Pelayanan Prima

16 Januari, 2016 at 12:00 am

SuwardiOleh Suwardi SPd
Guru SMK Negeri 1 Plupuh, Kabupaten Sragen, Jateng

Sekolah adalah tempat pendidikan dimana setiap saat, setiap waktu akan selalu berhadapan dengan siswa, baik dalam proses belajar maupun dalam lingkungan sekolah, sehingga siapapun, kapanpun, dimanapun antara siswa dan guru akan terjadi komonikasi. Pasti pernah ada siswa yang bertanya kepada guru,baik diruang guru, diruang perpustakaan, dihalaman atau dalam proses pembelajaran di dalam kelas.

Kadang-kadang pertanyaan juga tidak ada kaitanya dengan materi ajar dan hanya sebatas komonikasi dan tegur sapa saja seperti selamat pagi pak? Mau cari pak bakri ada pak? Atau mungkin ada pertanyaan siswa yang ada kaitanya dalam proses pembelajaran dikelas, pada waktu guru memberi materi ajar kepada siswa seperti ada siswa yang langsung menemui guru dan berkata pak kemarin saya gak masuk sekolah karena sakit dan saya belum ikut ulangan, lalu siswa bertanya apa ada ulangan susulan pak?

Dengan adanya berbagai pertanyaan siswa yang diajukan kepada guru dalam situasi yang berbeda-beda,maka guru harus hati-hati dalam menjawab pertanyaan siswa, jangan sampai mejawab pertanyaan siswa dengan jawaban yang tidak menyenangkan seperti kamu kan punya mata, ya dilihat sendiri pak bakri, ada tidak di kantor, atau dengan jawaban salah kamu sendiri tidak masuk sekolah, sehingga siswa kecewa, jengkel, tidak puas dengan jawapan guru yang kurang menyenangkan, bahkan siswa menjadi dendam atas jawaban guru yang kurang baik, maka guru harus bisa menjawab secara profesional sebagai seorang pendidik melalui pelayanan maksimal.

Guru harus proaktif melayani siswa. Menurut Prof Dr M Furqon Hidayatullah MPd (2011. hlm 11) “ Pelayanan maksimal yaitu kemampuan guru untuk membantu atau melayani atau memenuhi kebutuhan peserta didik agar potensi dapat diperdayakan secara maksimal “ . Guru harus bisa memberikan pelayanan maksimal kepada siapapun terutama kepada siswanya, selalu proaktif dalam memberikan pelayanan terhadap siswanya.

Bagian dari tugas guru adalah memfasilitasi siswa yang biasa disebut dengan guru sebagai fasilitator yang pada hakikatya memfasilitasi sebagai perwujudan bentuk pelayanan guru kepada siswanya (guru sebagai pelayan).

Pelayanan dapat dilakukan seorang guru secara maksimal jika guru memiliki kepedulian yang tinggi kepada kehidupan siswanya, sehingga pelayanan terletak pada bagaimana guru mampu mempermudah dan memperlancar siswa agar belajar secara aktif, dengan kata lain pelayanan guru diarahkan kepada “ student centered “ yaitu berpusat pada siswa bukan “ teacher centered “ yang artinya berpusat pada guru.

Contoh
Salah satu pertanyaan diatas yang kaitanya dengan proses pembelajaran, ada siswa menemui seorang guru dan berkata pak kemarin saya tidak masuk sekolah karena sakit, saya belum ikut ulangan, apa ada ulangan susulan pak? Kemudian guru menjawab kamu belum ikut ulangan tidak apa-apa nak, yang penting kamu harus sehat dulu, nanti kalau kamu sudah sehat boleh ikut ulangan bersama dengan teman-teman kelas lain, karena juga ada beberapa siswa dari kelas lain yang belum ikut ulangan, supaya tidak mengganggu pelajaran yang lain, maka ulangan susulan kami adakan hari senin yang akan datang, 45 menit sebelum bel sekolah dibunyikan tanda masuk pelajaran jam pertama, atau pada jam 06,15 WIB.

Dengan demikian, dari contoh diatas dapat kita simpulkan bahwa pertanyaan tentang kesulitan siswa dalam belajar, kesulitan siswa dapat teratasi dengan baik, dan siswa juga merasa puas terhadap jawaban guru dari kesuliatan siswa yang dialami, yang pada akhirnya guru adalah sebagai pelayan siswa. Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang guru agar dalam pelayanan bisa maksimal antara lain:

1. Kepuasan
Kepuasan yaitu dalam memberi palayanan kepada siswa diharapkan dapat membantu menyelesaikan kesulitan yang dihadapi siswa, sehingga siswa selalu marasa senang, puas dan terdorong niat untuk proaktif belajar.

2. Tanggap
Guru harus tanggap terhadap perkembangan siswa belajar, mengenai situasi kondisi maupun materi yang dipelajari siswa, sihingga guru dalam membantu kesulitan siswa segera teratasi dengan baik.

3. Pelayaan Cepat
Pelayanan yang cepat sangat berarti dan berguna bagi siswa, sehingga siswa tidak akan merasa tertekan, terbebani selama belajar, justru siswa merasa semangat belajar untuk menyelesaikan tugas-tugasnya yang diberikan oleh guru.

Misalnya guru mendampingi siswa lomba mengarang antar pelajar tingkat SLTA, maka guru harus cepat mempersiapkan berbagai kesulitan yang mungkin terjadi pada siswa mulai pralomba sampai pada keberangkatan siswa seperti syarat-syarat lomba, kebutuhan lomba maupun materi yang dilombakan.

Dengan prinsip membantu mengembangkan potensi siswa agar dapat berkembang dan tersalurkan tanpa terbebani dengan tugas belajar yang diberikan guru, dalam pelaksanaan lomba siswa juga menjadi senang merasa semangat percaya diri bahwa pada saat lomba mampu mengatasi segala kesulitan yang dihadapi. (Kontak person: 081327227789. Email: suwardi7789@gmail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Implementasi Kurikulum Nasional Menggunakan Metode OSOQuW untuk Meningkatkan Ketrampilan Bertanya Siswa


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: