Tersulit dalam Mendaki Gunung adalah Saat Menuruninya

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Proobolinggo.

 

(lebih…)

27 Mei, 2017 at 12:59 am

Sejarah Lokal Kota Probolinggo, Pendekatan Antropologis

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo

(lebih…)

23 Mei, 2017 at 10:57 am

ITS NOT ABOUT WINING THE BATLE …. BUT …. HOW TO WIN THE WAR !

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo, Jatim

Perang pasifik ….

dalam Perang Dunia ke II tengah seru serunya, saat blunder pasukan Jepang terjadi. Tepat diperairan laut Leyte di Filipina, setengah armada laut Jepang terbantai, dan Sekutu menenggelamkan dua kapal tempur terbesar mereka, seberat 68.000 ton yaitu Yamato dan Musashi. Mc Arthur jendral angkatan darat, dan Nimitz laksamana laut, berlomba secepatnya bergerak ke utara memasuki perairan Jepang. Pertempuran di Iwojima serta gn Suribachi menjadi pertanda sengitnya bedil bedil menyalak. Sampai puncaknya benar benar tiba, dua gumpalan debu panas berbentuk jamur mengembang tepat di kota Nagasaki dan Hiroshima. Jepang menyerah …..

Setelah tanda menyerah tanpa syarat ditanda tangani di kapal tempur USS Missouri, maka Mc Arthur selaku pejebat paling tinggi pihak sekutu berhak memasuki daratan Jepang, yang sejak saat itu sah menjadi negara taklukan.

Rombongan konvoi tentara sekutu berbaris, dengan dikomandoi oleh mobil pengangkut sang jendral yang charming serta penuh pesona itu. Pasukan Jepang sendiri berjajar disepanjang jalan yang akan dilalui konvoi sang jendral tadi.

Saat waktu nya tiba, maka iringan mobil sang penakluk mulai bergerak maju . Dan pada saat yang sama seluruh pasukan jepang yang berdiri berjajar tadi, kemudian secara bersamaan berbalik memunggungi sang Jendral….!

“Ups … siwalan … apa apaan ini orang “ Mc Arthur terkejut, tak mengerti dan sekaligus tersinggung.

Sebagai pihak pemenang, mestinya pasukan yang ditaklukan akan menghadap kearah penakluknya, lengkap dengan bungkukan hormatnya. Itu sudah jadi adat di barat, sejak jaman Romawi sampai kini, eh ini malah seenaknya ngasih pantat ( maaf ).

Dalam ketidak mengertiannya, Mc Arthur akhirnya bertanya pada perwira Jepang yang mendampinginya, apa maksud pasukan yang memunggungi tadi.

Sang perwira Jepang menjelaskan,

Begini Jendral , bahwa berdasarkan KESEPAKATAN diatas kapal Missouri tadi, Jendral adalah penakluk dan kami berhasil ditaklukan, Artinya Jendral sekarang menjadi atasan kami, dan oleh karenanya, maka wajib bagi kami untuk menjaga keselamatan Jendral.

Pasukan yang berbalik itu, adalah kesiagaan, kalau kalau Jendral diserang dari luar, maka pasukan kami akan sesegera mungkin membuat perlindungan untuk menyelamatkan Jendral…..

Mc Arthur hanya mampu menelan ludah, kata katanya tercekat ditenggorokan. Bedil dan pasukan Jepang berhasil ditaklukan, namun tidak dengan nilai dan budayanya, yaitu sangat menghormati arti KESEPAKATAN sekalipun dengan musuhnya. Sebuah sifat sifat ksatria sejati yang pantang menjilat ludah, yang lebih baik pulang nama ketimbang kehormatan diri dan bangsanya tercoreng.

Saat pasukan Amerika masuk ke Jepang, justru pasukan penakluk diam diam ditaklukan oleh nilai dan budaya bangsa yang ditaklukannya, mereka telah jatuh cinta pada nilai bangsa . Pasukan Amerika belajar tentang sifat kstaria melalui beladiri, karate, judo, jujitsu, aikido, kempo, bahkan ilmu permainan pedang kendo. Yang kemudian tumbuh subur berkembang di Amerika dan Eropa.

Hanya dalam tempo 10 thn, Jepang kembali bangkit, dan siapapun tahu, bahwa Toyota, Honda, Suzuki, Kawasaki, Toshiba, Sony, dll. Adalah produk dari Negara yang sempat hancur dilumat oleh bom bom sekutu.

Bahwa ….

Sekutu berhasil menghancurkan tanah, pasukan dan arsenal Jepang. Namun tak pernah mampu menghancurkan system nilai yang membangun Negara itu… yaitu falsafah Bushido, falsafah ksatria, yang paham benar apa arti sebuah KESEPAKATAN

… Kesepakatan antara setiap anak bangsa dengan leluhurnya…. para Samurai !!!.

Pasukan jepang, kalah dalam pertempuran ( Batle )

Tapi nilai kstaria mereka, justru memenangkan peperangan ( WAR.)

Intinya, Not JUST ONLY WINING

But its about …. HOW TO WIN.

Caranya … ?

Sepakat dan konsisten dengan sikap dan nilai nilai

seorang KSATRIA.

Quo vadis di negeri tercinta

Saat tujuan kemenangan menjadi segala galanya

Termasuk menghalalkan dan membenarkan semua cara

Lalu sifat ksatria ….

perlahan jadi barang langka

(e-mail : smkn2_probolinggo@yahoo.co.id).

17 Mei, 2017 at 12:00 am

Guru Kami

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Betapa kami tak pernah mengerti

Kebodohan dan kenakalan kami

Yang tak pernah kami sadari

Sering dan terus membuatmu mengelus dada dengan menahan airmata di pipi

 

Guru kami, hingga tiba di ujung perpisahan

Belum sadar jua akan kekeliruan kami

Yang menganggap jasamu bagai belenggu

Dan tak jua kami akui, engkaulah sang tauladan kesabaran

 

Kapan kami membuat senyum diwajahmu, hampir tak pernah

Tak satupun kami pernah membuatmu bangga

Kami bangga meninggalkanmu tak hirau engkau yang melepas kami getir

Karna engkau tahu, kami yang tak berbekal

 

Hingga ketika aku berdidri di depan kelas

Bibir terdiam tapi bagai bergolaknya bara semeru didada ini

Ingin kulemparkan sesuatu ke arah sana agar mereka diam

Ingin kumaki mereka karena tak pernah mendengarkan

 

Airmata menetes tak terasa menahan geram dan amarah

Tangan gemetar, bibir gemertak ingin berteriak keras

Guru, inikah yang dulu kulakukan…..

Ketika aku selalu membuatmu bertahan dalam amarah

 

Aku berdiri mematung, menyadari jasa dan pengorbananmu

Teringat ketika kami gaduh, tak pedulikanmu yang tersenyum getir

Sekarang aku yang cengeng, berlinang airmata didepan mereka yang tak hirau

Guru maafkan kami………….

 

 

KETIKA

 

Ketika malam tak mampu berisik dan bulan dalam peraduan

Saat kata tak lagi diucapkan lidahpun kelu tak lagi berucap

Tatapan seakan tak rela, tinggalkan semua

Tanganmu ingin meraihku, harapkan tinggal

 

Saat itu aku tinggalkanmu bangga

Tak hirau sesuatu ingin kau sampaikan

Saat itu aku tak tahu terjal dan liku menghadang

Aku pergi tak hirau nasehat dan petuah

 

Guru, saat ini ketika bulan terang dan angin semilir

Tak ada kata sanggup kutulis, hanya memandang tak bergeming

Aku ingin bersimpuh dihadapanmu

Sujud ini adalah maaf yang tak mampu kuucap

 

Sekarang aku rindu petuah dan nasehat

Yang dulu sempat kau tahan karena aku tak pernah dengar

Guru, tak sempat itu kukatakan

Ketika engkau berpulang, dan aku hanya merindu

BIODATA

5 April, 2017 at 8:58 am

Siaga Menyiapkan Generasi Pejuang dan Cinta Budaya Bangsa

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Kegiatan yang diikuti oleh pramuka siaga dengan tingkat usia 7-10 tahun dengan melaksanakan kegiatan selama satu hari melalui berbagai kegiatan belajar dalam permainan yang didalamnya terdapat berbagai materi pengetahuan mulai dari pengetahuan agama, pengetahuan umum, kegiatan sosial, cinta budaya, kesehatan permainan ketangkasan dan berbagai materi lainnya berjumlah 13 pos, dalam satu wadah kegiatan yang disebut warung/taman. Dalam berbagai warung tersebut di setiap permainannya bertujuan untuk mendidik siaga menjadi pramuka yang tangguh, kuat, berpengetahuan luas dengan nilai budaya dan ilmu pengetahuan umum yang luas serta mengutamakan pendalaman agama secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap pos kegiatan bermain dalam pesta siaga disebut warung dengan yahnda untuk peserta putra dan bunda untuk peserta putri sebagai pemilik warung/taman. Regu dalam siaga berjumlah 10 yang disebut barung dan dipimpin oleh pinrung dan mempunyai wakil barung yang disebut wapinrung.

Pada masing-masing kwaran kegiatan siaga yang dinamakan pesta siaga tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Februari dan bulan Maret pada tingkat kabupaten dan BINWIL. Banyaknya materi tersebut akan sangat menjadi beban jika diberikan langsung sebagaimana pada anak-anak kelas tinggi. Dalam pesta siaga segala bentuk materi diberikan melalui cara-cara yang menarik sehingga dapat diserap oleh daya pikir mereka sesuai usia mereka dengan tingkat pemahaman yang masih rendah. Salah satu contohnya adalah untuk mengenalkan beberapa tokoh pramuka Indonesia diberikan dalam bentuk puzzle, dimana setiap anak harus menggabungkan potongan-potongan gambar salah satu tokoh tersebut agar menjadi bentuk sempurna salah satu tokoh. Hal ini sangat sesuai dengan daya tangkap mereka yang masih lemah mengingat usia mereka masih baru sepuluh tahun.

Nilai-nilai kemanusiaan tak luput dari pelaksaksaan pesta siaga, dimana anak-anak peserta pesta siaga harus mempunyai rasa empati kepada sesama dengan memberikan sumbangan sukarela untuk membantu orang lain yang sangat membutuhkan bantuan, melalui warung bumbung kemanusiaan. Berbagai pengetahuan umum diterapkan juga untuk mengasah kemampuan anak. Untuk memudahkan anak dalam menerima materi ini maka diberikan melalui cara yang mudah yaitu dengan menjodohkan nama kerajaan dan rajanya, melalui berbagai tulisan yang dimaksud. Demikian juga untuk mengenalkan berbagai pahlawan yang telah berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan RI maka anak diminta untuk menjodohkan tulisan pahlawan dengan gambar tokoh yang dimaksud, melalui berbagai taktik pembelajaran tersebut anak diharapkan mampu menyerap materi yang dimaksud. Bisa kita bayangkan ketika keseluruhan materi tersebut kita berikan secara global sebagaimana pada anak usia sekolah yang lebih tinggi maka hasil yang bisa diraih akan jauh dari yang diharapkan. Seluruh materi dari warung yang berjumlah 13 warung tersebut tentu sangat tidak mungkin di terima oleh anak jika dalam bentuk utuh tidak melalui berbagai permainan sesuai usia mereka.

Hanya ada dua warung yang tidak membutuhkan pemikiran secara detail, yaitu warung bumbung kemanusiaan dan warung golfbow. Golfbow merupakan perpaduan antara permainan bola golf dan bowling. Dalam warung ini siaga diminta memukul bola agar mengenai botol sejumlah 10 botol, penilaian diambil dari jumlah botol yang berhasil roboh, masing-masing botol berniali satu, maka sepuluh botol bernilai 10. Maka satu regu siaga jika satu anak berhasil merobohkan semua botol bernilai 100. Sebuah ketangkasan yang sekilas dilihat mudah hanya menggelindingkan bola tetapi setelah di coba ternyata sangat sulit. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa guru yang ikut memukul tetapi tidak berhasil, apalagi siaga yang tergolong masih anak-anak. Namun anak-anak siaga SDN 01 Wringinagung tak mengenal putus asa, di bawah bimbingan bapak Fathoni, S.Pd SD terus berlatih dengan berbagai taktik agar dapat berhasil menjebol warung/taman golbow ini.

Sebuah wahana bermain sambil belajar untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, patriotisme, berakhlakul karimah, yang diberikan sesuai dengan tingkat usia siaga akan sangat membantu peserta dalam menerima segala materi karena dengan menggunakan berbagai macam permainan yang menarik.

Salah satu sekolah dasar yang pada tahun 2016 sempat mewakili Kabupaten Pekalongan ke tingkat BINWIL yaitu SD N 01 Wringinagung Kecamatan Doro, pada tahun ini melaksanakan persiapan dengan sangat keras guna berusaha mempersiapkan diri menghadapi pesta siaga 2017. Sebisa mungkin berusaha mempertahankan predikat yang pernah diraih, syukur Alhamdulillah jika mendapat hasil yang lebih baik. Berbagai metode diterapkan untuk mempermudah anak dalam menerima materi mengingat usia mereka baru 10 tahun. Persiapan waktu jauh lebih banyak dibanding tahun kemarin.

Kepala sekolah SD N 01 Wringinagung, Bapak Romadi, S.Pd.M.Si, menyampaikan jadikan keberhasilan tahun kemarin sebagai support bagi seluruh guru pembimbing dan seluruh peserta siaga pada khususnya dan bagi semua siswa pada umumnya agar lebih giat berlatih karena dengan berlatih siapapaun bisa meraih keberhasilan. Kepala sekolah yang juga menjabat sebagai Ka. Kwaran Kecamatan Doro tersebut juga lebih memperhatikan segala persiapan baik dari mental, para peserta, sarana prasarana untuk tampil ataupun berupa binaan kepada para pendamping bagaimana cara yang terbaik pada saat menjadi pendamping di ajang pesta siaga tersebut.

Keberhasilan sebuah barung dalam meraih sebuah prestasi tidak terlepas dari peran para pendamping pada saat mengikuti berbagai kegiatan di ajang tersebut. Salah satu contoh jika pendamping terkesaan terburu-buru dalam mengikuti kegiatan di setiap warung maka anak menjadi tidak konsentrasi karena terlalu capek, kepayahan, hal tersebut bisa menyebabkan konsentrasi buyar walaupun tadinya sudah menguasai materi. Salah satu contoh yang bisa dijadikan sebagai usaha dalam meraih prestasi adalah dengan cara membrifing peserta setiap kali hendak maju bermain di salah satu warung. Hal ini sekaligus menenangkan anak supaya jangan grogi atau tergesa-gesa dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh yahnda maupun bunda sebagai pemilik warung. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Pembina pramuka SD N 01 Wringinagung, Rahmi, S.Pd.I, dimana beliau juga bertangungjawab sebagai pembimbing untuk materi kemampuan memiliki iman dan taqwa kepada Tuhan YME yaitu warung I atau warung agama, dimana setiap siaga harus memiliki kemampuan berdoa dalam setiap kegiatan apa saja (syahadat, doa untuk ortu, doa memakai pakaian, doa bercermin, doa sesudah wudhu), untuk umat islam dan doa-doa lain untuk umat non islam.

Cara lain yang ditempuh adalah dengan melakukan latihan secara teratur setiap hari sepulang sekolah, dengan metode anak harus berlatih berusaha menjawab ke 10 pertanyaan dalam setiap warung, karena pertanyaan tidak bisa dipastikan mana yang akan diterima, jadi dalam setiap latihan setiap anak tidak hanya mendapat satu pertanyaan untuk menghindari kemungkinan mendapat pertanyaan yang mana saja/acak. Dengan demikian anak menjadi siap dengan segala jawaban dari sepuluh pertanyaan yang diberikan dalam setiap warung.

Bidang seni dan budaya lebih di tambahkan dengan berganti-ganti formasi agar dapat meningkatkan point yang di peroleh. Selain itu property yang digunakan juga lebih baik dan menarik dari tahun sebelumnya untuk memudahkan anak dalam memberi karakter dari bidang seni yang dibawakan. Sebagai wujud upaya sekolah dalam menanamkan cinta budaya bangsa SDN Wringinagung pada pesta siaga kali ini akan menampilkan gerak dan tari dari lagu Jaranan dari Jawa Tengah yang merupakan deskripsi dari keriangan dan kegembiraan anak-anak pada saat bermain kuda-kudaan, dimana pada jaman dahulu menggunakan pelepah pisang ataupun berupa grebek atau anyaman bambu yang diraut tipis-tipis kemudian dinayam dan dibentuk menyerupai kuda.

Yel siaga merupakan kata-kata, slogan, yang diucapkan dengan penuh semangat yang dikombinasikan dengan berbagai gerakan, kreasi, atraksi yang bervariatif dengan tujuan untuk memberi semangat kepada peserta. Tak heran setiap barung saling adu kebolehan yel dengan berbagai gaya dan kebolehan dengan kelebihannya sendiri-sendiri yang semuanya pasti hebat-hebat. Pada kesempatan ini SD N 01 Wringinagung di bawah bimbingan Roosmilarsih, S.I.Pust mengusung tema “persatuan dan kesatuan”. Kombinasi berbagai gerakan dilaksanakan setiap kali latihan, berbagai kata-kata dan slogan diteriakan dengan penuh semangat membakar gelora meraih kemenangan.

Berlatih setiap hari dengan penuh semangat adalah jalan menuju keberhasilan, demikian juga kerja keras yang di lakukan oleh seluruh pembimbing dan siaga barung hitam I SD N 01 Wringinagung akhirnya mendapat sebuah prestasi yang membanggakan dengan berhasil memboyong piala tetap sebagai juara I Kwaran Doro. Dengan demikian secara otomatis berhak mewakili Kwaran Doro ke tingkat Kabupaten Pekalongan yang akan dilaksanakan pada bulan Maret di Kwaran Doro.

8 Maret, 2017 at 12:00 am

Buah Iman Itu Bernama Kemenangan Cinta

Oleh Ali Sahbana SPd

Guru Sukwan SDN 1 Papayan Kab. Tasikmalaya Dan Alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Bandung

Bagaimanakah perasaan kita disaat menghadapi musim panen? Tentunya akan timbul rasa cinta yang tak diungkapkan dengan kata-kata.  Kebahagiaan pun begitu melekat dalam diri.  Begitu pula dengan insan yang beriman disaat meraih dari buah imannya tersebut.

Bagi insan yang beriman, iman merupakan bagian yang paling mendasar dari kesadaran keagamaannya. Dalam berbagai makna dan tafsirannya, perkataan iman menjadi bahan pembicaraan di setiap pertemuan keagamaan, yang selalu disebutkan dalam rangka peringatan agar dijaga dan diperkuat.  Begitu pula setiap insan tidak bisa menjalani kehidupan yang baik atau mencapai sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan peradaban manusia, tanpa memiliki keimanan atau keyakinan. Sebab, insan yang tidak memiliki keimanan akan menjadi manusia yang sepenuhnya hanya mementingkan diri sendiri, ragu-ragu, goyah, dan tidak mengetahui tugas serta kewajibannya sebagai hamba dalam kehidupan ini.  Itulah sebabnya, keimanan menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi seorang Muslim. Karenanya, ia menjadi modal utama agar dapat menjalani kehidupan yang lurus, seperti yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW tentang iman yaitu:

 

Seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Kabarkan kepadaku tentang iman” Rasulullah menjawab “Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir, dan engkau beriman kepada qadha dan qadar, yang baik dan yang buruk.”

 (HR Bukhari dan Muslim)

 

Iman bukanlah sekadar percaya dan membenarkan saja. Kepercayaan dan pembenaran memerlukan pembuktian yang menunjukkan sah atau tidaknya iman tersebut. Karena itu, iman yang sekedar melekat di hati bukanlah iman yang sempurna. Sebab, iman berarti juga pengungkapan dengan lisan dan pembuktian dengan amal perbuatan.   Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa tiang pokok dari iman itu adalah membenarkan keberadaan Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan ketentuan baik atau buruk yang ditetapkan Allah SWT bagi manusia. Seorang Mukmin adalah yang meyakini semua informasi, petunjuk, dan bimbingan Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia melaksanakannya dengan berdasar atas iman dan penghambaan kepada Allah SWT.  Keimanan itu apabila telah menjadi suatu kenyataan yang sehebat-hebatnya, maka ia dapat berubah dan beralih sehingga merupakan suatu tenaga atau kekuatan yang tanpa dicari-cari akan datang dengan sendirinya dalam kehidupan ini, sebab keimanan tadi akan mengubah manusia yang asalnya lemah menjadi kuat, baik dalam sikap dan kemauan, mengubah kekalahan menjadi kemenangan, keputus-asaan menjadi penuh harapan dan harapan ini akan dicetuskan dalam perbuatan yang nyata.  Setiap tanaman atau pohon yang ditanam, terus disirami dan dipupuk secara teratur tentunya nanti akan berbuah.  Biasanya memanennya itu yang selalu didambakan oleh setiap insan.

Hasan dan Nata (1995) mengartikan iman secara etimologis sebagai percaya atau mempercayai sesuatu.  Sedangkan menurut istilah berarti meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan tindakan sehari-hari.  Shihab (2011) mendefinisikan iman, secara etimologis, sebaga pembenaran.  Sedangkan secara terminologi dimaknai sebagai pembenaran apa yang disampaikan nabi Muhammad saw yang pokok-pokoknya termaktub dalam rukun iman yang enam.  Iman seseorang bersifat fluktuatif, kadang bertambah kadang pula berkurang.  Iman sangat sulit untuk dilukiskan.  Ia hanya bisa dirasakan.  Ia memenuhi seluruh isi hati nurani bagaikan cahaya yang disorotkan oleh matahari dan juga sebagaimana semerbaknya bau harum yang disemarakkan oleh setangkai bunga mawar.

Iman mendatangkan kebaikan yang banyak, baik buahnya yang segera di dunia maupun yang tertunda di akhirat. Iman mendatangkan kebaikan yang melimpah, buah nikmat yang abadi dan keindahan yang terus-menerus. Dan lebih dari itu Imanlah yang menjadi sebab terhindarnya seseorang dari segala keburukan dunia dan akhirat.  Hasan dan Nata (1995) mengelaborasi bahwa sedikitnya ada empat buah iman.  Supaya mudah mengingatnya kita singkat menjdi kemenangan cintaPertama adalah kemerdekaan jiwa dari kekuasaan orang lain.  Seperti dimafhumi bahwa keimanan akan memberikan kemantapan dalam jiwa seseorang yaitu hanya Allahlah sajalah yang Maha Kuasa untuk memberikan kehidupan, mendatangkan kematian, memberikan ketinggian kedudukan, menurunkan pangkat yang tinggi, juga hanya Dia sajalah yang dapat memberikan kemelaratan atau kemanfaatan kepada seseorang.  Perasaan yang demikian itu menyebabkan dirinya merasa merdeka dari kekuasaan orang lain.  Dengan demikian, keimanan pada akhirnya dapat menuntut suatu kehidupan yang merdeka dari perbudakan manusia oleh manusia.  Kedua adalah melepaskan diri dari pengaruh keduniaan.  Keimanan akan mendorong seseorang agar senantiasa mampu melepaskan diri dari pengaruh keduniaan, karena dengan keimanan itu ia akan mampu mengarahkan segala apa yang dimilikinya hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT semata.  Orang yang demikian tersebut, bukan harus hidup melarat atau miskin, karena hidup miskin secara sengaja tidak dibenarkan oleh agama.  Iman mendorong seseorang berusaha keras dibidang keduniaan, tetapi setelah dunia atau harta ada ditangannya ia mampu mengarahkannya untuk berbakti kepada Allah SWT bukan untuk di dunia itu sendiri, seperti yang dianut oleh orang yang berpandangan hidup keduniaan atau sekulerKetiga adalah ketenangan atau thuma’ninah.  Keimanan juga akan dapat menimbulkan ketenangan dalam diri seseorang.  Yaitu ketenangan hati dan ketenteraman jiwa.  Hal ini disebabkan ia merasa memiliki tempat mengadu, pembela, penolong, pemberi rizki dan lain sebagainya, yaitu Alllah SWT.  Sikap yang demikian tumbuh dari keimanan yang telah mantap.  Sikap seperti ini; diperlukan bagi kesuksesan segala urusan dan pekerjaan yang dilakukan manusia, terutama ketika menghadapi problema dalam kehidupan.  Keempat adalah cinta kepada kebenaran dan benci kepada kebatilan.  Keimanan juga akan mendorong seseorang untuk selalu cinta kepada kebenaran.  Hal ini disebabkan sesuai dengan Allah SWT dan rasul-Nya yang melarang manusia berbuat jahat, tetapi sebaliknya mendorong agar seseorang gemar akan melakukan kebaikan.  Semoga saja kita selalu dijadikan insan yang beriman dan benar-benar mampu mereguk buah iman yang bernama kemenangan cinta, amin.

 

8 Maret, 2017 at 12:00 am

”Metode Klos” Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca Siswa

Oleh   Pujiati SPd

Guru MAN Gumawang,Belitang OKU Timur Sumatera Selatan

Kecepatan efektif membaca siswa mempunyai peranan yang sangat penting karena dengan membaca cepat dan kemampuan membaca yang berkualitas seseorang bisa menguasai  ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kebiasaan membaca yang kurang baik berdampak negatif  pada tingkat  kemampuan siswa . Aktivitas dan tugas membaca merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan  karena kegiatan ini akan menentukan kualitas dan keberhasilan seorang siswa sebagai peserta didik  dalam studinya.

Agar dapat tercapai tujuan pembelajaran tersebut guru harus dapat menentukan metode yang dianggap lebih tepat dan mudah pelaksanaan dan dapat meningkatkan keefektivan kecepatan membaca siswa. Salah satu metode yang tepat dan dapat diterapkan guna meningkatkan keefektivan membaca siswa adalah dengan menggunakan metode klos.

Klos berasal dari kata “CLOZURE” yaitu suatu istilah dari ilmu jiwa Gestalt, bahwa teknik klos ini menjelaskan tentang kecenderungan orang untuk menyempurnakan suatu pola yang tidak lengkap menjadi suatu kesatuan yang utuh.  Dalam teknik klos pembaca diminta untuk memahami wacana yang tidak lengkap  karena bagian tertentu sudah dihilangkan  akan tetapi pemahaman membaca siswa tetep sempurna.

Manfaat teknik klos ini bukan sekedar untuk mengukur tingkat keterbacaan wacana, melainkan juga untuk mengukur tingkat keterpahaman pembacanya. Melalui teknik ini pembaca akan mengetahui perkembangan konsep,pemahaman,dan pengetahuan linguistik siswa. Hal ini sangat bermanfaat untuk menentukan tingkat instruksional yang tepat  untuk pembaca. Melaui metode klos kita dapat mengetahui tingkat keterbacaan sebuah wacana,tingkat keterbacaan siswa, dan latar belakang pengalaman yang berupa minat dan kemapuan bahasa siswa.

Kecepatan Efektif Membaca (KEM) merupakan perpaduan antara kecepatan membaca dengan kemampuan memahami bacaan. KEM juga dipengaruhi oleh faktor tingkat pengetahuan bahasa, pengetahuan kognitif, dan pengalaman membaca siswa. Kendala pada tingkat pengetahuan bahasa pemecahannya dengan jalan sering membaca kamus bahasa Indonesia dan teori kebahasaan. Sedangkan kendala dalam pengetahuan kognitif pemecahannya dengan jalan meningkatkan daya nalar dan kepekaan untuk mengerti dan memahami isi/pesan yang terkandung dalam suatu bacaan yang seefesien mungkin. Pada kendala pengalaman membaca pemecahannya siswa harus sering membaca karena orang yang sering membaca KEMnya akan jauh berbeda dengan orang yang jarang membaca.

Penerapan metode klos dapat dilakukan dengan cara kelompok atau perorangan. Kelompok atau siswa yang bernomor ganjil membaca teks non sastra dengan panjang wacana kurang lebih 250 kata dalam waktu satu menit. Setelah satu menit bacaan diambil  kemudian siswa tersebut diberi teks lagi dengan teks yang sama tetapi dalam bentuk yang tidak lengkap (rumpang). Siswa ditugaskan untuk melengkapi kalimat yang rumpang dalam waktu yang ditentukan oleh guru. Siswa yang bernomor genap ditugas untuk mengukur tingkat keterbacaan respoden. Selanjutnya kelompok atau siswa yang semula sebagai responden berganti sebagai pengamat dan siswa atau kelompok pengamat berganti lagi penjadi responden begitu seterusnya.

Berdasarkan hasil analisis dalam pelaksanaan  atau penerapan metode klos dalam mengukur tingkat Kecepatan Efektif membaca (KEM) menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode klos dapat meningkatkan Kecepatan Efektif membaca siswa.

Semoga tulisan ini dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran membaca bagi guru bahasa Indonesia Khususnya dan seluruh guru umumnya karena masih banyak kita temukan masih rendahnya tingkat Kecepatan efektif membaca siswa karena teknik pembelajaran membaca yang selama ini tidak diarahkan untuk melatih keterampilan membaca dan model pembelajaran selalu mengacu pada buku yang ada sehingga siswa beranggapan bahwa pengajaran membaca tujuannya semata-mata menjawab pertanyaan, mencari kata atau istilah yang sulit dan lain-lain. Untuk mengatasi ini salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menerapkan metode KLOS.

8 Maret, 2017 at 12:00 am

Pos-pos Lebih Lama


ISSN 2085-059X

  • 706,187

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca