Layanan Bimbingan Kelompok di Sekolah

9 Desember, 2015 at 12:00 am

Sri RejekiOleh Sri Rejeki SPd
Guru SMK Negeri 1 Plupuh, Sragen, Jateng

Pelayanan bimbingan dan Konseling khususnya pada satuan-satuan pendidikan dasar dan menengah melaksanakan pengembangan/pembinaan dalam bidang-bidang pengembangan kehidupan pribadi, pengembangan kehidupan sosial, pengembangan kemampuan belajar dan pengembangan karir. Suatu kegiatan bimbingan dan konseling disebut layanan apabila kegiatan tersebut dilakukan melalui kontak langsung dengan sasaran layanan (konseli) dan secara langsung berkenaan dengan permasalahan ataupun kepentingan tertentu yang dirasakan oleh sasaran layanan itu.

Layanan bimbingan dan konseling dapat diselenggarakan baik secara perorangan, kelompok maupun klasikal. Berbagai jenis layanan perlu dilakukan sebagai wujud nyata penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap sasaran layanan yaitu peserta didik (konseli). Ada sepuluh jenis layanan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah salah satunya adalah layanan bimbingan kelompok.

Layanan bimbingan kelompok, yaitu layanan BK yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok (ABKIN 2013).

Dalam layanan Bimbingan Kelompok ada dua pihak yang berperan yaitu pemimpin kelompok dan anggota kelompok. Pemimpin kelompok yaitu guru bimbingan dan konseling, sedangkan anggota kelompok adalah sekumpulan siswa/peserta sekitar 8-10 orang, yang memenuhi syarat-syarat kelompok yang mampu dan mau secara aktif mengembangkan dinamika kelompok (satu kelas bisa dibentuk beberapa kelompok). Materi yang dibahas dalam bimbingan kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh guru bimbingan dan konseling/konselor, melainkan akan dikemukakan oleh masing-masing anggota kelompok.

Melalui dinamika kelompok antar anggota kelompok dapat membahas berbagai hal ataupun topik dan materi yang sangat beragam, yang tentunya bermanfaat bagi siswa terutama bagi anggota kelompok tersebut. Menurut Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (2013) topik dalam layanan Bimbingan Kelompok antara lain :

1. Topik tentang kemampuan dan kondisi pribadi yang pembahasannya diorientasikan pada pemahaman dan pengembangan nilai-nilai karakter, seperti: potensi diri, kiat menyalurkan bakat, minat, hobi kebiasaan sehari-hari di rumah, kegiatan rutin, membantu orang tua, belajar, perbedaan individu dan lain-lain.

2. Topik tentang kemampuan dan kondisi hubungan sosial yang pembahasannya diorientasikan pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai karakter, seperti : hubungan muda-mudi, suasana hubungan di sekolah : antar siswa, guru-siswa, antar personil sekolah lainnya, peristiwa sosial di masyarakat : demo brutal, bentrok antar warga, toleransi, solidaritas dan sebagainya.

3. Topik tentang kemampuan, kegiatan dan hasil belajar, seperti : kiat-kiat belajar, belajar sendiri, belajar kelompok, sikap terhadap mata pelajaran, tugas, suasana belajar di sekolah, perpustakaan, laboratorium, sikap terhadap hasil ulangan, masalah menyontek dalam ulangan/ujian dan lain-lainnya.
Dalam layanan bimbingan kelompok dengan materi pengembangan kemampuan belajar perlu ditekankan nilai-nilai karakter dalam belajar seperti disiplin, ulet, dan kerja keras, kewajiban pengembangan potensi diri secara optimal, dalam kaitannya dengan peminatan vokasional dan studi lanjutan.

4. Topik tentang pengembangan karir, seperti : hidup adalah untuk bekerja, masa depan kita, masalah pengangguran, lowongan pekerjaan, PHK, memilih pekerjaan, memilih pendidikan lanjutan dan sebagainya.

Dalam layanan bimbingan kelompok dengan materi pengembangan wawasan, arah dan implementasi karir perlu ditekankan nilai-nilai karakter dalam bekerja seperti disiplin, ulet dan kerja keras, jujur, produktif, nilai tambah, manfaat untuk diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, dalam kaitannya dengan peminatan akademik, vokasional dan studi lanjutan.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa fungsi utama layanan bimbingan kelompok adalah fungsi pemahaman dan pengembangan. Layanan bimbingan dan kelompok diselenggarakan untuk semua peserta didik hal ini berbeda dengan layanan konseling yang hanya diberikan kepada konseli yang mengalami masalah. Peran guru BK/Konselor sebagai pemimpin kelompok sangat penting.

Guru BK/Konselor dituntut untuk selalu meningkatkan wawasan, ilmu, pengetahuan dan keterampilannya dibidang bimbingan dan konseling agar dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling terutama bimbingan kelompok dengan tujuan membantu peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal yang meliputi aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar (akademik), dan karier. (Kontak person: 085229675599. Email: rejekiw55@gmail.com)

Daftar Pustaka:
• ABKIN. (2013), Panduan Umum Pelayanan Bimbingan dan Konseling Pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, ABKIN.
• Prayitno. (2004) Layanan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
• Pusat Pengembangan Profesi Pendidik BPSDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud (2014), Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014 Bimbingan dan Konseling SMA/SMK, Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud.

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Virtual Learning Membaca Menyenangkan


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: