Virtual Learning

8 Desember, 2015 at 12:00 am

Veny Agustini PrianggitaOleh Veny Agustini Prianggita MPd
Dosen FKIP Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten

Di era teknologi, kini siswa dapat belajar (adalah akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon yang menunjukkan perubahan perilaku) dimanapun, kapanpun, mencari pengetahuan apapun, sesuai dengan minat, bakat atau mencari pengetahuan baru. Pembelajaran (proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar) ini merupakan sebuah alternatif baru di tengah-tengah metode pembelajaran yang konvensional (baca: metode pembelajaran tradisional dengan ceramah) yang dirasakan masih memiliki banyak kekurangan diantaranya adalah waktu di kelas yang terbatas, kebutuhan siswa yang berbeda dan yang utama adalah masih berpusat pada guru (teacher center).

Bisa kita lihat saat ini bahwa kondisi geografis di Indonesia khususnya Banten memiliki kondisi yang berbeda, ada yang berada di perkotaan, pegunungan, pantai, kepulauan, daerah terpencil, terdalam dan tertinggal. Permasalahan ini akan menimbulkan banyak kesenjangan dalam kesempatan memperoleh pendidikan. Alternatif virtual learning ini diharapkan dapat membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan belajarnya. Peran virtual Learning ini adalah sebagai belajar tambahan, belajar pelengkap, dan belajar pengganti.

Ada 3 hal penting dalam visual learning diantaranya: kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan internet, adanya dukungan layanan belajar seperti sumber belajar (buku, modul), adanya dukungan layanan tutor/guru/instruktur untuk membantu ketika siswa menemukan kesulitan.

Selain 3 hal penting penyelenggaraan visual learning ini ada beberapa tambahan persyaratan yang harus diperhatikan, diantaranya: adanya lembaga penyelenggara virtual learning, adanya rancangan sistem pembelajaran, adanya evaluasi terhadap hasil pembelajaran siswa, adanya umpan balik dan pengembangan dari penyelenggara.

Virtual learning ini sudah pasti merupakan pembelajaran yang bersifat online dalam proses belajar mengajar antara pendidik dan siswa. Sebetulnya virtual learning ini memberikan keuntungan yang banyak baik bagi pendidik ataupun siswa karena penyampaian bahan atau materi pembelajaran dapat lebih cepat, efektif dan efisien sesuai dengan siswa dalam memenuhi kebutuhan tantangan perkembangan globalisasi yang terjadi di masyarakat yang terjadi dengan cepat.

Pada dasarnya virtual learning ini adalah suatu sarana yang mengkombinasikan antara pendidikan, komunikasi dan informasi. Tentu saja virtual learning tidak mengharuskan siswa untuk duduk manis di bangku kelas, siswa cukup mempunyai sarana internet yang dapat mengakses materi yang ingin diperolehnya dimana saja dan kapan saja, bahkan ada keuntungan tambahan bagi siswa yaitu siswa dapat mengembangkan proses belajar dengan mencari referensi lain.

Selain berbagai keuntungan yang akan didapat harus diingat pula bahwa virtual learning bukan hanya mengharuskan adanya perangkat komputer dan jaringan internet, tetapi dibutuhkan keterampilan untuk menggunakan dan menjelajah dunia internet tersebut. Sehingga diharapkan siswa dan guru melek internet dalam virtual learning. Pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan akan berpengaruh terhadap tugas dan peran guru. Tugas guru di masa lalu dan masa kini lebih ke arah pendekatan pembelajaran teacher center yang terfokus pada guru dan buku. Sedangkan tugas guru di masa yang akan datang adalah lebih kepada pendekatan pembelajaran student center yang terfokus pada guru, buku, dan informasi.

Peran guru pun akan lebih baik dari sekedar sebagai guru menjadi fasilitator, yang artinya guru menjadi penyedia dan pengembang siswa yang tentu saja menuntut guru untuk selalu melakukan pemutakhiran pengetahuan melalui bahan ajar yang salah satunya dengan melakukan penelitian.

Virtual learning pun tidak sepenuhnya baik, karena memiliki kekurangan dalam beberapa hal, diantaranya adalah: kurangnya interaksi langsung antara siswa dan guru, atau siswa dengan siswa lainnya, adanya kecenderungan untuk mengabaikan aspek kognitif, apabila siswa tidak memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar maka virtual learning cenderung akan mengarah kepada kegagalan, dibanyak tempat tidak tersedia fasilitas internet, banyak diantara guru atau siswa yang tidak memiliki keterampilan mengenai internet bahkan masih banyak yang kurang memiliki penguasaan bahasa komputer.

Dilain sisi banyak keuntungan yang akan didapatkan dengan adanya virtual learning tetapi disisi lain juga perlu adanya persiapan matang dari sumber daya manusia yang terlibat didalamnya, baik siswa, guru ataupun penyelenggara karena pelaksanaan virtual learning ini membutuhkan profesionalisme yang tinggi untuk menjanjikan orang mengenai belajar sendiri, belajar mandiri, belajar yang tidak terbatas pada waktu, jarak, ruang dan waktu. (Kontak person: 087772684244. Email: venyagustinibaby@gmail.com).

Entry filed under: Artikel Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tags: , .

Embun Layanan Bimbingan Kelompok di Sekolah


ISSN 2085-059X

  • 647,506

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: