Jabatan Fungsional Guru

1 Januari, 2013 at 12:00 am

Thoyib RahmadOleh Thoyib Rahmad SPd
Guru SMA 1 Kaliwiro Wonosobo

Mulai Januari tahun 2013 pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009, akan memberlakukan peraturan tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit. Dalam permenpan, memyebutkan bahwa untuk menjadi guru yang profesional, maka guru dituntut untuk melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang meliputi : pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

Lalu bagaimana sudah siapakah sebagai guru kita menyambut Permenpan dan RB No. 16 Th 2009 tersebut? Berlakunya UU No 16 2009, tentunya akan membuat sebagian besar guru merasa sangat terbebani dan bahkan merasa sama sekai tidak ada persiapan. Mengingat peraturan lama untuk naik pangkat tidak mensyaratkan guru harus membuat karya ilmiah atau publikasi ilmiah.

Persiapan Mental

Pada UU No 16 2009 disebutkan .setiap guru yang akan naik pangkat dimulai dari gologan IIIB harus memenuhi syarat tersebut dan melalui penilaian kinerja guru (PKG). Penilaian kinerga guru (PKG) merupakan penilian kinerja individu, mengetahui kemampuan guru dalalm mendayagunakan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pelakasanakan tugas pembelajaran.

Akan tetapi kalau ditelaah lebih mendalam diberlalukannya peraturan ini akan berdampak sangat baik bagi kemajuan pendidikan di negeri ini, karena dapat menghasilkan guru-guru yang berkualitas dan guru yang mempunyai kompetensi paedagogik, komptensi sosisal maupun komptensi kepribadian. Disinilah guru dituntut untuk mereformasi budaya lama, dengan memunculkan tekad dan kekuatan untuk berubah, mempunyai kepekaan terhadap iptek sebagai media untuk pengembangan profesi, menemukan nilai-nilai baru yang paling cocok dengan kondisi dan tututan jaman untuk maju ke depan, .

Bagi guru yang kreatif-inovatif tentunya ini merupakan kabar gembira karena mereka akan cepat naik pangkat, sedangkan bagi guru yang “malas” tentunya ini merupakan hantu yang menakutkan.Kebiasaan menulis yang masih relatif rendah inilah yang menyebabkan mereka sulit untuk mnyusun suatu karya dalam bentuk karya tulis ilmiah.

Seyogyanyalah kita sebagi guru harus menyambutnya dengan segala persiapan terutama mentalitas, jagan sampai kita bersikap masa bodoh atau nglokro. Karena guru meruapakan pendidika profesional yang mempunyai peran penting dalam mencerdasakan kehidupan bangsa.Bukaknkah kita sebagai guru benar-benar ingin dianggap profesioanal?

Diperlukan mental yang teruji, tangguh, tahan banting, agar bisa bertahan dari keprofesionalannya. Jangan sampai menyerah apalagi guru sudah mendapatkan tunjangan profesi, Selagi dalam diri ada kemauan untuk berubah, pasti tidak ada kata sulit dan tentunya ini diperlukan energi yang super extra untuk memulai bekerja di “dunia yang baru”. Email: rahmadthoyib@rocketmail.com

About these ads

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Atas (SMA). Tags: , .

Penanda Lain Purbalingga Memahami Anak Berbakat


ISSN 2085-059X

  • 424,337

Komentar Terakhir

Alfian HSB on Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Waluyo on Surat Pembaca
Ali Syahbana on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Mohamad Mahfudin on Surat Pembaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: