Panggilan Suci Ibadah Haji

11 Oktober, 2011 at 12:00 am

Oleh Nirwan Hamid
Nirwan Hamid, Guru SD Kartika II-5 bandar lampung

Kita sering mendengar kata-kata “belum dapat panggilan” bagi orang yang mampu melaksanakan ibadah haji tapi belum juga menunaikannya. Esensinya adalah ibadah haji sejatinya sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu.

Umat Islam dari seluruh dunia setiap tahun berkumpul di Mekah untuk satu tujuan, yaitu melaksanakan perintah Allah. Mereka berkumpul tanpa membedakan suku, bahasa, dan warna kulit. Semua melebur di bawah satu naungan, Islam. Bersyukur merupakan kata yang paling tepat untuk mengungkapkan rasa bangga kepada Allah. yang telah mempersatukan umat Islam dengan ibadah haji. Ibadah haji merupakan simbol persatuan Islam di mana kita harus menepis anggapan miring tentang umat Islam.

Belum pernah terdengar jumlah jemaah haji berkurang, malah bertambah dan setiap tahun, bahkan daftar tunggunya semakin panjang. Ini membuktikan bahwa animo umat Islam untuk menunaikan ibadah haji semakin meningkat.

Sudah barang tentu berbagai macam kendala muncul dalam teknis pelaksanaannya, mulai dari penginapan yang jauh dari Masjidil Haram sampai pada penyajian katering yang terkadang kurang memuaskan. Hal-hal semacam ini yang harus diantisipasi penyelenggara. Pelayanan serta keamanan jemaah menjadi prioritas yang harus diperhatikan sehingga niat yang suci tidak terkotori hal-hal yang semestinya bisa diatasi.

Panggilan dari Allah, merupakan kado spesial bagi umat Islam di mana jemaah calon haji tak hanya berkorban tenaga dan pikiran, juga materi.

Berkumpul dan melebur menjadi satu dengan tujuan yang sama umat Islam dari seluruh penjuru dunia bersimpuh dan memanjatkan doa kepada-Nya. Ibadah haji merupakan bahasa pemersatu umat Islam seluruh dunia sehingga tak menganggap dirinya atau kelompoknyalah yang paling benar. Sebab, banyak macam aliran dan ajaran dalam Islam yang semua merujuk pada Alquran dan Sunah Nabi. Kalaupun ada perbedaan tentang tatacara beribadah, sepanjang itu tidak keluar dari esensi agama, wajar-wajar saja. Justru di sinilah letak keberagaman serta keluwesan dalam Islam.

Saling Menghargai

Ibadah haji selain sebagai bahasa pemersatu umat Islam, juga merupakan sebuah momen agama Islam bisa mengatakan kepada dunia bahwa Islam itu damai dan tidak mengajarkan kekerasan. Adanya anggapan miring dari kalangan orang-orang Barat tentang Islam yang membuat mereka Islamophobia tentunya harus kita luruskan. Juga harus ada yang memberikan pengertian dan pengarahan yang positif tentang ajaran Islam yang benar.

Sejak maraknya aksi teror menjadi citra negatif dari kalangan Barat tentang umat Islam. Padahal bila dipahami dengan benar, anggapan itu tidak benar. Malah sebaliknya, Islam mengajarkan perdamaian, bukan permusuhan serta mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan. Ini merupakan momentum penting bagi ummat Islam untuk bersatu dan membangun kembali citra positif di mata dunia internasional.

Islam mengajarkan betapa pentingnya menghormati antarumat serta tidak memandang ras suku bahasa dan golongan. Mengangkat harkat umat manusia pada jenjang yang lebih tinggi sehingga mempunyai nilai sempurna dibanding makhluk Allah swt. yang lain.

Penulis perlu mengingatkan tentang peristiwa penciptaan Nabi Adam as.. Ketika Nabi Adam diciptakan, Allah memerintahkan semua malaikat dan setan untuk bersujud kepada Adam. Semuanya bersujud, kecuali iblis yang. Artinya, manusia memiliki tempat yang mulia dan terpuji dibandingkan makhluk Allah yang lain jika menggunakan akal dan pikiran serta dibimbing ajaran agama.

Sifat-sifat kekerasan memang sudah menjadi bagian dari unsur manusia, tetapi pada tataran selanjutnya banyak aspek yang memengaruhi kehidupan manusia, salah satunya agama.

Ajaran Islam yang penuh kasih sayang antarsesama makhluk merupakan yang terpenting. Sebab, derajat semua manusia itu sama di mata Allah, kecuali yang berilmu dan bertakwa.

Ibadah haji membawa pesan tersendiri bagi umat Islam maupun umat lainnya. Pesan bagi umat Islam adalah ibadah haji merupakan suatu perintah dari Allah yang sangat dianjurkan bagi yang mampu. Sebab, dalam sejarah tercatat perjalanan ibadah haji yang melibatkan beberapa utusan Allah. Adapun bagi umat lain ada pesan universal di mana terdapat rasa saling menghargai dan menghormati antarumat beragama serta tidak membedakan satu dengan lainnya. Dengan ibadah haji ini diharapkan tercipta perdamaian tanpa mencari kesalahan dan kejelekan orang lain.

Oleh sebab itu, ibadah haji merupakan sebuah panggilan suci bagi ummat Islam karena mengandung banyak arti dan sejarah. Juga bahasa universal yang bisa menjadi sebuah pencerahan bagi umat manusia pada umumnya. Artinya, bahwa kata-kata “belum dapat panggilan” adalah benar. Sebab, ibadah haji merupakan perintah yang sangat mulia dan tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. Hanya orang-orang terpilihlah yang dapat serta mampu mengemban amanah tersebut. (Sumber: Lampung Post, 11 Oktober 2011)

About these ads

Entry filed under: Artikel Guru Sekolah Dasar (SD). Tags: , .

Kekuasaan dan Kewenangan Kembali ke Khitah Dunia Pendidikan


ISSN 2085-059X

  • 393,389

Komentar Terakhir

Alfian HSB on Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Waluyo on Surat Pembaca
Ali Syahbana on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Mohamad Mahfudin on Surat Pembaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: