Mari Menulis

19 Desember, 2015 at 12:00 am

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Menuangkan ide dan gagasan adalah pekerjaan dari seorang penulis, yang berati mencurahkan apa yang menjadi pemikiran, ide dan gagasan tentang berbagai hal baik yang masih baru (update)/yang sedang terjadi, berbagai hal lama yang telah terjadi, maupun berbagai pemikiran mengenai kemungkinan yang akan terjadi dimasa yang akan datang, atau berupa ulasan tentang tulisan dari penulis lain.

Bahkan bisa berupa sanggahan terhadap apa yang menjadi ide dari penulis lain, ataupun berupa kritikan dan argumentasi atas apa yang tidak dia setujui atas idenya orang lain yang menurut dia tidak benar, baik berupa gambar, coretan, tulisan kedalam tulisan baik secara elektronik melalui media elektronik maupun secara manual kedalam media kertas, tembok, kayu, kain atau media lain misalnya lontar, papirus, dan lain sebagainya.

Berbagai kendala banyak dialami oleh kita sebagai penulis pemula,diantaranya adalah: ketakutan akan adanya cemoohan dari pihak lain baik redaktur maupun pembaca. Hal tersebut sangat menyurutkan langkah awal seorang penulis. Karena bayangan tersebut putar-putar di kepala, bahkan banyak orang-orang yang sudah mempunyai tulisan banyak tetap belum berani memunculkanya ke media baik ke dalam blog sendiri maupun dikirimkan melalui redaktur media lain, hingga tak jarang hanya menjadi berkas penghias rumah. Hal tersebut tidak mengherankan karena memang dibutuhkan waktu untuk merubah pandangan mengenai kondisi tersebut, secara bertahap dari waktu ke waktu.

Berbagai hal bisa dilakukan untuk mengikis pandangan-pandangan yang dapat menyurutkan langkah untuk menulis yaitu dengan membaca-baca berbagai artikel dari penulis lain, kemudian membandingkanya dengan artikel yang kita buat, melalui cara ini diharapkan diperoleh jawaban dan gambaran dari tulisan sendiri dan orang lain kemudian kita bisa menyimpulkan apakah tulisan kita layak dipublikasikan atau tidak, setelah menimbang melalui karya orang lain,yang telah lebih dahulu dipublikasikan.

Banyak pendapat mengatakan kepandaian menulis adalah bakat dari lahir,tetapi hal tersebut tidak berarti memberi peluang besar kepada orang yang mempunyai bakat dari lahir untuk menjadi penulis handal. Jika tidak diasah terus menerus, apalagi jika dia tidak memiliki waktu yang cukup untuk menulis, sebaliknya orang yang tidak memiliki bakat dari lahir sekalipun tetapi sangat menyenangi dunia tulis menulis serta tekun berlatih secara konsisten akan membuat orang tersebut mahir menulis. Karena ia akan terus mencoba dan mencoba tanpa kenal lelah untuk mewujudkan impianya dalam menulis sehingga apa saja yang dilihat,didengar,dirasa adalah sebuah wahana dan inspirasi yang luar biasa untuk ditulisnya, dengan inovasi-inovasi baru yang kreatif dan komunikatif serta memikat pembaca.

Kepandaian menulis yang diperoleh sejak lahir adalah anugrah yang luar biasa karena penulis tersebut akan dapat menuangkan apa yang menjadi pemikiranya tanpa harus banyak belajar menuangkan ide sebagaimana orang yang menulis dari hobinya yang ia pelajari dengan tekun.

Orang dengan tidak berbakat dari lahir dia harus banyak membaca mengenahi berbagai hal mengenai bagaimana caranya agar mampu menulis, sedangkan bakat yang ada sejak lahir akan berjalan seiring berjalanya waktu dan perjalanan seseorang baik dalam pendidikan maupun perjalanan hidupnya adalah guru dan sumber inspirasi yang maha luas untuk ditulis. Sedangkan orang yang terlahir tanpa bakat untuk mahir menulis akan membutuhkan waktu yang lebih lama karena dia harus belajar dan berlatih sedikit demi sedikit.

Dalam dunia pendidikan khususnya guru,mempunyai banyak pengalaman mengenai berbagai hal selama menyiapkan pembelajaran,dan mengajar untuk dituliskan, baik mengenai kesulitan yang banyak dialami dalam menangani anak-anak maupun suka duka selama mengikuti pendidikan dan juga berbagai suka duka yang penuh perjuangan selama menjadi wiyata bhakti dengan berbagai lika likunya yang menyedihkan.

Tentu jika dituangkan ke dalam tulisan akan menjadi sebuah perjalanan yang luar biasa, namun kebanyakan dari para guru tersebut terhambat oleh waktu yang tidak banyak dimiliki oleh para guru mengingat guru harus berada full ditengah-tengah siswa, bahkan di saat istirahat saja berbagai persoalan sering muncul dari anak-anak dengan berbagai permasalahan kanak-kanaknya maupun berbagai kenakalanya yang membutuhkan penanganan dan kesabaran, dan kalaupun ada waktu yang sedikit tersisa guru disibukan oleh berbagai administrasi yang juga membutuhkan penanganan yang luar biasa.

Kembali pada masalah penulisan,era kebebasan sekarang ini memberi kesempatan kepada siapapun untuk menuangkan ide dan pikiran ke dalam berbagai bentuk yang kreatif. kadang-kadang tanpa melalui editor tetapi bisa langsung dipublikasikan melalui media sosial yang ada, kesempatan seperti ini kadang tak selalu baik karena apa yang ditampilkan tidak melalui sensor dari pihak yang berwenang, sehingga apa yang ditampilkan seringkali melanggar aturan dan norma kesopanan, hukum, maka tak heran jika beberapa oknum dari mereka harus berurusan dengan pihak berwajib karena pelanggaran tersebut.

Tidak ada kata terlambat untuk menjadi penulis,berapapun usia kita tak ada batasan,sebuah dunia yang jika kita tekuni bagai sebuah dunia penuh petualangan yang menantang untuk selalu kita pecahkan setiap kali menulis, karena kita selalu berpacu menyelesaikan tulisan dengan ending yang dapat membawa pembaca ke dalam kesan dan pesan yang tak terduga dan tak terlupakan sepanjang hayat setelah membaca tulisan kita.

Kadang-kadang penulis bagai dihadapkan pada sebuah permainan labirin raksasa yang bisa kapan saja menjebak sehingga kita terus berputar-putar dengan permasalahan yang tak kunjung selesai, namun semakin kompleks permasalahan dalam suatu tulisan akan semakin memancing dan mengundang pembaca untuk terus mengikuti jalan cerita dan akan semakin besar kesan yang tertinggal dalam ingatan pembaca, yang berati kita telah berhasil memenjarakan pembaca ke dalam tulisan kita,untuk tidak akan bisa melupakannya.

Mari menulis dengan ide dan gagasan kreatif yang membangun,jangan jadikan kebebasan sebagai kesempatan untuk menuangkan ide-ide sampah yang dapat merusak generasi sesudah kita, tetapi mari isi kebebasan dengan ide yang seluas-luasnya untuk mengajak orang ke arah yang lebih baik meskipun hanya satu orang yang mengikuti kita. (Kontak person: 085869266188. Email : roosmilarsih74@gmail.com)

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Dasar (SD). Tags: , .

Tindakan Preventif HIV Dalam Kurikulum Undang-undang Pemberdayaan Membaca


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: