Guru Adalah Aku Yang Mempesona

25 Juli, 2017 at 7:25 pm

Oleh Fr. Yudel Fon Neno
Pendidikan SMK Katolik ST. Pius X INSANA, Kefamenanu, NTT Timor Indonesia

 

  1. Pendahuluan

Pendidikan berkembang mengindikasikan adanya figur-figur pengembangnya. Banyak orang, banyak profesi yang berkiblat dalam dunia pendidikan. Salah satu yang sangat penting dan utama adalah Guru. Siapa itu Guru. Ada apa dengan Guru dan mengapa harus Guru. Bagaimana menjadi Guru. Beberapa pertanyaan ini benar-benar mengantar kita untuk sungguh merenung. Mari kita termenung bersama dengan untaian syair-syair ini.

  1. Pribadi

Setiap manusia adalah pribadi. Pribadi berarti utuh. Utuh dalam arti unsur jiwa badan sungguh menyatu. Kesatuan jiwa badan, inilah yang disebut aku. Aku adalah subyek. Sebagai subyek, aku adalah yang pertama. Dan benar, aku diciptakan sebagai pertama dengan memiliki cipta, rasa dan karsa. Karena itu aku adalah pribadi yang mampu mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

  1. Pesona

Aku adalah pribadi dan pesonaku adalah pesona jiwa dan pesona badan. Pesonaku tidak sekedar pesona jabatan, tetapi lebih dari itu pesonaku adalah pesona tindakan dan pesona tugas. Karena aku adalah pribadi maka aku mempesona melalui jabatan dan tugas. Dan aku adalah Guru.

Mari kita menelisik pesona makna di balik pesona huruf, ibarat pesona jiwa di balik pesona badan.

  1. G.

Aku adalah G. Sebagai G, aku memiliki tugas untuk gigih. Kegigihanku bukanlah kesemrawutan. Kegigihanku bukanlah pesona popularitas. Kegigihanku adalah kesungguhan dan kesetiaan sebagai wujud pengabdianku. Sebagai G, aku mengabdikan diri tidak untuk uang. Abdiku adalah harga yang pantas dihargai secara moril dan material.

  1. U.

Aku adalah U. Sebagai U, aku memiliki tugas untuk Ulet. Aku Ulet bukan ulat. Keuletanku adalah keyakinan ku adalah mulianya kesuksesan. Sebagai Ulet, aku tidak peduli akan berapa yang aku dapatkan dalam saku, tetapi yang yang harus aku berikan dari pribadiku. Sebagai Ulet, aku bukanlah robot yang bergerak ketika dipencet remot, karena aku adalah penggerak.

  1. R.

Aku adalah R. Sebagai R, aku memiliki tugas untuk rileks. Aku rileks tetapi bukanlah membiarkan sesuatu terjadi. Aku rileks adalah pintu dan ruang untuk merencanakan dan melaksanakan sesuatu terjadi. Aku rileks bukan aku malas. Rileks adalah pesona jiwa untuk merangkul kedamaian.

  1. U.

Aku adalah U. Sebagai U, aku terpanggil untuk berguna. Aku memang berguna tetapi bukan diguna-gunakan. Aku tidak hadir untuk diguna-gunakan. Aku menjadi berguna karena aku memiliki pesona kegunaan. Dengan ini, aku ingin menjadikan yang lain berguna. Aku adalah kegunaan yang bermurah hati. Sebagai murah hati aku makin kaya dengan memberi kegunaan. Aku berguna dan kamu juga berguna.

 

  1. Guruku Pahlawanku

Siapa itu Guru. Ada apa dengan guru. Mengapa harus Guru dan bagaimana menjadi Guru. Guru adalah pahlawan yang pesonanya patut dikenang. Guru adalah pribadi. Dengan pribadi, ia adalah pesona. Karena pesona, ia adalah pahlawan. Ia menjadi pahlawan karena ia adalah G, U, R dan U. GURU adalah figur yang patut diGUgu dan ditiRU. (Email: neno.yudel@yahoo.com)

Iklan

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Kartini Yang Terbelenggu Pameran Buku, Arsip dan Jambore Perpustakaan


ISSN 2085-059X

  • 948.407

Komentar Terbaru

Roos Asih pada Surat Pembaca
rumanti pada Surat Pembaca
ira pada Surat Pembaca
Alfian HSB pada Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati pada Surat Pembaca
Ida pada Surat Pembaca
Waluyo pada Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: