Demografi dan Pendidikan Sebagai Bonus Kunci Sukses MEA

6 Maret, 2016 at 12:00 am

Wawan SarudiOleh Wawan Sarudi MPd
Guru SMP Negeri 3 Wates, Kabupaten Kediri, Jatim

Sejak 31 Desember 2015 kemarin resmi berlaku efektifnya ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupakan kerja sama sebuah komunitas regional yang dirumusakan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-9 pada 2003 di Bali. Ketika itu, para pemimpin ASEAN menyepakati Bali Concord II yang memuat tiga pilar untuk mencapai visi ASEAN 2020 yaitu ekonomi, sosial-budaya, dan politik-keamanan. Adapun tujuan MEA adalah ingin menghilangkan secara signifikan hambatan-hambatan kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut dengan diimplementasikan melalui 4 pilar utama, yaitu

• ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and production base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas

• ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (competitive economic region), dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce;

• ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (equitable economic development) dengan elemen pengembangan usaha kecil dan menengah, dan prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara CMLV (Cambodia, Myanmar, Laos, dan Vietnam); dan

• ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global (integration into the global economy) dengan elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

Agar Indonesia mampu bersaing dalam pelaksanaan MEA ini tentunya harus mempersiapkan dengan baik terutama melalui pendidikan kita. Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam dan mempunyai penduduk yang besar di kawasan ASEAN ini, untuk mampu bersaing dalam MEA tentunya harus dipersiapkan juga mutu SDM yang berkualitas, peningkatan kualitas SDM ini bisa dilakukan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menciptakan generasi hebat di era MEA
Dalam era MEA ini agar masyarakat Indonesia tidak hanya sekedar penonton dan hanya menjadi target pasar saja, pendidikan kita harus menciptakan SDM yang unggul dan mampu bersaing dalam kancah MEA. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan kita dengan memperbaiki kurikulum nasional yang berbasis internasional dan berwawasan global, peningkatan mutu guru, perbaikan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan, serta pemerataan kualitas pendidikan Indonesia yang setara di seluruh negara ini guna menciptakan lulusan siswa yang mampu membaur, setara dan berdaya saing di ranah internasional dengan membekali ketrampilan, pengetahuan yang luas melalui budaya literasi dan membentuk karakter serta budi pekerti yang mulia, kreatif dan berjiwa wirausaha. Sehingga tercipta lulusan-lulusan yang berdaya saing dan trampil di kancah internasional

Bonus Demografi Untung atau Buntung
Bonus Demografi adalah bonus yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya. Saat ini Indonesia mengalami bonus demografi ini dikarenakan proses transisi demografi yg berkembang sejak beberapa tahun yg lalu yang dipercepat dengan keberhasilan program KB menurunkan tingkat fertilitas dan meningkatnya kualitas kesehatan serta suksesnya program-program pembangunan lainnya (BKKBN, 2013).

Bonus demografi ini apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadi sebuah bumerang bagi Indonesia. Jumlah penduduk yang besar bisa pula menjadi sebuah beban yang besar, namun apabila dipersiapkan dengan baik akan menjadi modal bangsa ini dalam menjalankan MEA. Jangan sampai bonus demografi ini hanya dijadikan target pasar dan sumber tenaga murah oleh negara lain, tapi harus menjadi pelaku, produsen barang, jasa maupun industri kreatif yang berdaya saing tinggi.

BRICS adalah akronim dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan lima negara yang pertumbuhan ekonominya pesat, negara-negara terebut adalah negara yang mampu mengelola bonus demografinya sebagai modal dalam pengembangan perekonomian di negara tersebut.

Indonesia juga mampu bersaing dan mampu menjadi negara dengan perekonomian yang kuat seperti negara-negara tersebut, saat ini Indonesia menempati urutan ke 19 dalam PDB nya dan di prediksi akan menempati urutan ke 7 pada tahun 2050 menurut https://id.wikipedia.org/wiki/BRICS.

Pertumbuhan kesejahteraan tersebut bisa tercapai apabila proses pendidikan kita saat ini mempersiapkan generasi-generasi yang berkualitas sebagai pelaku ekonomi global di masa mendatang, selain itu penguatan daya saing ekonomi, penggunaan produk dalam negeri, penguatan sektor UMKM, perbaikan insfraktuktur dan reformasi kelembagaan pemerintah juga sangat mendukung keberhasilan Indonesia dalam menjalankan MEA. Selamat menjalankan MEA. Ayo kerja dan kita bisa. (Kontak person: 085854426615. Email: infokediri@ymail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tags: , .

Guru Honorer Butuh Regulasi Keberpihakan Nasib Anak “Tumbal” Karir Orang Tua


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: