Menjadikan sebagai Pasar Pendidikan

20 Mei, 2015 at 12:00 am

Oleh M Rikza Charmami MSi
Dosen dan mahasiswa Program Doktor UIN Walisongo Semarang.

Banyak orang sangat menyayangkan kebakaran yang melanda Pasar Johar. Apalagi musibah itu berdekatan waktunya dengan musim panen dagangan menjelang Ramadan dan Lebaran.

Yang perlu dilakukan saat ini adalah menata segala hal yang terkait dengan psikologi pedagang,mencarikan pinjaman modal dagang tanpa bunga dan atau berbunga ringan, komunikasi intens antara pedagang dan pemerintah hingga pencarian lahan sementara untuk berdagang. Pasar besar di kota Semarang ini memang penuh dengan keunikan. Dengan sifatnya sebagai pasar tradisional, tentunya membuat harga jualnya relatif murah dan terjangkau semua kalangan.

Maka tidak aneh jika mengunjungi pasar Johar, berjajar mobil mewah yang menunjukkan pembeli dari kalangan elite dan kalangan biasa. Terlepas dari itu, kesan pasar Johar kumuh, pedagangnya galak, senang memasang harga tinggi, banyak copet dan kurang nyaman memang terjadi.

Mayoritas dihuni pedagang senior yang turun-temurun. Model penawaran harganya juga terkadang seenaknya sendiri dan cenderung tinggi. Apalagi yang membeli adalah ”orang asing”. Anggapan harga barang yang dijual di Johar mahal, dan harus menawar masih diyakini oleh pembeli.

Maka bagi pembeli yang sudah ”ahli belanja” jika ke Johar langsung menggunakan kata kunci: barang yang dibeli akan dijual lagi atau menanyakan harga grosirnya berapa. Dengan strategi itu maka pembeli akan ”dihormati” oleh pedagang. Berkumpulnya pedagang eceran dan grosir menjadi satu membuat aneka tawaran harga barang rendah dan masih bisa dijual kembali di pasaran luar.

Di sisi lain, kesan Johar banyak preman dan copet membuat orang tidak nyaman berbelanja. Termasuk kesemrawutan parkir juga menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan. Untuk menjadikan Johar kembali bangkit perlu dituangkan sebuah gagasan sebagai pasar pendidikan.

Yang dimaksudkan pasar pendidikan adalah adanya pranata bisnis tradisional yang dikelola dengan manajemen modern berbasis kearifan lokal. Pasar pendidikan juga bisa menjadi teladan dalam hal kedisiplinan dan kebersihan. Termasuk menjaga kejujuran pedagang, penguatan ekonomi berbasis syariah, dan muatan kegiatan agama para pedagang.

Menyatukan
Jika Johar mampu menciptakan semua itu maka pasar ini akan kembali bangkit dengan semangat baru. Ada lima hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya sebagai pasar pendidikan. Pertama; kekompakan visi pemerintah dan pedagang. Jika pemerintah mempunyai ambisi merenovasi sementara pedagang selalu menolak, maka impian menjadikan Johar sebagai pasar bermodel baru tidak akan terwujud.

Pedagang mempertahankan ego bahwa Johar masih layak dan mampu menyumbang pendapatan kota dengan besar, sedangkan pemerintah ingin ada penataan. Problem ini tidak akan selesai jika tidak ada kesamaan visi. Saat inilah waktu yang tepat untuk menyatukannya.

Kedua; desain bangunan pasar perlu ditata dengan lebih rapi. Namun bila sudah dibangun, jangan sampai pedagang dibebani dengan iuran yang tidak terjangkau. Termasuk perlunya desain bebas banjir, nyaman dan ramah lingkungan. Yang terpenting bebas dari korsleting sehingga kekhawatiran kembali terbakar bisa dihindari.

Ketiga; perlu mengutuhkan identitas Johar sebagai pusat perdagangan yang murah dan terjangkau semua kalangan. Termasuk mempertahankan identitas pusat dagangan pendidikan dan mendapatkan kios-kios khusus pernak-pernik pendidikan. Keempat; mengembangkan prinsip ekonomi syariah yang saling menguntungkan pedagang dan pembeli.

Kelima; membuat Johar kembali bangkit dengan menyabet kembali gelar sebagai pasar terbesar dan terbaik di Asia Tenggara sebagaimana kejayaan pada 1955. Jika lima hal itu bisa dilaksanakan dengan baik maka Johar akan kembali bangkit sebagai pasar pendidikan yang mengedukasi seluruh anak negeri. (Sumber : Suara Merdeka, 20 Mei 2015)

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Tionghoa Menggugat Tragedi Mei 1998 Penggiat Buku untuk Kebangkitan Nasional


ISSN 2085-059X

  • 649,871

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: