Hadiah Ulang Tahun Untuk Guru

26 November, 2015 at 12:01 am

WiyonoOleh Wiyono SPd
Guru LPMI Al Izzah Batu, Jatim

Guru adalah seseorang yang wajib digugu dan ditiru. Namun guru yang bagaimana yang wajib digugu dan di tiru? Yaitu guru yang bisa menyesuaikan antara perkataan dan perbuatan. Selain itu guru harus sabar dan bisa  menahan amarah, serta bisa menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia.

Bahkan yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 BAB I Pasal I tentang guru dan dosen dijelaskan bahwa: tugas Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah semua ada dalam buku ini.

Mengacu pada satu tugas di atas jika tidak dilandasai dengan ketulusan hati dan niat yang murni tulus serta penuh ikhlas maka seorang guru akan rugi dan berat melaksanakanya. Apalagi bagi guru yang bukan berasal dari latar belakang keguruan. Ditambah dengan ketidaksiapan sebelum mengajar. Alasan berat karena seorang guru sebelum mengajar harus mempersiapkan program pembelajaran.

Hal itu dimulai dengan pembuatan program tahunan, program semester, Silabus, dan terakhir Rencana Pembelajaran, atau yang sering kita sebut dengan RPP. Pada saat mengajar seorang guru harus menguasai materi yang sudah guru programkan dalam RPP tersebut. Di samping itu seorang guru harus peka di setiap permasalahan di kelas. Seorang guru juga harus adil dalam menyampaikan pelajaran kepada siswa, baik siswa yang tingkat emosional tinggi, menengah, maupun emosional rendah.

Seorang guru juga harus adil dalam memberikan pelayanan kepada peserta didiknya. Adil itu sendiri tidak harus memberikan sesuatu yang sama kepada seseorang yang berbeda. Perbedaan tersebut dilihat dari Intelegensi dan spiritual yang berbeda-beda. Hal itu yang membuat seorang guru harus memiliki kemampuan ekstra tangguh dalam mengajar anak didiknya.

Belum cukup dengan itu, ketika selesai mengajar seorang guru harus memberikan penilaian atau evaluasi, dan analisa pengajaran. Ditambah lagi apabila siswa yang kita uji belum memenuhi standart kompetensi yang diharapkan pihak sekolah kita harus mengadakan remidi. Remidi itu sendiri tidak cukup dengan, sekali bahkan bisa berulang kali sesuai kemampuan peserta didik.

Mengacu pada beberapa hal di atas, seorang guru memang harus profesional dalam mengajar sesuai bidangnya masing-masing. Ditambah permasalahan lagi dengan kurikulum yang selalu berubah-ubah sesuai pemegang kebijakan. Apalagi kebijakan tersebut tidak berpihak kepada guru, pengajar, atau siswa. Lebih jauh lagi bagi mereka pemegang kebijakan hanya mementingkan pribadi serta supaya mendapat pengakuan daripihak lain. Akibatnya kurikulum menjadi berantakan yang membuat pengajar tambah pusing dan stres.

Sesuai fenomena di atas sepertinya seorang guru belum diperbolehkan bernafas dengan lega serta santai-santai. Ditambah dengan kurikulum yang menuntut anak didik harus memiliki karakter yang kuat dan tangguh sesuai kualitas dan kemampuan peserta didik. Jika dilihat dari tugas guru di atas yang begitu kompleks. Seorang guru memang harus ikhlas dan dilandasi dengan dasar yang kuat sesuai ajaran yang benar. Jika itu yang dilakukan maka apa yang dikerjakan oleh guru di dunia ini tidak akan sia-sia. Bahkan akan sampai keakhirat kelak. Karena amal dan ilmu yang guru berikan bermanfaatbaik di dunia maupun di akhirat kelak.

Apabila hal itu yang dilakukan maka seorang guru akan mendapat derajat yang tinggi di depan Allah dan manusia. Mengacu pada uraian di atas, sekarang yang menjadi pertanyaan. Seorang guru dalam menyampaikan pelajaran dengan niatan mengajar atau mendidik? Jika niatan mengajar berart apa yang disampaikan tidak akan membekas. Seperti ungkapan sebagian orang”selesai mengajar yas udah, tidak ada tanggungan yang lain alias sudah lepas dari beban”. Tapi jika seorang guru itu menyampaikan materi dengan niatan mendidik. Maka dia selalu bertanggung jawab tentang bagaimana masa depan anak didiknya, baik di dalam maupun di luar kelas.

Apalagi penyampaian materi tersebut dikorelasikan dengan ajaran agama, maka begitu luar biasanya seorang guru ini. Sebagaimana firman Allah yang artinya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.(Mujadallahayat 11).

Allah SWT telah memberikan hikmah (ilmu) kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barang siapa yang dianugerahi hikmah (ilmu) tersebut, maka ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak_(Al-Baqarah: 269): “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR at-Tirmidzi):”Sesungguhnya orang yang memahami ilmu (agama dan mengajarkannya kepada manusia) akan selalu dimohonkan (kepada Allah Ta’ala) pengampunan (dosa-dosanya) oleh semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, termasuki kan-ikan di lautan” (HR Abu Dawud).

Begitujugaditegaskanoleh (Haditsriwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’idan Ahmad) berikutini:“Apabilaseorangmanusiameninggalmakaputuslahamalnya, kecualitigahal: Sedekahjariyahatauilmu yang bermanfaatsesudahnyaatauanak yang shalih yang mendo’akannya”.
Hal itumemangberat, tapiharus guru lakukan, sebabbagaimanapunjugamundurjugatidakmungkin. Mau tidakmauseorang guru harustetapmajuuntukmemperbaikilembagapendidikan yang lebihbaik. Menjadiseorangpendidikmemangberatkarenaharusmendidikakhlak, tingkahlaku, sopansantun, sertapembelajaran yang maksimaldenganbaik.

Di hari ulang tahun ini, marilah kita intruspeksidiri. Apa yang sudah kita lakukan, apakah yang belum kita lakukan, atau apakah kita sudah berbuat yang terbaik kepada anak didik di negeri ini? Apakah kita sudah membekali mereka untuk menghadapi masa depan. Atau jangan-jangan kita masih malpraktik dalam pendidikan ini.

Sehingga amanat Pancasila belum bisa kita tunaikan denganbaik, dampaknya target yang harus kita penuhi belum tercapai.

Kita tidak perlu menuntut pihak lain. Yang jelas mereka sudah berusaha maksimal berbuat yang terbaik untuk kita. Jika masih banyak kekurangan itu wajar. Yang perlu kita ketahui mereka sudah bertindak dan bergerak. Marilah kita berfikir di hati yang dalam dan fikiran yang jernih.

Jika kita belum mendapatkan yang terbaik barangkali memang kita belum berbuat yang terbaik. Sebab Tuhan tahu barang siapa yang berbuat baik maka akan dibalas yang terbaik.

Kita juga tidak perlu pengakuan atau diakui tentang apa yang sudah kita lakukan. Kita tidak peduli dengan gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Yang penting kita harus selalu berjasa melebihi seorang pahlawan. Biarkanlah Tuhan yang menilai.

Tugas kita sekarang mendidik dengan tulus ikhlas dunia akhirat untuk mencerdaskan, mengarahkan, dan mendewasakan anak negeri ini untuk menghadapi tantangan ke depan. Hal itu merupakan aset multi level yang tak akan ada habisnya. Wahai guru, selamat hari ulang tahun, semoga ke depan bisa lebih baik lagi. (Kontak person: 085755333960. Email: : wiyonodp@ymail.com).

Entry filed under: Artikel Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tags: , .

Guru dan Karakter Bangsa Publikasi Ilmiah dan Karya Guru


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: