Menghadapi Anak Keras Kepala dan Malas

17 Agustus, 2016 at 1:08 pm

Lucas FormiatnoOleh Lucas Formiatno
Educator di SOS Children’s Village Semarang, Jawa Tengah

Kita sebagai orangtua atau guru sering menjumpai anak yang menunjukkan sikapnya, yang menurut kita adalah keras kepala. Ketika ada anak melakukan sesuatu yang kita anggap tidak baik, dan ketika diberi nasehat, tetap saja anak itu melakukannya, dan bahkan terus membantah, kita langsung menyebut sebagai anak yang keras kepala.

Ketika ada anak tidak mengerjakan tugas sekolah atau tugas rumah, maka kita akan menyebut anak itu anak yang malas.

Mari kita simak satu-persatu, apa yang dimaksud dengan anak keras kepala, dan bagaimana cara menghadapinya ? Kemudian, apa yang dimaksud anak malas, dan bagaimana cara menghadapinya ?

Perilaku keras kepala, menentang, membangkang, atau tidak mau “nurut”, oleh Andri Priyatna, disebut defiant behaviors. (2012:1)
Ada catatan dalam buku Ensiklopedi Populer Untuk Orang Tua (1978), yang mengatakan bahwa keras kepala, adalah jika anak memaksakan kehendaknya tanpa peduli apa pun; anak memperlihatkan “kekuasaan”-nya terhadap lingkungan sekitar; anak hanya menggantungkan diri pada orangtua yang tunduk kepadanya; anak hanya menentang saja dalam pembicaraan; anak selalu bersikeras untuk mempertahankan pendapat sendiri.

Yang bisa dilakukan oleh orangtua atau guru untuk menghadapi anak yang keras kepala, antara lain ;

1.Orangtua atau guru harus belajar untuk mengatakan “tidak” dengan tegas, jika anak menuntut yang bukan-bukan.

2.Pembagianm tugas di dalam rumah atau di sekolah, sebaiknya memperlihatkan kepada anak bahwa setiap anak harus memperhatikan kepentingan bersama.

3.Jangan selalu dan terlalu membenarkan anak, tanpa menyelidiki lebih dulu kebenarannya. Apalagi, jika anak melaporkan bahwa ia diperlakukan tidak adil oleh orangtua, guru, atau teman-temannya.

4.Oleh karena sikapnya yang keras kepala, biarlah anak belajar menanggung akibatnya. Dengan demikian, anak belajar bahwa tertib dan taat sangat diperlukan.

Tentang malas, Majalah Psikologi Populer-Anda (No.39, Th.1980), menyebutkan bahwa anak bisa malas disebabkan, antara lain : tidak punya target; tidak yakin dirinya akan berhasil; tidak ada tuntutan; tidak ada tantangan.

Untuk menghadapi anak yang malas, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua atau guru, adalah :

1.Pembelajaran tentang pencapaian target dan menghadapi tantangan sangat diperlukan oleh anak.

2.Yakinkan kepada anak bahwa segala usaha yang dilakukan sekarang akan bermanfaat di kemudian hari.

3.Pembelajaran tentang tanggung jawab perlu diberikan kepada anak sejak dini, dan mulai dari hal yang kecil atau sederhana.

4.Ketika orangtua atau guru mengerjakan suatu pekerjaan, hendaknya tidak berkeluh-kesah, agar tidak ditiru oleh anak.

5.Ketika orangtua atau guru sedang bercakap-cakap dengan anak, hendaknya menunjukkan sikap yang bersemangat. Jangan menyikapinya dengan bermalasan-malasan atau “ogah-ogahan”.

6.Berilah anak pembelajaran tentang menggunakan kesempatan atau peluang sesuai dengan kemampuannya. Jangan mengukur dan memaksakan kemampuan anak seperti orangtua atau guru.

7.Hargai hasil kerja anak sekecil atau sesederhana sekalipun. Kadang orangtua atau guru meminta kepada anak, secara langsung atau tidak langsung, hal-hal yang besar atau sesuai dengan ukuran/kemampuan orangtua atau guru. Jika anak berhasil mengerjakan hal-hal tersebut, orangtua atau guru merasa puas dan bangga. Meskipun, sebenarnya anak merasa tertekan. Bisa jadi anak menolak dengan cara menunjukkan sikap bermalas-malsan, karena merasa tidak mampu.

Oleh karena itu, alangkah bijaksana, bila orangtua atau guru memberi pembelajaran pada hal-hal yang kecil atau sederhana sesuai dengan kemampuan anak. Dengan cara ini anak akan belajar bertanggung jawab, mulai dari yang berbobot ringan sampai berat, sehingga anak tidak perlu pasang kuda-kuda untuk membantah atau “ngeyel”. Dengan cara ini pula, anak akan melakukannya tidak dengan gerak-gerak tipu, bermalas-malasan, tetapi melakukannya dengan semangat dan tuntas.

Referensi:

  • Andri Priyatna, Parenting Anak Bandel, Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta, 2012.
  • Ensiklopedi Populer Untuk Orang Tua, Penerbit Yayasan Cipta Loka Caraka dan Yayasan Kanisius, Yogyakarta, Cetakan Kedua, 1978.
  • Majalah Psikologi Populer-Anda, No.39, Januari 1980.

(Kontak person: 08179224953. Email: lucas.formiatno@sos.or.id)

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Mengenal Spirit Guru dalam Cerpen Anak Mengenal Gerakan Membaca dalam Cerpen Anak


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: