1 ADIT NUGROHO 3 3 6 3
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 3 6 3
3 AHMAD SAPUTRA 3 2 5 2,5
4 ANANG MAKRUF 3 3 6 3
5 ANISATUL RAMDHANI 3 3 6 3
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 3 6 3
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 3 6 3
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 4 7 3,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 4 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 3 3 6 3
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 3 3 6 3
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 3 6 3
16 HAIDAR ILHAM 3 3 6 3
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 2 5 2,5
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 3 3 6 3
20 MUHRONDI 3 3 6 3
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 3 6 3
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 4 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 3 4 7 3,5
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 3 6 3
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 3 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 3 6 3
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 4 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 3 6 3
32 WIDYA AFRIANI 3 3 6 3

JUMLAH 100 100 200 100
RATA-RATA HITUNG 3,13
PERSENTASE 78,13%

Lampiran 11 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 2: Pewarnaan 1)
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 2 5 2,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 3 6 3
3 AHMAD SAPUTRA 3 3 6 3
4 ANANG MAKRUF 3 3 6 3
5 ANISATUL RAMDHANI 3 3 6 3
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 4 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 4 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 3 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 3 6 3
10 DESI ATIKASARI 4 3 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 3 3 6 3
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 3 6 3
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 2 5 2,5
16 HAIDAR ILHAM 3 3 6 3
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 3 6 3
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 3 3 6 3
20 MUHRONDI 3 4 7 3,5
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 4 7 3,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 3 6 3
23 RADHIKA WIBISONO 3 3 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 3 7 3,5
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 3 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 3 6 3
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 3 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 4 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 3 6 3
32 WIDYA AFRIANI 2 2 4 2

JUMLAH 99 99 198 99
RATA-RATA HITUNG 3,1
PERSENTASE 77,34%
Lampiran 12 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuam 2: Pewarnaan 1)
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 3 6 3
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 3 6 3
3 AHMAD SAPUTRA 3 4 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 3 4 7 3,5
5 ANISATUL RAMDHANI 3 3 6 3
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 3 6 3
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 3 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 3 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 3 3 6 3
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 3 2 5 2,5
13 EGA WANU SAPUTRA 3 3 6 3
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 3 6 3
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 3 7 3,5
16 HAIDAR ILHAM 3 3 6 3
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 3 6 3
18 JOKO ADHI WALUYO 3 2 5 2,5
19 LIDYA NABIL MARETA 3 3 6 3
20 MUHRONDI 3 3 6 3
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 3 6 3
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 3 6 3
23 RADHIKA WIBISONO 3 4 7 3,5
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 4 7 3,5
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 3 6 3
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 3 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 3 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 3 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 3 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 3 6 3
32 WIDYA AFRIANI 2 4 6 3

JUMLAH 100 99 199 99,5
RATA-RATA HITUNG 3,11
PERSENTASE 77,73%

Lampiran 13 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 2: Pewarnaan 1)
ASPEK ELABORATION ( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 4 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 4 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 3 3 6 3
4 ANANG MAKRUF 3 3 6 3
5 ANISATUL RAMDHANI 4 3 7 3,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 3 6 3
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 3 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 3 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 3 6 3
10 DESI ATIKASARI 3 2 5 2,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 3 3 6 3
13 EGA WANU SAPUTRA 4 3 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 3 6 3
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 3 6 3
16 HAIDAR ILHAM 3 4 7 3,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 4 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 3 3 6 3
20 MUHRONDI 4 3 7 3,5
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 3 6 3
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 3 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 3 3 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 3 6 3
25 RIZAL NUR WAHID 3 2 5 2,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 3 6 3
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 3 6 3
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 3 6 3
30 TIWI MUKTYARINI 3 3 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 4 6 3
32 WIDYA AFRIANI 3 3 6 3

JUMLAH 101 99 200 100
RATA-RATA HITUNG 3,13
PERSENTASE 78,13%

Lampiran 14 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 2: Pewarnaan 1)
ASPEK SENSITIVITY ( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 3 6 3
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 3 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 3 3 6 3
4 ANANG MAKRUF 4 3 7 3,5
5 ANISATUL RAMDHANI 3 3 6 3
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 3 6 3
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 2 5 2,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 3 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 3 6 3
10 DESI ATIKASARI 4 3 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 3 3 6 3
13 EGA WANU SAPUTRA 3 4 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 4 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 3 6 3
16 HAIDAR ILHAM 3 3 6 3
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 3 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 3 3 6 3
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 3 6 3
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 2 5 2,5
23 RADHIKA WIBISONO 3 3 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 3 6 3
25 RIZAL NUR WAHID 4 3 7 3,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 3 6 3
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 3 6 3
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 4 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
230 TIWI MUKTYARINI 3 3 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 4 6 3
32 WIDYA AFRIANI 3 2 5 2,5
JUMLAH 101 98 199 99,5
RATA-RATA HITUNG 3,11
PERSENTASE 77,73%

Lampiran 15 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 3 : Pemalaman 2 dan Pewarnaan 2)
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kelancaran JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT
1 ADIT NUGROHO 4 3 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 4 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 3 4 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 3 3 6 3
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 3 6 3
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 2 4 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 4 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 3 4 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 3 3 6 3
13 EGA WANU SAPUTRA 4 3 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 3 6 3
16 HAIDAR ILHAM 3 3 6 3
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 2 4 6 3
20 MUHRONDI 4 2 6 3
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 3 7 3,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 4 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 2 4 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 4 7 3,5
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 3 6 3
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 3 6 3
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 3 6 3
30 TIWI MUKTYARINI 3 3 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 2 4 6 3
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 103 110 213 106,5
RATA-RATA HITUNG 3,33
PERSENTASE 83.20%

Lampiran 16 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 3 : Pemalaman 2 dan Pewarnaan 2)
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 3 6 3
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 3 3 6 3
5 ANISATUL RAMDHANI 2 4 6 3
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 4 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 4 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 3 6 3
10 DESI ATIKASARI 4 3 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 2 4 6 3
13 EGA WANU SAPUTRA 4 2 6 3
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 4 7 3,5
16 HAIDAR ILHAM 2 4 6 3
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 4 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 3 3 6 3
20 MUHRONDI 4 3 7 3,5
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 4 7 3,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 4 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 3 3 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 3 6 3
27 SEPTIANI SRI UTAMI 2 4 6 3
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 3 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 2 4 6 3
30 TIWI MUKTYARINI 4 2 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 3 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 3 4 7 3,5

