Jalan Panjang Menuju PNS

26 Oktober, 2009

Oleh Tamtomo Utamapati
Guru SMP Ta’miriyah Surabaya

Jalan mudah, murah, cepat dan singkat adalah jalan yang didambakan bagi setiap orang. Jalan itu pula yang sangat diharapkan para pencari kerja. Pada umumnya para pencari kerja adalah golongan usia muda/usia produktif. Mereka sebenarnya golongan yang wajib mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah ataupun swasta (dalam hal ini pengusaha) untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dalam hidupnya.

Layak adalah pengertian yang relatif, bergantung dari sistem nilai setiap orang ataupun kemampuan daerah dalam pembiayaan tenaga kerja. Logikanya, daerah yang “basah” (berpenghasilan tinggi) berakibat Upah Minimum Regional (UMR) akan besar.

Sementara daerah “kering” (berpenghasilan rendah) akan menyebabkan UMR mengecil. Pendapat ini bukan merupakan harga mati, karena juga bergantung pada kiprah kepala daerah dalam mengilustrasikan sepak terjangnya untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat bawah sebagai tujuan akhir dalam masalah ketenagakerjaan.

Adalah suatu anugerah bagi para pencari kerja kalau segala hal yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan kerja, para calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) mendapatkan kemudahan, kemurahan, kecepatan, ketepatan waktu secara maksimal.

Suatu contoh yang dilakukan oleh pemerintah adalah layanan cepat saji dalam memperpanjang SIM, perpanjangan PKB adalah merupakan hal yang patut diacungi jempol, yang harus dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan pelayanannya.

Jalan mudah yang dimaksud, misalnya meminimalisir persyaratan administrasi yang seharusnya hal itu bisa dilakukan jika jelas-jelas sudah diterima sebagai PNS. Misalnya, tidak perlu mengumpulkan surat keterangan sehat yang memerlukan waktu berjam-jam. Contoh lainnya, SKCK di kepolisian yang semua ini harus diawali mulai RT, RW, Lurah, Camat, Polsek dan berakhir di Polres dengan melengkapi Sidik Jari.

Hal ini bukan berarti merupakan suatu masukan yang tidak menghendaki adanya surat keterangan dokter dan SKCK dari kepolisian, karena bagaimanapun hal ini mutlak dalam rekutmen PNS. Tetapi, semua ini hanyalah masalah waktu yang tidak tepat. Bagaimanapun, konsentrasi kaum muda bukan pada persiapan diri terhadap materi tes, tetapi disibukkan oleh persyaratan administrasi yang tentunya membutuhkan waktu, biaya yang tidak sedikit dan tenaga yang prima.

Adalah suatu pahala yang sangat besar bagi aparat yang memberikan layanan terbaik bagi pencari kerja. Lebih jauh dapat dikatakan bahwa para pencari kerja wajib memperoleh perhatian penuh dari pemerintah dan swasta, bukan malah sebaliknya. Apabila hal ini dilaksanakan secara maksimal, akan dapat memutus mata rantai birokrasi yang bertele-tele. (Sumber: Surya, 26 Oktober 2009)

Entry Filed under: Artikel Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tag: , , .


ISSN 2085-059X

Online Perdana 8 Jan 2009

Pemimpin Redaksi

Slamet Hariyanto

Redaktur

Djenny M Zainuri

Redaktur

Sherly Citra Logaritma

Indeks

Kategori Artikel

Suplemen

Blogroll

Klik tertinggi

Statistik Blog

Komentar Terakhir

Mardi Suwignyo di Surat Pembaca
Ozyq Lee di Surat Pembaca
Entis Sutisna… di Surat Pembaca
Jamhadi, Surabaya di Surat Pembaca
Warsono, Surabaya di Surat Pembaca
Insana Melia Dwi Cip… di Surat Pembaca
Daniel M Rosjid, Sur… di Surat Pembaca