Mewujudkan Kampus Hijau

18 Mei, 2013 at 12:00 am

Oleh Messie Nike Feranita
Peneliti pada Lab FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Gagasan menciptakan kampus hijau kini makin membumi. Banyak kalangan berpendapat Semarang bakal lumpuh dalam 5-7 tahun ke depan akibat kepesatan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Muncul kekhawatiran ibu kota Jateng bakal seperti Jakarta, menjadi kota yang macet dan polutif, sehingga penghuninya lebih rentan terkena stres dan depresi.

Salah satu bukti kemeningkatan pertumbuhan kendaraan bermotor pribadi bisa kita lihat di sejumlah kampus di Kota Semarang.

Mobil dan motor menyesaki tempat parkir. Masyarakat bisa mengamati makin luas lahan lingkungan kampus yang akhirnya terpaksa dikorbankan lagi sebagai tempat parkir kendaraan dosen dan mahasiswa. Belum lagi, bila menghitung kemacetan dan tingkat polusi udara serta polusi suara yang disumbangkan tiap hari terhadap ling­kungan sekitar.

Andai dosen dan mahasiswa yang selama ini menggunakan mobil pribadi atau motor mau meninggalkan ken­daraan mereka di garasi, dan memilih berjalan kaki, bersepeda, atau naik ang­kutan umum ketika pergi ke kampus, pasti lahan-lahan di kampus yang selama ini dibeton atau diaspal lantaran dijadikan tempat parkir bisa disulap menjadi taman.

Makin ba­nyak dan makin luas ta­man di lingkungan kampus tentu makin baik Selain itu, andai dosen dan mahasiswa memilih berjalan kaki, bersepeda, atau naik angkutan umum, itu bisa memberi kontribusi signifikan bagi pengurangan kemacetan dan polusi.

Persoalan yang diha­dapi Kota Semarang adalah makin parahnya kemacetan, tidak hanya di pusat kota tapi juga di wilayah pinggiran atau pengembangan. Ditambah lagi makin memburuknya kualitas lingkungan kota. Selain sampah dan limbah industri, emisi gas buang kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber penyebab kemenurunan kualitas lingkungan.

Kepedulian Lingkungan

Kememburukan ma­najemen transportasi, kepesatan pertambahan jumlah kendaraan ber­motor serta rendahnya tingkat kesadaran dan kepedulian ling­kungan warga kota, boleh jadi membuat polusi udara di Kota ATLAS terus me­ningkat. Tingkat pencemaran udara yang terus mening­kat ini diperparah dengan keminiman luas areal hijau terbuka.

Berdasarkan analisis pakar lingkungan, wila­yah perkotaan seperti Ko­ta Semarang semesti­nya memiliki minimal 30% lahan hijau terbuka dari luas kota keseluruh­an. Saat ini, luas lahan hijau terbuka di Kota Semarang tidak lebih dari 10%.

Sebagai kaum intelektual, dosen, dan mahasiswa seharusnya memiliki kesadaran dan kepedulian lingkungan yang jauh lebih tinggi dibanding warga lain. Kesadaran itu bisa mereka wujudkan melalui perilakusehari-hari. Makin banyaknya dosen dan mahasiswa yang memilih membawa kendaraan bermotor pribadi ke kampus membuat lingkungan kampus tak ubahnya ruang pamer mobil dan motor.

Hal itu tentu saja tidak mencerminkan perilaku intelektual yang prolingkungan. Kampus sebagai tempat berkumpul orang cerdas, pintar, dan bijak semestinya bisa jadi pelopor sekali­gus contoh bagi masyarakat sekitarnya bagaimana berperilaku ramah lingkungan. Pengelola kampus bisa membuat aturan guna membatasi akses ken­daraan bermotor di lingkungan kampus. Cara itu untuk meminimalisasi jumlah motor dan mobil yang masuk ke lingkungan kampus. Selain itu, pengelola dapat memberlakukan hari tanpa kendaraan bermotor bagi ling­kungan kampus.

Sepekan sekali atau sebulan sekali, kampus ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor. Bila semua dosen, karyawan perguruan tinggi itu, dan mahasiswa memilih berjalan kaki, bersepeda, atau naik kendaraan umum untuk pergi ke kampus, berarti ada sumbangan berarti bagi perbaikan kualitas lingkungan. Selain itu, menjadi contoh baik bagi kelompok masyarakat lain dalam upaya menerapkan perilaku sederhana dan ramah lingkungan. (Sumber: Suara Merdeka, 18 Mei 2013)

About these ads

Entry filed under: Artikel Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tags: , .

Mempertimbangkan (Seni) Tradisi Solusi Mencegah Siswa Menyalahgunakan Warnet


ISSN 2085-059X

  • 387,226

Komentar Terakhir

Alfian HSB on Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Waluyo on Surat Pembaca
Ali Syahbana on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Mohamad Mahfudin on Surat Pembaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: