Membaca Menyenangkan

9 Desember, 2015 at 12:00 am

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

Membaca Cerdas, Cerdaskan Dunia Membaca, yang mengandung makna membaca harus cerdas, dengan memanfaatkan segala sumber baca yang ada meskipun dengan kondisi yang seadanya yang ada di sekitar kita, dengan langkah tersebut berati kita melakukan suatu langkah cerdas untuk mencerdaskan dunia baca yang terdiri dari berbagai lapisan, anak-anak, dewasa maupun orangtua sehingga dunia baca mereka terbentang luas meski dengan kondisi minim sekalipun,meski tidak di sebuah perpustakaan/TBM yang besar.

Seyogyanya sebuah tempat membaca berada di sebuah perpustakaan,yang terdiri dari sivitas akademik yang besar, namun tempat ini tidak memberi peluang kepada warga diluar sekolah, sedangkan di luar sekolah suatu masyarakat luas memiliki kebutuhan akan informasi dan sebaiknya mendorong kita untuk bertindak menyediakan informasi, jangan menunggu mereka membutuhkan informasi tetapi
Keberadaan sebuah perpustakaan di sekolah dan TBM yang ada di tengah masyarakat memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan;
3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2004 tentang Pendanaan Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaran Pendidikan.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2010, tentang Renstra Pembangunan Pendidikan Nasional Tahun 2010 s.d. 2014
9. Permendikbud No. 24 tahun 2013 tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Belanja Bantuan Sosial di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
10. Permendikbud No 81 tahun 2013 tentang Satuan Pendidikan non Formal/Luar Sekolah

Keberadaan sebuah perpustakaan yang tertutup untuk warga di luar sekolah, memberi satu langkah cerdas dari pemerintah untuk memberi naungan kepada para pecinta dan pemerhati, pengelola tempat baca untuk menyediakan suatu tempat baca yang ada di sekitar masyarakat meski masyarakat terdekat sudah tidak sekolah,atau yang belum sekolah bisa memanfaatkan TBM sebagai sarana mendapatkan informasi.

Dari segi manfaat, baik perpustakaan maupun Taman Baca Masyarakat diharapkan sama-sama menyediakan informasi kepada masyarakat yang menjadi pemustakanya, dengan satu tujuan tercapainya masyarakat berbudaya membaca yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pendidikan masyarakat pemustaka dimana perpustakaan/TBM berada, maka dengan demikian akan tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Sebagai wahana dan sarana informasi kedua wahana tersebut harus dapat menyediakan berbagai keperluan pemustakanya sesuai tingkat usia dan pendidikan pemustakanya agar tidak terjadi salah sasaran dalam penyediaaan informasi sehingga sia-sia.di sebuah sekolah lanjutan,menengah apalagi perguruan tinggi, baik dalam menyediakan koleksi bukunya, sarana lain seperti lemari,alat peraga dan lain-lain bahkan dalam melaksanakan pelayanan sangat signifikan perbedanya.

Sebuah perpustakaan/TBM setingkat sekolah dasar tentu harus berbeda dengan perpustakaan yang berada ditengah-tengah tingkat sekolah diatasnya, anak usia sekolah dasar dengan penalaran yang masih kekanak-kanakan cenderung seenaknya dan sesuka hati ketika berada di perpustakaan.

Seyogyanya berikanlah mereka kebebasan dalam memanfaatkan sumber informasi, tidak harus duduk terpekur di kursi membaca membaca buku, kemudian membuat satu kesimpulan dari pertanyaan gurunya, tetapi mereka bisa duduk lesehan, berdiri, atau sebentar-sebentar melihat gambar-gambar yang ada di dinding perpustakaan, ada juga beberapa siswa yang bermain tebak-tebakan beberapa bendera bangsa di dunia

Hal tersebut sudah cukup untuk menilai ada minat baca yang baik di usia mereka sesuai dengan sifat polos anak-anak yang lugu dan polos, bahkan mereka biasanya bersikap biasa saja terhadap perpustakaan kalau mereka pergi ke perpustakaan cenderung untuk bermain dan kalau mengambil buku lebih banyak yang memilah dan melihat gambarnya bukan karena keperluanya.

Hal ini sangat berbeda jauh dengan tingkat sekolah lebih tinggi,dimana pemustaka datang ke perpustakaan karena keperluan yang memang menjadi kebutuhan dalam kegiatan belajar mengajar.

Membaca MenyenangkanJadi pertama-tama yang harus kita galakan adalah mari bangkitkan mereka untuk datang ke perpustakaan/TBM, sediakan koleksi yang sesuai dengan usia dan kegemaran mereka, sesuaikan dengan hobi bermainya mereka, pasti mereka akan senang datang bermain, kita harus ingat bahwa mereka adalah subyek yang harus kita layani sebagai anak-anak dan kita perhatikan belajarnya untuk menyongsong masa yang akan datang, mereka belum tahu apa itu masa depan jadi jangan tanamkan segalanya waktu dan usia mereka untuk menyongsong masa depan,  tetapi sedikit demi sedikit kita mencoba menanamkan kebutuhan belajar mereka sebagaimana makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal pelayanan seorang perpustakaan/TBM setingkat sekolah dasar harus lebih kreatif salah satunya adalah akan sering mengambilkan, menunjukan, menjawab pertanyaan, mengembalikan buku yang diinginkan oleh pemustaka, hal ini disebabkan tingkat pendidikan mereka masih belum cukup apalagi untuk kelas rendah, sarana lain berupa lemari atau rak-rak yang tinggi sebagaimana di sekolah yang lebih tinggi, sangat tidak cocok untuk anak usia sekolah dasar mengingat postur tubuh mereka yang masih mungil, dari segi ketersediaan koleksi anak usia sekolah dasar lebih membutuhkan buku-buku dengan banyak gambar dan penjelasan yang ringan namun jelas, tidak seperti anak-anak usia sekolah tinggi lainya, wahana lain yang menunjang pembelajaran perlu disediakan agar pemustaka terlibat dalam pembelajaran secara tidak langsung sehingga kegiatan membaca akan sangat menyenangkan dan membuat mereka betah dan esok kembali ke perpustakaan/TBM.

Berbagai terobosan harus di tempuh agar tugas dan fungsi perpustakaan/TBM mengalami peningkatan yang nyata, dengan langkah-langkah kongrit sekecil apapun, agar pemustaka di perpustakaan / TBM setingkat sekolah dasar bergairah dan hidup, yang berati akan menghidupkan gelora membaca cerdas dan cerdaskan dunia membaca dengan cara yang menyenangkan khususnya untuk anak-anak usia sekolah dasar dan masyarakat pada umumnya yang akan berarti dalam memajukan pendidikan nasional.

Menjadi sukses bukan semata-mata dengan keberhasilan yang sukses tetapi dengan sekecil apapun manfaat dan berartinya kita bagi orang lain secara pribadi maupun bagi peran sertanya dalam masyarakat, siapa berjuang akan terkenang, meski raga telah terpendam. (Kontak person: 085869266188. Email : roosmilarsih74@gmail.com)

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Dasar (SD). Tags: , .

Layanan Bimbingan Kelompok di Sekolah Mendidik Anak, dengan Pola Keteladanan


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: