Profesionalitas Guru

7 Januari, 2016 at 12:00 am

SuwardiOleh Suwardi SPd
Guru SMK Negeri 1 Plupuh, Kabupaten Sragen, Jateng.

Berbagai problem yang dihadapi bagi seorang guru atau pendidik disetiap waktu selalu berbeda-beda. Mungkin ada seorang guru menenemukan atau melihat ketika dalam proses pembelajaran. Ada anak yang terlambat masuk kelas, malas belajar, anak sering tidur dikelas. Tidak mendengarkandan memperhatikan materi yang dijelaskan guru, Itulah bagian dari problem yang dihadapi oleh seorang guru. Padahal harapan guru dengan suara yang keras menjelaskan materi yang disampaikan agar anak bisa menyerap ilmu yang telah diajarkan kepada siswanya.

Setelah anak ditanya kenapa kamu terlambat masuk kelas? Kenapa kamu malas belajar? Kenapa kamu tidur? Kenapa kamu tidak memperhatikan dan mendengarkan? Kemudian setelah mengetahui jawaban dari siswanya dengan terang-terangan dan santainya menjawab dengan berbagai alasan karena ini, karena itu, yang tidak masuk akal. Lalu apakah guru setelah mendengar jawaban dari siswanya tadi kemudian guru menjadi jengkel, dan marah? Kemudian memberikan hukuman, dikeluarkan dari kelas, atau mungkin guru langsung melontari dengan kata-kata mencaci maki.

Berdasarkan Pasal 1 Undang-undang Guru dan Dosen Tahun 2005 yang dimaksud guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, ,membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, pendidikan menengah. Sedangkan pasal 19 ayat 1 PP No 19 / 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, Inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pesera didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Untuk mensikapi masalah tersebut diatas, bagaimana agar guru memiliki kinerja yang profesional tetapi dilandasi dengan jiwa yang penuh pengabdian? Menurut Prof Dr M Furqon Hidayatullah (2011, hlm 2) dikatakan bahwa “ profil seorang kinerja guru dalam mendidik harus mampu menanamkan motivasi internal, performance (kinerja ) guru mampu memberikan keyakinan kepada murid untuk sukses, mampu memberikan Inspirasi dalam memberdayakan potensi murid“.

Profil Seorang Guru
Profil seorang pendidik atau guru juga mempunyai peran penting dalam pendidikan profesional terhadap siswa seperti mampu menanamkan motivasi internal yaitu mampu menanamkan kepercayaan kepada siswanya dengan keiklasan, kebersihan hati, bredasarkan suara hati. Senantiasa diharap dan ditunggu oleh seorang murid karena adanya keyakinan murid akan kemampuan guru dalam mengajarnya dan inspirasi kepercayaan kepada siswanya.

Profesionalitas guru adalah harus mencintai profesi sebagai guru. Tanpa mencintai maka guru akan sulit untuk membangun komitmen, semangat, dan pengembangan diri, yang pada gilirannya akan sulit untuk bekerja secara sungguh-sungguh. Beberapa upaya yang harus dilakukan oleh guru profesional antara lain:
1. Membangun komitmen
Komitmen didefinisikan sebagai sebuah tekat yang mengikat dan melekat pada seorang pendidik untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Seorang guru harus memiliki komitmen yang tinggi dalam mendidik peserta didiknya agar tercapai sesuai yang diharapkan. Tanpa komitmen yang tinggi sangatlah mustahil seorang guru dapat bekerja dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu komitmen yang tinggi sangatlah penting untuk kualitas pekerjaan sebagai seorang pendidik seperti ketajaman misi, rasa memiliki (sense of belonging), serta bertanggung jawab (sense of responsibility).
Contoh, Antok adalah siswa SMA melihat guru yang datang ke sekolah dengan menggunakan jas mantol karena hujan, padahal tempat tinggalnya cukup jauh dari sekolah tempat mengajar kera-kira 15 km. Kemudian Antok berjanji dan mengajak teman-teman menulis cerpen ditempel di mading sekolah. Dari informasi yang diperoleh Antok dapat menyimpulkan bahwa keteladanan pada seorang guru (digugu dan ditiru).

2. Karakter
Pembentukan karakter merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, sehingga tanpa karakter seorang guru atau pendidik akan mudah melakukan sesuatu yang menyengsarakan siswanya. Oleh karena itu sangat diperlukan membentuk karakter yang mengelola diri dari hal-hal yang negatif. Diharapkan dengan karakter yang terbangun akan mendorong setiap guru atau pendidik utuk mengerjakan tugas dan kewajibanya sesuai dengan suara hati.

Perilaku guru terhadap siswanya juga sangat penting seperti penampilan yang menarik siswanya terutama penampilan wajah yang berseri-seri, tersenyum setiap ketemu dengan siswanya dan pakaian yang selalu rapi, bersih. Berkomonikasi dengan baik kepada siapapun ucapan enak didengar, jelas, menyejukkan, memotivasi dan dalam kontek tertentu berkata tegas. Kenerja sepenuh hati mulai dari pikiran, perasaan, emosi bahkan secara spiritual guru memperlihatkan karyanya dalam melakukan tugasnya. Memberikan pelayanan yang optimal kepada siapapun terutama siswa, guru, dan proaktif pelayanan kepada siswanya.

Dengan demikian lembaga pendidikan, khususnya sekolah dipandang sebagai tempat yang strategis untuk membentuk karakter. Agar peserta didik dalam segala sikap, ucapan dan tingkah lakunya mencerminkan karakter yang baik dan kuat, maka membangun karakter peserta didik diperlukan peran guru atau seorang pendidik yang berkarakter. (Kontak person: 081327227789. Email: suwardi7789@gmail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Tarikan Global Vs Lokal Pendidikan 2016 Anak Difabel di Sekitar Kita


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: