Mengangkat Kehormatan Guru

28 September, 2016 at 12:08 am

moh-ramliOleh Moh Ramli
Mahasiswa UNIPDU Jombang

 

 

Teruntuk mujahid negeri yang terlukai.

Pendidikan merupakan lorong sebagai jalur mencerdasarkan generasi bangsa, pendidikan menempati peranan yang begitu sangat vital dalam kemajuan negeri ini. Dengan pendidikan setiap insan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang batil, mana yang pantas dikerjakan dan mana yang tidak pantas dikerjakan.

Akan tetapi kondisi pendidikan khususnya di negeri tercinta ini bisa dibilang sangat memperihatinkan, di mana kekusutan moral dan sopan santun para pelajar masih sangat rendah, banyak dari para pelajar yang suka tawuran dengan sesama pelajar, tindak kekerasan, praktek-praktek pemalakan, seperti yang terjadi belakangan ini, yang terlansir di (suratkabar.id) Manado, Sulawesi Utara tepatnya di desa Tumumpa, Kecamatan Tuminting, seorang pelajar SMP bernama Aril (11) mengalami pemalakan pada senin (19/09/2016).

Yang mengejutkan, pelaku pemalakan tersebut adalah seorang bocah yang lebih kecil dari korban. Yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dari kejadian itu telah menggambarkan dunia pendidikan perlu dipertanyakan tentang pola didik pelaku di rumah maupun di sekolah, sehingga melakukan tindakan kriminal demikian. Pasalnya, kita tau bahwa anak-anak SD saat ini adalah masa depan bangsa di dalam beberapa tahun ke depan.

Yang lebih ironis lagi yang terjadi bulan lalu, yang mengakibatkan guru sebagai tumbal kenakalan para pelajar, Dahrul (42), seorang guru SMKN 2 Makasar mendapat bogem mentah dari orang tua muridnya, Ahmad adnan (38), di dalam lingkungan sekolah, di jalan Pancasila, Makasar (10/8/2016) menurut terlansir (detikNews) Dahrul (guru) dipukul dengan alasan telah menampar muridnya yang tidak mengerjakan PR.

Hal ini yang membuat gempar awak pendidikan di negeri ini. Bagaimana tidak, guru yang seharusnya dihormati justru teraniaya oleh ulah muridnya sendiri. Bisa di katakan hal ini didasari karena kurangnya moral serta akidah para pelajar itu sendiri.

Lalu bagaimana peran orang tua dalam mengatasi hal ini ?, yang sejatinya orang tua dirumahlah sebagai guru utama sesudah guru di sekolah. Yang menanamkan moral serta akidah seorang anak.

Memang membangu karakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak hanya cukup membangun fisik secara utuh, namun membutuhkan proses begitu panjang.

Menurut Ratna megawangi dalam bukunya yang berjudul ‘’pendidikan karakter’’ (2007) mengatakan bahwa pendidikan moral tidak cukup dalam mata pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dan agama di sekolah, tapi bagaimana system pendidikan mampu bertumpu secara holistic (keseluruhan) pada diri anak sesuai umurnya dan peran orang tua sebagai fondasi pembentukan SDM melalui pengasuhan.

Lagi menurut Megawangi (2007), ada tiga model pengembangan karakter, yaitu (1). Knowing the good, artinya pemahaman dan alasan untuk mengetahui hal yang baik dan buruk. (2). Feeling the good, artinya setelah pemahaman knowing the good dilakukan dengan baik, anak mampu merasakan efek dari perbuatan tersebut. (3) Acting the good, artinya anak melakukan tindakan mulia tanpa disuruh atau dirasakan oleh orang lain.

Hemat saya, seharusnya orang tua memberikan perhatian dan kasih sayang secara lebih aktiv. karna tidak dipungkiri secara psikologis, emosional, bahwa kedekatan orang tua sangat penting bagi perkembangan dan pembentukan karakter yang positif seorang anak.

Seperti khasus rasulullah telah memberikan arahan dan contoh pentingnya memberikan kasih sayang kepada anak. Beliau bersabda ‘’ muliakanlah anak-anakmu, dan didiklah mereka dengan akhlak yang baik’’ (HR. ibnu Majah/Minahjus Sholihin)

Akhir kata, orang tua (pendidik) dan guru sebagai pahlawan dan pewaris para Nabi memiliki peran besar dalam pencerdasan, pencerahan, dan penyelamat bangsa dari keterpurukan moral manusia yang gila dunia, pemuja jabatan dan korupsi.

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: .

Mengenal Kewirausahaan Bisnis dalam Cerpen Anak Berkaca pada Erdogan


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: