Miras Oplosan di Kota Wali

5 Februari, 2015 at 12:00 am

Oleh Mochammad Burhan
Guru SMK Pati Unus Kecamatan Karangawen Demak, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPGRI Semarang

Polres Demak mengamankan 7 siswa ke kantor polisi karena mereka mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan. (SM, 17/12/14). Siswa itu pesta miras di tengah pertunjukan musik yang menghimpun dana amal. Seorang pelakuu mengaku minum miras supaya kuat berjoget. Fakta itu mengundang keprihatinan banyak pihak mengingat Demak identik Kota Wali.
Humas PC Ansor Demak, Wahib menyatakan keprihatinannya serta mendesak pihak sekolah dan polisi lebih tegas menindak mereka yang mengonsumsi dan memperdagangkan miras. Fakta menunjukkan beberapa penjual miras di Demak mengemas minuman itu untuk mengelabui polisi supaya tak merazia. (SM, 2/10/14).

Pesta miras di Sumedang Jabar pada awal Desember 2014 malah lebih memprihatinkan. Selama 7 hari pesta miras di berbagai tempat mengakibatkan sedikitnya 127 orang, seorang di antaranya berusia 10 tahun, harus dirawat di RSUD Sumedang. Kasus itu menyebabkan 10 orang tewas secara berturutan.
Dulu, orang yang ingin minum miras masih memiliki rasa malu atau risi terhadap tetangga. Lapak penjualannya pun masih ’’tersembunyi’’, dan miras ’’disamarkan’’ dengan jajanan atau barang yang dijual, seperti rokok. gorengan, makanan kecil, atau minuman bersoda. Penjual pun hanya mau melayani pembeli yang sudah dikenal.
Sekarang, kondisi itu berkebalikan mengingta semua serbaterang-terangan. Ibaratnya, orang sudah menanggalkan rasa malu, dan mulai muncul pergeseran opini tentang miras. Sejumlah orang bahkan mengasumsikan bahwa minuman beralkohol jenis tertentu adalah jamu.

Penggiringan opini seperti itu sangat berbahaya. Ketika muncul asumsi positif yang melekat di kalangan masyarakat, sebenarnya yang diuntungkan hanya produsen minuman beralkohol. Omzet penjualan produknya meningkat, di sisi lain konsumen tidak memedulikan dampak buruk bagi dirinya.
Ada beberapa lagu yang semestinya bisa menyadarkan pecandu miras, seperti lagu ’’Oplosan’’, ’’Mister Mendem’’, dan ’’Mabuk Janda’’. Lagu ’’Oplosan’’ menceritakan istri yang mengingatkan suami menghentikan kebiasan minum miras oplosan. Persoalannya, kadang lagu-lagu itu menjadi ’’pengiring’’ orang berpesta miras.
Bagi sebagian orang, minum miras dianggap bisa menciptakan perasaan rileks, lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, sedih, atau marah. Bahkan ada yang merasa lebih bebas lagi dalam mengekspresikan diri. Banyak yang terjerumus karena beberapa faktor, misal permasalahan pribadi dan terjebak pola hidup hedonis.

Kegiatan Positif

Bagi penganut paham hedonis, hal itu semacam pengakuan di lingkungannya. Semakin loyal di lingkungan, akan makin dihargai. Kedua aspek tersebut memang menjadi perhatian. Kita perlu memperbanyak kegiatan positif supaya kita tidak terpengaruh oleh kegiatan negatif, salah satunya minum miras.
Kegiatan positif berawal dari kegiatan rutin, baik di dunia kerja maupun interaksi dalam keluarga. Keseimbangan antara dunia kerja dan waktu untuk keluarga bisa menumbuhkan rasa nyaman dalam menjalani kehidupan.Dua hal positif yang pperlu kita kembangkan. Sebagai individu dalam masyarakat harus bersikap antipati terhadap miras.

Sebagai bagian dari lingkungan, kia juga perlu bertindak bila menjumpai ada orang memperdagangkan atau mengopos miras di lingkungannya. Tentu jangan dengan cara main hakim sendiri tapi melaporkannya ke polisi terdekat yang memang mempunyai wewenang untuk menindak.
Sebagai orang tua/dewasa, kita perlu secara terus-menerus memberikan pemahaman kepada anggota keluarga mengenai bahayanya mengonsumsi miras. Termasuk mengaitkan dengan ajaran agama dan norma dan etika. Sudah banyak korban meninggal dunia akibat minum miras sehingga jangan sampai kita menjadi korban kesia-siaan diri sendiri. (Sumber: Suara Mereka, 5 Pebruari 2015).

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: , .

Menggugat Dikotomi PTN-PTS Biaya Pendidikan di AS


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: