Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Layanan Bimbingan Belajar

18 Desember, 2015 at 12:38 am

Tri WinarniOleh Tri Winarni SPd
Guru SMK Negeri 1 Plupuh, Sragen, Jateng

Keberhasilan pembangunan nasioanl sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang merupakan produk pendidikan. Kita menyadari bahwa setiap siswa mempunyai tingkat kemampuan dan perkembangan yang berbeda, perbedaan individu diantara para siswa ini perlu adanya perhatian dari guru kelas terhadap siswa yang mempunyai tingkat kemampuan yang sedikit lamban.

Menurut Sunaryo Kartadinata, dkk (1998:54), mengatakan bahwa setiap murid memiliki perbedaan antara satu dan lainnya, di samping persamaannya. Perbedaan tersebut menyangkut: kapasitas intelektual, keterampilan, motivasi, persepsi, sikap kemampuan, minat, latar belakang kehidupan keluarga dan lain-lain. Perbedaan ini cenderung akan mengakibatkan adanya perbedaan pula dalam belajar setiap siswa baik dalam kecepatan belajarnya maupun keberhasilan yang dicapai siswa itu sendiri.

Siswa datang ke sekolah dengan harapan agar bisa mengikuti pendidikan dengan baik. Siswa diharapkan mampu menguasai dan menerima semua mata pelajaran yang diberikan disekolah. Salah satu cara agar siswa mampu menguasai semua materi yang diberikan oleh guru disekolah adalah dengan lebih giat membaca.

Karena membaca merupakan salah satu pokok bahasan dalam pelajaran bahasa Indonesia dan sangat diperlukan untuk menguasai semua mata pelajaran yang diajarkan disekolah. Sebab, apabila siswa tidak berhasil menguasai kemampuan membaca yang memadai, maka sulitlah bagi mereka untuk mencapai prestasi belajar yang baik dalam mata pelajaran lain.

Membaca merupakan salah satu di antara empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Ke empat keterampilan berbahasa tersebut sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap individu. Dengan membaca seseorang mampu berinteraksi dengan perasaan dan pikiran, memperoleh informasi, dan meningkatkan ilmu pengetahuannya. Menurur Browman and Bowman (1991: 265), membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning).

Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar membaca bagi siswa adalah melalui layanan bimbingan belajar. Prof. Dr. H. Prayitno, M.Sc.Ed. menyebutkan bahwa bimbingan merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Maksud dari bimbingan dilakukan dalam rangka menemukan pribadi siswa dan membantu siswa untuk mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Sedangkan bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan untuk membantu siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, ekonomi, budaya serta alam yang ada sehingga siswa dapat menunjukkan eksistensinya.

Layanan bimbingan belajar dapat diselenggarakan baik dalam bentuk pertemuan umum, pertemuan klasikal, maupun pertemuan kelompok. Layanan bimbingan belajar dimaksudkan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan ketepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya.

Usaha bimbingan belajar yang diberikan meliputi bentuk-bentuk layanan bimbingan yang bersifat pencegahan, perbaikan dan penyaluran (preservatif). Dengan adanya layanan bimbingan belajar ini, siswa akan mengetahui kebermaknaan belajar dengan tumbuh minat untuk membaca sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat. (Kontak person : 081393622888. Email:anie.triwinarni@gmail.com)

Referensi:

    • Abdul Kahar, (1985). Bimbingan Kegiatan Belajar. Yogyakarta:FIP IKIP Yogyakarta.
    • Abu Ahmadi, (1991).Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
    • Prayitno dan Erman Amti, (1993). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta.

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Tindakan Preventif HIV Dalam Kurikulum


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: