Makna Intergitas dan Bahayanya

10 Januari, 2012 at 12:00 am

Oleh Dr Djuwari, M Hum
Dosen STIE Perbanas Surabaya

Dalam kajian etika, integritas digambarkan sebagai sikap kejujuran dan sikap menjunjung kebenaran dalam setiap tindakan. Termasuk di dalamnya adalah kesesuaian dengan apa yang dilakukan dalam pekerjaan secara professional (Wikipedia Encyclopedia). Bahkan dalam encyclopedia, integritas itu lawannya kemunafikan. Jadi, secara semantik, orang yang rendah integritasnya atau tidak memiliki integritas itu sama dengan Orang munafik. Dalam agama, orang jenis ini adalah orang paling buruk. Sebab, adanya orang ini pasti akan banyak merugikan siapa saja termasuk di dalam organisasi di mana orang ini bekerja.

Kata integritas berasal dari bahasa Latin yaitu “integer” yang berarti keseluruhan atau lengkap. Dalam konteks arti kata itu, integritas merupakan makna kejiwaan di dalam batin seseorang (inner sense). Ini juga menjadi watak seseorang yang menyebabkan dia jujur atau tidak. Jika orang kurang integritasnya berarti dia tidak memiliki kepercayaan apa yang dikerjakan itu sesuai dengan apa yang di percaya baik.

Dari definisi kata integritas dalam konteks etika dan makna berdasarkan etimologinya, maka orang yang tidak memikili dan rendah integritasnya dalam sebuah organisasi pasti dia tidak layak direkrut sebagai anggota organisasi itu sendiri. Sebab, jika orang jenis ini masih ada di dalam sebuah organisasi, maka sepak terjangnya selalu merugikan dan bahkan menghancurkan nilai-nilai tinggi dan etika organisasi.

Mengapa orang yang rendah integritasnya itu berbahaya bagi sebuah organisasi? Inilah cara memberi judgment atau pertimbangan agar jenis orang ini harus dihilangkan dalam segala organisasi. Menurut Van Minden (2005:207) ada dalil-dalilnya bagi orang yang rendah intergitasnya sebagai berikut. “That persons who have low integrity report more dishonest behavior. Bahwa orang yang intergitasnya rendah, dia selalu tidak jujur. Bahkan orang jenis ini dalam pikirannya selalu ingin adanya tindakan criminal. Pendek kata, dia orang jahat dan pembelot serta perusak segala lingkungan (environment distorter).

Berdasarkan analisis makna integritas dalam etika dan makna secara etimologisnya, serta karakteristik jenis orang yang rendah integritasnya, maka dalam dunia intelektual, perlu hati-hati dalam memberikan makna integritas. Dunia intelektual bisa saja dalam sebuah organisasi yang mengatasnamakan sikap dan pandangannya dalam gerak langkah untuk kemajuan ilmu dan pengetahuan, misalnya pendidikan.

Dalam organisasi jenis ini, semua decision making sangat diharapkan kemampuannya dalam memilih actor-aktor pelaku di dalam organisasi tersebut. Jika masih ada orang berintegritas rendah, maka bahaya maut terhadap organisasi itu pasti nyata. Namun, organisasi itu juga harus hati-hati pula di dalam memaknai dan mendefinisikan istilah integritas. Kurang cermatnya di dalam memaknai kata intergritas sama halnya mengkerdilkan nilai organisasi itu sendiri. Sebab, makna dan implementasi itu sangat erat dengan nuansa keintelektualan setiap pelaku di dalam organisasinya.

Jadi, intinya adalah orang yang rendah integritasnya (low integrity) menurut Van Minden (2005:20), sangat berbahaya. Orang-orang jenis ini lebih baik disingkirnya dalam sebuah organisasi karena akan selalu merongrong kinerja seluruh organisasi. Orang yang rendah integritasnya, sangat berbahaya karena di dalam benaknya selalu ada jiwa criminal dan jahat serta membahayakan lingkungan organisasinya. Dan, makna integritas itulah yang sebenarnya sangat dipahami secara hati-hati. Jika decision making menyangkut integritas berarti siapapun yang termasuk rendah integritasnya layak dihempaskan dari organisasi, karena orang jenis ini senantiasa membuat rugi.

Pertanyaannya adalah, bagaimanakah treatment terhadap orang yang rendah integritasnya jika ditemukan masih ada dalam sebuah organisasi? Lalu apa yang dikhawatirkan dengan orang-orang jenis ini jika tidak bisa dikendalikan lagi? (Sumber: Indonesia Pos, 10 Januari 2012).

About these ads

Entry filed under: Artikel Pengamat Pendidikan. Tags: , .

Mari Hargai Karya Anak Bangsa Citra SMK Provinsi Vokasi


ISSN 2085-059X

  • 399,859

Komentar Terakhir

Alfian HSB on Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Waluyo on Surat Pembaca
Ali Syahbana on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Mohamad Mahfudin on Surat Pembaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: