Sinergi Pendidikan SMK dengan Dunia Usaha

17 Februari, 2016 at 12:00 am

Joko Priyono SOleh Joko Priyono S SE SPd
Guru, mantan Kepala Sekolah SMK Putra Bangsa, Magelang, Jateng.

Pengembangan pendidikan menengah kejuruan yang membangun manusia yang berjiwa kreatif, inovatif, sportif dan wirausaha; Dalam mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif (PEK) yakni pengembangan kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk menumbuhkan hal tersebut perlu dirumuskan kebijakan pengintergrasian aspek yang menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, sportif dan wirausaha dalam metodologi pendidikan.
Lulusan Pendidikan Kejuruan diharapkan mempunyai 5 elemen kompetensi yang sesuai kebutuhan Pemangku Kepentingan :

• Kebutuhan masyarakat (societal needs)

• Kebutuhan dunia kerja (industrial needs)

• Kebutuhan profesional (professional needs)

• Kebutuhan generasi masa depan ( vision)

• Kebutuhan ilmu pengetahuan (scientific)

Kenyataan dilapangan masih ditemukan tidak sedikit lulusan smk yang masih belum mendapatkan pekerjaan (menganggur), kalaupun mendapat pekerjaan apa semua mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki atau hanya sekian persen yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki siswa. Masalah pengangguran bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dunia pendidikan semata, tetapi “keberuntungan” (nasib baik) juga menjadi salah satu faktor disamping kesempatan yang tersedia didunia usaha serta sikap dan dukungan masyarakat terhadap etos kerja.

Pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha; Kontribusi dunia usaha dan dunia industri dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan masih rendah. Hal ini diakibatkan karena belum adanya pola kemitraan pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta organisasi masyarakat. Sementara itu, pendidikan tidak dapat berdiri sendiri lepas dari keterkaitannya dengan dunia usaha dan dunia industri, baik proses pendidikannya, pendidiknya, dan maupun peserta didiknya.

Berbicara kemitraan dunia dunia usahadan dunia pendidikan sebenarnya selama ini sudah berlangsung, tetapi hasil yang didapat belumlah sesuai yang diharapkan baik oleh siswa maupun oleh dunia usaha mengapa demikian?

Jawabannya
a) mungkin disebabkan tidak dirasakannya suatu kebutuhan atau kepentingan masing – masing pihak, sehingga tidak adanya titik temu kepentingan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

b) tidak jelasnya apa yang dikehendaki dunia pendidikan mengirim siswa ke dunia industry, sehingga praktek kerja tanpa memperoleh target manfaat seperti yang diharapkan.

c) belum adanya kata sepakat antara dunia usahadan dunia pendidikan dalam menyikapi lulusan SMK “ lulusan siap pakai” menurut siapa ? karena dunia usaha juga beragam yang mempunyai standart masing masing yang berbeda. Lulusan smk “telah disiapkan” kenyataan mutu pendidikan sekolah belumlah sama (beragam)

Barangkat dari sanalah perlu adanya kesepemahaman standar kompetensi siswa dengan komptensi yang dikenhendaki oleh dunia usaha, artinya pelatihan di dunia pendidikan bisa nyambung dengan pelatihan dunia usaha dengan demikian diharapkan kwalitas sumber daya manusia meningkat.

Dalam hal ini dunia usaha membutuhkan informasi tentang sistim pendidikan dan pembelajaran di sekolah dengan tujuan untuk menentukan tahapan tahapan yang tepat sehingga diperoleh target manfaat bagi siswa, sekolah sekaligus bagi dunia usaha, untuk itu diperlukan pendekatan dalam rangka mengetahui kebutuhan masing – masing yang diharapkan menguntungkan bersama tentunya.

Dari tujuan bersama tersebut sebagai pemersatu kepentingan guna meningkatkan Mutu Pendidikan anak didik kita, diharapkan kedua pihak dapat mewujudkan suatu karya bersama yang berguna bagi sesama.

Berbicara tentang kurikulum, kurikulum SMK masih kurang berorientasi pada pembentukan kreativitas dan kewirausahaan pada anak didik, masih lemahnya pengetahuan ekonomi kreatif antar penyelenggara pendidikan belum lagi sarana prasarana yang mendukung penciptaan insan kreatif dalam rangka pengembangan eknomi kreatif.

Untuk mengatasi hal itu perlu dilakukan beberapa kebijakan yang antara lain adalah sebagai berikut:

• Pembentukan sistem yang mengatur kemitraan sinergis dengan dunia usaha dan dunia industri untuk peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

• Optimisasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bidang pendidikan.

• Pembentukan sistem yang mengatur kemitraan sinergis dengan organisasi kemasyarakatan.

• Membangun mekanisme kemitraan antara Direktorat Pembinaan SMK dan SMK dengan pelaku usaha untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan berkualitas.

• Mendorong pihak swasta untuk membangun lembaga pendidikan dan pelatihan khususnya yang terkait dengan kebutuhan SDM.

• Pemanfaatan potensi yang ada di masyarakat, dunia usaha dan dunia industri untuk peningkatan kualitas pendidikan.

• Optimalisasi utilitas SMK diluar jam belajar mengajar untuk pemberdayaan masyarakat sekitar SMK.
(Kontak person: 081578893049. Email: omjk25@yahoo.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Pendidikan Bermutu dan Politik Pendidikan Politisasi Pemilihan Rektor


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: