Pembiayaan Institusi Pendidikan

10 April, 2016 at 12:00 am

Hari PrasetioOleh Drs Hari Prasetio MM
Guru MAN 2 Banyumas dan Anggota Komite SMAN 1 Sokaraja Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pengelola pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan mulai dari
penerimaan peserta didik baru hingga peserta didik lulus, disadari atau tidak adalah
sedang melakukan suatu usaha atau bisnis. Berbisnis adalah melakukan kegiatan
untuk mendapatkan manfaat (benefit) dengan pengorbanan (cost) tertentu, Bisnis
yang sehat adalah benefit- nya lebih besar dari cost-nya, serangkaian kegiatan
tersebut dilakukan secara hati-hati agar cost-nya tidak melebihi benefit-nya.

Kita menyadari bahwa keberadaan institusi pendidikan baik sekolah negeri
maupun sekolah swasta tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Dalam
Undang-Undang Sisdiknas disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan
memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam
penyelenggaraan pendidikan, pengendalian mutu, dan pelayanan pendidikan.
Kemudian pada bagian lain ditegaskan bahwa jalur pendidikan terdiri atas
pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan
memperkaya.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan menjadi
tanggung jawab pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Tempat berlangsungnya
pendidikan tidak hanya di sekolah saja (formal) tetapi juga diselenggarakan oleh
institusi luar sekolah (nonformal), serta di lingkungan keluarga (informal). Oleh
karena itu institusi pendidikan akan kuat dan tetap eksis apabila mendapat
dukungan yang kuat pula dari masyarakat.

Esensi hubungan masyarakat dengan sekolah adalah untuk meningkatkan
ketertiban, kepedulian, kepemilikan, dan dukungan dari masyarakat terutama
dukungan moral dan finansial. Dalam Manajemen Berbasis Sekolah salah satu
tujuannya adalah melibatkan masyarakat agar lebih termotivasi untuk berpikir
mengenai peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah.

Meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan pengelolaan biaya
pendidikan dilihat dari aspek bisnis memang sangat penting dan strategis. Sebab
bicara penyelenggaraan pendidikan tidak akan mungkin sama sekali meninggalkan
perbincangan soal pembiayaan pendidikan. Hanya persoalannya adalah, apakah
pengelola institusi pendidikan masih malu-malu untuk mengatakan bahwa mereka
sedang melakukan suatu usaha atau bisnis. Perkataan bisnis umumnya diartikan
orang sebagai berdagang dan pernyataan itu adalah salah, akibatnya, sekolah
mempunyai legitimasi untuk berjalan seadanya, sulit berkembang dan bahkan selalu
merugi.

Ada beberapa institusi pendidikan yang lebih cerdas melakukan praktek
bisnis, namun sebagian masih berpura-pura sedang tidak berbisnis karena dunia
pendidikan masih dianggap tabu atau tidak etis dalam berbisnis. Sekolah yang
demikian ini menerapkan konsep bisnis dengan ragu-ragu atau setengah-setengah,
akibatnya sekolah semacam ini sangat mungkin disusupi oleh pihak-pihak yang
mengambil kesempatan dalam kesempitan dan menjadikan sekolah sebagai sapi
perah untuk kepentingan pribadinya.

Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan perlu lebih
ditingkatkan tidak hanya memberi dukungan pendanaan saja tetapi juga memberi
saran, pengontrol pelaksanaan pendidikan bersama dengan komite sekolah,
sehingga institusi pendidikan lebih transparan dalam laporan pembiayaan
pendidikan dan merasa lebih bertanggung jawab dalam menghasilkan o u tput
pendidikan yang lebih bermutu. Karena produk pendidikan yang bermutu,
bertanggung jawab, gagah perkasa dan diharapkan akan mampu bersaing dalam
kehidupan global yang serba kompetitif seperti sekarang ini. Pendidikan adalah
asset bangsa untuk masa depan sehingga perlu penanganan yang sungguh-
sungguh dan penuh tanggung jawab. Dalam pelaksanaannya perlu dikelola secara
bisnis dalam arti yang benar serta melibatkan masyarakat sebagai stakeholder. (Kontak person: 081 367 758 302. E-mail: hariprasetio1967@yahoo.com).

Entry filed under: Artikel Guru Madrasah Aliyah (MA). Tags: , .

Generasi ke Depan Harus Naik Kelas Tanggung Jawab Ganda Wanita


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: