Antara Beasiswa Unggulan BPKLN dan Beasiswa LPDP

22 Januari, 2015 at 12:01 am

bayuOleh Bagus Wahyu M
Alumi Beasiswa Unggulan angkatan 2011 Program Sarjana Teknik Kimia UNDIP. Email: baguswahyumurtianto@ymail.com

 

Jakarta – Di Era Globalisasi yang semakin maju, persaingan akan sumber daya manusia semakin ketat yang berakibat pada pentingnya memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

Untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi permasalahan yang sering dihadapi adalah masalah biaya, dimana masalah biaya adalah masalah klasik bagi warga Indonesia yang ingin menggapai cita-citanya untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

Ada beberapa alternatif beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, diantaranya adalah Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BU-BPKLN) dan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negri (BU-BPKLN) adalah program beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, sebenarnya Kemendikbud sendiri mempunyai dua program Beasiswa Unggulan.

Yang pertama adalah Beasiswa Unggulan dari Dikti dengan sasaran para dosen yang ingin menempuh pendidikan lanjut, sedangkan yang kedua adalah Beasiswa Unggulan dari BPKLN dengan sasaran putra-putri terbaik bangsa Indonesia dan mahasiswa asing terpilih.

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah program beasiswa dari Kementerian keuangan yang sasaran pembiayaan pendidikan hanya kepada warga negara Indonesia.

Kedua program beasiswa tersebut bertujuan melahirkan kader terbaik bangsa yang memiliki pemahaman kebangsaan secara komprehensif, integritas dan kredibilitas tinggi, berkepribadian, moderat serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara.
Sumber pendanaan kedua program beasiswa tersebut berasal dari dana APBN yang dialokasikan sesuai ketentuan. Kedua beasiswa tersebut adalah full scholarship, dimana baiya kuliah dan biaya hidup ditanggung oleh pemberi beasiswa.

Kedua beasiswa tersebut mempunyai prosedur pembiayaan yang sangat berbeda. Untuk BU- BPKLN , mahasiswa yang telah lulus administrasi akan diundang untuk proses penandatanganan kontrak.

Kontrak yang diberikan berupa pemberitahuan jumlah beasiswa yang diberikan, kesanggupan pembuatan ISR (intellectual social responsibility) , dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan tidak akan menerima beasiswa dari pihak lain.

Dana beasiswa yang diberikan juga berbeda tiap pendaftar, tergantung dari biaya kuliah pada universitas dalam maupun luar negeri serta kota yang ditinggali sang penerima.

Bisa juga dana beasiswa yang diberikan di bawah dari kebutuhan dana yang diperlukan penerima BU-BPKLN dalam menyelesaikan proses perkuliahannya, jika hal ini terjadi maka mau tidak mau penerima harus menanggung sendiri sisa kebutuhan dana pendidikan yang diperlukan.

Proses pencairan dana Beasiswa akan diberikan dalam beberapa tahap, dimana tiap tahap dicairka satu tahun sekali. Untuk kejelasan waktu pencairan Beasiswa Unggulan, BPKLN kemendikbud tidak memberikan jadwal yang tetap dan seringnya pencairan beasiswa diantara pertengahan hingga akhir tahun.

Selama Beasiswa belum cair, mahasiswa harus membayarkan terlebih dahulu biaya yang harus ditanggung guna keperluan perkuliahan, setelah itu dana beasiswa yang telah disepakati akan di transfer langsung ke rekening penerima (reimburse) jika sudah berada pada tanggal pencairan dana beasiswa.
Keterlambatan pada proses pencairan dana beasiswa sangat wajar mengingat sumber dana BU-BPKLN berasal dari dana APBN yang mempunyai birokrasi yang panjang dalam proses pencairannya.

Proses pendaftaran BU-BPKLN dibuka sepanjang tahun. Jika kuota pembiayaan pada tahun tersebut sudah terpenuhi maka pendaftaran BU-BPKLN akan ditutup, dikarenakan BU-BPKLN mempunyai batas kuota pembiayaan pada tiap tahunnya.

Untuk proses seleksi Beasiswa LPDP lebih sulit dibandingkan dengan BU-BPKLN. Pendaftar Beasiswa LPDP harus lolos tahap administrasi, wawancara dan LGD (Leaderless group discussion) dan program penetapan kelulusan (PK). Beasiswa LPDP dibuka sepanjang tahun dengan metode cut-off.

Beasiswa LPDP tidak mempunyai kuota, tetapi Beasiswa LPDP menetapkan sistem target. jika peserta yang mengikuti tahap wawancara sebanyak seratus orang dan semua orang tersebut mempunyai potensi menjadi seorang pemimpin maka semua peserta akan dibiayai.

Jika pada proses wawancara hanya ada enam orang saja yang mempunyai kriteria yang diinginkan Beasiswa LPDP maka hanya enam pesertalah yang dibiayai.

Peserta yang sudah lulus program PK akan diberikan kontrak beasiswa, dimana Beasiswa LPDP menanggung semua biaya yang dibutuhkan.

Untuk hal pembiayaan Beasiswa LPDP berbeda dengan BU-BPKLN. Model yang diterapkan Beasiswa LPDP adalah besaran dana yang dibutuhkan oleh penerimanya, jika dana yang dibutuhkan sebanyak satu miliar rupiah maka Beasiswa LPDP akan mendanai sesuai kebutuhan penerimanya.
Proses pencairanya pun berbeda dengan BU-BPKLN, dana akan dicairkan sesuai dengan waktu kebutuhan sang penerima tanpa mengalami keterlambatan.

Tujuan universitas kedua program beasiswa tersebut sangat berbeda. BU-BPKLN membiayai semua universitas di Indonesia baik itu universitas negeri maupun universitas swasta, tetapi untuk universitas luar negeri BU-BPKLN lebih mengutamakan program gelar ganda (dual degree).

Beasiswa LPDP sendiri ingin para penerimanya mendapatkan pendidikan terbaik maka dari itu beasiswa LPDP lebih membiayai universitas baik dalam dan luar negeri yang mempunyai peringkat terbaik.

Dengan begitu daftarlah hanya pada universitas tujuan sesuai dengan daftar universitas yang dibiayai oleh Beasiswa LPDP.

Beasiswa LPDP sangat mendorong penerimanya untuk mendapatkan pendidikan di universitas top dunia dengan memberikan insentif sebesar Rp 50 juta, bagi penerimanya yang dapat melanjutkan pendidikan di universitas-universitas peringkat 20 dunia.

Jenjang pendidikan yang dibiayai kedua beasiswa tersebut hampir sama. Pada umumnya BU-BPKLN mencakup semua program pendidikan (S1, S2 dan S3).

Program-program yang ditawarkan BU-BPKLN antara lain program beasiswa sarjana, magister, doktor, beasiswa tokoh dan peneliti (P3SWOT), beasiswa ulung, beasiswa mahasiswa asing dan beasiswa kemitraan.
Beasiswa ulung adalah program beasiswa akselerasi (fasttrack) bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidiknya di akhir semester, sedangkan beasiswa kemitraan adalah beasiswa ikatan dinas dari industri tertentu yang peduli dengan dunia pendidikan (BU-CIMB Niaga dan BU-BRI).

Beasiswa LPDP sendiri hanya ditujukan untuk program studi magister dan doktor , termasuk menawarkan untuk program pendidikan dokter spesialis. Jika dibandingkan dengan BU-BPKLN, beasiswa ini hanya memiliki jenis program yang lebih sedikit.

Program tersebut antara lain adalah beasiswa magister dan doktor dalam dan luar negeri, beasiswa afirmasi, beasiswa tesis dan disertasi dan yang terakhir adalah beasiswa pendidikan dokter spesialis.

Beasiswa afirmasi sendiri ditujukan bagi WNI yang berasal dari tempat terdepan, tertinggal dan terluar (3T). Program afirmasi juga diperuntukkan bagi WNI yang telah berjasa dalam mengharumkan nama baik Indonesia. (Sumber: DetikNews.Com, 22 Januari 2015).

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Mengkaji Ulang UN 2015 Sarjanakan Guru, E-Sabak Kemudian


ISSN 2085-059X

  • 648,662

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: