Virtual Class Sebagai Sarana Belajar Mandiri

27 November, 2015 at 12:00 am

????????????????????????????????????

Oleh Sri Sumiyati SKom MPd
Guru di SMK Negeri 1 Plupuh, Sragen, Jateng

Belajar dan pembelajaran adalah sebuah aktifitas nyata dalam pendidikan. Menurut Haris Mudjiman, 2008 bahwa perbuatan belajar seperti halnya perbuatan-perbuatan sadar dan perbuatan-perbuatan tanpa paksaan pada umumnya. Apabila perbuatan motivasinya cukup kuat, ia akan memutuskan untuk melakukan perbuatan belajar, sebaliknya apabila kekuatan motivasinya tidak cukup kuat, ia akan memutuskan untuk tidak melakukan perbuatan belajar.

Motivasi belajar adalah kekuatan pendorong dan pengarah perbuatan belajar. Pendorong mempunyai arti pemberi kekuatan yang memungkinkan perbuatan belajar dijalankan. Pengarah dalam arti pemberi tuntunan kepada perbuatan belajar kearah tujuan yang telah ditetapkan. Ada 2 jenis motivasi belajar yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan dorongan dari dalam diri untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi masalah. Motivasi ekstrinsik adalah dorongan dari luar diri untuk menguasai kompetensi guna mengatasi masalah.

Dalam kegiatan belajar ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan motivasi belajar, yaitu (1) Faktor pengetahuan tentang kegunaan belajar. (2) Kebutuhan untuk belajar (3) Kemampuan melakukan kegiatan belajar (4)Kesenangan terhadap ide melakukan kegiatan belajar (5) Pelaksanaan kegiatan belajar (6)Faktor hasil belajar (7)Faktor kepuasan terhadap hasil belajar (8).Faktor karakteristik pribadi dan lingkungan terhadap proses pembuatan keputusan.

Motivasi belajar dapat mendorong siswa untuk belajar mandiri. Menurut Haris Mudjiman, 2008, Belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi sesuatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki.

Tujuan belajar mandiri adalah untuk mencapai kompetensi baru baik yang berbentuk pengetahuan maupun ketrampilan untuk mengatasi sesuatu masalah. Untuk mencapai keberhasilan dari belajar mandiri, siswa didorong untuk belajar aktif. Kegiatan belajar aktif merupakan kegiatan yang bercirikan keaktifan pembelajar, untuk mendapatkan sesuatu atau serangkaian kompetensi yang secara akumulatif menjadi kompetensi lebih besar yang hendak dicapai melalui kegiatan belajar mandiri.

Untuk melakukan belajar aktif , maka motivasi belajar merupakan prasyarat yang harus dikembangkan terlebih dahulu. Untuk menumbuhkan motivasi belajar maka tugas guru adalah memberikan pengalaman belajar yang dapat menumbuhkan rasa senang dan rasa puas pada diri pebelajar, sehingga motivasi untuk belajar dapat tumbuh atau motivasi untuk tetap belajar tetap kuat.

Keberadaan teknologi internet sangat memungkinkan seseorang untuk menjalin komunikasi dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, tanpa ada batas jarak dan waktu. Semenjak dibukanya internet untuk seluruh dunia oleh Badan Pertahanan dan keamanan Amerika (DARPA) pada tahun 1990-an, menjadikan pertumbuhan teknologi komunikasi menjamur sehingga mempengaruhi peradaban dan perilaku manusia.

Tidak dipungkiri internet mempunyai andil besar terhadap kemajuan dunia dalam segala bidang, bahkan saat ini semua orang dapat online 24 jam. Saat manusia sedang terlelap tidur, internet tidak pernah tidur. Segala aktivitas manusia akan bisa diketahui oleh orang lain dalam saat itu juga. Ketika manusia terjaga, sudah bisa membaca laporan yang diterimanya, semua dikerjakan oleh internet. Pelayanan internet benar-benar all out, tanpa batas tidak ada yang menandingi.

Internet semakin mudah diakses, dengan didukung teknologi mobile yang dilengkapi dengan sistem operasi android saat ini, hampir semua orang dapat terhubung dengan internet.Kemudahan komunikasi ini harus disikapi dengan bijak, dengan memanfaatkan sebaik-baiknya. Dalam bidang pendidikan internet sudah merupakan bagian dari sumber belajar, selain buku-buku. Adanya fasilitas elearning (Electronic learning), yang memberikan kemudahan siswa dan guru untuk belajar sepanjang waktu.

Pembelajaran dengan dukungan teknologi internet ini membuat pusat perhatian dalam proses pembelajaran tertuju pada peserta didik. Layaknya pembelajaran konvensional dengan tatap muka langsung, dalam elearning juga ada kelas atau group, yang disebut virtual kelas atau kelas maya. Menurut wikipedia Kelas Virtual atau kelas maya adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan yang menerima bahan ajar. Kelas virtual berhubungan langsung dengan internet. Dimana pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan melakukan diskusi seperti kegiatan belajar mengajar dikelas.

Dalam kelas Maya guru menyediakan sebuah forum yang digunakan untuk berdiskusi, memberikan bahan ajar seperti pembelajaran dikelas nyata. Selain itu dalam kelas maya juga dapat diketahui kemajuan proses belajar, yang dapat dipantau baik oleh guru, siswa maupun orang tua. Selain digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh, sistem tersebut juga dapat digunakan sebagai penunjang kelas tatap muka.

Perbedaan utama antara kelas maya dengan kelas biasa adalah adanya pembatasan berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan di kelas maya banyak menggunakan teks dalam bentuk komentar, balasan penugasan yang diberikan oleh guru, walau tidak menutup kemungkinan juga menggunakan gambar, suara maupun video atau lebih dikenal dengan multimedia. Teknologi yang digunakan untuk multimedia masih menggunakan perangkat tambahan lagi. Misalnya untuk interaksi langsung dalam bentuk audio antar dua orang atau lebih dalam tempat yang berbeda, bahkan untuk melibatkan peserta yang banyak pada lokasi yang tersebar diberbagai tempat, teknologi yang digunakan adalah sarana telepon.

Dalam pelaksanaan audio conferencing dibutuhkan perangkat tambahan yaitu audio conferencing bridge yang dapat mengurangi gangguan (Noise) maupun interaksi pada sistem. Teknologi elearning lainnya yaitu Videoconverencing. Pada teknologi ini seluruh peserta didik dapat melihat, mendengar, dan bekerja bersama-sama secara langsung. Pada aktivitas ini dapat dimungkinkan visualisasi secara langsung dan lengkap kepada seluruh peserta didik dengan menggunakan multimedia.

Guru dapat memilih virtual kelas untuk memfasilitasi peserta didik belajar sepanjang waktu. Beberapa jenis virtual kelas yang dapat dipilih oleh guru antara lain Learning management system (LMS), yaitu perangkat lunak atau software yang digunakan untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan secara online (terhubung ke internet), E-learning dan materi-materi pelatihan. Dan semua itu dilakukan dengan online.

Yang berikutnya yaitu Learning content management system (LCMS), yaitu Aplikasi komputer yang digunakan untuk membuat, memperbaharui, mengelola atau mempublikasikan isi dalam sebuah sistem yang teroganisir dan konsiten yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. LCMS digunakan untuk menyediakan, mengawasi, memperinci dan mempublikasikan dokumen-dokumen spesifik seperti artikel, manual operator, manual teknis. Sebuah LCMS dapat berisi file komputer, gambar, audio, video, dokemen elektronik dan isi website. Yang terakhir adalah Social Learning Network (SLN), jejaring social untuk pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada kelompok belajar.

Pemilihan jenis elearning untuk kelas maya harus sesuai dengan kebutuhan pengguna baik guru atau siswa, maka fitur-fitur yang ada dalam kelas maya yang dipilih haruslah memenuhi Konten yang relevan dengan tujuan belajar, dapat menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar siswa, dapat mendistribusikan konten dan metode belajar dengan menggunakan elemen media, Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individual, dapat membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.

Virtual Class Jenis SLN (Social Learning Network) dapat dipertimbangkan oleh guru sebagai pilihan dalam membangun sebuah virtual kelas. Sesuai dengan namanya Social Learning Network berarti jaringan sosial pembelajaran, merupakan media sosial yang di spesialisasikan untuk pembelajaran. Guru dapat dengan mudah membangun kelas maya lewat SLN. Aplikasi SLN adalah edmodo. Pada media ini guru dapat menciptakan sebuah komunitas belajar layaknya sebuah kelas, dan dapat mengelola kelasnya sendiri seperti kelas nyata.

Dengan tampilan yang mirip facebook diharapkan siswa akan tertarik dengan media ini. Guru dapat memantau kegiatan siswa, dapat menyampaikan materi pembelajaran, menyampaikan umpan balik kepada siswa, dan dapat melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan soal-soal online yang dapat langsung di buat oleh guru dengan tipe soal pilhan ganda maupun essay.

Media ini cocok untuk pembelajaran jarak jauh, yang artinya pembelajaran yang tidak dengan tatap muka. Misalnya untuk Siswa SMK, pemilihan media ini sangat cocok karena siswa SMK biasanya ada program praktek kerja industri yang mengharuskan siswa belajar langsung di dunia industri, dalam kurun waktu 2 sampai dengan 3 bulan. Saat itu siswa dan guru tidak ada tatap muka secara langsung, padahal siswa juga harus mengikuti ulangan tengah semester maupun ulangan akhir semester.

Beberapa materi mungkin tidak bisa terserap maksimal sehingga akan mempengaruhi penguasaan kompetensi. Untuk itu penambahan materi bisa dilakukan oleh guru dengan melalui media online yaitu dengan aplikasi yang ada di edmodo. Guru dapat memberikan penugasan yang dapat dikerjakan siswa sesuai batas waktu yang diberikan oleh guru. Selain itu siswa juga dapat langsung menanyakan kesulitan-kesulitan atau apapun yang terkait dengan materi. Jadi walaupun lewat online pembelajaran dapat berlangsung interaktif.

Dukungan lainnya dalam pembelajaran ini adalah sarana komputer atau Handphone. Saat ini siswa 98 persen sudah memiliki handphone dengan sistem operasi android. Sepanjang waktu siswa dapat terkoneksi dengan guru. Guru bisa menjadwal online pada waktu yang telah ditentukan. Aktivitas guru dalam kelas virtual hampir sama dengan aktivitas di kelas konvensional, yaitu (1) Mendaftar, (2) Membuat Kelas atau grup, (3) Mengelola kelas virtual/manajemen kelas virtual.

Pendaftaran akun untuk guru di Edmodo sangat mudah, kunjungi http://www.edmodo.com lalu pilih tombol “I’m a Teacher” untuk membuat akun baru sebagai seorang guru. Isi form
registrasi dengan data-data yang valid, lalu pilih tombol “Sign Up” sebagai pelengkap proses pendaftaran. Setelah selesai melakukan pendaftaran, selanjutnya akan dikirim konfirmasi pendaftaran melalui email yang disertai petunjuk langkah selanjutnya untuk mengatur akun Edmodo.

Setelah guru selesai melakukan pendaftaran, dilanjutkan pendaftaran untuk siswa dengan cara sebelum siswa mendaftar dan mendapatkan akun di Edmodo, mereka harus dibekali 6 digit kode grup (dapat grup berupa kelas atau matapelajaran) dari guru mereka. Sekali mereka mendapatkan kode grup ini, mereka dapat dengan mudah membuat akun di Edmodo dengan memilih tombol “I’m a Student”. Baris pertama dalam form pendaftaran siswa akan menanyakan 6 digit kode grup yang harus diisikan. Setelah itu siswa harus mengisi username dan password yang bersifat unik.

Dalam hal ini sarankan siswa untuk menggunakan nama depan ditambahkan sesuai yang unik dibelakangnya. Untuk baris first name dan last name, siswa harus mengisikan nama mereka yang sesungguhnya. Dalam pendaftaran sebagai siswa ini, alamat email tidak diharuskan diisi sehingga dapat diisi atau dikosongkan saja. Setelah semua baris telah diisi, silahkan pilih tombol “sign up” sehingga pendaftaran dapat diproses.

Pembuatan kelas di edmodo dapat dilakukan guru seperti pembagian kelas konvensional. Di setiap kelas yang dibuat akan terdapat password yang merupakan kunci akses bagi siswa untuk dapat terdaftar di kelas yang sudah dibuat. Untuk setiap siswa yang tergabung, Edmodo akan secara otomatis memberikan juga kode parent yang diperuntukkan untuk orangtua/wali siswa sehingga dapat memantau perkembangan belajar anaknya secara langsung melalui sistem ini. Langkah-langkah dalam membuat kelas dapat dilakukan sebagai berikut : (1) Menekan tombol create pada panel group, (2) setelah create group muncul, lalu mengetikkan data kelas yang akan dibuat, (3) Setelah memberi nama kelas, langsung klik tombol create. Nama kelas baru sudah bisa digunakan, bisa dimasukkan nama-nama siswa yang akan dimasukkan dalam kelas tersebut.

Selanjutnya dalam pengelolaan kelas virtual guru bertindak sebagai moderator dan fasilitator untuk proses kegiatan belajar dan mengajar. Fasilitas yang dapat digunakan antara lain:

(1) Note, Merupakan sebuah catatan yang dibuat oleh guru untuk dikirim pada semua anggota dalam group. Note bisa berbentuk catatan yang langsung ditulis dalam kolom Note, atau file yang diupload dari personal komputer guru, atau merupakan link website, kontent flash, multimedia yang tersimpan dalam library edmodo.

(2) Assigments, merupakan aktifitas untuk membuat penugasan yang memuat judul tugas, deskripsi dari penugasan, batas akhir dari penugasan, lampiran berupa file, link web atau library dari edmodo. Penugasan dapat ditujukan ke group atau kelas, langsung ke individu siswa, atau guru.

(3) Quiz, adalah sejumlah pertanyaan yang bisa dibuat oleh guru dan dapat dilihat hasilnya. Komponen yang ada dalam quiz antara lain: Judul Quiz bisa diisikan judul kompetensi yang diujikan, batas waktu mengerjakan bagi siswa, tipe Quiz, bisa pilihan ganda, jawaban singkat, benar salah, atau mengisi kotak (4) Polls, merupakan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab siswa untuk menilai sesuatu bisa kegiatan belajar yang dilaksanakan, atau bisa juga berfungsi sebagai refleksi diri.

Dengan memanfaatkan fasilitas dalam edmodo diharapkan guru dapat menyampaikan materi pembelajaran yang tidak dapat disampaikan pada jam tatap muka, sehingga siswa akan dapat menyerap materi walaupun tidak harus melakukan kegiatan tatap muka. Untuk penilaian guru bisa memanfaatkan quiz sebagai tempat membuat soal-soal, atau latihan soal, dan juga melaksanakan ulangan harian secara online. Soal bisa dibuat random agar siswa dapat mengerjakan soal sendiri-sendiri. Untuk melihat aktifitas siswa, secara otomatis edmodo memberikan notifikasi, siapa siswa yang aktif atau siapa siswa yang menyelesaikan tugas atau mengirim tugas.

Dengan menggunakan virtual kelas melalui edmodo siswa dapat berkolaborasi dengan guru, ataupun dengan sesama siswa sendiri dalam pembelajaran. Materi yang diberikan kepada siswa yang beragam dalam bentuk teks, gambar, multimedia akan membuat siswa senang sehingga siswa termotivasi untuk belajar, walaupun tanpa Kehadiran guru dalam kelas. Siswa dapat belajar secara mandiri dengan bantuan media online, dalam virtual kelas.

Semakin mudahnya akses internet akan menjadikan pembelajaran juga semakin mudah, jadi guru tidak kuatir materi tidak bisa disampaikan secara tatap masih bisa disampaikan secara online dengan membuat virtual kelas yang dikelola layaknya kelas konvensional. (Email: atie.ict@gmail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Belajar Murah di Amerika Serikat Membangun Habitat Intelektual Guru


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: