Guru Adalah Aku Yang Mempesona

Oleh Fr. Yudel Fon Neno
Pendidikan SMK Katolik ST. Pius X INSANA, Kefamenanu, NTT Timor Indonesia

 

  1. Pendahuluan

Pendidikan berkembang mengindikasikan adanya figur-figur pengembangnya. Banyak orang, banyak profesi yang berkiblat dalam dunia pendidikan. Salah satu yang sangat penting dan utama adalah Guru. Siapa itu Guru. Ada apa dengan Guru dan mengapa harus Guru. Bagaimana menjadi Guru. Beberapa pertanyaan ini benar-benar mengantar kita untuk sungguh merenung. Mari kita termenung bersama dengan untaian syair-syair ini.

  1. Pribadi

Setiap manusia adalah pribadi. Pribadi berarti utuh. Utuh dalam arti unsur jiwa badan sungguh menyatu. Kesatuan jiwa badan, inilah yang disebut aku. Aku adalah subyek. Sebagai subyek, aku adalah yang pertama. Dan benar, aku diciptakan sebagai pertama dengan memiliki cipta, rasa dan karsa. Karena itu aku adalah pribadi yang mampu mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

  1. Pesona

Aku adalah pribadi dan pesonaku adalah pesona jiwa dan pesona badan. Pesonaku tidak sekedar pesona jabatan, tetapi lebih dari itu pesonaku adalah pesona tindakan dan pesona tugas. Karena aku adalah pribadi maka aku mempesona melalui jabatan dan tugas. Dan aku adalah Guru.

Mari kita menelisik pesona makna di balik pesona huruf, ibarat pesona jiwa di balik pesona badan.

  1. G.

Aku adalah G. Sebagai G, aku memiliki tugas untuk gigih. Kegigihanku bukanlah kesemrawutan. Kegigihanku bukanlah pesona popularitas. Kegigihanku adalah kesungguhan dan kesetiaan sebagai wujud pengabdianku. Sebagai G, aku mengabdikan diri tidak untuk uang. Abdiku adalah harga yang pantas dihargai secara moril dan material.

  1. U.

Aku adalah U. Sebagai U, aku memiliki tugas untuk Ulet. Aku Ulet bukan ulat. Keuletanku adalah keyakinan ku adalah mulianya kesuksesan. Sebagai Ulet, aku tidak peduli akan berapa yang aku dapatkan dalam saku, tetapi yang yang harus aku berikan dari pribadiku. Sebagai Ulet, aku bukanlah robot yang bergerak ketika dipencet remot, karena aku adalah penggerak.

  1. R.

Aku adalah R. Sebagai R, aku memiliki tugas untuk rileks. Aku rileks tetapi bukanlah membiarkan sesuatu terjadi. Aku rileks adalah pintu dan ruang untuk merencanakan dan melaksanakan sesuatu terjadi. Aku rileks bukan aku malas. Rileks adalah pesona jiwa untuk merangkul kedamaian.

  1. U.

Aku adalah U. Sebagai U, aku terpanggil untuk berguna. Aku memang berguna tetapi bukan diguna-gunakan. Aku tidak hadir untuk diguna-gunakan. Aku menjadi berguna karena aku memiliki pesona kegunaan. Dengan ini, aku ingin menjadikan yang lain berguna. Aku adalah kegunaan yang bermurah hati. Sebagai murah hati aku makin kaya dengan memberi kegunaan. Aku berguna dan kamu juga berguna.

 

  1. Guruku Pahlawanku

Siapa itu Guru. Ada apa dengan guru. Mengapa harus Guru dan bagaimana menjadi Guru. Guru adalah pahlawan yang pesonanya patut dikenang. Guru adalah pribadi. Dengan pribadi, ia adalah pesona. Karena pesona, ia adalah pahlawan. Ia menjadi pahlawan karena ia adalah G, U, R dan U. GURU adalah figur yang patut diGUgu dan ditiRU. (Email: neno.yudel@yahoo.com)

25 Juli, 2017 at 7:25 pm

Kartini Yang Terbelenggu

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

28 Juni, 2017 at 8:05 am

Surat Untuk Pak Joko Widodo

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

(lebih…)

9 Juni, 2017 at 6:56 pm

Penyatuan Langit dalam Ilmu dan Agama

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo, Jatim

 

 

(lebih…)

4 Juni, 2017 at 3:16 pm

Membentuk Keberagaman Melalui Apresiasi Seni

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

4 Juni, 2017 at 3:12 pm

Tersulit dalam Mendaki Gunung adalah Saat Menuruninya

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Proobolinggo.

 

(lebih…)

27 Mei, 2017 at 12:59 am

Sejarah Lokal Kota Probolinggo, Pendekatan Antropologis

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo

(lebih…)

23 Mei, 2017 at 10:57 am

Pos-pos Lebih Lama


ISSN 2085-059X

  • 733,834

Komentar Terbaru

Roos Asih di Surat Pembaca
rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca