Keluarga Sumber Inspirasi, Kekuatan, dan Motivator

15 Maret, 2016 at 12:00 am

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Inspirasi akan muncul dikala hati tenang, nyaman, tentram, dan lingkungan keluarga yang memberi motivasi untuk berkarya dalam berbagai hal bidang pekerjaan. Seseorang yang pekerjaannya harus menuangkan ide misalnya penulis takkan bisa berkarya jika situasi keluarganya selalu ribut, menuntut berbagai hal baik dari sisi pribadi maupun sisi material yang harus dipenuhi karena setiap saat harus memutar otak bagaimana caranya memenuhi tuntutan keluarganya tersebut. Dalam situasi yang tak nyaman tersebut tidak akan mungkin tercipta ketenangan yang bisa memungkinkan seseorang dapat berkarya.

Tidak akan mungkin seseorang dapat berkonsentrasi dalam menyelesaikan segala macam administrasi secara detail jika situasi keluarganya tidak menciptakan kondisi yang memungkinkan seseorang untuk tekun meneliti, mencermati, berbagai hal. Biasanya keluarga yang tak harmonis selalu mengangggu, dengan berbagai hal kecil sampai besar atau tidak bisa membedakan mana urusan keluarga yang harus di selesaikan di rumah atau pekerjaan yang harus dibahas pada jam kerja, misalnya dengan selalu menelpon atau sms meminta kejelasan tentang berbagai masalah yang terjadi di rumah sehingga mengganggu konsentrasi bekerja.

Tak bisa dipungkiri awal penyebab dari penyelewengan seseorang dalam pekerjaannya adalah keluarga yang menciptakan kondisi buruk tersebut, namun banyak seseorang yang sukses berawal dari keluarga yang selalu mensuport walaupun tidak dengan materi berlimpah tetapi dengan menciptakan kondisi yang baik dan memberi kenyamanan bekerja, karena keluarga yang memberi dukungan akan menyelesaikan masalah apapun di rumah dengan cara yang kekeluargaan dan musyawarah sehingga beban masalah tidak terbawa ke tempat kerja yang dapat membuat kondisi menjadi tidak terfokus menangani berbagai pekerjaan.

Siapapun orangnya tentu ingin menyelesaikan masalahnya secepatnya dengan hasil yang baik untuk semua orang, di tempat kerja tersebut seseorang akan menerima banyak masukan dari berbagai sumber mengenai berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan manusia, karena semakin banyak bertemu dengan orang lain seseorang akan menjadi tahu kalau masalah tak hanya dia yang menghadapi tapi semua orang punya masalah yang berbeda-beda dengan penanganan yang berbeda-beda pula sesuai dengan kondisi dan situasi yang bersangkutan, masukan dari lingkungan kerja tersebut bisa menjadi pertimbangan dalam memutuskan berbagai persoalan.

Menjadi sosok yang sukses dalam keluarga dan dalam pekerjaan memang tak semudah membalikan tangan karena banyak tantangan baik besar maupun kecil yang selalu menjadi rintangan. Tak satu dua orang yang akhirnya harus menyaksikan keluarganya terlilit sejumlah masalah baik yang dialami oleh orang tuanya maupun menimpa anak-anak mereka, sejahat-jahatnya seseorang tentu tak ingin apapun menimpa keluarganya apalagi terhadap anak-anak yang sangat dicintainya. Kenakalan anak adalah tanggung jawab orangtua yang mau tidak mau harus dihadapi dan diselesaikan dengan cara yang sebaik-baiknya.

Sebagai orangtua dalam hal ini kesabaran dan tanggungjawab orangtua diuji karena dalam keluarga tentu sudah ditanamkan benih-benih pendidikan yang terbaik sejak masih dalam kandungan, agar anak-anaknya menjadi anak yang berguna setidaknya bagi dirinya sendiri. Kadangkala apa yang diharapkan menemui banyak sandungan, walaupun kenakalan yang dilakukan anak masih dalam taraf wajar misalnya tidak mau belajar dan ketahuan bolos sekolah, tetapi alangkah kecewanya kita tatkala mengetahui semua itu.

Kepercayaan yang kita berikan satu demi satu seperti lebur oleh nila setitik yang dia lakukan, harga diri sebagai orangtua yang ingin dihormati dan dibanggakan dengan prestasi yang dicapai anak serasa terkoyak, satu demi satu kekecewaan tersebut bertambah dengan kenakalan berikutnya yang semakin membuat kita seperti tak pernah dihormati jerih payahnya, tak dihargai segala tutur kata yang setiap hari mengalir bagai beribu-ribu galon air dari mulut kita, merasa direndahkan martabatnya dimata anak sendiri padahal orang lain begitu menghormati kita.

Pada saat itu kita lupa anak adalah suatu amanah yang memang harus kita luruskan apa yang menjadi kesalahanya, apa yang memang belum diketahuinya sehingga ia melanggarnya, apa-apa yang belum pernah dialaminya sehingga ia tidak tahu efek buruknya bagi dia, keluarga dan masa depannya. Mereka hanyalah anak-anak yang masih polos yang belum mengetahui segala resikoatas apa yang dilakukannya. Yang akan terjadi Yang ada saat itu hanyalah rasa amarah karena kita kecewa atas apa yang dilakukannya, memakinya karena dia tidak berguna, telah membuat noda hitam pada keluarga dan segudang sumpah serapah seakan dia bukan anak kita.

Seiring berjalannya waktu satu demi satu permasalahan yang muncul dapat kita atasi, dan saat kita melihat anak kita suatu ketika dapat bertanggungjawab meski sekecil apapun pada saat itulah kita tahu bahwa anak kita telah belajar dari pengalamannya dan kita telah belajar menjaga amanah dan belajar bertanggungjawab dari kejadian demi kejadian. Dari keluargalah sumber kekuatan dikala banyak masalah di luar sana, di keluarga tempat mendinginkan segala persoalan yang memanas terjadi di segala pergaulan di lingkungan sosial kita.

Saran dan pertimbangan dari pasangan hidup kita adalah solusi terbaik, karena segala resiko yang akan terjadi adalah keluarga yang akan ikut menanggung baik atau buruk, jadi pasangan hidup kita adalah orang terdekat yang akan menanggung segalanya, mengetahui sejak awal adanya setiap persoalan mengenai berbagai hal yang terjadi terhadap diri kita dan anggota keluarga adalah solusi dan pencegahan yang terbaik dari segala masalah agar tidak berkelanjutan ke arah yang mengkwatirkan. Sebagai contoh persoalan adanya gangguan terhadap pasangan hidup kita tidak akan berlarut-larut dan menjadi berkepanjangan jika kita mengkonsultasikannya sejak awal, tetapi sebaliknya jika kita mengkonfirmasi setelah adanya kejadian demi kejadian maka kepercayaan yang kita titipkan pada pasangan hidup kita sudah mulai pudar dan bisa beresiko jika ada sedikit saja pemicu yang mencoba menghancurkannya.

Motivator yang menjadi mesin pendorong tiada dua adalah keluarga, melihat anak-anak yang terus tumbuh dengan berbagai kebutuhan mereka, membuat kita ingin berpacu dengan waktu untuk bisa menggapai apa yang mereka perlukan agar kita sebagai orangtua dapat membanggakan mereka. Setiap kali kita bisa menyelesaikan satu masalah dalam keluarga kita, bagai sebuah motivator yang mendorong kita untuk terus berkarya memberi yang terbaik untuk masa depan mereka. (Kontak person: 085869266188. Email : roosmilarsih74@gmail.com)

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Dasar (SD). Tags: , .

Anak “Tumbal” Karir Orang Tua Pentingnya Peningkatan Kemampuan Berpikir Peserta Didik


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: