Perpustakaan Kreatif

28 Desember, 2015 at 8:49 am

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Perpustakaan, sebuah istilah yang sering disebut-sebut dan sangat familiar, apalagi bagi sebagian orang-orang yang berkecimpumg di dunia pendidikan.

Istilah perpustakaan sudah tak asing lagi, lalu muncul sebuah istilah yang sering kita dengar mengenai perpustakaan kreatif, selama ini yang banyak kita lihat adalah sebuah tempat/gedung untuk membaca dimana di dalamnya tersedia buku-buku dengan berbagai macam koleksi dari berbagai ilmu pengetahuan.

Lalu apa maksud dari sebuah perpustakaan bisa dikatakan kreatif? Sebuah pertanyaan yang memang harus dijawab oleh sebuah perpustakaan, pengelola perpustakaan dan pustakawan. Hal tersebut memang menjadi tanggung jawab yang besar bagi sebuah perpustakaan dan segenap pengelola dan pustakawan yang terlibat dimana perpustakaan berada

Lalu siapa saja yang harus terlibat dalam mewujudkan perpustakaan menjadi kreatif? Kapan sebaiknya melakukan kegiatan pelayanan/pengolahan perpustakaan menjadi kreatif? Dimana dan mengapa perpustakaan harus kreatif?

Siapa yang harus mewujudkan perpustakaan menjadi kreatif, mereka adalah pengelola, pengurus, pustakawan yang ada di suatu perpustakaan di instansi, lembaga terkait. Pada suatu lembaga pendidikan pengurus perpustakaan bisa berasal dari guru maupun kepala sekolah, sedangkan pengelola perpustakaan adalah mereka yang memang mengurusi keberadaan perpustakaan mulai dari kepala perpustakaan, bendahara dan staf perpustakaan lainya

Sedangkan pustakawan merupakan orang yang mempunyai keahlian di bidang perpustakaan (menyelesaikan pendidikan kepustakawanan baik D2 untuk tingkat trampil dan S1 untuk pustakawan ahli), sebagaimana UU Perpustakaan Bab 1 Pasal 1 ayat 8 yang berbunyi: Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Kapan sebaiknya mewujudkan perpustakaan menjadi kreatif, agar seluruh kegiatan yang dilakukan tidak berbenturan dengan kegiatan KBM dan kegiatan lainya, karena proses untuk mewujudkan perpustakaan kreatif ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga siap layan dengan tidak mengganggu kegiatan lainya di sekolah.

Jika pembentukan perpustakaan kreatif melibatkan siswa maka dilaksanakan diantara jeda semester atau pada awal tahun ajaran baru dimana siswa belum disibukan oleh KBM, namun untuk kegiatan kreatif yang hanya bisa dilakukan oleh pustakawan/pengelola sebaiknya dialkukan pada waktu pelajaran,sehingga anak-anak tidak menganggu.

Dimana sebaiknya melaksanakan kegiatan perpustakaan kreatif, agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh civitas yang ada bukan sekedar kegiatan yang tak berguna, maka sudah sepantasnyalah semua perpustakaan maupun tempat baca melaksanakan berbagai kegiatan kreatif sesuai kondisi masing-masing, bahkan kegiatan kreatif ini bisa berupa kegiatan di alam misalnya dengan mengenalkan manfaat apotik hidup di sekitar kita.

Mengapa perpustakaan harus kreatif, jawabnya adalah untuk mengundang ketertarikan dari pemustaka untuk senang berkunjung karena ada ketertarikan mengenai pelayanan, koleksi, atau dari sisi dekorasi yang ada di dalam gedung perpustakaan, jika pemustaka sudah merasa tertarik maka dengan sendirinya akan mampu meningkatkan kunjungan.

Sebuah kesibukan di perpustakaan yang membutuhkan penanganan oleh tangan – tangan terampil pustakawan, jika kita bayangkan dari uraian kalimat diatas adalah merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka menciptakan ketertarikan dan rasa penasaran dari pemustaka agar mempunyai keingian yang besar untuk datang berkunjung, kemudian secara perlahan-lahan mulai menyenangi dan mempunyai minat yang besar terhadap koleksi sehingga selanjutnya meningkatkan minat kunjungan dihari-hari selanjutnya.

Rangkaian kegiatan itu tidak dapat dengan mudah dilaksanakan karena membutuhkan dukungan dari segenap pihak di lingkungan lembaga/instansi terkait serta dukungan pendanaan yang merupakan faktor penting, tidak dapat dipungkiri dana menjadi faktor utama setelah adanya ide dan gagasan bagaimana rancangan yang akan dilaksanakan untuk menciptakan dan membentuk pepustakaan yang kreatif.

Banyak hal yang harus di buat kreatif maka akan semakin banyak pula persiapan dan pendanaan untuk mewujudkanya, oleh karena itu sangat perlu adanya dukungan dana yang memang dikhususkan untuk pengembangan perpustakaan, tidak hanya berupa bantuan buku dan gedung.

Banyak hal bisa dilakukan untuk membuat perpustakaan dengan cara yang kreatif, dan mudah, serta mampu menciptakan suasana indah dan menyenangkan. Misalnya dengan mengajak anak-anak untuk turut serta membuat kliping dari koran yang ada di sekolah, melalui cara ini siswa akan merasa senang dilibatkan dalam pembuatanya, ada yang menggunting, ada yang menempelkan gambar, ada yang memilih gambar dan lain sebagainya

Mengenai hasilnya yang kurang rapi atau kurang tepat penempatanya itu adalah kreasi anak yang masih dalam tahap belajar, yang tentu saja tidak boleh disamakan dengan hasil karya para ahli. Yang terpenting disini menanamkan rasa senang kepada perpustakaan dengan cara membuat sesuatu yang sumbernya diambil drai koleksi sehingga mereka pelan-pelan tahu manfaat dari perpustakaan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengajak anak-anak untuk mencari gambar bebas dari berbagai tema untuk ditempelkan di dinding perpustakaan sehingga mengubah suasana menjadi lebih menarik dan membuat mereka bangga karyanya ada di pepustakaan.

Beberapa hal diatas adalah salah satu cara yang bisa dilakukan oleh sebuah perpustakaan yang memiliki sumber dana terbatas, apapun bisa dilakukan agar perpustakaan selalu menarik. Adapun untuk untuk perpustakaan yang mempunyai anggara dana besar banyak hal bisa dilakukan untuk menunjang perpustakaan kreatif. Misalnya dengan cara membeli aneka alat peraga, atau mengadakan berbagai lomba untuk mengajak anak-anak ke perpustakaan.. Semua membutuhkan perencanaan yang matang agar manfaat perpustakaan bisa dimaksimalkan.

Tak habis kreasi manusia untuk selalu menciptakan perpustakaan menjadi tempat yang menarik, dukungan dari berbagai pihak di lingkungan terkait adalah modal utama, baik berupa dukungan moril dam materiil. (Kontak person: 085869266188. Email : roosmilarsih74@gmail.com)

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Dasar (SD). Tags: , .

Tantangan Muslimat NU pada Era Globalisasi Pembelajaran Sesuai Perkembangan Anak


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: