Keberagaman yang Menyenangkan

Oleh Dr Harjito MHum
Ketua Program Studi Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Semarang

(lebih…)

23 Juli, 2015 at 12:50 am

Menumbuhkan Cinta pada Sekolah

Oleh Eko Pujiono
Guru SD Jatisari, Kecamatan Mijen Kota Semarang, alumnus IKIP (kini Universitas) PGRI Semarang

(lebih…)

9 Juli, 2015 at 7:04 am

Guru: Antara Pendidikan, Entertainment, dan Advertising

Andi ArdiansyahOleh Andi Ardiansyah SPd
Guru SMP Negeri 3 Dua Pitue Kalosi Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Sealatan

 

“Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”
Prinsip dasar Quantum Teaching

Saat ini pengalaman sosial peserta didik diera teknologi informasi (IT) dan komunikasi sangatlah dipengaruhi oleh kekuatan media dalam berbagai dimensi kehidupan yang secara langsung atau tidak langsung sangat mempengaruhi pengalaman belajar peserta didik. Pengaruh media televisi, buku, majalah, internet dan media audio visual lainnya yang menampilkan materi yang bisa dikatan terupdate, terkini, menarik, serta informatif yang menghasilkan materi menyenangkan dan merangsang para penikmatnya termasuk sebagian besar peserta didik untuk mengikuti, meniru, mengembangkan informasi yang diperoleh dari pengalaman melihat, mendengar, serta merasakan informasi yang diperolehnya, dari semua akumalasi stimulus media tersebut menghasilkan pengalaman belajar tersendiri yang unik bagi peserta didik yang kemudian diakumulasikan dengan pengalaman belajar dikelas dalam dunia pendidikan.

Selanjutnya disinilah sosok Guru ditantang bukan hanya sekedar mengajar ilmu pengetahuan, memberikan pendidikan, tetapi Guru dituntut untuk lebih mengeksplorasi kemampuan mengajarnya yang menghibur dan menyenangkan agar pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh dari lingkungannya masing-masing bisa diarahkan hingga menghasilkan sebuah pengetahuan yang terinternalisasi dalam pikiran dan bertahan lama sehingga jika sewaktu-waktu dibuka, ingatannya akan mudah untuk membukanya kembali (bukan sekedar dapat diterima, dihafal dalam jangka waktu singkat).

Tulisan ini akan membahas tentang pentingnya sosok Guru selain menjadi pendidik sekaligus menjadi sosok penghibur (entertainer), promosi (advertising) dikelas dalam mengkreasikan proses belajar mengajar yang menyenagkan (PAIKEM)

Pengembangan Materi Ajar
Eksplor materi ajar sangat penting dalam mengarahkan, menggali, serta merangsang pengalaman belajar atau pengetahuan awal peserta didik yang dapat menunjang proses belajar mengajar yang menyenangkan dikelas.

Menurut Gardner menyatakan bahwa kecerdasan lebih berkaitan dengan kapasitas (1) memecahkan masalah dan (2) menciptakan produk dilingkungan yang kondusif dan alamiah. Gardner memetakkan lingkup kemampuan manusia yang luas menjadi delapan kategori yang komprehennsif atau delapan “kecerdasan dasar”. Berikut ini merupakan pertanyaan yang perlu diperhatikan dalam menyusun materi ajar :

Entertainer itu adalah seseorang yang mampu menghibur dengan kemampuan yang dia miliki. baik itu kemampuan dalam akting, dalam bicara, dan dalam tingkah lakunya sekaligus berpromosi (advertising). Artis itu entertainer, politikus itu juga bisa disebut entertainer, Guru pun demikian bisa jadi artis, atau pelawak, sosok yang bisa mendidik sekaligus menghibur dalam proses belajar mengajarnya.

Mengajar, Fungsi Entertainmet dan Advertising
Proses mengajar di kelas jika dikemas dengan menarik maka akan menjadi aktifitas yang menyenangkan bagi peserta didik maupun pengajar sendiri, sehingga proses kegiatan belajar mengajar seolah sebagai hiburan (entertainment). Jika kondisi ini dapat dicapai maka proses transfer informasi bahan ajar akan dapat mudah dipahami peserta didik dan meningkatkan semangat bagi Guru dan peserta didik.

Kondisi yang menyenagkan harus dijaga, maka proses advertising dari kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan sendirinya. Pada proses mengajar maka Guru harus dapat pula berfungsi sebagai team advertising (promosi) dalam kelas. Pada posisi ini harus memahami fungsi salesmanship. Fungsi ini adalah kemampuan Guru bagaimana menyajikan seni menanam ransangan di hati peserta didik yang akhirnya membuahkan beraneka ragam motivasi, serta mengarhakan tindakan yang diberikan peserta didik yang sesuai dengan keinginan target pencapaian materi.

Salah satu bagian kegiatan dari seorang sales adalah “demonstrasi atau presentasi” hal ini pas bagi seorang Guru untuk masuk dalam dunia ilmu sales dan entertainment.

Adapun strategi demonstrasi yang menarik adalah:
1. Tunjukkan hal-hal penting, jika perlu didramatisasi
2. Gunakan kiasan-kiasan metaphora, analogi
3. Gunakan bahasa Prosfek ( jelas, teratur, logis, benar, dan meyakinkan )
4. Selingi dengan kata penekanan hal-hal yang penting misalnya “bukan”, silahkan dipikir dan sebagainya.
5. Memberi kesempatan waktu audiens untuk bicara
6. Jika perlu diulangi hal yang penting
Tujuh Pedoman Untuk Presentasi Sukses :
1. Pahamilah apa yang anda inginkan: tujuan jelas
2. Binalah Jalinan: kenalilah mereka ; latar belakang, minat, kegagalan, dan pengalaman masa lalu.
3. Bacalah Mereka: perilaku, sikap, dan bahasa tentang keadaan siswa saat ini.
4. Targetkanlah Keadaan Mereka: Orkestrasikan keadaan keadaan perserta didik mencapai sukses
5. Capailah Modalitas Mereka: melalui pola bahasa, suara, gerak dan kegiatan melibatkan modalitas Visual, Auditorial, Kinestetik.
6. Manfaatkanlah Ruangan; ruang adalah panggung
7. Bersikaplah Tulus: Terbuka, Jujur, Adil, Tulus.

Agar Presentasi menarik, menyenangkan dan membawa pesan promosi (advertising) maka lakukan hal berikut :
1. Kuasai materi, tentang kebutuhan peserta didik terdekat
2. Ciptakan suasana peserta didik yang nyaman daan tersentral.
3. Lontarkan jokes, lelucon yang dimengerti peserta didik secara spontan :
– isu hangat dan terkini.
– Analogi-analogi lelucon
– Ceritera lucu
– Gunakan peserta didik sebagai obyek lelucon yang manusiawi.
4. Sampaikan materi disertai dengan maksud advertising yang tidak berlebihan
5. Simpulkan dengan pembanding
6. Kembalikan pada peserta didik untuk menilai dan mengambil keputusan.
(Kontak person: 081296044004. Email: smpnegeritigaduapituekalosi@gmail.com)

5 Juli, 2015 at 12:01 am

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Does IchnatunOleh Does Ichnatun D.S.
Guru SMP Negeri 3 Semarang

 

Dialog kecil di sekolah:

Guru 1 : “Kok Ibu sering diklat, seminar. Kegiatan apa, Bu?”

Guru 2 : “PKB, Bu.”

Guru 1 : “PKB? Ibu berpolitik? Bukankah PNS dilarang?”

Guru 2 : “Ini bukan politik, Ibu, tapi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.”

Guru 1 : “Apa itu?”

Guru 2 : “Ini adalah bentuk pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru yang dilaksanakan sesuai kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan.”

Guru1 : “Untuk apa?”

Guru 2 : “Lha itu, untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.”

Guru 1 : “Halah. Kok repot. Begini saja sertifikasi sudah cair, siswa saya sudah banyak yang sukses, jadi dokter, insinyur, bahkan ada yang jadi Wali Kota.”

Guru 2 tidak melanjutkan percakapan. Dia merasa tidak berada dalam satu perahu dengan guru 1, sehingga jika dilanjutkan berdiskusi akan terjadi salah paham.

Sulitnya mengubah pola pikir guru. Mengapa dia merasa bahwa keberhasilan anak didiknya berkat jasanya? Mungkin benar, tapi tidak sepenuhnya.

Pendidikan sama seperti tehnologi.
Ketika telfon seluler baru diluncurkan, mengapa orang buru-buru mengganti miliknya yang lama? Itu karena dia tidak mau dikatakan ketinggalan zaman. Namun, ketika ada perkembangan baru di bidang pendidikan, mengapa semua berkata, “Demi apa? Naik pangkat? Berapa kenaikan gajinya? Nggak cucok! Begini saja sertifikasi sudah cair, dan siswa saya banyak yang sukses.”

Mungkin benar, tapi jangan dikira siswa kita yang terkesan diam dan menurut itu tidak menilai kita. Siswa kita sebetulnya sudah selangkah lebih maju daripada kita. Mereka suka berselancar di internet, mencari sesuatu yang baru, tapi kita masih menunggu membuka halaman berikutnya di buku pelajaran.

Tak kenal, maka tak sayang.
Sepertinya ungkapan itu sangat tepat untuk kita. Kita menganggap, bahwa PKB identik dengan penelitian. Bukan! PKB terdiri dari 3 unsur; pengembangan diri, publikasi ilmiah, atau karya inovatif. Pengembangan diri ada dua jenis; diklat fungsional dan kelompok kolektif guru. Karena diklat fungsional hanya bisa diakui jika diselenggarakan oleh lembaga diklat, maka guru bisa menyelenggarakan kegiatan kolektif guru.

Daripada guru berkumpul di mall, restoran, tempat wisata lain terlalu sering, gunakan sebagian waktu untuk berkumpul sesama guru, mempelajari segala hal yang bisa meningkatkan profesionalisme. Apakah saya sudah profesional? Belum! Dari itu saya ingin terus belajar.

Sementara publikasi ilmiah ada 10 macam; presentasi di forum ilmiah, hasil penelitian, tinjauan ilmiah, tulisan ilmiah populer, artikel ilmiah, buku pelajaran, modul/diktat, buku dalam bidang pendidikan, karya terjemahan, buku pedoman guru. Jika penelitian terkesan asing di mata kita, mari kita menulis tulisan ilmiah populer saja. Saya tahu, guru itu orang yang cerdas.

Dalam setiap pertemuan, guru banyak yang memberi masukan kepada kepala sekolah. Bukan hanya itu. Guru juga banyak yang mengkritik orang lain secara tidak formal. Mengapa tidak menulisnya dengan lebih ilmiah, lalu dikirim ke media masa?

Selain berbagi pendapat dengan orang lain, itu dihargai dan bisa digunakan untuk kenaikan pangkat. Semua guru sudah memiliki perangkat pembelajaran, tinggal menambahkannya dengan narasi yang berbentuk seperti makalah, yang terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Itu sudah bisa dihargai 1,5 setiap tahun.

Sayang sekali, dalam sekali usulan, maksimal hanya digunakan buku pedoman guru 1 x. Bukankah itu lumayan? Karya inovatif bisa berupa menemukan teknologi tepat guna (Karya Sains/Teknologi); menemukan/menciptakan karya seni; membuat/memodifikasi alat Pelajaran/peraga/praktikum; mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya. Banyak guru yang telah berhasil membimbing siswa dalam ajang lomba kreasi dalam IPTEKS. Mengapa tidak dibuat laporannya?

Itu sudah bisa diakui sebagi karya inovasi.
Mari kita mulai dari yang terdekat, dan termudah. Tidak usah memprotes dulu.
Masih belum tertarik untuk mendekatinya? Ya sudahlah. Enjoy your life.(Kontak person: 081393886388. Email: doesthenovice@gmail.com).

5 Juli, 2015 at 12:00 am

Multimedia Film Pendidikan Menunjang Pembelajaran IPS Terpadu

Andi ArdiansyahOleh Andi Ardiansyah SPd
Guru SMP Negeri 3 Dua Pitue Kalosi Kec. Dua Pitue, Kab. Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan.

(lebih…)

4 Juli, 2015 at 8:32 am

Prestasi Ditengah Keterbatasan

MustaqimahOleh Mustaqimah SPd MPd
Guru SMA Negeri 3 Demak, Jateng.

 

(lebih…)

26 Juni, 2015 at 12:00 am

Demi Apa? Pentingkah? Masuk UN Nggak?

Does IchnatunOleh Does Ichnatun DS
Guru SMP Negeri 3 Semarang

 

(lebih…)

25 Juni, 2015 at 12:00 am

Pos-pos Lebih Lama


ISSN 2085-059X

  • 490,128

Komentar Terakhir

ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.