/JUMLAH 102 111 213 106,5
RATA-RATA HITUNG 3,33
PERSENTASE 83,2%

Lampiran 17 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuam 3: Pemalaman 2 dan Pewarnaan 2)
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 3 6 3
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 3 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 3 3 6 3
4 ANANG MAKRUF 2 4 6 3
5 ANISATUL RAMDHANI 4 2 6 3
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 3 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 4 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 2 4 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 4 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 3 3 6 3
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 3 4 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 4 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 3 6 3
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 3 3 6 3
21 NABILA RAHMA SAFITRI 2 4 6 3
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 3 6 3
23 RADHIKA WIBISONO 2 4 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 2 6 3
25 RIZAL NUR WAHID 4 3 7 3,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 4 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 3 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 3 6 3
30 TIWI MUKTYARINI 4 3 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 4 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 3 4 7 3,5

JUMLAH 102 109 211 105,5
RATA-RATA HITUNG 3,29
PERSENTASE 82,42%

Lampiran 18 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 3: Pemalaman 2 dan Pewarnaan 2)
ASPEK ELABORATION ( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 4 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 3 6 3
3 AHMAD SAPUTRA 3 3 6 3
4 ANANG MAKRUF 4 3 7 3,5
5 ANISATUL RAMDHANI 3 4 7 3,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 4 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 4 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 3 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 3 6 3
10 DESI ATIKASARI 4 3 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 4 7 3,5
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 3 4 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 3 4 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 3 6 3
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 3 6 3
16 HAIDAR ILHAM 4 3 7 3,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 4 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 3 4 7 3,5
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 3 4 7 3,5
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 4 7 3,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 3 6 3
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 4 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 2 4 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 3 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 3 6 3
32 WIDYA AFRIANI 4 3 7 3,5

JUMLAH 103 113 216 108
RATA-RATA HITUNG 3,38
PERSENTASE 84,38%

Lampiran 19 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus I Pertemuan 3: Pemalaman 2 dan Pewarnaan 2)
ASPEK SENSITIVITY ( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 4 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 2 4 6 3
3 AHMAD SAPUTRA 3 4 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 3 3 6 3
5 ANISATUL RAMDHANI 3 3 6 3
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 3 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 4 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 2 4 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 4 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 3 3 6 3
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 3 4 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 2 4 6 3
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 4 7 3,5
16 HAIDAR ILHAM 3 3 6 3
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 3 6 3
18 JOKO ADHI WALUYO 4 3 7 3,5
19 LIDYA NABIL MARETA 3 4 7 3,5
20 MUHRONDI 3 4 7 3,5
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 3 7 3,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 4 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 3 4 7 3,5
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 3 6 3
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 4 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 4 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 3 6 3
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4
JUMLAH 110 115 215 107,5
RATA-RATA HITUNG 3,36
PERSENTASE 83,98%

Lampiran 20 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 1 : Penguncian )
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kelancaran JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT
1 ADIT NUGROHO 3 4 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 4 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 3 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 3 7 3,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 3 4 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 4 3 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 4 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 3 4 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 3 6 3
25 RIZAL NUR WAHID 4 3 7 3,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 3 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 4 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 4 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 4 3 7 3,5

JUMLAH 120 119 239 119,5
RATA-RATA HITUNG 3,73
PERSENTASE 93,36%

Lampiran 21 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 1: Penguncian )
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 3 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 4 3 7 3,5
5 ANISATUL RAMDHANI 3 4 7 3,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 3 7 3,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 3 4 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 4 3 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 4 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 3 4 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 3 6 3
25 RIZAL NUR WAHID 4 3 7 3,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 3 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 4 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 3 4 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 3 4 7 3,5

JUMLAH 120 119 239 119,5
RATA-RATA HITUNG 3,73
PERSENTASE 93,36%

Lampiran 22 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 1: Penguncian )
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 3 4 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 3 4 7 3,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 3 3 6 3
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 3 7 3,5
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 4 7 3,5
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 4 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 3 6 3
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 3 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 3 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 4 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 119 121 240 120
RATA-RATA HITUNG 3,75
PERSENTASE 93,75%

Lampiran 23 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 1 : Penguncian )
ASPEK ELABORATION ( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 3 3 6 3
4 ANANG MAKRUF 4 3 7 3,5
5 ANISATUL RAMDHANI 4 3 7 3,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 3 3 6 3
10 DESI ATIKASARI 4 3 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 3 7 3,5
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 3 4 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 3 4 7 3,5
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 3 6 3
18 JOKO ADHI WALUYO 4 3 7 3,5
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 3 3 6 3
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 3 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 4 3 7 3,5
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 4 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 120 116 236 118
RATA-RATA HITUNG 3,69
PERSENTASE 92,19%

Lampiran 24 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 1 : Penguncian )
ASPEK SENSITIVITY ( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 3 3 6 3
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 3 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 3 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 4 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 4 7 3,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 3 3 6 3
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 3 6 3
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 3 7 3,5
16 HAIDAR ILHAM 4 3 7 3,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 3 7 3,5
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 4 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 3 4 7 3,5
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 3 6 3
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 3 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 3 3 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 3 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 4 3 7 3,5
JUMLAH 118 112 230 115
RATA-RATA HITUNG 3,59
PERSENTASE 89,84%

Lampiran 25 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 2 : Pembilasan)
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kelancaran JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT
1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 3 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 4 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 3 3 6 3
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 3 7 3,5
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 3 7 3,5
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 4 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 3 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 3 4 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 3 7 3,5

JUMLAH 124 120 244 122
RATA-RATA HITUNG 3,81
PERSENTASE 95,31%

Lampiran 26 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 2 : Pembilasan)
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 3 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 3 4 7 3,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 3 4 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 3 3 6 3
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 3 7 3,5
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 3 7 3,5
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 3 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 3 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 4 3 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 124 118 242 121
RATA-RATA HITUNG 3,78
PERSENTASE 94,53%

Lampiran 27 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuam 2 : Pembilasan)
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 3 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 3 4 7 3,5
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 3 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 3 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 4 3 7 3,5
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 3 4 7 3,5
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 3 3 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 3 7 3,5
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 4 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 3 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 123 119 242 121
RATA-RATA HITUNG 3,78
PERSENTASE 94,53%

Lampiran 28 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 2 : Pembilasan )
ASPEK ELABORATION ( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 4 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 3 7 3,5
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 3 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 3 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 3 4 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 3 4 7 3,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 3 7 3,5
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 3 6 3
23 RADHIKA WIBISONO 4 3 7 3,5
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 3 7 3,5
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 4 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 3 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 3 7 3,5

JUMLAH 122 117 239 119,5
RATA-RATA HITUNG 3,73
PERSENTASE 93,36%

Lampiran 29 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 2 : Pembilasan)
ASPEK SENSITIVITY ( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 3 4 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 3 7 3,5
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 3 3 6 3
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 3 7 3,5
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 3 4 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 3 7 3,5
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 3 3 6 3
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 3 7 3,5
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 3 7 3,5
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 3 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 4 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4
JUMLAH 122 118 240 120
RATA-RATA HITUNG 3,75
PERSENTASE 93,75%

Lampiran 30 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 3 : Nglorot)
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kelancaran JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT
1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 3 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 3 6 3
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 3 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 3 7 3,5
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 3 4 7 3,5
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 3 7 3,5
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 3 3 6 3
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 125 121 246 123
RATA-RATA HITUNG 3,84
PERSENTASE 96,09%

Lampiran 31 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 3 : Nglorot)
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 3 7 3,5
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 3 3 6 3
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 3 3 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 126 124 250 125
RATA-RATA HITUNG 3,91
PERSENTASE 97,65%

Lampiran 32 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuam 3 : Nglorot)
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 3 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 3 3 6 3
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 3 3 6 3

JUMLAH 126 124 250 125
RATA-RATA HITUNG 3,91
PERSENTASE 97,65%

Lampiran 33 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 3 : Nglorot )
ASPEK ELABORATION ( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 3 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 3 3 6 3
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 3 7 3,5
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 3 6 3
30 TIWI MUKTYARINI 3 3 6 3
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 3 6 3
32 WIDYA AFRIANI 3 4 7 3,5

JUMLAH 122 120 242 121
RATA-RATA HITUNG 3,78
PERSENTASE 94,53%

Lampiran 34 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 3 : Nglorot)
ASPEK SENSITIVITY ( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kelancaran JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT
1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 3 7 3,5
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 3 3 6 3
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 3 7 3,5
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 3 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 127 124 251 125,5
RATA-RATA HITUNG 3,92
PERSENTASE 98,04%

Lampiran 35 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 4 : Pembersihan dan Pengeringan)
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 3 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 3 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 128 125 253 126,5
RATA-RATA HITUNG 3,95
PERSENTASE 98,83%

Lampiran 36:
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuam 4 : Pembersihan dan Pengeringan)
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 3 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 4 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 127 125 252 126
RATA-RATA HITUNG 3,94
PERSENTASE 98,44%

Lampiran 37 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 4 : Pembersihan dan Pengeringan)
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 3 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 3 7 3,5
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 3 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 4 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 3 7 3,5

JUMLAH 125 123 248 124
RATA-RATA HITUNG 3,875
PERSENTASE 96,875%

Lampiran 38 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 4 : Pembersihan dan Pengeringan)
ASPEK ELABORATION( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 3 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 4 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 3 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 4 4
JUMLAH 125 124 245 124,5
RATA-RATA HITUNG 3,89
PERSENTASE 97,27%

Lampiran 39 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 4 : Pembersihan dan Pengeringan)
ASPEK SENSITIVITY( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 3 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 4 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 3 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 4 4
JUMLAH 125 124 245 124,5
RATA-RATA HITUNG 3,89
PERSENTASE 97,27%
Lampiran 40 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 5 : Pengemasan)
ASPEK FLUENCY ( Kelancaran )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keluwesan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 3 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 3 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 128 125 253 126,5
RATA-RATA HITUNG 3,95
PERSENTASE 98,83%

Lampiran 41 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuam 5 : Pengemasan )
ASPEK FLEXIBILITY ( Keluwesan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keaslian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 3 7 3,5
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 3 7 3,5
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 3 7 3,5
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 4 8 4
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 3 4 7 3,5
32 WIDYA AFRIANI 4 4 8 4

JUMLAH 127 125 252 126
RATA-RATA HITUNG 3,94
PERSENTASE 98,44%

Lampiran 42 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 5 : Pengemasan )
ASPEK ORIGINALITY ( Keaslian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Keterperincian JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 4 8 4
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 3 7 3,5
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 4 8 4
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 3 7 3,5
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 3 7 3,5
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 4 4 8 4
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 4 4 8 4
27 SEPTIANI SRI UTAMI 4 4 8 4
28 SITI NUR KHOIRIYAH 3 3 6 3
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 3 4 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 3 4 7 3,5
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 3 7 3,5

JUMLAH 125 123 248 124
RATA-RATA HITUNG 3,875
PERSENTASE 96,875%

Lampiran 43 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 5 : Pengemasan)
ASPEK ELABORATION( Keterperincian )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 3 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 4 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 3 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 4 4
JUMLAH 125 124 245 124,5
RATA-RATA HITUNG 3,89
PERSENTASE 97,27%

Lampiran 44 :
ASPEK PENILAIAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK
(Siklus II Pertemuan 5 : Pengeringan)
ASPEK SENSITIVITY( Kepekaan )
NO NAMA SISWA PENILAIAN ASPEK
Kepekaan JUMLAH RATA-RATA
GURU PENGAMAT

1 ADIT NUGROHO 4 3 7 3,5
2 ADITA AULIANA TANTRI 4 4 8 4
3 AHMAD SAPUTRA 4 4 8 4
4 ANANG MAKRUF 4 4 8 4
5 ANISATUL RAMDHANI 4 4 8 4
6 ARJUNA DWI PERMANA 4 4 8 4
7 ATTALA AULIA ZAHRA 4 4 8 4
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 4 4 8 4
9 DENI RIYAN SAPUTRA 4 3 7 3,5
10 DESI ATIKASARI 4 4 8 4
11 DHEA AMELIA PUTRI 4 4 8 4
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 4 4 8 4
13 EGA WANU SAPUTRA 4 4 8 4
14 FERRILLA SUNDA YANI 4 4 8 4
15 FERRY BINTANG ERLANDO 4 4 8 4
16 HAIDAR ILHAM 4 4 8 4
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 4 4 8 4
18 JOKO ADHI WALUYO 4 4 8 4
19 LIDYA NABIL MARETA 4 4 8 4
20 MUHRONDI 4 4 8 4
21 NABILA RAHMA SAFITRI 4 4 8 4
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 4 4 8 4
23 RADHIKA WIBISONO 4 4 8 4
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 4 4 8 4
25 RIZAL NUR WAHID 3 3 6 3
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 3 4 7 3,5
27 SEPTIANI SRI UTAMI 3 4 7 3,5
28 SITI NUR KHOIRIYAH 4 4 8 4
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 4 3 7 3,5
30 TIWI MUKTYARINI 4 4 8 4
31 WAHYU TRI SAPUTRO 4 4 8 4
32 WIDYA AFRIANI 4 4 4 4
JUMLAH 125 124 245 124,5
RATA-RATA HITUNG 3,89
PERSENTASE 97,27%
Lampiran 45
DAFTAR NAMA KELOMPOK

KELOMPOK 1 KELOMPOK 2
ADIT NUGROHO ARJUNA DWI PERMANA
ADITA AULIANA TANTRI ATTALA AULIA ZAHRA
AHMAD SAPUTRA CANDRA VICKY SETIAWAN
ANANG MAKRUF DENI RIYAN SAPUTRA
ANISATUL RAMDHANI DESI ATIKASARI
WIDYA AFRIANI WAHYU TRI SAPUTRO

KELOMPOK 3 KELOMPOK 4
DHEA AMELIA PUTRI HAIDAR ILHAM
EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS HERMALIA SOFI ANDAYANI
EGA WANU SAPUTRA JOKO ADHI WALUYO
FERRILLA SUNDA YANI LIDYA NABIL MARETA
FERRY BINTANG ERLANDO MUHRONDI

KELOMPOK 5 KELOMPOK 6
NABILA RAHMA SAFITRI SAPTO RIZQI LAKSONO
PUTRI CARLIEANA HAPSARI SEPTIANI SRI UTAMI
RADHIKA WIBISONO SITI NUR KHOIRIYAH
RISKA LIVIA ANANDA PUTERI TEGUH WIBOWO PUTRA
RIZAL NUR WAHID TIWI MUKTYARINI

Lampiran 46 : Kisi-Kisi Instrumen
Dalam pengumpulan data penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi/pengamatan, dan studi dokumentasi.
A. Pedoman Wawancara
Kegiatan wawancara dilakukan untuk guru dan peserta didik. Dalam hal ini, secara garis besar permasalahan bisa digali sekitar masalah yang berkaitan dengan
1. Guru
 Persiapan
• Persiapan materi pembelajaran
• Pembuatan Rencana Pembelajaran
• Pelaksanaan
• Strategi pembelajaran
• Hambatan pembelajaran
• Solusi dari hambatan pembelajaran
 Evaluasi
• Teknik penilaian (Proses dan hasil)
• Kriteria penilaian
2. Peserta Didik
• Persiapan pembelajaran
• Pelaksanaan pembelajaran
3. Hal lain yang terkait dengan penelitian yang tidak dapat diobservasi.
B. Pedoman Observasi/Pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk mengetahui beberapa aspek yaitu:
1. Sarana dan Prasarana
• Kebersihan
• Sarana dan prasarana
• Sirkulasi udara
2. Persiapan Pembelajaran
 Guru
• Persiapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
• Persiapan bahan dan alat
• Persiapan media
• Model pembelajaran
• Peserta Didik
3. Pelaksanaan Pembelajaran
 Guru
• Penguasaan materi
• Penyampaian materi
• Pemberian bimbingan kepada peserta didik
• Efektivitas dan efisiensi waktu
• Aspek penilaian karya
• Proses pembuatan karya
 Peserta Didik
• Pemanfaatan media batik
• Perhatian atau respon terhadap guru
• Efektivitas dan efisiensi waktu
• Hambatan/kesulitan dalam pembelajaran
C. Pedoman Dokumentasi
• Nilai
• Silabus/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/Kurikulum
• Catatan harian
• Foto
• Karya

Lampiran 47 : Pedoman Wawancara Siswa
Pedoman Wawancara Terhadap Peserta Didik
Wawancara Terhadap Peserta Didik Kelas VII B SMP Negeri 1 Tegowanu, Kabupaten Grobogan.

1. Apakah kalian merasa senang dengan mata pelajaran muatan lokal batik?
2. Tugas apa yang diberikan guru kepada kalian pada mata pelajaran membatik ?
3. Apakah kalian sering bertanya apabila menemukan hal yang belum kalian
mengerti?
4. Apakah selama ini ada tugas praktek untuk membuat karya batik?
5. Jika pernah, karya apa saja yang telah dibuat?
6. Batik apa yang telah kalian buat?
7. Apakah kalian senang dengan praktek membatik? Mengapa?
8. Bagaimana pendapat kalian tentang ketersediaan sarana dan prasarana
pembelajaran pada mata pelajaran muatan lokal batik?
Hasil Wawancara Terhadap Peserta Didik

1. Apakah kalian merasa senang dengan materi membatik?
Jawaban:
“Ya, sangat senang”.
2. Tugas apa yang diberikan guru kepada kalian pada materi membatik ?
Jawaban:
“Meringkas materi, membuat kliping. ”.
3. Apakah kalian sering bertanya apabila menemukan hal yang belum kalian
mengerti?
Jawaban:
“Ya, kadang-kadang”.
4. Apakah selama ini ada tugas praktek untuk membuat karya batik?
Jawaban:
“Belum pernah”.
5. Jika pernah, karya apa saja yang telah dibuat?
Jawaban:
“Tidak ada karya”.
6. Batik apa yang telah kalian buat?
Jawaban:
“Belum pernah membuat karya batik”.
7. Apakah kalian senang dengan praktek membatik? Mengapa?
Jawaban:
“Ya Senang, …Kalau ada praktek membuat karya saya senang”.
8. Bagaimana pendapat kalian tentang ketersediaan sarana dan prasarana
pembelajaran pada mata pelajaran muatan lokal batik?
Jawaban:
“Sudah cukup”.
Lampiran 48 : Nilai Pra Siklus
NO Nama Siswa Nilai Keterangan
1 ADIT NUGROHO 73 X
2 ADITA AULIANA TANTRI 73 X
3 AHMAD SAPUTRA 74 X
4 ANANG MAKRUF 72 X
5 ANISATUL RAMDHANI 66 X
6 ARJUNA DWI PERMANA 68 X
7 ATTALA AULIA ZAHRA 68 X
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 70 X
9 DENI RIYAN SAPUTRA 53 X
10 DESI ATIKASARI 62 X
11 DHEA AMELIA PUTRI 63 X
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 64 X
13 EGA WANU SAPUTRA 66 X
14 FERRILLA SUNDA YANI 67 X
15 FERRY BINTANG ERLANDO 66 X
16 HAIDAR ILHAM 61 X
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 62 X
18 JOKO ADHI WALUYO 65 X
19 LIDYA NABIL MARETA 70 X
20 MUHRONDI 74 X
21 NABILA RAHMA SAFITRI 74 X
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 74 X
23 RADHIKA WIBISONO 74 X
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 64 X
25 RIZAL NUR WAHID 64 X
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 62 X
27 SEPTIANI SRI UTAMI 62 X
28 SITI NUR KHOIRIYAH 64 X
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 65 X
30 TIWI MUKTYARINI 75 X
31 WAHYU TRI SAPUTRO 74 X
32 WIDYA AFRIANI 73 X
KKM = 75 X = Belum Tuntas
Lampiran 49 : Nilai Siklus I
NO Nama Siswa Pert.1 Pert.2 Pert.3
1 ADIT NUGROHO 68 73 74
2 ADITA AULIANA TANTRI 74 75 78
3 AHMAD SAPUTRA 75 75 79
4 ANANG MAKRUF 74 77 79
5 ANISATUL RAMDHANI 75 78 79
6 ARJUNA DWI PERMANA 73 78 78
7 ATTALA AULIA ZAHRA 74 73 78
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 75 73 79
9 DENI RIYAN SAPUTRA 75 76 79
10 DESI ATIKASARI 76 77 79
11 DHEA AMELIA PUTRI 76 77 80
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 75 76 80
13 EGA WANU SAPUTRA 75 77 80
14 FERRILLA SUNDA YANI 76 75 82
15 FERRY BINTANG ERLANDO 76 77 79
16 HAIDAR ILHAM 76 77 79
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 77 78 80
18 JOKO ADHI WALUYO 77 79 82
19 LIDYA NABIL MARETA 73 77 79
20 MUHRONDI 75 77 60
21 NABILA RAHMA SAFITRI 72 75 80
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 72 75 79
23 RADHIKA WIBISONO 73 73 78
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 74 75 78
25 RIZAL NUR WAHID 73 75 78
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 70 74 77
27 SEPTIANI SRI UTAMI 72 74 77
28 SITI NUR KHOIRIYAH 74 75 78
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 74 74 78
30 TIWI MUKTYARINI 75 74 79
31 WAHYU TRI SAPUTRO 73 74 78
32 WIDYA AFRIANI 72 75 77
KKM =75
Lampiran 50 : Nilai Siklus II
NO Nama Siswa Pert.1 Pert.2 Pert.3 Pert.4 Pert.5
1 ADIT NUGROHO 83 85 85 88 87
2 ADITA AULIANA TANTRI 80 83 84 89 88
3 AHMAD SAPUTRA 84 85 86 93 93
4 ANANG MAKRUF 84 85 86 90 93
5 ANISATUL RAMDHANI 84 86 86 93 93
6 ARJUNA DWI PERMANA 83 84 85 93 94
7 ATTALA AULIA ZAHRA 84 86 86 95 95
8 CANDRA VICKY SETIAWAN 84 85 87 95 95
9 DENI RIYAN SAPUTRA 86 86 87 94 93
10 DESI ATIKASARI 84 85 87 95 94
11 DHEA AMELIA PUTRI 83 85 88 94 93
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS 83 85 86 94 95
13 EGA WANU SAPUTRA 85 85 87 94 95
14 FERRILLA SUNDA YANI 84 85 87 90 95
15 FERRY BINTANG ERLANDO 84 86 86 96 96
16 HAIDAR ILHAM 85 86 88 96 96
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI 84 86 88 94 96
18 JOKO ADHI WALUYO 83 88 87 95 95
19 LIDYA NABIL MARETA 83 86 86 96 97
20 MUHRONDI 82 85 87 95 95
21 NABILA RAHMA SAFITRI 81 85 86 96 96
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI 82 85 87 95 95
23 RADHIKA WIBISONO 82 84 87 96 96
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI 81 83 88 95 95
25 RIZAL NUR WAHID 82 84 89 95 95
26 SAPTO RIZQI LAKSONO 80 84 88 96 96
27 SEPTIANI SRI UTAMI 83 84 87 96 97
28 SITI NUR KHOIRIYAH 84 85 86 94 94
29 TEGUH WIBOWO PUTRA 83 84 86 95 94
30 TIWI MUKTYARINI 83 85 86 96 95
31 WAHYU TRI SAPUTRO 84 85 87 96 95
32 WIDYA AFRIANI 84 84 86 96 96
KKM = 75
Lampiran 51 : Kehadiran Siswa Pra Siklus
NO Nama Siswa Kehadiran Keterangan
1 ADIT NUGROHO V
2 ADITA AULIANA TANTRI X Tidak Hadir
3 AHMAD SAPUTRA V
4 ANANG MAKRUF V
5 ANISATUL RAMDHANI V
6 ARJUNA DWI PERMANA V
7 ATTALA AULIA ZAHRA V
8 CANDRA VICKY SETIAWAN V
9 DENI RIYAN SAPUTRA V
10 DESI ATIKASARI V
11 DHEA AMELIA PUTRI V
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS V
13 EGA WANU SAPUTRA V
14 FERRILLA SUNDA YANI V
15 FERRY BINTANG ERLANDO X Tidak Hadir
16 HAIDAR ILHAM V
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI V
18 JOKO ADHI WALUYO X Tidak Hadir
19 LIDYA NABIL MARETA V
20 MUHRONDI V
21 NABILA RAHMA SAFITRI V
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI V
23 RADHIKA WIBISONO V
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI V
25 RIZAL NUR WAHID V
26 SAPTO RIZQI LAKSONO V
27 SEPTIANI SRI UTAMI V
28 SITI NUR KHOIRIYAH V
29 TEGUH WIBOWO PUTRA V
30 TIWI MUKTYARINI V
31 WAHYU TRI SAPUTRO V
32 WIDYA AFRIANI V
Catatan :
V = Hadir
X = Tidak Hadir
Lampiran 52 : Kehadiran Siswa Siklus I
NO Nama Siswa Pert.1 Pert.2 Pert.3
1 ADIT NUGROHO V V V
2 ADITA AULIANA TANTRI V V V
3 AHMAD SAPUTRA V V V
4 ANANG MAKRUF V V V
5 ANISATUL RAMDHANI V V V
6 ARJUNA DWI PERMANA V V V
7 ATTALA AULIA ZAHRA V V V
8 CANDRA VICKY SETIAWAN V V V
9 DENI RIYAN SAPUTRA V V V
10 DESI ATIKASARI V V V
11 DHEA AMELIA PUTRI V V V
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS V V V
13 EGA WANU SAPUTRA V V V
14 FERRILLA SUNDA YANI V V V
15 FERRY BINTANG ERLANDO V V V
16 HAIDAR ILHAM V V V
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI V V V
18 JOKO ADHI WALUYO V V V
19 LIDYA NABIL MARETA V V V
20 MUHRONDI V V V
21 NABILA RAHMA SAFITRI V V V
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI V V V
23 RADHIKA WIBISONO V V V
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI V V V
25 RIZAL NUR WAHID V V V
26 SAPTO RIZQI LAKSONO V V V
27 SEPTIANI SRI UTAMI V V V
28 SITI NUR KHOIRIYAH V V V
29 TEGUH WIBOWO PUTRA V V V
30 TIWI MUKTYARINI V V V
31 WAHYU TRI SAPUTRO V V V
32 WIDYA AFRIANI V V V
Catatan :V = Hadir
Lampiran 53 : Kehadiran Siswa Siklus II
NO Nama Siswa Pert.1 Pert.2 Pert.3 Pert.4 Pert.5
1 ADIT NUGROHO V V V V V
2 ADITA AULIANA TANTRI V V V V V
3 AHMAD SAPUTRA V V V V V
4 ANANG MAKRUF V V V V V
5 ANISATUL RAMDHANI V V V V V
6 ARJUNA DWI PERMANA V V V V V
7 ATTALA AULIA ZAHRA V V V V V
8 CANDRA VICKY SETIAWAN V V V V V
9 DENI RIYAN SAPUTRA V V V V V
10 DESI ATIKASARI V V V V V
11 DHEA AMELIA PUTRI V V V V V
12 EFITRIANA DWI HARVIANINGTYAS V V V V V
13 EGA WANU SAPUTRA V V V V V
14 FERRILLA SUNDA YANI V V V V V
15 FERRY BINTANG ERLANDO V V V V V
16 HAIDAR ILHAM V V V V V
17 HERMALIA SOFI ANDAYANI V V V V V
18 JOKO ADHI WALUYO V V V V V
19 LIDYA NABIL MARETA V V V V V
20 MUHRONDI V V V V V
21 NABILA RAHMA SAFITRI V V V V V
22 PUTRI CARLIEANA HAPSARI V V V V V
23 RADHIKA WIBISONO V V V V V
24 RISKA LIVIA ANANDA PUTERI V V V V V
25 RIZAL NUR WAHID V V V V V
26 SAPTO RIZQI LAKSONO V V V V V
27 SEPTIANI SRI UTAMI V V V V V
28 SITI NUR KHOIRIYAH V V V V V
29 TEGUH WIBOWO PUTRA V V V V V
30 TIWI MUKTYARINI V V V V V
31 WAHYU TRI SAPUTRO V V V V V
32 WIDYA AFRIANI V V V V V
Keterangan :
V = Hadir

Lampiran 54 : RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMP Negeri 1 Tegowanu
Mata Pelajaran : Seni Budaya (Rupa)
Kelas/Semester : VII/Genap
Materi Pokok : Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil/Membatik
Alokasi Waktu : 8 Minggu x 24 Jam Pelajaran @40 Menit ( 8 X Pertemuan )

A. Kompetensi Inti
• KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya serta Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
• KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
• KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
3.4 Memahami prosedur penerapan ragam hias pada batik • Mengidentifikasi keunikan pemalaman tahap 1
• Mengidentifikasi keunikan pewarnaan tahap 1
• Mengidentifikasi pemalaman tahap 2
• Mengidentifikasi keunikan pewarnaan tahap 2
• Mengidentifikasi keunikan penguncian warna
• Mengidentifikasi keunikan pembilasan
• Mengidentifikasi keunikan nglorot malam dan pembersihan malam
• Mengidentifikasi keunikan pengeringan dan pengemasan kain batik
4.4 Membuat karya dengan berbagai motif ragam hias pada bahan batik. • Mengekspresikan diri melalui pemalaman tahap 1
• Mengekspresikan diri mellui pewarnaan tahap 1
• Mengekspresikan diri melalui pemalaman tahap 2
• Mengekspresikan diri melalui pewarnaan tahap 2
• Mengekspresikan diri melalui penguncian warna
• Mengekspresikan diri melalui pembilasan kain mori
• Mengekspresikan diri melalui nglorot malam dan pembersihan malam
• Mengekspresikan diri melalui pengeringan dan pengemasan kain batik

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Setelah melakukan proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni rupa,yaitu:
• Setelah melihat tayangan video tentang teknik pemalaman, siswa dapat menjelaskan teknik pemalaman tahap 1 yang benar.
• Ssiswa dapat mempraktikkan pemalaman tahap 1 dengan benar..
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Pertemuan 2
• Setelah melihat tayangan video tentang teknik pewarnaan, siswa dapat menjelaskan teknik pewarnaan tahap 1
• Siswa mempraktikkan pewarnaan tahap 1 dengan benar.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Pertemuan 3
• Setelah melihat tayangan video tentang teknik pemalaman tahap 2, siswa dapat menjelaskan teknik pemalaman tahap 2.
• Siswa dapat mempraktikkan pemalaman tahap 2, dengan benar.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Pertemuan 4
• Setelah melihat tayangan video tentang peewarnaan tahap 2, siswa dapat menjelaskan teknik pewarnaan tahap 2
• Siswa dapat mempraktikkan pewarnaan tahap 2 dengan benar.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Pertemuan 5
• Setelah melihat tayangan video tentang penguncian warna, siswa dapat menjelaskan teknik penguncian warna dengan benar.
• Siswa dapat mempraktikkan teknik penguncian warna dengan benar.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Pertemuan 6
• Setelah melihat tayangan video tentang teknik pembilasan kain mori, siswa dapat menjelaskan teknik pembilasan kain mori dengan benar.
• Siswa dapat mempraktikkan teknik pembilasan kain mori dengan benar.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Pertemuan ke 7
• Setelah melihat tayangan video tentang teknik nglorot malam dan pembersihan malam, siswa dapat menjelaskan teknik nglorot malam dan pembersihan malam dengan benar.
• Siswa dapat mempraktikkan teknik nglorot malam dan pembersihan malam dengan benar.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Pertemuan 8
• Setelah melihat tayangan video tentang teknik pengeringan dan pengemasan dengan benar.
• Siswa dapat mempraktikkan pengeringan dan pengemasan dengan benar.
Karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.
Folus Penguatan karakter : disiplin, tanggungjawab, kreatif.

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Reguler
( Materi Factual, konseptual, prosedural, meta koknitif )
Pertemuan 1
• Tayangan video teknik pemalaman tahap 1l
• Praktik pemalaman tahap 1
Pertemuan 2
• Tayangan video teknik pewarnaan tahap 1
• Praktik pewarnaan tahap 1
Pertemuan 3
• Tayangan video pemalaman tahap 2
• Praktik pemalaman tahap 2
Pertemuan 4
• Tayangan video pewarnaan tahap 2
• Praktik pewarnaan tahap 2
Pertemuan 5
• Tayangan video teknik penguncian warna
• Praktik penguncian warna
Pertemuan 6
• Tayangan video teknik pembilasan kain mori
• Praktik teknik pembilasan kain mori
Pertemuan 7
• Tayangan video teknik nglorot dan pembersihan malam
• Praktik nglorot dan pembersihan malam.
Pertemuan 8
• Tayangan teknik pengeringan dan pengemasan
• Praktik pengeringan dan pengemasan

E. Metode Pembelajaran
1) Pendekatan : Project Based Learning
2) Metode : Tanya jawab, wawancara,
F. Media Pembelajaran
1. Media

 Media audio
 Media visual
 Media audia visual
 Lembar penilaian
 Perpustakaan
 Internet

2. Alat/Bahan
 Pensil
 Pensil warna
 Krayon
 Buku gambar
 Bolpoin

G. Sumber Belajar
 Buku seni budaya kelas VII, Kemendikbud, tahun 2013 edisi 2016
 Buku-buku lain yang relevan
 Buku-buku seni budaya di perpustakaan

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

PERTEMUAN 1
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 1 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pemalaman Tahap 1.
 Pemberian contoh-contoh materi Pemalaman Tahap 1
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pemalaman Tahap 1 .
 Mendengar
Pemberian materi Pemalaman Tahap 1 .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pemalaman Tahp 1 l
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 1 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pemalaman Tahap 1.
 Pemberian contoh-contoh materi Pemalaman Tahap 1
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pemalaman Tahap 1 .
 Mendengar
Pemberian materi Pemalaman Tahap 1 .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pemalaman Tahp 1 l
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik pemalaman tahap 1, pemalaman tahap 2, pewarnaan tahap 1, pewarnaan tahap 2, penguncian warna, nglorot malam, pembilasan, nglorot dan pembersihan malam, pengeringan dan pengemasan karya batik.

Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 1 sampai pertemuan 8, berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi sesuai urutan dari pertemuan 1 sampai pertemuan 8. .
 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 1 sampai pertemuan 8. .
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 1 sampai pertemuan 8..
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 1 sampai pertemuan 8 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

PERTEMUAN 2
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Batik Tu
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 1 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pewarnaan Tahap 1.
 Pemberian contoh-contoh materi Pewarnaan Tahap 1
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pewarnaan Tahap 1 .
 Mendengar
Pemberian materi Pewarnaan Tahap 1 .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pwarnaan Tahp 1 l
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pewarnaan Tahap 1 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pewarnaan Tahap 1.
 Pemberian contoh-contoh materi Pewarnaan Tahap 1
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pewarnaan Tahap 1 .
 Mendengar
Pemberian materi Pewarnaan warnaan
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pewarnaan Tahap 1
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik pewarnaan tahap 1.

Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 1 sampai pertemuan 8, berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi pewarnaan tahap 1 dan mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 1
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 2 .
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 2 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

PERTEMUAN 3
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 2 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pemalaman Tahap 2.
 Pemberian contoh-contoh materi Pemalaman Tahap 2
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pemalaman Tahap 2 .
 Mendengar
Pemberian materi Pemalaman Tahap 2 .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pemalaman Tahp 2
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 1 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pemalaman Tahap 2.
 Pemberian contoh-contoh materi Pemalaman Tahap 2
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pemalaman Tahap 1 .
 Mendengar
Pemberian materi Pemalaman Tahap 2 .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pemalaman Tahp 2 l
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik pemalaman tahap 2

Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 3 yang diamati dari siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi sesuai urutan dari pertemuan 3 .
 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 3.
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 3.
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 3 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

PERTEMUAN 4
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Batik Tulis
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 1 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pewarnaan Tahap 2.
 Pemberian contoh-contoh materi Pewarnaan Tahap 2
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pewarnaan Tahap 2 .
 Mendengar
Pemberian materi Pewarnaan Tahap 2 .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pewarnaan Tahp 2
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pewarnaan Tahap 2 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pewarnaan Tahap 2.
 Pemberian contoh-contoh materi Pewarnaan Tahap 2
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pewarnaan Tahap 2 .
 Mendengar
Pemberian materi Pewarnaan warnaan
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pewarnaan Tahap 2
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik pewarnaan tahap 2.

Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 4yang diamati guru, adalah meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi pewarnaan tahap 1 dan mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 4
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 2 .
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 4 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

PERTEMUAN 5
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Batik Tulis
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 2 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Penguncian .
 Pemberian contoh-contoh materi Penguncian
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Penguncian .
 Mendengar
Pemberian materi Penguncian .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pemalaman Tahp 2
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Penguncian melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Penguncian .
 Pemberian contoh-contoh materi Penguncian
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Penguncian .
 Mendengar
Pemberian materi Penguncian .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Penguncian l
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik penguncian
Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 3 yang diamati dari siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi sesuai urutan dari pertemuan 4 .
 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 3.
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 3.
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 3 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

PERTEMUAN 6
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Batik Tu
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pemalaman Tahap 1 melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pembilasan .
 Pemberian contoh-contoh materi Pembilasan
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pembilasan .
 Mendengar
Pemberian materi Pembilasan .
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pembilasan l
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pembilasan melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pembilasan
 Pemberian contoh-contoh materi Pembilasan
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pembilasan .
 Mendengar
Pemberian materi Pembilasan
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pembilasan
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik pembilasan .

Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 6 guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi pembilasan dan mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 6
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 6 .
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 6 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

PERTEMUAN 7
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Batik Tulis
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik nglorot malam dan pembersihan malam dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik nglorot dan pembersihan.
 Pemberian contoh-contoh materi teknik nglorot dan pembersihan malam
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Teknik nglorot dan pembersihan malam
 Mendengar
Pemberian materi teknik nglorot dan pembersihan malam
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Nglorot dan pembersihan malam
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik nglorot dan pembersihan malam melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik nglorot dan pembersihan malam
 Pemberian contoh-contoh materi nglorot dan pembersihan malam
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan nglorot dan pembersihan malam
 Mendengar
Pemberian materi nglorot dan pembersihan malam
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Nglorot dan pembersihan malam
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik nglorot dan pembersihan malam

Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 7 siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi sesuai urutan dari pertemuan 7 .
 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 7.
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 7.
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 7 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

PERTEMUAN 8
Guru :
Orientasi ( 15 menit )
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
 Batik Tulis
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN ( 90 menit )
Sintak Model Pembelajaran
Penentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial

Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pengeringan dan pengemasan melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pengeringan dan pengemasan
 Pemberian contoh-contoh materi Pengeringan dan pengemasan
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pengeringan dan pengemasan
 Mendengar
Pemberian materi Pengeringan dan pengemasan
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pengeringan dan Pengemasan
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pnentuan Pertanyaan Mendasar/Esensial KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Teknik Pengeringan dan pengemasan melalui cara :
 Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
 Mengamati
 Lembar kerja materi Teknik Pengeringan dan Pengemasan
 Pemberian contoh-contoh materi Pengeringan dan Pengemasan
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Pengeringan dan Pengemasan
 Mendengar
Pemberian materi Pengeringan dan Pengemasan
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :
 Pengeringan dan Pengemasan
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Mendesain Perencanaan Proyek CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membentuk kelompok, setelah itu, siswa dalam kelompok mendesain perencanaan proyek tentang teknik pengeringan dan Pengemasan

Menyusun Jadwal Tiap kelompok membuat jadwal pelaksanaan rencana proyek secara detail, mulai dari jadwal persiapan, pelaksanaan, hingga terselesainya proyek yang ditetapkan oleh guru.
Memonitor Kemajuan Proyek  Siswa bersama guru memonitor terhadap kemajuan proyek apakah sudah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Apa hambatan yang ditemuai, dan cara mengatasinya. Kelompok juga harus belajar bekerja sesuai rencana jadwal yang dibuat, apakah semua sudah berjalan dengan baik.
Menguji Proses dan Hasil Belajar Guru menguji atau mengadakan evaluasi proses dan hasil belajar selama siswa melaksanakan proyek dan di akhir proyek. Aspek evaluasi dapat berupa sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Melakukan Evaluasi Pengalaman Membuat Proyek atau Melaksanakan Proyek. • Guru bersama kelompok untuk melakukan refleksi diri dalam dengan tujuan membuat siswa dalam kelompok terbiasa untuk selalu mengevaluasi pembejaran proyek.
• Guru melakukan penilaian terhadap proyek yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok, juga mengujikan proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil
• proses dan hasil belajar, baik aspek sikap, ketrampilan dan pengetahuan.
Siswa dalam kelompok mengingat kembali hal-hal terbaru apa yang telah dapat mereka buat selama mengerjakan proyek., hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga proyek yang akan datang oleh mereka akan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil

CATATAN Catatan : Selama pembelajaran Selama Pembelajaran materi pertemuan 8, berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, tanggung jawab, kreatif.
PENUTUP (15 menit )
Peserta didik :
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi pengeringan dan Pengemasan dan mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pada pertemuan 8
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran materi pertemuan 8
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pada materi pertemuan 8 kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran
1. Penilaian Sikap
– Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap
No Nama Siswa Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai
BS KR TJ DS
1 … 75 75 50 75 275 68,75 C
2 … … … … … … … …

Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• KR : Kreatif
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

– Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :
No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai
1 Selama diskusi, saya ikut serta mengusulkan ide/gagasan. 50 250 62,50 C
2 Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara. 50
3 Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok. 50
4 … 100

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan

– Penilaian Teman Sebaya
Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : …
Pengamat : …

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai
1 Mau menerima pendapat teman. 100 450 90,00 SB
2 Memberikan solusi terhadap permasalahan. 100
3 Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota kelompok. 100
4 Marah saat diberi kritik. 100
5 … 50

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)

– Penilaian Jurnal (Lihat lampiran)

2. Penilaian Pengetahuan
a. Teknik Penilaian: Tes Tertulis
b. Instrumen Penilaian dan Penskoran
 Instrumen Penilaian
1) Apa yang dimaksud dengan batik tulis ? Jelaskan !
2) Tuliskan macam-macam media yang digunakan untuk batik Tapram !
3) Tuliskan sejarah batik tulis di Indonesia !
4) Tuliskan langkah-langkah membatik teknik Tapram !
5) Tuliskan 2 contoh bahan batik Tapram !

 Penskoran
1) Penskoran
Skor 4, jika penjelasan benar dan lengkap
Skor 3, jika penjelasan benar tetapi kurang lengkap
Skor 2, jika sebagian penjelasan tidak benar dan kurang lengkap
Skor 1, jika hanya sebagian penjelasan yang benar dan tidak lengkap

2) Pengolahan skor
Skor maksimum: 24
Skor perolehan siswa: SP
Nilai yang diperoleh siswa: SP/24 X 100

3. Penilaian Keterampilan
a. Penilaian Praktek
1) Teknik Penilaian : Tes Praktek
2) Instrumen Penilaian : Buatlah ragam hias geometris pada bahan teskstil dengan ukuran 25 cm x 30 cm Buatlah gambar dengan 5 komposisi yang berbeda.

Aspek Komponen Skor Bobot
1 2 3 4
… … 50%


Jumlah
… … 30%


Jumlah
… … 20%


Jumlah
Jumlah Keseluruhan
*) Aspek dan komponen disesuaikan dengan indikator masing-masing materi

3) Pedoman Penskoran
No Butir Skor Aspek yang diamati
1 86-100 …
71-85 …
56-70 …
< 55 …

b. Penilaian Produk

Nama Proyek : ………………………………..
Nama Peserta Didik : ………………………………..
No. Aspek Penilaian Skor
A B C D
86-100 71-85 56-70 < 55
1 Ide/gagasan
2 Komposisi
3 Kreativitas
4 Kerapihan dan Kebersihan
*) Aspek yang dinilai tergantung dari produk yang dibuat

4. Remedial dan Pengayaan
Pembelajaran Remedial dan Pengayaan dilakukan segera setelah kegiatan penilaian

Tegowanu, …Janua.ri 2018

Mengetahui
Kepala Sekolah Mata Pelajaran

R. Sapto Baroto Aribowo, S.Pd.,M.Pd. Suwandi, S.Pd.,M.Pd.
NIP 19620208 198806 1 005 NIP 19690506 199802 1 002

Catatan Kepala Sekolah
…………………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..(Kontak person: HP 081325470423, Email :<suwandi16@yahoo.com>)

Iklan

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tags: , .

Peranan Al Izzah Dalam Membentuk Karakter Anak Bangsa


ISSN 2085-059X

  • 948.407

Komentar Terbaru

Roos Asih pada Surat Pembaca
rumanti pada Surat Pembaca
ira pada Surat Pembaca
Alfian HSB pada Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati pada Surat Pembaca
Ida pada Surat Pembaca
Waluyo pada Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: