Wawali Solo Perempuan

30 Oktober, 2012 at 12:00 am

Oleh Ari Kristianawati
Guru SMA 1 Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen

Teka-teka siapa yang akan menjadi wakil wali kota Solo, mendampingi Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, masih menjadi pertanyaan warga kota itu. Beberapa waktu lalu ada berbagai manuver politik yang mencoba menyodorkan beberapa nama tokoh yang digadhang-gadhang. ”

B eberapa partai dan ormas bahkan telah mewacanakan nama yang dianggap layak. MUI misalnya, menyodorkan Achmad Purnomo, PPP mengusulkan 4 nama dari kalangan NU dan Muhammadiyah, sedangkan Partai Gerindra mengajukan sosok muda pengusaha yang memiliki ikatan aristokrat dengan keraton.

Sayang, dari sejumlah nama yang muncul ke permukaan tidak ada calon perempuan yang dianggap cakap dan kompeten menjadi orang ke-2 di Pemkot Surakarta. Semua nama yang diusulkan menjadi calon pendamping Rudy, panggilan akrab Wali Kota Solo, adalah laki-laki dengan beragam latar belakang sosiologis.

Sejumlah tokoh perempuan, baik dari kalangan pengusaha, akademisi, ormas/ partai politik, dan LSM layak dicalonkan. Mereka memiliki rekam jejak dan pemikiran cemerlang dalam bidang sosial kemasyarakatan dan tata kelola pemerintahan.

Bahkan memiliki keunggulan komparatif dibanding beberapa nama laki-laki yang diajukan partai/ ormas atau ’’dipopulerkan’’oleh media.

Keunggulan komparatif itu antara lain, pertama; tokoh perempuan berlatar belakang akademisi, tokoh parpol/ ormas, dan pegiat LSM merepresentasikan aspirasi dan keterwakilan perempuan.

Sebagai catatan pemilih perempuan di Solo dalam pilkada lalu mencapai 57,8% dan mereka seharusnya diwakili oleh kandidat perempuan yang memiliki kesadaran gender dan demokrasi sosial.

Kedua; mayoritas dari mereka bukan kader karbitan melainkan benar-benar sosok yang memiliki bakat kepemimpinan mengingat rekam jejak aktivitas sosial yang digeluti. Mereka telah lama mengabdikan fungsi dan peran bagi kepentingan publik tanpa ada tendensi politik.

Ketiga; banyak yang memiliki perspektif pemikiran keadilan gender dan kesadaran perjuangan hak asasi perempuan. Beberapa tokoh tersebut, khususnya dari kalangan LSM, telah teruji aktualitas pemikiran politik progender selama ini.

Keterwakilan Perempuan Kemunculan beberapa nama yang diusulkan secara langsung ke PDIP atau dimunculkan melalui media, sebagai kandidat wawali, menampakkan pandangan politik maskulinistik dan tidak demokratik. Sementara pandangan yang memosisikan peran kepemimpinan perempuan masih diabaikan.

Seharusnya wacana pendamping kepemimpinan Rudy merepresentasikan keterwakilan identitas komunitas, yakni perempuan. Wanita memiliki hak yang sama untuk dipilih menjadi pemimpin kota Solo. Secara konstitusional, PDIP yang berhak mengajukan usulan nama ke sidang paripurna DPRD sebagai kandidat wakil wali kota.

Harapan besar publik semoga PDIP memikirkan sebuah langkah politik prokeadilan gender, misalnya satu dari dua nama yang diusulkan sebagai kandidat adalah sosok perempuan. Tentunya sosok yang memiliki karakter dan talenta kepemimpinan dengan visi politik gender.

Wanita yang layak menjadi calon wakil wali kota adalah tokoh yang memiliki rekam jejak aktivitas pemihakan nasib perempuan, pengalaman berorganisasi dan berpolitik teritorial. Lebih jauh lagi, sanggup memperjuangkan program-program pembangunan dan pemberdayaan perempuan yang berperspektif gender. Solo ke depan membutuhkan pemimpin perempuan yang memahami akar sosiologis masyarakat dan sanggup memerankan diri sebagai perekat sosial (solidarity maker).

Alangkah bijak bila posisi wawali diisi oleh perempuan dengan berbagai referensi politik keperempuanan yang beraraskan visi keadilan sosial. Publik berharap PDIP berani mendekonstruksi politik lokal ke arah pemenuhan representasi identitas perempuan. (Sumber: Suara Merdeka, 30 Oktober 2012)

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Keberlanjutan Tantangan Guru Penilaian Kinerja Guru, Siapa Takut?


ISSN 2085-059X

  • 647,977

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca

%d blogger menyukai ini: