Menuntut Peningkatan Kinerja Guru

25 November, 2015 at 12:00 am

Oleh Sutrisno
Mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

Guru merupakan salah satu unsur yang dianggap sangat menentukan tinggi rendahnya mutu pendidikan di sekolah. Dalam kebutuhan minimal sarana dan fasilitas pendidikan yang relatif terpenuhi tampak bahwa investasi biaya pendidikan melalui penambahan kesejahteraan guru lebih mampu meningkatkan mutu daripada melalui penyediaan sarana. Apabila dilihat dari segi pelaku, persoalan mendasar dari mutu pendidikan adalah kesejahteraan guru.

Kesejahteraan meliputi aspek material dan nonmaterial. Nonmaterial misalnya kemudahan kenaikan pangkat, suasana kerja yang sejuk, dan perlindungan hukum. Sementara itu, yang termasuk kesejahteraan material adalah gaji, tunjangan, insentif, dan lainnya.

Pemerintah telah memberikan tunjangan sertifikasi guru, sebagaimana amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 18/2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Tujuan utama sertifikasi guru adalah meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan proses dan hasil pendidikan, mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Guru adalah kondisi yang diposisikan sebagai garda terdepan. Ini merupakan posisi yang sangat strategis dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar di lingkungan pendidikan. Kita lihat kinerja guru, menurut para ahli di antaranya adalah Kamars (1994:104) dikutip Adnan (1966:1219) menyatakan, kinerja guru merupakan terjemahan dari kata performance yang berarti kemauan melakukan suatu pekerjaan. Dapat juga dilihat dalam Kamus Bahasa Indonesia (1995:233), kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, ataupun kemampuan bekerja.

Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Berkenaan dengan itu, mari lihat kondisi pendidikan saat ini yang ternyata sangat jauh dari yang dicita-citakan sebelumnya, yaitu pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Rendahnya kualitas pendidikan, kekerasan di sekolah, tawuran pelajar, kecurangan pada Ujian Nasional (UN), video porno dan pelecehan seksual di kalangan pelajar, serta kualitas mengajar guru; paling tidak hal-hal itu menjadi indikator kinerja guru yang kurang baik. Banyak yang perlu menjadi bahan pertimbangan kita saat ini, mengenai kinerja guru yang akan berdampak pada pendidikan yang lebih bermutu.

Dalam pendidikan, guru sangat berperan aktif untuk melancarkan belajar-mengajar, baik pada jenjang pendidikan formal maupun pada jenjang pendidikan nonformal. Seorang guru diharapkan keprofesionalannya untuk memberikan suatu materi pada peserta didik. Profesi itu pada hakikatnya adalah suatu janji seseorang bahwa mereka akan mengabdi pada suatu jabatan yang diperolehnya dan merasa terpanggil mengabdi. Mereka pun akan bertanggung jawab demi terlaksananya proses pendidikan. Oleh karena itu, Hari Guru Nasional ini adalah momentum tepat untuk menuntut peningkatan kinerja guru.

Ada beberapa tujuan kinerja guru. Pertama, guru memiliki program kerja jelas. Seorang guru harus memiliki program kerja yang jelas supaya dalam pendidikan tidak terjadi penyimpangan penyampaian materi yang akan diberikan kepada siswa. Pelajar pun dapat dengan cepat menangkap apa yang disampaikan guru tersebut.

Kedua, seorang guru harus bisa memvariasikan metode pembelajaran. Ini supaya para siswa tidak bosan dalam proses belajar-mengajar. Namun yang dapat dilihat dari realitas hari ini, seorang guru memberikan pelajaran hanya dengan satu metode sehingga dapat membosankan para siswa dalam kelas.

Ketiga, guru harus bisa memberikan motivasi kepada siswanya dalam belajar-mengajar. Diharapkan melalui motivasi, apa-apa yang disampaikan guru dapat dikerjakan oleh siswa dengan baik. Memberikan motivasi sangat berpengaruh karena siswa akan merasa diperhatikan oleh gurunya.

Keempat, meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru. Pada Pasal 10 UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan, ada empat kompetensi guru, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dengan memiliki kompetensi yang unggul, guru dapat berperan sebagai garda terdepan membangun generasi bangsa yang berdaya saing ilmu pengetahuan, sumber daya manusia (SDM) berkualitas, dan memiliki moralitas tinggi.

Sosok Guru
Uji kompetensi guru (UKG) diharapkan menghasilkan sosok guru yang profesional, berkompetensi, berkarakter, serta mampu mewujudkan visi pendidikan. Untuk memahami profesi, kita harus mengenali melalui ciri-cirinya, antara lain memiliki suatu keahlian khusus, merupakan suatu panggilan hidup, memiliki teori-teori yang baku secara universal, mengabdikan diri bagi masyarakat dan bukan untuk diri sendiri, dilengkapi kecakapan diagnostik dan kompetensi yang aplikatif, memiliki otonomi dalam melaksanakan pekerjaannya, mempunyai kode etik, mempunyai klien yang jelas, mempunyai organisasi profesi yang kuat, serta mempunyai hubungan dengan profesi pada bidang-bidang ahlinya.

Ciri-ciri tersebut masih terlalu luas karena belum dikaitkan dengan bidang keahlian tertentu. Bagi profesi guru, ciri-ciri itu lebih spesifik lagi dalam kaitannya dengan tugas-tugas pendidikan dan pengajaran baik di dalam maupun luar kelas. Kita yakin, pada era globalisasi ini, informasi sangat mudah didapatkan, mulai dari informasi yang sering didengar maupun informasi yang belum pernah didengar. Hal tersebut dapat diatasi dengan baik jika seorang guru memperhatikannya dengan baik mengenai hal yang mesti dilakukannya dalam belajar-mengajar.

Jadi, yang mesti diperhatikan pemerintah pada saat ini, yaitu cara meningkatkan kinerja guru. Jika guru telah sepenuh hati mengabdi pada negara yang kita cintai ini, negara akan maju untuk selama-lamanya. Tak kalah pentingnya, para guru perlu menumbuhkan kesadaran internal untuk melakukan perbaikan dan perubahan kinerja. Guru perlu mengetahui persis kewajiban dan penguasaan kompetensi secara maksimal. Tak berlebihan apabila kita menyebut guru adalah kunci revolusi mental yang digagas Presiden Jokowi. Selamat Hari Guru! (Sumber : Sinar Harapan, 25 Nopember 2015)

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Uji Kompetensi Guru Guru Pembangun Peradaban


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: