Rekonsiliasi Tiga elemen

21 Januari, 2012 at 12:00 am

Oleh Thio Hok Lay
Wakil Kepala SMA Kebon Dalem Semarang

Imlek sejatinya sarat akan pesan dan makna luhur dan mulia karena mengandung muatan dan ajakan untuk melakukan rekonsiliasi dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, relasi tiga elemen itu sangat membutuhkan perhatian serius. Tanpa berpretensi buruk, apalagi menuduh, rasa-rasanya relasi personal umat beragama di Indonesia dengan Tuhan perlu segera dipulihkan.

Bukankah harmonis tidaknya relasi kita dengan Tuhan juga akan mewujud dalam relasi keseharian kita dengan sesama dan dengan alam? Bukankah bagi umat beriman; tutur kata, pola pikir, dan pola tindak keseharian kita sesungguhnya merupakan perwujudan atas isi doa kita kepada Tuhan?

Dewasa ini, balutan relasi antarsesama yang mestinya diikat dengan spirit homo homini socius mulai rantas, bahkan nyaris putus karena manusia berubah ibarat serigala bagi sesamanya. Belum lagi ditambah dengan kondisi alam lingkungan di sekitar kita yang compang-camping. Bencana banjir di banyak tempat seperti sajian utama tayangan televisi di rumah kita.

Dirangkum jadi satu, semua kejadian dan pengalaman pahit, yang dijumpai dalam relasi dengan sesama ataupun dengan alam, sesungguhnya merupakan pertanda bahwa relasi kita dengan Tuhan perlu segera dipulihkan dan diperdamaikan. Bukti cinta dan kasih kita kepada Tuhan akan mewujud nyata melalui cinta dan kasih kita kepada sesama dan perhatian serta perlakuan terhadap lingkungan. Dengan kata lain, sikap cinta kepada sesama dan alam merupakan bentuk ibadah keseharian kepada Tuhan.

Pemulihan Hubungan

Dalam perjalanan waktu, kehadiran Imlek telah memperkaya keragaman budaya dan karakter bangsa kita melalui nilai-nilai luhur yang diusungnya. Misalnya, anak-anak muda diajar untuk rendah hati dengan cara belajar mendahului memberi hormat kepada mereka yang lebih tua. Orang tua yang sudah berkeluarga, sudah bekerja, dan berkarya belajar bermurah hati dengan memberikan angpau kepada anak-anak muda yang belum bekerja. Antara yang satu dan yang lain saling mendoakan agar senantiasa sehat dan berlimpahan rezeki. Nilai-nilai luhur tersebut berlaku secara universal; tak satu pun hukum di dunia yang dapat menyangkal kebenarannya.

Pada 23 Januari 2012, Hari Raya Imlek 2563 jatuh pada shio naga air. Menurut mitologi China, naga merupakan simbol binatang yang senantiasa bersikap waspada, kuat ,dan berani. Itulah mengapa, bagi saudara kita yang beragama Kong Hu Cu, simbol naga selalu ada pada tiap tiang vihara, terutama tiang tempat sembahyang Dewa Langit. Semoga, tahun ini, bangsa kita makin waspada dan makin bijak menyikapi berbagai problem kebangsaan. Para pemimpin bangsa dimampukan untuk memiliki sikap hati yang tegas dan berani untuk menyampaikan kebenaran.

Memperjuangkan nilai-nilai luhur kemanusiaan ibarat menegakkan benang basah. Untuk itulah senantiasa butuh pengharapan dan keajaiban, dan hal itu ada di dalam Imlek, yang sejatinya juga hadiah dari Tuhan YME untuk memperkaya keragaman budaya (kebhinnekaan) bagi bangsa ini. Kita tahu bahwa Imlek tidak secara otomatis dilahirkan di Indonesia namun sejatinya proses kelahirannya telah lama dikandung rahim Ibu Pertiwi. Untuk itu, mari kita rawat, pelihara dan lestarikan dengan sebaik-baiknya Imlek sebagai hadiah dari Tuhan bagi kita.

Semoga peringatan pada tahun ini bisa menjadi titik pijak bagi pemulihan hubungan personal kita dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam. Karena itu, perlu upaya bersama untuk senantiasa mengembangkan sikap saling menghargai, menghormati, dan bertoleransi antarsesama; sekaligus memupuk rasa cinta akan lingkungan hidup. Selamat menyongsong, memperingati, dan memaknai Imlek. Gong Xi Fa Chai. (Sumber: Suara Merdeka, 21 Januari 2012)

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Atas (SMA). Tags: , .

Bersastra Melalui Facebook Belajar Suka Bahasa Inggris


ISSN 2085-059X

Statistik Blog

  • 115,764

Komentar Terakhir

furniture-jati on Surat Pembaca
Guru MI on Surat Pembaca
boediharjoHs on Surat Pembaca
Sri Wahyuti on Surat Pembaca
Farah Irma Nurmala on Surat Pembaca
Yanto Musthofa on Surat Pembaca
nida on Surat Pembaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.