Langkah Preventif Kekerasan Anak di Sekolah

31 Desember, 2015 at 12:00 am

Veny AgustiniOleh Veny Agustini Prianggita MPd
Dosen FKIP Universitas Mathla’ul Anwar Banten (UNMA) Banten

Berdasar pada beberapa data dan informasi, menyatakan masih banyak terjadi kasus kekerasan di sekolah. Baik kekerasan yang terjadi antara siswa dengan siswa lainnya atau guru terhadap siswa.

Rasanya miris memang di negara Indonesia yang menjunjung toleransi, ramah, tolong menolong, tenyata aksi kekerasan masih selalu terjadi. Kekerasan ini terjadi dengan berbagai bentuk, dimulai dengan kekerasan psikologi seperti (mengancam, menghina, mengisolasi), kekerasan bentuk ini masih sering terjadi di sekolah dengan alasan membuat siswa “mikir” yang justru terkadang dengan cara guru menghina siswa seperti untuk hasil kegiatan belajar yang dicapai oleh siswa, karena ada pembanding sehingga guru tidak sadar mengucapkan kalimat bernada menghina seperti “tulisan kamu jelek kaya ceker ayam, temanmu tulisannya bagus”.

Dan masih sering juga ada siswa yang melakukan ancaman kepada temannya dan seperti sudah dianggap hal yang wajar seperti penekanan dalam kalimat “jangan dibilangin ke guru kalau aku ambil pensil kamu, kalau dibilangin awas kamu pulangnya!”.

Sedangkan kekerasan fisik seperti (memukul, menampar, menendang) tidak sebanyak kekerasan psikologis. Tetapi bukan berarti tidak ada, dengan dalih mendisiplinkan siswa terkadang ada beberapa oknum guru yang melakukan tindakan seperti menampar ketika siswa tidak mentaati aturan atau tidak mengerjakan tugas rumah. Dalam beberapa pemberitaan atau bahkan melihat sendiri sering adanya kekerasan yang terjadi diantara siswa seperti tawuran dengan alasan solidaritas.

Kekerasan seksual juga merupakan sebuah fenomena yang sebetulnya telah terjadi sejak lama seperti menelanjangi, menyentuh bagian terlarang, memperkosa. Kekerasan seksual inilah yang kini sedang banyak diperbincangkan bahkan dijadikan suatu kejadian darurat di Indonesia.

Kabar pemberitaan mengenai kekerasan yang dibahas diatas tentunya sering kita lihat dalam berbagai media pemberitaan, tentunya akan menjadi suatu hal yang menyesakkan dada bila itu terjadi disekolah ditempat dimana orang tua menitipkan anak-anaknya untuk dididik menjadi orang yang memiliki pengetahuan dalam kepribadian yang berkarakter.

Karena dengan terjadinya kekerasan pada anak sudah dipastikan akan memberi dampak dan rasa trauma yang mendalam. Seyogyanya kekerasan ini harus kita hentikan dan lakukan tindakan preventif sebagai pencegahan. Karena semakin banyak anak yang mengalami tindakan kekerasan saat ini maka memungkinkan akan semakin jauh lebih banyak kekerasan akan terjadi dimasa yang akan datang.

Setiap orang tua dan guru pastinya tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada anak dan atau anak didiknya. Sehingga diperlukan adanya suatu tindakan preventif untuk mencegahnya. Pertama adalah dengan memanfaatkan forum komunikasi antara guru dan orangtua, baik melalui komunikasi secara langsung dengan metode sharing yang dilaksanakan minimal satu minggu satu kali dengan pembahasan mengenai keunggulan, kelemahan, hambatan, perkembangan dan solusi setiap anak. sehingga orang tua, guru dan sekolah satu suara dalam pendidikan.

Kedua adalah dengan melakukan diskusi panel minimal satu bulan satu kali dengan agenda membahas permasalahan yang terjadi pada anak pada umumnya, baik mengenai minat, bakat, tugas perkembangan yang harus dicapai anak, atau kasus terbaru yang terjadi dilingkungan sekolah dan bagaimana solusi pemecahan terhadap permasalahan yang terjadi. Kegiatan ini dapat dilakukan dan atau bekerjasama dengan dinas terkait atau lembaga pendidikan lain.

Atau yang ketiga adalah dengan memanfaatkan buku penghubung. Sehingga buku penghubung dapat dimaksimalkan dengan baik sebagai jembatan komunikasi antara guru, sekolah dan orangtua. Saya rasa kasus kekerasan dapat diminimalisir dengan adanya komunikasi dan kerjasama yang baik diantara berbagai pihak diantaranya anak, orangtua, lingkungan, media, sekolah dan pemerintah. (Kontak person: 087772684244. Email: venyagustinibaby@gmail.com)

Entry filed under: Artikel Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tags: , .

Pembelajaran Sesuai Perkembangan Anak Penghapusan Pelajaran TIK, Pembodohan IT


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: