Siaga Menyiapkan Generasi Pejuang dan Cinta Budaya Bangsa

8 Maret, 2017 at 12:00 am

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Kegiatan yang diikuti oleh pramuka siaga dengan tingkat usia 7-10 tahun dengan melaksanakan kegiatan selama satu hari melalui berbagai kegiatan belajar dalam permainan yang didalamnya terdapat berbagai materi pengetahuan mulai dari pengetahuan agama, pengetahuan umum, kegiatan sosial, cinta budaya, kesehatan permainan ketangkasan dan berbagai materi lainnya berjumlah 13 pos, dalam satu wadah kegiatan yang disebut warung/taman. Dalam berbagai warung tersebut di setiap permainannya bertujuan untuk mendidik siaga menjadi pramuka yang tangguh, kuat, berpengetahuan luas dengan nilai budaya dan ilmu pengetahuan umum yang luas serta mengutamakan pendalaman agama secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap pos kegiatan bermain dalam pesta siaga disebut warung dengan yahnda untuk peserta putra dan bunda untuk peserta putri sebagai pemilik warung/taman. Regu dalam siaga berjumlah 10 yang disebut barung dan dipimpin oleh pinrung dan mempunyai wakil barung yang disebut wapinrung.

Pada masing-masing kwaran kegiatan siaga yang dinamakan pesta siaga tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Februari dan bulan Maret pada tingkat kabupaten dan BINWIL. Banyaknya materi tersebut akan sangat menjadi beban jika diberikan langsung sebagaimana pada anak-anak kelas tinggi. Dalam pesta siaga segala bentuk materi diberikan melalui cara-cara yang menarik sehingga dapat diserap oleh daya pikir mereka sesuai usia mereka dengan tingkat pemahaman yang masih rendah. Salah satu contohnya adalah untuk mengenalkan beberapa tokoh pramuka Indonesia diberikan dalam bentuk puzzle, dimana setiap anak harus menggabungkan potongan-potongan gambar salah satu tokoh tersebut agar menjadi bentuk sempurna salah satu tokoh. Hal ini sangat sesuai dengan daya tangkap mereka yang masih lemah mengingat usia mereka masih baru sepuluh tahun.

Nilai-nilai kemanusiaan tak luput dari pelaksaksaan pesta siaga, dimana anak-anak peserta pesta siaga harus mempunyai rasa empati kepada sesama dengan memberikan sumbangan sukarela untuk membantu orang lain yang sangat membutuhkan bantuan, melalui warung bumbung kemanusiaan. Berbagai pengetahuan umum diterapkan juga untuk mengasah kemampuan anak. Untuk memudahkan anak dalam menerima materi ini maka diberikan melalui cara yang mudah yaitu dengan menjodohkan nama kerajaan dan rajanya, melalui berbagai tulisan yang dimaksud. Demikian juga untuk mengenalkan berbagai pahlawan yang telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan RI maka anak diminta untuk menjodohkan tulisan pahlawan dengan gambar tokoh yang dimaksud, melalui berbagai taktik pembelajaran tersebut anak diharapkan mampu menyerap materi yang dimaksud. Bisa kita bayangkan ketika keseluruhan materi tersebut kita berikan secara global sebagaimana pada anak usia sekolah yang lebih tinggi maka hasil yang bisa diraih akan jauh dari yang diharapkan. Seluruh materi dari warung yang berjumlah 13 warung tersebut tentu sangat tidak mungkin di terima oleh anak jika dalam bentuk utuh tidak melalui berbagai permainan sesuai usia mereka.

Hanya ada dua warung yang tidak membutuhkan pemikiran secara detail, yaitu warung bumbung kemanusiaan dan warung golfbow. Golfbow merupakan perpaduan antara permainan bola golf dan bowling. Dalam warung ini siaga diminta memukul bola agar mengenai botol sejumlah 10 botol, penilaian diambil dari jumlah botol yang berhasil roboh, masing-masing botol berniali satu, maka sepuluh botol bernilai 10. Maka satu regu siaga jika satu anak berhasil merobohkan semua botol bernilai 100. Sebuah ketangkasan yang sekilas dilihat mudah hanya menggelindingkan bola tetapi setelah di coba ternyata sangat sulit. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa guru yang ikut memukul tetapi tidak berhasil, apalagi siaga yang tergolong masih anak-anak. Namun anak-anak siaga SDN 01 Wringinagung tak mengenal putus asa, di bawah bimbingan bapak Fathoni, S.Pd SD terus berlatih dengan berbagai taktik agar dapat berhasil menjebol warung/taman golbow ini.

Sebuah wahana bermain sambil belajar untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, patriotisme, berakhlakul karimah, yang diberikan sesuai dengan tingkat usia siaga akan sangat membantu peserta dalam menerima segala materi karena dengan menggunakan berbagai macam permainan yang menarik.

Salah satu sekolah dasar yang pada tahun 2016 sempat mewakili Kabupaten Pekalongan ke tingkat BINWIL yaitu SD N 01 Wringinagung Kecamatan Doro, pada tahun ini melaksanakan persiapan dengan sangat keras guna berusaha mempersiapkan diri menghadapi pesta siaga 2017. Sebisa mungkin berusaha mempertahankan predikat yang pernah diraih, syukur Alhamdulillah jika mendapat hasil yang lebih baik. Berbagai metode diterapkan untuk mempermudah anak dalam menerima materi mengingat usia mereka baru 10 tahun. Persiapan waktu jauh lebih banyak dibanding tahun kemarin.

Kepala sekolah SD N 01 Wringinagung, Bapak Romadi, S.Pd.M.Si, menyampaikan jadikan keberhasilan tahun kemarin sebagai support bagi seluruh guru pembimbing dan seluruh peserta siaga pada khususnya dan bagi semua siswa pada umumnya agar lebih giat berlatih karena dengan berlatih siapapaun bisa meraih keberhasilan. Kepala sekolah yang juga menjabat sebagai Ka. Kwaran Kecamatan Doro tersebut juga lebih memperhatikan segala persiapan baik dari mental, para peserta, sarana prasarana untuk tampil ataupun berupa binaan kepada para pendamping bagaimana cara yang terbaik pada saat menjadi pendamping di ajang pesta siaga tersebut.

Keberhasilan sebuah barung dalam meraih sebuah prestasi tidak terlepas dari peran para pendamping pada saat mengikuti berbagai kegiatan di ajang tersebut. Salah satu contoh jika pendamping terkesaan terburu-buru dalam mengikuti kegiatan di setiap warung maka anak menjadi tidak konsentrasi karena terlalu capek, kepayahan, hal tersebut bisa menyebabkan konsentrasi buyar walaupun tadinya sudah menguasai materi. Salah satu contoh yang bisa dijadikan sebagai usaha dalam meraih prestasi adalah dengan cara membrifing peserta setiap kali hendak maju bermain di salah satu warung. Hal ini sekaligus menenangkan anak supaya jangan grogi atau tergesa-gesa dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh yahnda maupun bunda sebagai pemilik warung. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Pembina pramuka SD N 01 Wringinagung, Rahmi, S.Pd.I, dimana beliau juga bertangungjawab sebagai pembimbing untuk materi kemampuan memiliki iman dan taqwa kepada Tuhan YME yaitu warung I atau warung agama, dimana setiap siaga harus memiliki kemampuan berdoa dalam setiap kegiatan apa saja (syahadat, doa untuk ortu, doa memakai pakaian, doa bercermin, doa sesudah wudhu), untuk umat islam dan doa-doa lain untuk umat non islam.

Cara lain yang ditempuh adalah dengan melakukan latihan secara teratur setiap hari sepulang sekolah, dengan metode anak harus berlatih berusaha menjawab ke 10 pertanyaan dalam setiap warung, karena pertanyaan tidak bisa dipastikan mana yang akan diterima, jadi dalam setiap latihan setiap anak tidak hanya mendapat satu pertanyaan untuk menghindari kemungkinan mendapat pertanyaan yang mana saja/acak. Dengan demikian anak menjadi siap dengan segala jawaban dari sepuluh pertanyaan yang diberikan dalam setiap warung.

Bidang seni dan budaya lebih di tambahkan dengan berganti-ganti formasi agar dapat meningkatkan point yang di peroleh. Selain itu property yang digunakan juga lebih baik dan menarik dari tahun sebelumnya untuk memudahkan anak dalam memberi karakter dari bidang seni yang dibawakan. Sebagai wujud upaya sekolah dalam menanamkan cinta budaya bangsa SDN Wringinagung pada pesta siaga kali ini akan menampilkan gerak dan tari dari lagu Jaranan dari Jawa Tengah yang merupakan deskripsi dari keriangan dan kegembiraan anak-anak pada saat bermain kuda-kudaan, dimana pada jaman dahulu menggunakan pelepah pisang ataupun berupa grebek atau anyaman bambu yang diraut tipis-tipis kemudian dinayam dan dibentuk menyerupai kuda.

Yel siaga merupakan kata-kata, slogan, yang diucapkan dengan penuh semangat yang dikombinasikan dengan berbagai gerakan, kreasi, atraksi yang bervariatif dengan tujuan untuk memberi semangat kepada peserta. Tak heran setiap barung saling adu kebolehan yel dengan berbagai gaya dan kebolehan dengan kelebihannya sendiri-sendiri yang semuanya pasti hebat-hebat. Pada kesempatan ini SD N 01 Wringinagung di bawah bimbingan Roosmilarsih, S.I.Pust mengusung tema “persatuan dan kesatuan”. Kombinasi berbagai gerakan dilaksanakan setiap kali latihan, berbagai kata-kata dan slogan diteriakan dengan penuh semangat membakar gelora meraih kemenangan.

Berlatih setiap hari dengan penuh semangat adalah jalan menuju keberhasilan, demikian juga kerja keras yang di lakukan oleh seluruh pembimbing dan siaga barung hitam I SD N 01 Wringinagung akhirnya mendapat sebuah prestasi yang membanggakan dengan berhasil memboyong piala tetap sebagai juara I Kwaran Doro. Dengan demikian secara otomatis berhak mewakili Kwaran Doro ke tingkat Kabupaten Pekalongan yang akan dilaksanakan pada bulan Maret di Kwaran Doro.

Iklan

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Dasar (SD). Tags: , .

Buah Iman Itu Bernama Kemenangan Cinta Guru Kami


ISSN 2085-059X

  • 839,764

Komentar Terbaru

Roos Asih di Surat Pembaca
rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: