Perhatian Orang Tua Dalam Pergaulan Remaja

28 November, 2015 at 12:00 am

Sri RejekiOleh Sri Rejeki SPd
Guru SMK Negeri 1 Plupuh, Sragen, Jateng

Manusia sebagai makhluk sosial selalu memerlukan manusia lain dalam proses kehidupannya kapanpun dan dimanapun mereka berada. Perkembangan sosial saat ini nampak dengan semakin luasnya lingkup pergaulan. Setiap orang memiliki lingkup pergaulan yang berbeda-beda, ada yang bergaul dengan orang-orang yang baik sehingga mendukung perkembangannya kearah yang positif, begitu juga sebaliknya, ada yang bergaul dengan orang-orang yang tidak tepat yang memungkinkan timbulnya pengaruh tidak baik terhadap perkembangan seseorang. Bayi, anak-anak, remaja, pemuda, dewasa/tua merupakan tahapan dari perkembangan manusia dan bagi mereka yang masih bersekolah di SMP dan SMA/SMK reguler kebanyakan dikategorikan sebagai remaja.

Remaja adalah mereka baik pria mupun wanita yang berada pada masa sesudah SD dan sebelum pemuda, dalam batas adolesen, berusia kurang lebih 13 tahun – 16 tahun (Sri Nugrahaningsih, 2003). Masa remaja merupakan masa yang rawan, masa untuk mencari jati diri, masa untuk berjuang melepaskan ketergantungan pada orang tua, berusaha untuk mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa. Kemandirian yang sejati mensyaratkan terbentuknya pribadi yang kuat dan mantap, dan didukung perkembangan yang optimal bagi segenap dimensi kemanusiaan, yaitu dimensi keindividualan, dimensi kesosialan, dimensi kesusilaan, dan dimensi keberagamaan (Prayitno, 1999).

Perkembangan dimensi kesosialan memungkinkan seseorang mampu berinteraksi, berkomunikasi, bergaul, hidup bersosialisasi dan bekerjasama dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, remaja tidak lepas dari pergaulan dengan remaja lain. Remaja dituntut memiliki keterampilan sosial agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari bersama orang lain, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat dan keluhan dari orang lain, menerima dan memberi kritik, bertindak sesuai etika, norma, aturan yang berlaku, dan lain-lainnya.

Kegagalan remaja dalam keterampilan sosial akan menyebabkan remaja tersebut mengalami kendala dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung tidak disiplin, melanggar norma, etika, tata krama, gangguan dalam belajar, bolos sekolah, penyalahgunaan zat adiktif, minuman keras, perkelahian remaja, seks bebas dan sebagainya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan dapat terjalin sebagaimana yang diharapkan, diantaranya : menyadari bahwa pergaulan antara remaja laki-laki dan remaja perempuan hendaknya memberi nilai-nilai positif bagi kedua belah pihak, belajar saling mengerti, menghargai, dan menjaga diri dari perbuatan yang melanggar norma sosial dan norma agama.

Para remaja juga memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan kejiwaannya. Rasa solidaritas ini dapat didorong untuk hal-hal yang membawa kebaikan bagi semua pihak. Bimbingan, dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar mereka berkembang sesuai dengan pola kemajuan dan perkembangan jaman. Solidaritas sangat baik untuk diterapkan di keluarga, sekolah maupun di masyarakat.

Solidaritas di lingkungan keluarga akan membuat anggota keluarga terikat menjadi satu bagian sehingga suka duka akan dirasakan dan dilewati bersama-sama, solidaritas di lingkungan sekolah membuat mereka merasa menjadi bagian dari warga sekolah, mereka akan merasa senasib sepenanggungan dalam meraih cita-cita, serta solidaritas di lingkungan masyarakat membuat remaja merasa hidup dalam suatu kelompok masyarakat yang menjadi satu kesatuan, sehingga budaya gotong royong dapat dilestarikan.

Sekolah merupakan tempat kedua setelah keluarga bagi remaja, sebaiknya remaja sebagai peserta didik, guru, karyawan, dan masyarakat sekitar sekolah dapat menciptakan suasana yang aman, tertib, nyaman dan tentram, yang dapat membantu remaja untuk bergaul secara sehat. Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi remaja, hampir 2/3 waktunya dihabiskan di luar sekolah dan sebagian besar bersama keluarga, perhatian serta komunikasi yang baik dan kasih sayang dari orang tua sangat positif untuk perkembangan para remaja. Hal tersebut akan membuat mereka rindu untuk segera berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga, mereka akan betah berada dirumah karena bagi mereka rumah merupakan istana yang sangat menyenangkan dan menyejukkan.

Kedekatan antara orang tua dengan anak yang sudah remaja juga akan membuat mereka cenderung untuk membuka diri menceritakan kegiatan yang dilakukannya serta masalah yang sedang dihadapi kepada orang tua. Selain itu orang tua perlu mewaspadai dampak negatif media elektronik dan media lainnya. Media sosial ( facebook, Whats App, instagram, twitter dan lain-lain), serta internet sangat besar pengaruhnya terhadap pergaulan antar remaja. Orang tua perlu mengontrol penggunaan alat-alat komunikasi maupun elektronik yang terhubung dengan internet, teman dan orang asing sebagai upaya untuk mencegah dan menghindari peristiwa yang dapat menghancurkan masa depan remaja sebagai generasi penerus bangsa..

Keaktifan orang tua menjalin kerjasama dengan pihak sekolah sangat diperlukan untuk mengarahkan, membimbing, mendidik, dan memperhatikan tumbuh kembang para remaja. Perhatian orang tua kepada putra-putrinya yang berusia remaja sangat penting, materi atau harta benda bukanlah segalanya, kasih sayang dan perhatian merupakan hal yang sangat utama untuk mendukung tumbuh kembang mereka agar dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingakatan usianya dengan harapan mereka menjadi generasi penerus yang sukses dikemudian hari. (kontak person: 085229675599 Email: rejekiw55@gmail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Menjadi Guru Nasionalis Pelaksanaan Layanan Bimbingan Karir di SMK


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: