Pemimpin dan Kepemimpinan

8 Maret, 2017 at 12:00 am

Oleh Yustina Dwi Any Carlita Dewi SPd

Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan 2000, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi Pendidikan Akuntansi

 

Penyelenggaraan pemilu ini untuk mencari pemimpin yang baik. Dewasa ini banyak masyarakat membicarakan tentang seorang pemimpin dan tentunya kualitas kepemimpinannya, dimana masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang handal dalam memecahkan suatu masalah, sebagai pengayom, sebagai  panutan yang patut di teladani, dapat mengambil suatu keputusan yang  tepat dan bijaksana tanpa merugikan pihak-pihak tertentu. Seorang pemimpin seyogyanya mampu mendengarkan pendapat-pendapat anggotanya supaya dapat membuat organisasi tersebut  berkembang lebih baik dan demokratis. Setiap pemimpin  mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda.

Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan – khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan (Kartini Kartono, 1994 : 181). Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa ( Ngalim Purwanto ,1991:26).

Dalam setiap organisasi, kepemimpinan merupakan  salah satu faktor yang penting. Cara seseorang memimpin dapat membawa kelompok atau organisasi tersebut ke arah keberhasilan atau ketidakberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Faktanya, semakin tinggi tingkat kepemimpinan seseorang didalam organisasi, maka semakin tinggi-lah “gengsi” dari pemimpin tersebut. Misalnya sebelum menjadi pemimpin, biasanya seseorang tidak memikirkan gengsi-nya untuk bertindak “bebas” (cara bicara, bersikap, tindakan) . Tapi setelah menjadi pemimpin, seseorang harus berpikir dulu untuk bertindak “bebas”, karena GENGSI / JAGA  IMAGE (Jaim) menjadi alasannya. Jaga Image itu perlu jika dilakukan secara wajar, tetapi akan tidak wajar jika dilakukan berlebihan. Padahal jika seorang pemimpin bisa mengontrol jaimnya dengan baik, justru dukungan / loyalitas staf kepada pemimpinnya akan lebih kuat dan organisasi akan lebih mudah diarahkan yang lebih baik sesuai visi pemimpin.

Seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif dan penuh semangat, mengutamakan kerjasama yang baik diantara masyarakat yang dipimpinnya untuk kesuksesan bersama, ada kebebasan untuk berkreasi dan terbuka atas kritik demi kemajuan bersama. Untuk mengembangkan kepemimpinan yang efektif, berusahalah memahami  bagaimana orang lain memandang gaya kepemimpinan kita sekarang. Bertanya pada orang-orang yang pernah bekerja sama dengan kita, bagaimana tindakan kita sebagai seorang pemimpin. (Kontak person: 081328723448.Email: carlita_dewi@yahoo.com)

Iklan

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

FDS Problematika Orangtua Buah Iman Itu Bernama Kemenangan Cinta


ISSN 2085-059X

  • 914.231

Komentar Terbaru

Roos Asih pada Surat Pembaca
rumanti pada Surat Pembaca
ira pada Surat Pembaca
Alfian HSB pada Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati pada Surat Pembaca
Ida pada Surat Pembaca
Waluyo pada Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: