Pengaruh Gadget dalam Pendidikan

21 Mei, 2016 at 12:00 am

Tri SumarniOleh Tri Sumarni MPd
Guru MAN Gumawang, Belitang Oku Timur, Sumatra Selatan.

Gadget merupakan sebuah inovasi dari teknologi terbaru dengan kemampuan yang lebih baik dan fitur terbaru yang memiliki tujuan maupun fungsi lebih praktis dan juga lebih berguna. Seiring perkembangan Pengertian Gadget pun menjadi berkembang yang sering kali menganggap smartphone adalah sebuah gadget dan juga teknologi komputer ataupun laptop bila telah diluncurkan produk baru juga dianggap sebagai gadget.

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut sebagai “acang”. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Contoh-contoh dari gadget di antaranya telepon pintar (smartphone) seperti iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet).

Penggunaan gadget bukanlah hal baru lagi di kehidupan remaja. Gadget bukan hanya dijadikan pembantu kehidupan ataupun alat komunikasi dengan dunia luar, tapi juga bisa dijadikan teman untuk mengisi waktu luang. Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di gadget seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah? Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri.

Lebih parah lagi ada yang menggunakan gadget untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.

Salah satu tanggung jawab anak adalah belajar dan sekolah, tapi jika anak terlalu bebas menggunakan gadgetnya maka ia cenderung mengabaikan kewajibannya ini. Kondisi ini tak urung bisa membuat prestasi anak jadi menurun.Untuk itu beberapa ahli tidak menyarankan orangtua memberikan gadget canggih sebagai hadiah atas prestasi anak.

Gadget telah menjadi bagian dari kehidupan pelajar, sehingga keberadaan gadget menyebabkan adanya dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari gadget adalah mempermudah dalam pencarian informasi dan komunikasi, selain itu, dapat menjadikan pelajar tidak gagap teknologi. Adapun dampak negatifnya, yaitu mengganggu belajar siswa, berakibat buruk pada perilaku,kesehatan, dan sikap siswa, serta mengakibatkan pemborosan. Untuk itu sangat diperlukan pembatasan serta arahan dari orang tua dalam menggunakan gadget.

Dari segi kesehatan : peningkatan resiko kanker dari penggunaan ponsel karena radiasi yang di berikan, penggunaan ponsel lebih dari 30 menit bisa mengakibatkan ketulian (acoustik neourema), dan penggunanaan cahaya atau pencerahan maksimal secara berkala pada ponsel,komputer, tablet dan lain bisa mengakibatkan perih pada mata dan lebih parahnya bisa menimbulkan rabun dekat.

Dari segi budaya : lunturnya adat atau kebiasaan yang berlaku di daerah tersebut karena kesibukan menggunakan gadget, masuknya budaya barat secara perlahan tanpa adanya filtrasi dari mereka yang mengikuti, hilangnya rasa nasionalisme dan lebih cinta pada produk asing. Selain itu, perkembangan gadget ini berpengaruh kepada kebiasaan anak yang lebih mementingkan gadget disbanding belajar. Bayangkan saja saat ini setiap bangun tidur pasti yang dilihat adalah gadget, mau makan, mau tidur dan segala aktifitas lainnya tidak terlepas dari yang namaya gadget.

Dari segi sosial : cenderung autis atau asyik dengan gadgetnya sendiri sehingga tidak memperhatikan hal-hal yang ada disekitarnya misalnya ada orang yang mengajak mengobrol tetapi karena asyik dengan gadgetnya sampai tidak memperhatikan orang yang sedang bicara tersebut. Lalu remaja cenderung tidak bisa mengkontrol diri sendiri akibat sosialisasi yang terjadi secara tidak langgsung, lebih banyak konflik yang terjadi dan tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalah, cenderung cepat bosan ketika ada orang yang menasehati, banyak mengeluh ketika banyak masalah, egois yang tidak tekendali, orang-orang disekitarnya selalu dijadikan korban kemarahannya, orang yang banyak bergaul dengan gadget hidupnya sedikit tidak teratur.

Dari segi ekonomi : banyak terjadi kerugian akibat perkembangan gadget di bidang ekonomi seperti adanya atau banyaknya penipuan, keuangan tidak stabil di setiap keluarga akibat harus memenuhi keinginan anaknya membeli gadget terbaru. Dan masih banyak lagi kerugian yang diakibatkan oleh perkembangan gadget tanpa di dasari dari segi keilmuan.

Gunakanlah gadget sebagaimana mestinya jangan terlalu berlebihan dan jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna yang dapat merugkan diri sendiri dan orang lain. Karena dengan perkembangan gadget ini yang sangat menjadi korban adalah para remaja dan anak-anak. Maka dari itu waspadalah terhadap perkembangan gadget tersebut. Selain itu peran orang tua juga sangat penting dalam membimbing anaknya agar tidak terjerumus dengan kemerosotan zaman saat ini. Diharapkan juga kepada pelajar untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam memanfaatkan hanphone. Sebaiknya pelajar menggunakan gadget seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi agar dampak buruk dari gadget tidak terjadi.

Pihak orang tua sebaiknya selalu mengontrol anaknya dalam menggunakan gadget.
Pihak guru sebaiknya tidak mengijinkan murid menggunakan gadget saat jam pelajaran dan pihak sekolah hendaknya tidak mengijinkan siswanya menghidupkan gadget saat jam belajar. (Kontak person: 081325491771. Email: tri.sumarni.1@pnsmail.go.id)

Entry filed under: Artikel Guru Madrasah Aliyah (MA). Tags: , .

Menghargai Sebuah Perpisahan Ujian Akhir, Awal Perubahan


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: