Modifikasi Media Belajar Lompat Jauh

10 Januari, 2016 at 12:00 am

SuwardiOleh Suwardi SPd
Guru SMK Negeri 1 Plupuh, Kabupaten Sragen, Jateng

Banyak sekolah yang tidak memiliki sarana dan prasaranan kurang memadai dalam mengajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dalam kegiatan pembelajaran baik kualitas maupun kuantitas. Sarana, prasarana dan media pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan proses belajar mengajar.

Kurangnya sarana dan prasarana dan media pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang dimiliki oleh sekolah, menutut guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan agar kreatif, berfikir dan menciptakan sesuatu yang baik dan bermanfaat, yaitu melalui merancang perlengkapan, peralatan dan media pembelajaran sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada sekolahnya.

Modiffikasi sarana pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan oleh guru agar semua peserta didik baik yang berbakat atau tidak, yang suka atau yang tidak suka terhadap materi ajar tertentu, sehingga siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan penuh antosias dan senang. Menurut Lutan (1988, hlm 20) “ Tujuan melakukan modifikasi dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah siswa memiliki kepuasan dalam mengikuti pelajaran, meningkatkan kemungkinan keberhasilandalam berpartisipasi, siswa dapat melakukan pola gerak secara benar “

Guru yang kreatif memiliki kemampuan, ketrampilan, ide-ide dalam merancang atau menciptakan sarana dan media pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang baru secara inovatif yaitu memodifikasi sarana dan media yang sudah ada tetapi disajikan dengan cara yang lebih menarik, sehingga dalam proses belajar dapat diterapkan pada siswa yang lebih aktif, berpartisipasi secara senang dan puas setelah mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

Dengan modifikasi sarana dan prasarana media Pembelajaran pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan tidak akan mengurangi aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran, justru sebaliknya peserta didik merasa difasilitasi untuk dapat lebih banyak bergerak dan mencoba berbagai modifikasi yang dirancang oleh guru, sehingga peserta didik akan gembira tanpa ada paksaan dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan meskipun materi yang diajarkan guru adalah materi lompat jauh.Modifikasi menurut Dr. Agus Kristiyanto, M.pd. ( hlm 20) “ Adanya keterbatasan sarana dan prasaranaPendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang baku atau standard yang dimilki oleh disekolah-sekolah menjadi kendala yang serius dalam pelaksanaan pembelajaran “ .

Dalam pendekatan modifikasi, maka diupayakan agar meteri ajar yang tersaji dalam kurikulum yang ada dapat dilaksanakan dengan tahapan sesuai pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik kognitif, afekti maupun psikimotor, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan intensif.

Kurikulum Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diajarkan pada siswa SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan tinggi sesuai dengan jurusanya sesuai dengan pertumbuhan dan pekembanganya., Maka bagi seorang Guru atau Dosen wajib menyampaikan materi pembelajaran Pendidikan Jasmani Olhraga dan Kesehatan kepada siswanya.

Materi lompat jauh masuk dalam kurukulum pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dengan pokok bahasan Cabang Atletik.Adapun materi lompat jauh menurut Sodikin Chandra (2014, hlm 66-68) “ ketrampilan gerak lompat jauh meliputi teknik awalan, Teknik tumpuan, Teknik melayang, Teknik pendaratan “ . Sehubungan dengan materi tersebut, maka seorang guru harus bisa menciptakan dan mengembangkan pembelajaran lompat jauh sekaligus memberi motivasi kepada siswa agar pembelajaran lompat jauh tetap berjalan dengan baik dan kondosif, Meskipun dalam berbagai keterbatasan yang sangat sederhana.

Dengan terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, maka ada beberapa modifikasi yang bisa diambil oleh seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan agar pembelajaran lompat jauh dapat berjalan dengan baik dan lancar dengan tujuan agar siswabisa langsung praktek lompat jauh serta siswa mengetahui dan memahami meskipun tidak memiliki lapangan lompat jauh. Adapun beberapa perlengkapan yang bisa dimodifikasi antara lain:

1. Lapangan
Lapangan lompat jauh tidak perlu menggunakan lapangan lompat jauh yang standard untuk perlombaan, tetapi bisa dimodifikasi dengan menggunakan tempat yang datar dan aman seperti gedung pertemuan wali murid, diteras, dihalaman sekolah atau tempat parkir yang kosong.

2. Teknik awalan dan tumpuan dengan menggunakan bilah.
Teknik awalan lompat jauh yaitu teknik berlari kedepan dengan langkah yang stabil tanpa merubah panjang atau pendeknya langkah (ajeg) dengan jarak awalan antara 30 -40 meter, kemudian 10m mendekati balok tumpuan langkah dipercepat yang secepat-cepatnya. Dari materi awalan dan tumpuan ini bisa dimodifikasi dengan awalan10 meter menggunakan alat bantu bilah yang berukuran panjang bilah=1m dan lebar bilah =5cm, Kemudian ditata dengan lurus jarak antar bilah 1m selabar orang melangkah, setelah langkah yang terakhir langsung meloncat dengan sikap jongkok melayang diudara.

3. Teknik melayang dengan menggunakan kardus bekas.
Teknik melayang yaitu dari hasil usaha loncatan yang setinggi-tingginya kedepan, Kedua lutut ditekuk posisi melayang, badan condong kedepan, kedua tangan membantu ayunan tubuh kdepan. Teknik ini bisa dimodifikasi dengan berusaha melewati kardus bekas yang telah dipasang dibawahnya . Kardus yang dipasang dibawahnya bisa satu atau dua kardus. Banyak kardus bekas yang bisa digunakan dan mudah mencarinya seperti kardus bekas minuman aqua gelas atau kardus bekas untum bungkus supermi.

4. Tempat mendarat dengan menggunakan matras senam lantai
Teknik mendarat yaitu teknik mendarat dengan kedua kaki bersama-sama dengan cara mengepir, kedua lutut ditekuk, kedua tangan dan pandangan lurus kedepan, sedangkan tempat untuk mendarat ini tidak harus menggunakan pasir yang banyak, tetapi bisa dimodifikasi dengan menggunakan matras yang dipakai untuk lompat tinggi atau senam lantai. karena matras ini terbuat dari busa yang lunak dan empuk sehingga kedua kaki bila mendarat tetap aman dan tidak menimbulkan cedera.

Penilaian
Dari modifikasi tersebut diatas prisnsipnya materi lompat jauh bisa diserap oleh siswa, proses pembelajaran berjalan dengan baik dan siwa juga senang terhadap pembelajaran yang dimodifikasi. Penilaian yang bisa dilakukan guru antara lain melalui pengamatan terhadap siswa, kesungguhan, mengetahui dan memahami materi lompat jauh yaitu teknik awalan, teknik tumpuan, teknik melayang dan teknik pendaratan. (Kontak person: 081327227789. Email: suwardi 7789@gmail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Guru dan Pendidikan Indonesia di Abad 21 Daya Saing Pendidikan


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: