Tindakan Preventif HIV Dalam Kurikulum

18 Desember, 2015 at 12:41 am

Veny Agustini PrianggitaOleh Veny Agustini Prianggita MPd
Dosen FKIP Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten

Kurikulum adalah sebuah jarak tempuh yang harus dilalui siswa dalam proses pendidikan. Jarak tempuh tersebut harus dimanfaatkan dan dimaksimalkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Pemanfaatan tersebut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan memberikan pengetahuan dalam kurikulum. Di zaman yang serba mudah terkontaminasi oleh hal positif maupun negatif rasanya pemanfaatan ini perlu dijadikan sebuah kebutuhan untuk tindakan preventif dalam pencegahan penularan HIV/IADS.

Berdasar pada beberapa artikel dan pemberitaan yang selama ini penulis baca, banyak usia produktif yang telah tertular penyakit mematikan ini. Penularan ini diakibatkan oleh pergaulan yang salah seperti melakukan sex bebas, penggunaan jarum suntik, narkoba, transfusi darah, ibu yang menularkan pada bayi yang dikandungnya. Tetapi penyakit ini lebih banyak ditularkan melalui sex bebas dan jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba.

Rasanya miris bila melihat pada saat ini banyak sekali anak usia sekolah yang sudah mengenal beberapa tindakan yang sepertinya diluar batas norma, adat dan aturan agama. Salah satunya adalah dimulai dengan mengenal rokok, mengenal minuman keras, lalu mengenal ganja, hormon tubuh akan meminta dosis yang lebih dari biasanya lalu mencoba narkoba dengan berbagai jenis dan kecanduan, karena dalam kondisi yang tidak sadar mulailah dengan bergantian jarum suntik, lalu sex bebas dilakukan untuk semakin memuaskan hasrat dalam tubuhnya. Semua selalu dimulai dengan mencoba dan akhirnya tidak bisa lepas.

Akankah kita sebagai pendidik hanya melihat saja tanpa adanya tindakan? Akan menjadi beban moral apabila hanya menjadi penonton saja dengan gelar pendidik. Tentu saja harus ada suatu tindakan prefentive pada siswa yang akan menjadi manusia produktif di tahun-tahun berikutnya untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara yang sehat dan maju. Untuk mencegah penularan semakin menjadi setiap harinya apa yang harus dilakukan? Sederhana saja yang akan dilakukan yaitu dengan mengintegrasikan tindakan preventif HIV dalam kurikulum, baik intra maupun ektra.

Tindakan preventif HIV ini dapat dilakukan dimulai dengan yang sederhana dalam proses belajar mengajar dikelas yang dapat disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu oleh setiap guru. Lalu diselenggarakannya pendidikan sex yang diselenggarakan sekolah dengan bekerjasama dengan pihak BKKBN, Dinas Kesehatan, Dinas pendidikan, dan Ulama. Dengan tujuan agar siswa mengetahui bagian tubuhnya terutama alat reproduksi sebagai sesuatu hal yang perlu dijaga dari sisi pengetahuan bukan penasaran.

Penulis rasa pendidikan sex ini jangan lagi dianggap tabu karena pada kenyataannya siswa dapat mencari tahu rasa penasarannya dari media yang sudah sangat bebas dan mudah didapatkan, dan yang lebih mengerikan adalah ketika rasa penasaran itu didapatkan dari orang dan lingkungan yang salah, mari kita putus jaringan lingkungan yang tidak baik ini dengan tidak mengganggap hal tersebut tabu lagi.

Perlu diakui bahwa pendidikan sex ini masih merupakan hal yang tabu dalam masyarakat kita, tetapi dengan selalu mengganggapnya hal yang tabu maka semakin membuka peluang siswa yang sedang haus dengan rasa penasaran mencarinya sendiri yang justru menjadikan hal tersebut seperti bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan segalanya seperti fenomena-fenomena yang sering kita lihat saat ini.

Tindakan preventif lain dapat pula dengan menyelenggarakan sosialisasi berkenaan dengan narkotika dan rehabilitasi dengan pihak Kepolisian dan BNN, dengan tujuan agar siswa mengetahui jenis, bahaya dan akibat minuman keras dan narkoba. Kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dengan adanya pembinaan dari teman sebaya yang sebelumnya telah diberikan pelatihan dari steakholder terkait, agar siswa menjadi lebih terbuka dan bebas mengemukakan pertanyaan.

Besar harapan dari artikel tindakan preventif HIV dalam kurikulum ini mengurangi angka penularan HIV yang terjadi setiap harinya terhadap siswa dan usia produktif. (Kontak person: 087772684244. Email: venyagustinibaby@gmail.com.

Entry filed under: Artikel Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tags: , .

Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Layanan Bimbingan Belajar Mari Menulis


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: