Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa

23 November, 2016 at 12:00 am

dewi-sartikaOleh Dra Dewi Sartika
Guru MAN Gumawang Kab. OKU Timur Sumatera Selatan

Dalam dunia pendidikan  motivasi belajar sangat berperan penting dalam kegiatan belajar.  Sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar siswa dan sebaliknya kurangnya motivasi akan melemahkan semangat belajar siswa. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Seorang siswa yang belajar tanpa motivasi atau kurangnya motivasi tidak akan mencapai hasil dengan maksimal. Ibarat kendaraan yang akan berjalan harus mempunyai tujuan, kalau tidak ada tujuan kendaraan tersebut akan berjalan tanpa arah, dan tidak akan sampai pada tujuan atau arah yang akan dicapai.  Motivasi belajar adalah salah satu alat siswa untuk mewujudkan cita-citanya.

Dewasa ini banyak kita jumpai para siswa yang minat atau motivasi belajarnya kurang bahkan tidak ada sama sekal. Hal tersebut dipengaruhi banyak faktor diantaranya:  malas, kurangnya perhatian dari orang tua, orang tua yang berpisah, dan salah mencari teman pergaulan serta lingkungan.

Dari beberapa faktor diatas faktor malas yang merupakan faktor paling utama. Malas adalah sifat yang paling buruk yang akan menjerumuskan siswa tersebut. Karena jika sifat malas tersebut sudah terbiasa dari kecil, maka setelah besar sianak akan mengalami kesulitan untuk membiasakan diri agar bisa rajin belajar, maka dari itu peran orang tua sangat dibutuhkan. Orang tua harus dapat menyikapi hal tersebut, misalnya dengan menemani anak belajar, menyemangati anak agar dia mau belajar. Disinilah kehadiran orang tua dibutuhkan, karena keinginan dan kemauan anak hanya kita selaku orang tua yang bisa lebih mengetahuinya. Orang tua dapat menanyakan kemana cita-cita sianak dan kita selaku orang tua akan dapat menyelipkan nasehat berupa motivasi dalam belajar agar cita-citanya cepat tercapai.

Kedua yaitu kurangnya perhatian dari orang tua. Hal ini banyak terjadi pada orang tua yang sibuk bekerja. Pada kedua orang tua sibuk bekerja, pagi pagi sudah berangkat kerja pulang sudah sore atau bahkan sudah malam dan anak sudah lelap tidur, badan capek seharian kerja, dan langsung istirahat. Demikianlah terjadi setiap hari,yang  secara otomatis tidak akan sempat mengawasi keadaan anaknya, apalagi mendampingi dalam belajar, karena waktu untuk sianak sudah tersita oleh pekerjaan. Jika anak tersebut tidak diperhatikan, sianak akan merasa orang tuanya tidak sayang, dan sianak akan mencari pelarian untuk mengatasi atau  mencari kasih sayang yang lain. Akhirnya anak terjerumus ke jalan yang salah.

Ketiga yaitu orang tua yang berpisah. Jika orang tua berpisah pastilah anak akan ikut ibu atau ayahnya. Sama seperti faktor kedua akhirnya anak kurang perhatian, karena ayah maupun ibu sibuk bekerja tanpa memperhatikan perkembangan anaknya. Belum lagi ada yang merasa minder dengan teman sebayanya, temannya punya orang tua yang rukun sedang sianak sendiri orang tuanya berantakan. Masalah seperti ini akan membuat sianak menjadi sedih.Kesemuanya itu akan mempengaruhi keinginan dan motivasi belajar anak akan makin menurun, yang berimbas pada prestasinya.

Keempat faktor pergaulan dengan teman dan lingkungan. Hal ini tidak kalah pentingnya dengan faktor yang lain. Jika salah dalam memilih teman maka dia akan terpengaruh oleh temannya tersebut. Kita selaku orang tua harus mengetahui dengan siapa anak kita bergaul atau berteman. Apakah teman anak kita tersebut termasuk tipe yang suka belajar, rajin sekolah ataupun punya prestasi atau bahkan yang tidak ada motivasi sama sekali dalam belajar. Di sini kita sebagai orang tua dapat memberikan pandangan maupun gambaran . Jika anak kita berteman dengan si  A nanti berakibat begini dan jika anak berteman  dengan si B akan berakibat begitu.

Dari uraian diatas beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, peran orang tualah yang sangat penting untuk membangkitkan dan menumbuhkan semangat belajar siswa agar dapat berprestasi secara maksimal. Bagi kita orang tua yang merasa belum ikut berperan dalam prestasi anaknya diharapkan dapat menerapkanya setelah membaca artikel ini. (Email: sartikadewi37@yahoo.com)

 

Entry filed under: Artikel Guru Madrasah Aliyah (MA). Tags: , .

Hidup Sukses Itu Berproses Pro dan Kontra Konsep Full Day School di Indonesia


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: