ITS NOT ABOUT WINING THE BATLE …. BUT …. HOW TO WIN THE WAR !

17 Mei, 2017 at 12:00 am

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo, Jatim

Perang pasifik ….

dalam Perang Dunia ke II tengah seru serunya, saat blunder pasukan Jepang terjadi. Tepat diperairan laut Leyte di Filipina, setengah armada laut Jepang terbantai, dan Sekutu menenggelamkan dua kapal tempur terbesar mereka, seberat 68.000 ton yaitu Yamato dan Musashi. Mc Arthur jendral angkatan darat, dan Nimitz laksamana laut, berlomba secepatnya bergerak ke utara memasuki perairan Jepang. Pertempuran di Iwojima serta gn Suribachi menjadi pertanda sengitnya bedil bedil menyalak. Sampai puncaknya benar benar tiba, dua gumpalan debu panas berbentuk jamur mengembang tepat di kota Nagasaki dan Hiroshima. Jepang menyerah …..

Setelah tanda menyerah tanpa syarat ditanda tangani di kapal tempur USS Missouri, maka Mc Arthur selaku pejebat paling tinggi pihak sekutu berhak memasuki daratan Jepang, yang sejak saat itu sah menjadi negara taklukan.

Rombongan konvoi tentara sekutu berbaris, dengan dikomandoi oleh mobil pengangkut sang jendral yang charming serta penuh pesona itu. Pasukan Jepang sendiri berjajar disepanjang jalan yang akan dilalui konvoi sang jendral tadi.

Saat waktu nya tiba, maka iringan mobil sang penakluk mulai bergerak maju . Dan pada saat yang sama seluruh pasukan jepang yang berdiri berjajar tadi, kemudian secara bersamaan berbalik memunggungi sang Jendral….!

“Ups … siwalan … apa apaan ini orang “ Mc Arthur terkejut, tak mengerti dan sekaligus tersinggung.

Sebagai pihak pemenang, mestinya pasukan yang ditaklukan akan menghadap kearah penakluknya, lengkap dengan bungkukan hormatnya. Itu sudah jadi adat di barat, sejak jaman Romawi sampai kini, eh ini malah seenaknya ngasih pantat ( maaf ).

Dalam ketidak mengertiannya, Mc Arthur akhirnya bertanya pada perwira Jepang yang mendampinginya, apa maksud pasukan yang memunggungi tadi.

Sang perwira Jepang menjelaskan,

Begini Jendral , bahwa berdasarkan KESEPAKATAN diatas kapal Missouri tadi, Jendral adalah penakluk dan kami berhasil ditaklukan, Artinya Jendral sekarang menjadi atasan kami, dan oleh karenanya, maka wajib bagi kami untuk menjaga keselamatan Jendral.

Pasukan yang berbalik itu, adalah kesiagaan, kalau kalau Jendral diserang dari luar, maka pasukan kami akan sesegera mungkin membuat perlindungan untuk menyelamatkan Jendral…..

Mc Arthur hanya mampu menelan ludah, kata katanya tercekat ditenggorokan. Bedil dan pasukan Jepang berhasil ditaklukan, namun tidak dengan nilai dan budayanya, yaitu sangat menghormati arti KESEPAKATAN sekalipun dengan musuhnya. Sebuah sifat sifat ksatria sejati yang pantang menjilat ludah, yang lebih baik pulang nama ketimbang kehormatan diri dan bangsanya tercoreng.

Saat pasukan Amerika masuk ke Jepang, justru pasukan penakluk diam diam ditaklukan oleh nilai dan budaya bangsa yang ditaklukannya, mereka telah jatuh cinta pada nilai bangsa . Pasukan Amerika belajar tentang sifat kstaria melalui beladiri, karate, judo, jujitsu, aikido, kempo, bahkan ilmu permainan pedang kendo. Yang kemudian tumbuh subur berkembang di Amerika dan Eropa.

Hanya dalam tempo 10 thn, Jepang kembali bangkit, dan siapapun tahu, bahwa Toyota, Honda, Suzuki, Kawasaki, Toshiba, Sony, dll. Adalah produk dari Negara yang sempat hancur dilumat oleh bom bom sekutu.

Bahwa ….

Sekutu berhasil menghancurkan tanah, pasukan dan arsenal Jepang. Namun tak pernah mampu menghancurkan system nilai yang membangun Negara itu… yaitu falsafah Bushido, falsafah ksatria, yang paham benar apa arti sebuah KESEPAKATAN

… Kesepakatan antara setiap anak bangsa dengan leluhurnya…. para Samurai !!!.

Pasukan jepang, kalah dalam pertempuran ( Batle )

Tapi nilai kstaria mereka, justru memenangkan peperangan ( WAR.)

Intinya, Not JUST ONLY WINING

But its about …. HOW TO WIN.

Caranya … ?

Sepakat dan konsisten dengan sikap dan nilai nilai

seorang KSATRIA.

Quo vadis di negeri tercinta

Saat tujuan kemenangan menjadi segala galanya

Termasuk menghalalkan dan membenarkan semua cara

Lalu sifat ksatria ….

perlahan jadi barang langka

(e-mail : smkn2_probolinggo@yahoo.co.id).

Iklan

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Guru Kami Sejarah Lokal Kota Probolinggo, Pendekatan Antropologis


ISSN 2085-059X

  • 948.405

Komentar Terbaru

Roos Asih pada Surat Pembaca
rumanti pada Surat Pembaca
ira pada Surat Pembaca
Alfian HSB pada Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati pada Surat Pembaca
Ida pada Surat Pembaca
Waluyo pada Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: