Makna Seragam Sekolah dan Atributnya

22 Juli, 2016 at 12:00 am

Lucas FormiatnoOleh Lucas Formiatno
Educator di SOS Children’s Village Semarang, Jawa Tengah

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang, sekelompok orang, atau lembaga membutuhkan pengakuan tentang keberadaannya di hadapan orang lain atau di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu diperlukan yang namanya tanda atau simbol berserta atributnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanda adalah yang menyatakan sesuatu; gejala; bukti; pengenal; lambang; petunjuk. Simbol adalah lambang. Atribut adalah tanda kelengkapan; sifat yang menjadi ciri khas; lambang; penjelas.

Berangkat dari pengertian tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa seragam sekolah beserta atributnya yang dipakai oleh para pelajar, termasuk tanda, simbol, atau lambang. Oleh karena itu seragam beserta atributnya menjadi bermakna bagi pelajar dan lembaga sekolahnya.

Nah, yang menjadi permasalahan, sejauhmana para pelajar memahami makna seragam sekolah beserta atributnya ? Sehingga para pelajar atau lembaga sekolahnya diakui keberadaannya di hadapan orang lain atau ditengah-tengah masyarakat.

Berkaitan dengan makna seragam sekolah beserta atributnya, peranan guru sangat penting, agar para pelajar mampu memahaminya.

Saya sempat bertanya kepada anak-anak asuh saya, baik yang duduk di bangku SD, SMP, maupun SMA/SMK, tentang makna seragam beserta atributnya. Ada anak yang menjawab dengan gelengan kepala, yang artinya tidak tahu. Tetapi, ada anak yang menjawab dengan verbal, misalnya :

“Tidak tahu”.

“Dulu waktu pertama kali masuk sekolah diberi tahu, tapi sekarang lupa”.

“Yang penting pakai seragam sekolah, daripada kena teguran atau dihukum”.

Kemudian saya bertanya lagi tentang perasaan mereka ketika memakai seragam sekolah beserta atributnya. Ada anak yang menjawab dengan mengangkat bahu, yang artinya tidak peduli. Tetapi, ada juga yang menjawab dengan kata-kata, misalnya:

“Yah, biasa-biasa saja”.

“Kadang saya malu, kalau dikenali orang”.

“Takut diketahui namanya dan sekolahnya”.

Pakaian seragam sekolah beserta atributnya, disamping sebagai tanda atau lambang pengakuan tentang keberadaan, juga bisa membentuk solidaritas para pelajar. Sehingga muncul dalam diri mereka perasaan yang sama dan membangun kekuatan bersama. Yang menjadi permasalahan adalah ketika mereka lupa pada makna seragam sekolah berserta atributnya yang menempel di diri mereka. Lalu, lupa pula pada solidaritas yang murni. Hal ini ditampilkan ketika melakukan aktivitas yang tidak terpuji. Misal, tawuran, malak, bermain di luar sekolah sementara jam pelajaran (kegiatan belajar-mengajar) masih berlangsung, dan lain-lain. Pun, terang-terangan mereka masih memakai seragam sekolah beserta atributnya.

Padahal, dengan tawuran, kerugian akan mereka alami. Mereka bisa terluka, bahkan ada yang tewas, nama diri jadi buruk, dan nama sekolah pun jadi tercoreng.

Peran guru sangat penting dalam kerangka memberi pemahaman tentang solidaritas yang murni. Solidaritas yang murni, bukan digunakan untuk mengatasnamakan aktivitas yang negatif, tetapi untuk aktivitas yang positif.

Semoga di tahun ajaran baru ini, yang baru saja berlangsung, para pelajar semakin memahami makna seragam sekolah dengan segala atributnya, dan semakin juga dewasa dalam menyikapi berbagai permasalahan dengan perilaku yang terpuji.

Referensi :

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia.
  • Rafael Raga Maran, Pengantar Logika, PT Grasindo, Jakarta, 2007.

(Kontak person: 08179224953. Email: lucas.formiatno@sos.or.id)

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Gerakan Mengantar Anak Sekolah Lingkungan Pendidikan Anak Nirkekerasan


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: