Memperkuat Jateng lewat Pendidikan

27 April, 2015 at 7:50 am

Oleh Muhamad Nukha Murtad
Alumnus Pendidikan Administrasi Perkantoran Unnes

Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat telah selesai dilaksanakan, kini saatnya menunggu hasil atas apa yang telah dikerjakan. Beberapa siswa SMA saat ini mungkin sibuk dengan ujian masuk perguruan tinggi dan siswa SMK sibuk dengan mencari pekerjaan.

Ungkapan di atas mengandung nilai kebenaran karena selama ini siswa atau orang tua memilih SMK, salah satu harapannya adalah kelak ketika lulus, ijazah dapat langsung dipergunakan untuk melamar pekerjaan.

Akan tetapi di sisi lain ada juga lulusan SMK yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan ada juga lulusan SMAyang langsung terjun ke dunia kerja. Memilih jenis pendidikan memang tidak boleh sembarangan. Jenis pendidikan merupakan kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Beberapa jenis pendidikan yang ada saat ini misalnya pada jenjang pendidikan dasar kita mengenal SD dan MI, kemudian jenjang menengah terdapat SMP dan MTs, selanjutnya terdapat SMA, SMK serta MA. Dengan banyaknya pilihan yang ada, ini memerlukan pertimbangan yang serius.

Mengapa saya katakan serius? Dalam memilih pendidikan mana yang nantinya akan digeluti oleh anak, perlu adanya pemahaman mengenai karakteristik anak dan karakteristik masing-masing jenis pendidikan. Memahami karakteristik anak erat kaitannya dengan pemetaan kemampuan, bakat serta minat.

Ketika karakteristik anak telah ditemukan maka selanjutnya akan lebih mudah dalam memilih jenis pendidikan mana yang cocok. Salah satu contoh yang sering dihadapi misalnya ketika anak telah memasuki SMAdan akan menghadapi penjurusan IPAdan IPS, biasanya kita kesulitan menentukan mana yang akan dipilih.

Bahkan tidak jarang kita menentukan kredibilitas jurusan berdasarkan pengamatan jurusan mana yang paling populer di masyarakat. Alhasil pilihan jatuh pada jurusan tertentu yang terkadang tidak sesuai dengan kemampuan anak. Demikian halnya saat memilih jurusan mana di SMK yang dinilai paling cepat kerja.

Jangka Panjang
Memperhatikan peluang karier memang salah satu hal yang juga perlu diperhatikan, tetapi tidak lantas kita kesampingkan hal yang lebih besar yaitu kemampuan anak. Teori kecerdasan menyebutkan bahwa setiap anak lahir dengan kemampuan masing-masing.

Kemampuan tersebut bersifat unik dan berbeda tiap anak. Pendidikan yang populer di masyarakat belum tentu cocok dengan karakteristik kemampuan seorang anak. Oleh karena itu disinilah letak pentingnya mengetahui potensi bawaan pada masing-masing individu.

Orang tua jelas memiliki peran penting untuk menemukan bakat spesial tersebut. Selanjutnya ketika berada di sekolah guru tidak hanya berfungsi sebagai pemberi nilai, perlu diingat bahwa tujuan pendidikan adalah bertambahnya kemampuan siswa bukan semata-mata nilai. Sehingga guru juga bertugas membimbing siswa mengembangkan kemampuan yang dimiliki melalui metode pembelajaran yang tepat.

Misalnya saja di SMK yang memang didesain khusus untuk memperkuat keterampilan siswa, maka guru harus siap memperbanyak porsi pembelajaran melalui kegiatan praktik. Kemdikbud melalui dinas terkait di tiap daerah juga perlu untuk membantu agar satuan pendidikan dapat menjalankan tugas dengan baik. Memetakan kemampuan yang dimiliki anak sejak dini memungkinkan pendampingan belajar dapat dilakukan secara optimal.

Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya salah jurusan dalam sebuah proses pendidikan. Beberapa kota di Jawa Tengah saat ini telah memiliki semboyan terkait pendidikan. Misalnya Semarang Kota Vokasi, Solo Kota Inklusi, dan beberapa daerah yang lain juga mulai mencanangkan wajib belajar 12 tahun.

Program yang telah terbentuk akan lebih selaras jika warga Jateng mengetahui dengan pasti jenis pendidikan yang cocok. Harapannya jika anak belajar sesuai dengan keahliannya sejak awal hingga pendidikan terakhirnya, bahkan di perguruan tinggi, dia akan menjadi generasi yang ahli dalam bidangnya.

Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menuntut para tenaga kerja yang profesional, maka pendidikan jika diletakkan sesuai dengan fungsinya akan benar-benar mampu memperkuat daya saing generasi muda, daerah dan negara. (Sumber: Suara Merdeka, 27 April 2015)

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Hak Pendidikan Agama Anak Membiasakan Menulis


ISSN 2085-059X

  • 649,871

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: