Siaga, Mendidik Kepemimpinan Religius Berpengetahuan Luas

25 Maret, 2016 at 12:00 am

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Pesta siaga merupakan pertemuan para pramuka siaga yang dikuti oleh peserta dengan usia 7 sampai 10 tahun dalam bentuk perkemahan selama satu hari dengan berbagai kegiatan yang masing-masing kegiatan mempunyai pos kegiatan yang disebut warung. Salah satu misalnya warung bumbung kemanusiaan, warung seni budaya dan lain sebagainya. Dalam satuan terkecil dari pramuka siaga disebut barung yang dipimpin oleh Pinrung (Pemimpin barung) dan dibantu oleh Wapinrung (Wakil Pemimpin barung), nama barung diambil dari warna-warna misalnya barung hitam, barung biru dan lain sebagainya.

Pesta siaga merupakan kegiatan yang penuh pembelajaran melalui arena bermain yang bisa dilakukan anak untuk mengarahkan anak supaya berpengetahuan luas dalam berbagai bidang dengan mengedepankan pengetahuan agama tanpa meninggalkan keceriaan sebagai ciri khas anak-anak. Siaga melakukan seluruh kegiatan dalam nuansa permainan yang menyenangkan, karena seluruh materi sudah dipersiapkan jauh hari, tanpa adanya paksaan karena salahpun tidak akan menerima hukuman, semua kegiatan benar-benar menanamkan kedisiplinan karena dalam waktu satu hari seluruh kegiatan yang terdiri dari beberapa warung tersebut harus selesai.

Sebagai salah satu contoh dalam warung baris berbaris, siaga menanamkan kedisiplinan dengan melakukan sejumlah baris berbaris sesuai aba-aba dari Pimpinan barung yang berarti berlatih selalu siaga dalam kondisi apapun. Pesta siaga juga menanamkan untuk dapat memahami sejumlah pengetahuan umum agar siaga selalu dapat menghadapi sejumlah pertanyaan mengenai berbagai pengetahuan umum yang ada di luar negara kita, diantaranya pengetahuan mengenai sejumlah bendera dan lagu kebangsaan dari negara ASEAN. Hal ini sangat perlu untuk menghadapi pendidikan ke jenjang selanjutnya maupun dalam pergaulan di masyarakat.

Tak luput mengenai obat-obatan yang ada di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, juga dijadikan materi dalam pesta siaga dengan tujuan agar peserta mengetahui berbagai tanaman herbal di sekitar tempat tinggal. Dalam warung keagamaan peserta siaga mengafalkan sejumlah surat-surat pendek, nilai yang ditanamkan dalam kegiatan ini adalah agar peserta siaga memiliki iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sejak dini. Dalam warung tali temali peserta dikenalkan, bagaimana cara mengikat simpul, mulai dari simpul mati, simpul hidup dan lain-lain agar dapat digunakan dalam segala situasi terutama ketika kegitan di alam terbuka.

Dalam bidang seni budaya dikenalkan mengenai kebudayaan yang ada diseluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke, peserta nampak sangat antusias membawakan tarian daerah dengan iringan lagu-lagu daerah. Melalui pengenalan budaya siaga diharapkan lebih mengenal dan mencintai keanekaragaman budaya Nusantara. Peserta juga diwajibkan melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan sumbangan sosial yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosial, penanaman sikap dan jiwa sosial sejak dini mendidik peserta untuk selalu peduli kepada sesama melalui tindakan nyata, bukan hanya slogan tanpa sikap yang nyata.

Tidak meninggalkan masa bermain anak-anak siaga juga dikenalkan dengan wahana bermain sambil melatih ketangkasan menjepret karet agar tepat mengenai botol air mineral, serta memasukan bola ke keranjang dalam arena permainan basket mini. Hal yang bisa diambil dari permaian ini adalah anak-anak siaga tetap harus mengedepankan belajar meski sedang bermain. Mengingat usia anak siaga masih dalam taraf anak-anak maka melakukan segala kegiatan dengan permainan adalah hal yang baik, jangan sampai anak-anak merasa tertekan melakukan kegiatan.

Secara mental anak-anak disiapkan untuk berani menghadap dan meminta ijin kepada orang lain sebelum melakukan kegiatan yaitu yahnda dan bunda sebagai pemilik warung. Mereka juga melaksanankan kegiatan secara beregu sehingga hasil atau penilaian yang didapat adalah milik regu/kelompok sebagai bentuk penanaman nilai kerjasama dan gotong royong dalam sebuah kelompok. Salah satu kegiatan yang membuat dan memotivasi kegiatan semakin bersemangat adalah teriakan yell dari masing-masing barung yang masing-masing merupakan karya mereka mengenai sekolah dan barung mereka disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan.

Dalam membawakan yell masing-masing barung penuh semangat dengan teriakan keras disertai dengan berbagai atraksi kreasi barung masing-masing, semakin banyak variasi gerakan dan teriakan semangat akan semakin baik. Kegiatan ini menanamkan nilai untuk selalu bersemangat melaksanakan kegiatan apapun selama pesta siaga, dan dalam kegiatan tersebut harus menjunjung dan menjaga nama baik sekolah serta berupaya mengharumkan sekolah dengan prestasi yang terbaik dalam berbagai bidang.

Perjuangan anak-anak tersebut patut kita acungi jempol karena melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dalam situasi terik matahari bahkan hujan tanpa menggunakan peneduh karena setiap warung atau pos terletak di tengah lapangan, dalam situasi tersebut tak jarang mereka harus cukup lama saat menunggu giliran maju karena biasanya untuk warung-warung tertentu selalu penuh oleh antrian sehingga harus menunggu antrian yang kadang sampai harus menunggu urutan ke sepuluh untuk bisa melaksanakan salah satu kegiatan, hal ini karena dalam satu kegiatan pesta siaga masing-masing kegiatan hanya menyediakan satu warung, dalam kegiatan tersebut peserta siaga dilatih untuk selalu sabar dan tekun serta tidak mudah putus asa untuk mencapai suatu hal dan pantang mundur sebelum terlaksana.

Suasana nampak menegangkan dirasakan oleh para pembina setiap kali menyertai para siaga melaksanakan setiap kegiatan dan tantangan, hati serasa berdebar setiap kali siaga menjawab berbagai pertanyaan dari berbagai bidang. Ketika saat tiba melempar bola ke dalam keranjang, para pembina berteriak histeris setiap kali menyaksikan bola yang sudah menyentuh keranjang tetapi hanya mengitari lingkarannya saja dan tetap tak mau masuk dalam keranjang. Ada juga ketika salah satu siaga melempar bola hampir masuk keranjang tetapi selalu memantul kembali ke arah pelempar hingga para pembina seakan ingin menangkap bolanya dan mengarahkannya ke keranjang.

Suasana seakan terdiam dan bisu setiap kali mendapati anak yang selama latihan bisa menjawab semua pertanyaan tetapi ternyata grogi sehingga menjawab berbalik-balik atau bingung dan salah. Para pembina terdiam tak dapat mengatakan apapun karena kwatir sang anak tersinggung lalu menangis atau mogok tak mau melakukan kegiatan selanjutnya. Banyak lagi serba-serbi siaga yang mengharubiru karena begitu sampai di lokasi peserta ada yang kelihatan sudah drop karena perjalanan yang cukup jauh dan kondisi panas dan atau udara yang kurang cocok.

Salah satu kegiatan yang menjadi hiburan adalah warung seni dan budaya dimana bisa menikmati hiburan dari rekan-rekan sesama siaga yang menampilkan berbagai pentas lagu daerah dengan berbagai kreatifitas. Wajah-wajah siaga yang masih imut dan lugu semakin lucu dalam balutan berbagai kreasi pakaian daerah sesuai dengan lagu yang dibawakan. Meskipun gerakan mereka tak sebagus dancer profesional, tetapi semangat dan busana yang mereka kenakan membuat setiap gerakan menjadi suguhan dengan pesona yang unik.

Warung alat musik perangkat gamelan mengenalkan siaga kepada sejumlah alat musik khususnya Jawa Tengah, misalnya gong, gamelan, kenong, gambang, suling, gendang dan lain sebagainya sebagai bentuk cinta budaya bangsa sendiri. Merupakan kegiatan yang tak bisa ditinggalkan dalam kegiatan siaga adalah mengenal sejauhmana siaga mengenal seluruh tanda kecakapan pramuka siaga, diantaranya adalah: tanda pelantikan, tanda barung, tanda lokasi daerah, TKU siaga bantu, tanda pandu dunia dan lain sebagainya, hal ini sangat penting bagi seluruh peserta pramuka, jangan sampai memakai atribut pramuka tanpa tahu nama dan maknanya.

Pesta siaga benar-benar dijadikan sebagai ajang bergembiranya pramuka siaga, namun tak lupa didalam kegembiraan tersebut untuk menanamkan nilai-nilai pembelajaran sejak dini melalui permainan yang edukatif, kompetitif, atraktif. (Kontak person: 085869266188. Email : roosmilarsih74@gmail.com)

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Dasar (SD). Tags: , .

Pentingnya Peningkatan Kemampuan Berpikir Peserta Didik UN 2016 antara K-13 dan K-6


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: