Surat Untuk Pak Joko Widodo

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

(lebih…)

9 Juni, 2017 at 6:56 pm

Penyatuan Langit dalam Ilmu dan Agama

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo, Jatim

 

 

(lebih…)

4 Juni, 2017 at 3:16 pm

Membentuk Keberagaman Melalui Apresiasi Seni

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

(lebih…)

4 Juni, 2017 at 3:12 pm

Tersulit dalam Mendaki Gunung adalah Saat Menuruninya

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Proobolinggo.

 

(lebih…)

27 Mei, 2017 at 12:59 am

Sejarah Lokal Kota Probolinggo, Pendekatan Antropologis

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo

(lebih…)

23 Mei, 2017 at 10:57 am

ITS NOT ABOUT WINING THE BATLE …. BUT …. HOW TO WIN THE WAR !

Oleh Catur Sugianto SPd
Guru Sejarah Indonesia SMK Negeri 2 Probolinggo, Jatim

Perang pasifik ….

dalam Perang Dunia ke II tengah seru serunya, saat blunder pasukan Jepang terjadi. Tepat diperairan laut Leyte di Filipina, setengah armada laut Jepang terbantai, dan Sekutu menenggelamkan dua kapal tempur terbesar mereka, seberat 68.000 ton yaitu Yamato dan Musashi. Mc Arthur jendral angkatan darat, dan Nimitz laksamana laut, berlomba secepatnya bergerak ke utara memasuki perairan Jepang. Pertempuran di Iwojima serta gn Suribachi menjadi pertanda sengitnya bedil bedil menyalak. Sampai puncaknya benar benar tiba, dua gumpalan debu panas berbentuk jamur mengembang tepat di kota Nagasaki dan Hiroshima. Jepang menyerah …..

Setelah tanda menyerah tanpa syarat ditanda tangani di kapal tempur USS Missouri, maka Mc Arthur selaku pejebat paling tinggi pihak sekutu berhak memasuki daratan Jepang, yang sejak saat itu sah menjadi negara taklukan.

Rombongan konvoi tentara sekutu berbaris, dengan dikomandoi oleh mobil pengangkut sang jendral yang charming serta penuh pesona itu. Pasukan Jepang sendiri berjajar disepanjang jalan yang akan dilalui konvoi sang jendral tadi.

Saat waktu nya tiba, maka iringan mobil sang penakluk mulai bergerak maju . Dan pada saat yang sama seluruh pasukan jepang yang berdiri berjajar tadi, kemudian secara bersamaan berbalik memunggungi sang Jendral….!

“Ups … siwalan … apa apaan ini orang “ Mc Arthur terkejut, tak mengerti dan sekaligus tersinggung.

Sebagai pihak pemenang, mestinya pasukan yang ditaklukan akan menghadap kearah penakluknya, lengkap dengan bungkukan hormatnya. Itu sudah jadi adat di barat, sejak jaman Romawi sampai kini, eh ini malah seenaknya ngasih pantat ( maaf ).

Dalam ketidak mengertiannya, Mc Arthur akhirnya bertanya pada perwira Jepang yang mendampinginya, apa maksud pasukan yang memunggungi tadi.

Sang perwira Jepang menjelaskan,

Begini Jendral , bahwa berdasarkan KESEPAKATAN diatas kapal Missouri tadi, Jendral adalah penakluk dan kami berhasil ditaklukan, Artinya Jendral sekarang menjadi atasan kami, dan oleh karenanya, maka wajib bagi kami untuk menjaga keselamatan Jendral.

Pasukan yang berbalik itu, adalah kesiagaan, kalau kalau Jendral diserang dari luar, maka pasukan kami akan sesegera mungkin membuat perlindungan untuk menyelamatkan Jendral…..

Mc Arthur hanya mampu menelan ludah, kata katanya tercekat ditenggorokan. Bedil dan pasukan Jepang berhasil ditaklukan, namun tidak dengan nilai dan budayanya, yaitu sangat menghormati arti KESEPAKATAN sekalipun dengan musuhnya. Sebuah sifat sifat ksatria sejati yang pantang menjilat ludah, yang lebih baik pulang nama ketimbang kehormatan diri dan bangsanya tercoreng.

Saat pasukan Amerika masuk ke Jepang, justru pasukan penakluk diam diam ditaklukan oleh nilai dan budaya bangsa yang ditaklukannya, mereka telah jatuh cinta pada nilai bangsa . Pasukan Amerika belajar tentang sifat kstaria melalui beladiri, karate, judo, jujitsu, aikido, kempo, bahkan ilmu permainan pedang kendo. Yang kemudian tumbuh subur berkembang di Amerika dan Eropa.

Hanya dalam tempo 10 thn, Jepang kembali bangkit, dan siapapun tahu, bahwa Toyota, Honda, Suzuki, Kawasaki, Toshiba, Sony, dll. Adalah produk dari Negara yang sempat hancur dilumat oleh bom bom sekutu.

Bahwa ….

Sekutu berhasil menghancurkan tanah, pasukan dan arsenal Jepang. Namun tak pernah mampu menghancurkan system nilai yang membangun Negara itu… yaitu falsafah Bushido, falsafah ksatria, yang paham benar apa arti sebuah KESEPAKATAN

… Kesepakatan antara setiap anak bangsa dengan leluhurnya…. para Samurai !!!.

Pasukan jepang, kalah dalam pertempuran ( Batle )

Tapi nilai kstaria mereka, justru memenangkan peperangan ( WAR.)

Intinya, Not JUST ONLY WINING

But its about …. HOW TO WIN.

Caranya … ?

Sepakat dan konsisten dengan sikap dan nilai nilai

seorang KSATRIA.

Quo vadis di negeri tercinta

Saat tujuan kemenangan menjadi segala galanya

Termasuk menghalalkan dan membenarkan semua cara

Lalu sifat ksatria ….

perlahan jadi barang langka

(e-mail : smkn2_probolinggo@yahoo.co.id).

17 Mei, 2017 at 12:00 am

Guru Kami

RosmilarsihOleh Roosmilarsih SIPust
Pengelola Perpustakaan SD Negeri 01 Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

 

Betapa kami tak pernah mengerti

Kebodohan dan kenakalan kami

Yang tak pernah kami sadari

Sering dan terus membuatmu mengelus dada dengan menahan airmata di pipi

 

Guru kami, hingga tiba di ujung perpisahan

Belum sadar jua akan kekeliruan kami

Yang menganggap jasamu bagai belenggu

Dan tak jua kami akui, engkaulah sang tauladan kesabaran

 

Kapan kami membuat senyum diwajahmu, hampir tak pernah

Tak satupun kami pernah membuatmu bangga

Kami bangga meninggalkanmu tak hirau engkau yang melepas kami getir

Karna engkau tahu, kami yang tak berbekal

 

Hingga ketika aku berdidri di depan kelas

Bibir terdiam tapi bagai bergolaknya bara semeru didada ini

Ingin kulemparkan sesuatu ke arah sana agar mereka diam

Ingin kumaki mereka karena tak pernah mendengarkan

 

Airmata menetes tak terasa menahan geram dan amarah

Tangan gemetar, bibir gemertak ingin berteriak keras

Guru, inikah yang dulu kulakukan…..

Ketika aku selalu membuatmu bertahan dalam amarah

 

Aku berdiri mematung, menyadari jasa dan pengorbananmu

Teringat ketika kami gaduh, tak pedulikanmu yang tersenyum getir

Sekarang aku yang cengeng, berlinang airmata didepan mereka yang tak hirau

Guru maafkan kami………….

 

 

KETIKA

 

Ketika malam tak mampu berisik dan bulan dalam peraduan

Saat kata tak lagi diucapkan lidahpun kelu tak lagi berucap

Tatapan seakan tak rela, tinggalkan semua

Tanganmu ingin meraihku, harapkan tinggal

 

Saat itu aku tinggalkanmu bangga

Tak hirau sesuatu ingin kau sampaikan

Saat itu aku tak tahu terjal dan liku menghadang

Aku pergi tak hirau nasehat dan petuah

 

Guru, saat ini ketika bulan terang dan angin semilir

Tak ada kata sanggup kutulis, hanya memandang tak bergeming

Aku ingin bersimpuh dihadapanmu

Sujud ini adalah maaf yang tak mampu kuucap

 

Sekarang aku rindu petuah dan nasehat

Yang dulu sempat kau tahan karena aku tak pernah dengar

Guru, tak sempat itu kukatakan

Ketika engkau berpulang, dan aku hanya merindu

BIODATA

5 April, 2017 at 8:58 am

Pos-pos Lebih Lama


ISSN 2085-059X

  • 714,838

Komentar Terbaru

rumanti di Surat Pembaca
ira di Surat Pembaca
Alfian HSB di Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati di Surat Pembaca
Ida di Surat Pembaca
Waluyo di Surat Pembaca
Ali Syahbana di Surat Pembaca