Pelaksanaan Layanan Bimbingan Karir di SMK

28 November, 2015 at 12:01 am

Tri WinarniOleh Tri Winarni SPd
Guru SMK Negeri 1 Plupuh, Sragen, Jateng

Pada kurikulum Depdikbud 1999 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disebutkan bahwa tujuan sekolah menengah kejuruan adalah :

1. Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap professional.
2. Menyiapkan siswa agar mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri.
3. Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang mandiri (bekerja untuk dirinya sendiri) dan atau untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini dan pada masa yang akan datang.
4. Menyiapkan tamatan agar menjadi warga Negara yang produktif, adaptif serta kreatif.

Di sisi lain dalam UU no. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang menyiapkan peserta didik dapat bekerja dalam bidang tertentu. Maksud dari penyelenggaraan SMK pada dasarnya adalah memberikan bekal yang cukup untuk bekerja sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh dunia kerja (Dep. Penerangan RI. 1909/1990 : 845).

Berdasarkan tujuan pendidikan kejuruan tersebut maka sekolah kejuruan mempunyai peranan penghubung antara manusia dengan suatu jenis pekerjaan yang ada di masyarakat. Di samping itu siswa juga dituntut agar dapat mengembangkan dirinya dengan cara menambah pengetahuannya, dalam rangka menambah wawasan berpikirnya sesuai bakat, minat, dan kemampuannya. Dengan demikian maka setelah lulus siswa SMK dapat menentukan langkahnya dalam memasuki dunia kerja sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang dimilikinya.

Siswa disamping menimba ilmu pengetahuan juga dituntut untuk menimba ilmu diluar bangku sekolah yaitu bekerja secara langsung di industri. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka sekolah kejuruan perlu adanya layanan bimbingan karir.

Dengan layanan bimbingan karir membantu siswa untuk dapat memahami diri dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karir dan cara hidup yang akan memberikan rasa keputusan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan diri dan lingkungannya.

Pelaksanaan bimbingan karir baik sebagai program yang berdiri sendiri maupun sebagai program yang terpadu dengan kurikulum dilakukan dengan pendekatan yang efektif dengan metode kelompok baik dalam proses bimbingan karir yang dilakukan melalui paket-paket atau modul-modul ataupun yang berkaitan dengan proses belajar dan pelaksanaan penyajian program yang dipilih dalam situasi kelas maupun lapangan.

Pada hakekatnya kedua hal tersebut sama pentingnya sebagai pembentukan sikap dan keterampilan terutama dalam hal pengambilan keptutusan mengenai karirnya. Oleh karena itu, dalam rangka pelaksanaan bimbingan karir di sekolah hendaknya memberikan sumber-sumber informasi yang lebih akurat dan obyektif, dalam hal ini memberikan informasi yang lebih obyektif tentang diri siswa agar siswa mendapatkan suatu gambaran diri yang lebih tepat. Makin lengkap, jelas dan akurat informasi yang dikumpulkan siswa tentang gambaran diri dan lingkungannya akan semakin tepat pula pilihan yang bisa dilakukannya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bimbingan karir berperan untuk membantu siswa memasuki kehidupan, tata hidup dan kejadian di dalam kehidupan dan juga berperan menghasilkan individu-individu yang terdidik yang mengacu kepada masa peralihan sekolah ke dunia kerja khususnya berperan membantu siswa dalam memahami dirinya, memahami lingkungan serta mengembangkan rencana dan kemampuan untuk membuat keputusan yang bermakna bagi masa depannya. (Kontak person : 081393622888. Email:anie.triwinarni@gmail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Perhatian Orang Tua Dalam Pergaulan Remaja Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan CMM


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: