Belajar Suka Bahasa Inggris
Oleh Rosid Ahmad
mantan Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kota (dan Eks Karesidenan) Semarang
”Bisa dirancang penyelenggaraan berbagai kompetisi yang mengasah keterampilan siswa dalam berbahasa Inggris”
Penguasaan Bahasa Inggris ke depan makin penting bagi siswa sekolah lanjutan, tak terkecuali sekolah kejuruan. Masalahnya, hingga saat ini masih sering terdengar siswa mengeluh bahwa materi pelajaran itu di sekolah menakutkan, menjadi momok, hingga sebagian dari mereka cenderung menghindari.
Inilah salah satu tantangan bagi guru untuk menaklukkannya. Sejatinya, guru tidak cukup sekadar menguasai materi pelajaran. Dia perlu tahu pula kiat mengajar yang baik agar proses pembelajaran efektif. Selain itu, tepat memilih metode pembelajaran, mampu menggunakan media dengan baik, dan memiliki sikap serta pembawaan simpatik. Maka, guru harus selalu berupaya meningkatkan diri. Tak usah malu belajar dari mereka yang lebih berpengalaman.
Di sini menjadi penting kehadiran forum guru yang memberi kesempatan anggota bertemu secara berkala, membahas berbagai masalah terkait. Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) memang sudah ada. Tapi di banyak tempat, selama ini belum berperan secara optimal. Wajar jika guru malas terlibat dalam kegiatan yang rutin diselenggarakan.
Sejujurnya, tidak sedikit manfaat bisa dipetik. Pertemuan angota yang terselenggara secara rutin bisa menjadi ajang tukar pengalaman yang sangat berarti. Pengurus pun mendapat credit point. Melihat manfaat itu, seyogianya pemangku kebijakan memfasilitasi kegiatan forum guru ini. Khusus untuk kota Semarang, pemkot cukup memberikankan perhatian.
Di dinas teknis, tersedia cukup dana yang bisa dialokasikan. Yang penting ajukan proposal, program harus jelas, targetnya terarah dan bermanfaat. Bisa dirancang penyelenggaraan berbagai kompetisi yang mengasah keterampilan siswa dalam berbahasa Inggris, seperti lomba pidato, debat, dan lain-lain. Agar secara konkret kiprahnya diketahui masyarakat, tidak ada salahnya mempublikasikan kegiatan itu.
Menyukai Mapel
Terkait kegiatan lomba kompetensi siswa (LKS), selama ini peserta terbatas siswa kelas XII. Ke depan, sebaiknya juga melibatkan siswa kelas X dan XI. Jadi, siswa kelas XII lebih fokus menghadapi ujian nasional (UN), sedangkan siswa kelas X dan XI menemukan ajang buat pamer kebolehan.
Kegiatan itu makin optimal bila frekuensi lomba ditambah menjadi minimal dua kali setahun, khususnya sekitar libur akhir semester. Lebih menarik lagi jika ada penambahan hadiah atau penghargaan. Mengingat praktik berbahasa adalah suatu keterampilan terpadu, seyogianya materi lomba bukan cuma speaking melainkan juga reading, listening, dan writing agar makin terintegrasi.
Sejujurnya, kegiatan menyiapkan tim lomba Bahasa Inggris adalah wahana pendidikan karakter yang baik. Proses belajar berlangsung dengan melihat, menghayati, dan mempraktikkan. Siswa melihat langsung bagaimana disiplin ditegakkan, perilaku jujur dipraktikkan, dan kreativitas ditampilkan. Ke depan diharapkan mereka memiliki karakter kuat dan integritas tinggi.
Hakikatnya pendidikan bukan masalah peningkatan kompetensi keilmuan semata. Lebih utama adalah upaya pembentukan karakter dan integritas diri. Peserta didik mesti dibina agar berwawasan luas, teguh dalam prinsip, bertanggung jawab, dan memiliki sikap moral yang benar.
Menyangkut pengembangan karier, forum MGMP adalah ajang pelatihan yang pas guna memupuk bakat dan keterampilan dalam hal kepemimpinan. Hal ini antara lain mengingat jumlah anggotanya cukup banyak. Di kota Semarang ada lebih dari 80 SMK (negeri dan swasta, teknik dan nonteknik), dan melibatkan sekitar 300 guru Bahasa Inggris.
Bila guru memiliki wawasan lebih luas dan kompetensinya meningkat, cara mengajarnya pun pasti makin menarik. Situasi kelas yang menyenangkan membuat pelajaran Bahasa Inggris bukan lagi momok yang menakutkan melainkan justru ditunggu-tunggu. Dengan menyenangi mapel itu, tidak saja tingkat kelulusan membaik tetapi nilainya pun lebih membanggakan. (Sumber: Suara Merdeka, 21 Januari 2012)

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tags: Belajar Suka Bahasa Inggris, Rosid Ahmad.




Komentar Terakhir