Surat Pembaca

8 Januari, 2009 at 12:00 am 53 komentar

Pendapat dan komentar anda dapat ditulis di bawah ini. Anda boleh mencantumkan atau tidak mencantumkan Email (surat) atau URL (situs web) yang dimiliki. Cukup dengan menyebutkan nama dan kota domisili anda.

About these ads

Entry filed under: Surat Pembaca. Tags: .

Indeks Penulis Menganaktirikan Lembaga Pendidikan Swasta

53 Komentar Add your own

  • 1. Purnawati  |  11 Januari, 2009 pukul 12:32 pm

    Selamat dan sukses atas terbitnya SuaraGuru.WordPress.Com yang secara khusus mempublikasikan artikel guru, mahasiswa calon guru, dan pengamat pendidikan.
    Sebagai mantan guru TK saya menyambut gembira keberadaan website ini.

    Purnawati, Surabaya.

  • 2. Heliantho AR  |  11 Januari, 2009 pukul 8:09 pm

    Selamat dan sukses atas kehadiran wadah kreasi, inovasi bagi para guru, mahasiswa dan pengamat pendidikan ini. Mudah-mudahan SuaraGuru.WordPress.com ini bisa jadi salah satu motor penggerak kemajuan Dunia Pendidikan di masa depan menyongsong era digital.

    Heliantho AR, Guru SMP Negeri 37 Surabaya.

  • 3. Gurid  |  12 Januari, 2009 pukul 9:47 am

    Blog yang sederhana dan enak dibuka. Salut tanpa menampilkan gambar yang tak penting.

    Gurid, SMP Negeri 1 Jatirogo, Tuban, Jatim.

  • 4. Lusi Wahidah  |  12 Januari, 2009 pukul 2:57 pm

    Saya ibu rumah tangga, sangat setuju dengan ide Insana Melia Dwi Cipta dalam artikelnya “Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah” yang dimuat di situs ini 8 Januari 2009.

    Lusi Wahidah, Surabaya.

  • 5. Achmad Lutfi  |  13 Januari, 2009 pukul 5:30 am

    Website ini sangat membantu para guru untuk menuangkan karyanya (artikel) yang selama ini dibutuhkan dalam melengkapi fortofolio sertifikasi guru. Sarana ini akan membuka keterbatasan jurnal dalam bentuk cetak yang selama ini banyak terganjal terbit karena perlu waktu cetak, beaya cetak. Selama atas terbitnya/munculnya SuaraGuru.WordPress.Com

    Achmad Lutfi, Ketua Jurusan Kimia FMIPA Unesa.

  • 6. IGGA Ari Krisnawati  |  14 Januari, 2009 pukul 9:53 am

    Salut deh buat Slamet Hariyanto. Dia menciptakan media online nasional yang berguna bagi para guru, mahasiswa calon guru, dosen kependidikan dari selueuh tanah air untuk mempublikasikan artikel/karya tulis. Apalagi para guru sekarang sedang butuh media yang dapat mempublikasikan artikelnya untuk kepentingan fortofolio sertifikasi guru.

    IGGA Ari Krisnawati, dosen FH Universitas Udayana, Denpasar.

  • 7. Chusnul Busyro  |  14 Januari, 2009 pukul 10:03 am

    Terbitnya website ini benar-benar memberi peluang besar bagi para guru untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam menulis artikel dan dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas.

    Saya yakin akan profesionalitas pengelolaan website ini. Sebab, dari sosok pemilik/pengelola (Slamet Hariyanto) yang saya dibaca di kolom kolom “dapur redaksi” dapat menjadi jaminan kualitas pengelolaan media. Dia wartawan senior, mantan guru SMA, mantan kepala SMP, dan juga memiliki/mengelola media online SlametHariyanto.WordPress.Com dan media online GagasanHukum.WordPress.Com

    Para guru dari seluruh pelosok Indonesia patut memanfaatkan media online nasional SuaraGuru.WordPress.Com yang terbit dari Surabaya ini.

    Chusnul Busyro, Balikpapan.

  • 8. Wirendang Paraswati  |  14 Januari, 2009 pukul 10:07 am

    Wah, Pak Slamet masih sempat-sempatnya memikirkan nasib guru dengan menyediakan sarana berupa media online khusus buat para guru ya! Selamat deh. Semoga para guru dari Kawasan Indonesia Timur dapat merespon terbitnya media online ini.

    Wirendang Paraswati, Makassar.

  • 9. Mochammad Risal  |  14 Januari, 2009 pukul 6:18 pm

    Saya ikut bersenang hati dengan diterbitkan situs SuaraGuru.WordPress.Com ini. Terus terang, situs ini bisa menyalurkan uneg-uneg saya.

    Mochammad Risal, Jakarta

  • 10. Gea Cinta Rasmawati  |  14 Januari, 2009 pukul 11:40 pm

    Dengan wadah media untuk penulisan karya tulis, artikel dan puisi bagi guru-guru di situs suaraguru.wordpress.com ini, saya sangat senang bisa memanfaatkan wadah media ini untuk menulis yang bisa untuk menambah poin sertifikasi. Terima kasih kepada pengelola situs ini.

    Gea Cinta Rasmawati, Bojonegoro, Jawa Timur.

  • 11. Bambang Rudy  |  15 Januari, 2009 pukul 1:22 pm

    Selamat buat SuaraGuru.WordPress.Com. Maaf, belum sempat posting artikel nanti kalau sudah sempurna. Saya buatkan artikel tinggal edit sana-sini. Untuk buka web ini ya hampir tiap hari, makanya tahu kalau sering dikonfigurasi ulang kadang ada gambar, kadang beberapa navigasi tidak ada, yang penting salut ….!

    Bambang Rudy, Guru SMP Negeri 1 Kabuh, Jombang.

    Jawaban Redaksi :
    Terima kasih, kami tunggu artikelnya.

  • 12. Anton Sasminta  |  16 Januari, 2009 pukul 6:05 pm

    Aku senang sama website ini. Isinya berbobot, cocok dengan perkembangan zaman yang serba informatif, cepat, dan komunikatif. Tapi, rubrik puisinya kok belum ada yang ngisi ya!

    Anton Sasminta, Malang, Jawa Timur

  • 13. Sri Fitriyana  |  16 Januari, 2009 pukul 6:10 pm

    Hari ini saya buka website SuaraGuru.Wordpres.Com dan mengklik “Info Buku”, ternyata menarik sekali. Banyak info buku-buku yang bisa menunjang pendidikan anak-anak. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang punya anak kecil, saya benar-benar terbantu dapat info buku-buku untuk bahan “dongeng” kepada anak-anak sebelum tidur. Matur nuwun buat redaksi website yang apik ini.

    Sri Fitriyana, Solo

  • 14. Bambang Rudy  |  22 Januari, 2009 pukul 4:24 pm

    Salam hormat buat crew redaksi SuaraGuru.WordPress.Com. Bagaimana kalau untuk Surat Pembaca dibuatkan link navigasi sendiri biar semakin mudah menggunakannya.

    Bambang Rudy, Jombang

  • 15. Djuwari  |  23 Januari, 2009 pukul 1:43 pm

    Media ini sangat bernilai bagi pembaca utamanya yang peduli dengan pendidikan. Selamat dan sukses dengan adanya media ini. Semoga teman-teman lain yang memiliki kepedulian pada pendidikan di negeri ini memanfaatkannya dengan baik.

    Djuwari, dosen STIE Perbanas Surabaya

  • 16. Niken M Indrayati  |  27 Januari, 2009 pukul 7:30 am

    Media online ini bisa diharapkan menjadi sumber data untuk mencari pemikiran para pendidik yang ditulis dalam bentuk artikel. Kami usul, supaya isinya lebih lengkap, bisa ditambah rubrik baru tentang “tesis” dan “disertasi”. Di rubrik ini tempatnya publikasi tesis pendidikan dan disertasi pendidikan, meskipun dalam bentuk ringkasan.

    Niken M Indrayati, Jogjakarta.

  • 17. Rini Pudjiastutik  |  2 Februari, 2009 pukul 5:25 pm

    Thank you to Slamet,mr that very innovative to create this media so there will be many teachers helped by your creativity. when the teachers be more creative, it will make better impact to their students, so our children will become better generation.
    regards.

    Rini Pudjiastutik, Gubeng Jaya, Surabaya

  • 18. Agnes Sekar  |  13 Februari, 2009 pukul 8:07 am

    Senang melihat Blog tentang guru. Memang selayaknya guru memiliki wawasan yang luas dan penuh kreatifitas. Berbicara tentang Kepemimpinan Guru sangat penting karena guru memberikan contoh kepada muridnya bagaimana untu memimpin, dan apa yang dilakukan guru dapat ditiru oleh muridnya. Saya setuju jika para guru diberikan diklat kepemimpinan untuk mengajar sesuai tingkatannya agar guru-guru di Indonesia cerdas dan berwibawa. Demikian Bu Guru sukses untuk anda.

    Regards, Agnes Sekar

  • 19. Sugiarno  |  20 Maret, 2009 pukul 3:12 pm

    Begitulah “isi” pendidikan yang sebenarnya, penuh paradoks. Jadi, jangan terlalu muluk dalam menentukan nilai standar lulusan. Semakin mereka pandai akan membuat mereka semakin “liar” dan jauh dari cita-cita luhur bangsa.

  • 20. Niken Mangayu WU  |  28 April, 2009 pukul 11:05 am

    HATI NURANI ATAU PROFESI

    Guru sekarang semakin banyak dibutuhkan, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pengajar hanya untuk mendapatkan pekerjaan tapi bukan karena beban moral.

    Guru, sekilas memang sebuah pekerjaan yang mulia, dipandang dan dihormati. Apakah hal ini masih berlaku sampai saat ini? haus akan kekuasaan dan materi juga memasuki dunia pendidikan, benarkah? hal seperti ini yang sekarang banyak muncul di benak masyarakat seiring dengan semakin menurunnya kualitas pendidikan.

    Guru yang memegang peran penting terhadap kemajuan pendidikan. guru mendidik siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik, memberi nasehat-nasehat yang bijak.

    Apakah seorang guru juga menjalankan seperti apa yang ia nasehatkan pada muridnya? Banyak kasus membuktikan guru memberi nilai baik kepada siswa yang dapat membayar lebih, guru mengajarkan kejujuran kepada muridnya.

    Adakah sikap seperti itu menunjukkan sikap kejujuran? Masih banyak kasus lainnya yang menunjukkan merosotnya moral guru. Hal ini yang harus dipikirkan oleh para pendidik dan calon pendidik, bukan hanya nasehat yang dibutuhkan oleh seorang murid tapi bukti nyata dari sikap dan pribadi gurulah yang menentukan masa depan dunia pendidikan.

    Niken Mangayu WU
    Mahasiswa Pendidikan Kimia FMIPA
    Universitas Negeri Surabaya

  • 21. Daniel M Rosjid, Surabaya  |  22 Juni, 2009 pukul 8:01 pm

    Anak-anak Indonesia bisa menerima hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa mereka tidak lulus asal evaluasi tersebut dilakukan oleh guru-guru mereka sendiri secara komprehensif, bukan oleh mesin pemindai bodoh yang tidak mengenal mereka.
    Histeria dan depresi mereka yang dinyatakan tidak lulus melalu ujian nasional lebih disebabkan karena mereka merasa telah diperlakukan tidak adil oleh sistem evaluasi yang tidak menghargai mereka sebagai manusia konsumen.
    Bagi saya, ketidaklulusan 1 % sudah terlalu banyak. Ketidaklulusan 30 % hasil evaluasi yang fair oleh guru lebih adil dan lebih bisa diterima nurani dan akal sehat.
    Saya berharap tidak ada lagi korban ujian nasional tahun depan.

  • 22. Insana Melia Dwi Cipta, Bangkalan, Madura  |  22 Juni, 2009 pukul 9:03 pm

    Setuju pendapat Daniel M Rosjid. Untuk ujian nasional sekarang target nilai yang harus dicapai oleh anak didik terlalu tinggi. Dan pencapaian target tersebut tidak didasarkan pada kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah, baik itu manajemen maupun kualitas SDM pendidik.

  • 23. Warsono, Surabaya  |  25 Juni, 2009 pukul 3:05 pm

    Tolong kami diajari mengenai internet karena kami baru saja bisa mengoperasikan internet dan terus terang saja karena keterbatasan kemampuan beaya untuk membeli komputer sehingga kami pun baru saja belajar untuk mengoperasikan internet. Selanjutnya kami tertarik sekali dengan situsl ini karena dapat untuk menggali ilmu-ilmu baru yang ilmiah dan informasinya sangat akurat dan dapat dijadikan kuliah lewat internet.

  • 24. Jamhadi, Surabaya  |  26 Juni, 2009 pukul 8:38 am

    Alhamdulillah hingga sekarang sudah selesai DED untuk dana insentif warga tidak mampu dan dikirim ke Dinas PU Provinsi Jatim. Kalau masih ada teman, tetangga, atau warga yang rumhanya belum ada jaringan PDAM, masih ada kota sekitar 20.000 KK lagi. Sungguh saying bila tidak terserap dana gratis jenis ini, karena bisa hangus bila tidak terpakai. Silakan sebarkan info ini, atau langsung datang ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya Jl Prof Dr Moestopo 2 Surabaya.

    Dr Ir H Jamhadi MBA, anggota Badan Pengawas PDAM Surabaya

  • 25. Entis Sutisna  |  27 Juli, 2009 pukul 10:07 pm

    Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan mencantumkan kegiatan sastra merupakan salah satu materi pembinaan kesiswaan di semua jenjang pendidikan. Namun, sayangnya SDM yang memiliki minat terhadap sastra di sekolah rata-rata minim, tidak terkecuali dengan guru Bahasa Indonesia, sehingga kegiatan sastra dan budaya di sekolah tersingkir.

  • 26. Ozyq Lee  |  15 Oktober, 2009 pukul 9:42 pm

    DENGAN TUNJANGAN SRTFKASI GURU YANG BIKIN IRI PEGAWAI LAIN, MESTINYA GURU MAKIN PROFESIONAL, MURIDPUN MAKIN BERMORAL. DAPAT TUNJANGAN TP MENGAJAR TDK DISIPLIN, MANA PENINGKATAN YANG DIPEROLEH ? KASIHAN GURU YANG TDK DAPT GELAR SETFIKASI GURU, YANG KATANYA TDK PROFESIUONAL. KASIHAN PEGAWAI LAIN YANG HANYA GIGIT JARI DAN NGIRI MELIHAT KETIDAKDILAN INI. TDAK ADA BEDANYA SEBELUM DAN SESUDAH DAPT TUNJANGAN SRTFIKASI GURU, SAMA2 BURUK. PAK SBY TOLONG TINJAU KEBIJAKAN INI

  • 27. Mardi Suwignyo  |  18 November, 2009 pukul 8:34 am

    Mohon pendapat dan solusi berkaitan dengan Permendiknas no 41 dan PP no 39. Untuk jenjang pendidikan SMP, Kepala Urusan (kurikulum, kesiswaan, sarpras, humas) sama sekali tidak ada penghargaan baik penghargaan berupa jam tatap muka (kalau wakasek jam wajib tatap muka 12 jampel/minggu), maupun penghargaan berupa insentif bulanan (karena dana BOS tidak boleh digunakan untuk itu)

    Mardi Suwignyo, SMPN Ngusikan-Jombang

  • 28. Tamtomo Utamapati  |  2 Februari, 2010 pukul 2:52 pm

    Menanggapi tulisan saudara Imam Syafi’i di Jawa pos 21 Januari 2010 dengan tema ” Menuggu Penyelesaian Ta’miriyah Surabaya”, saudara perlu terjun di lapangan, supaya lebih jelas bagaimana konflik itu terjadi. SMA Ta’miriyah Surabaya adalah satu – satunya lembaga yang paling berani dibandingkan lembaga lain (terutama di SMP), karena kepala SMA satu – satunya yang paling menolak arogansi pengurus baru. Coba anda bayangkan guru dan karyawan disuruh oleh yayasan baru untuk menandatangani tata tertib yang berlaku pada masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Kepala SMA tahu bahwa itu merugikan guru – karyawan sehingga tidak mengumpulkan ke yayasan yang baru. Perlu saudara ketahui SK Menhumham milik yayasan baru juga tidak punya kekuatan hukum yang tetap tetapi dengan cara premanisme masuk ke yayasan dengan alasan mereka itu Jamaah. Menurut saya jamaah tidak berhak sedikitpun mengelola yayasan .Seharusnya SK PTTUN JKT yang menyatakan batal terhadap SK Menhumham harus dipatuhi. Sebagai lembaga yang taat Hukum harus mematuhinya.

  • 29. Anastasya Salsabila  |  3 Maret, 2010 pukul 9:58 pm

    Guru suatu profesi yang agung dan mulia itu dulu sekali dan mudah mudahan sekarang lebih baik. Bukan hanya profesi yang menjadi sandaran mencari nafkah, dan bukan pedagang setelah jual ya sudah meskipun berdagang adalah profesi yang sangat mulia dimata Nabi muhamad itu dulu sekali.
    Terimakasih bapak ibu guruku yang telah mengajariku sehingga aku dapat mengenal dunia ini.
    Kami sangat sangat hormat dan hormat karena mengajar kami tanpa pamrih by St Juwariyah spd MI Banat Manyar

  • 30. Sarto  |  8 Maret, 2010 pukul 1:03 pm

    Wahai guru Seluruh Indoneisa
    Suadah sering kita melihat dan mendengar nasib Guru di Indonesia teruta yang belau diangkat nasibnya tidak mentu, kenapa ini terjadi, mengingat persatuan dankesatuan guru benar-benar sulit di wujudkan, serta belum tersentuhnya PGRI di tangan Disnaker ? siapa yang salah ? tidak ada mari kita merapat ke Disnaker , SPSI suapaya hak dan kewajiban seorang guru sebagai mansuia biasa dapat di atasi. UMR guru perlu dibahsa di SPSI mengapa ? karena guru juga tenaga kerja bukan ilegal, cuman belum ada yang membawa ke arah SPSI tentang nasib guru ini. Siapa peduli … ya a kita – kita ini harus menayakan ke SPSI kepana guru swasta tidak diperjuangkan UMR nya, apakah guru yang belum diangkat pegawai negeri itu tidak dapat di kategorikan sebagai tenaga kerja ?

  • 31. Sarto  |  8 Maret, 2010 pukul 1:15 pm

    Dalam meningkatkan mutu manusia Indoneisa perlu memperhatikan proses pendidikan yang diawali dari Sekolah Dasar hingga Ke Perguruan Tinggi. Jangan ada deskrimisnasi dalam dunia Pendidikan di Indonesia, misalkan di Tingkat SMA Jurusan IPA dianggap pintar, dan dapat menyerobot jurusan IPS ketika melanjutkan ke perguruan Tinggi, sehingga terkesan Jurusan IPS kumpulan anak-anak yang bodoh, untuk itu perlu pengkajian lagi dalam penjurusan di tingkat SMA, menurut saya di Tingkat SMA belum perlu penjurusan, penjurusan itu haya ada pada perguruan tinggi, maka perlu di tinjau kembali penjurusan pada jenjang SMA itu. kalau perlu semua serba umum, sehingga tidak terjadi deskriminasi pendidikan dalam PBM di tingkat SMA, hilangkan kesan IPA pintar dan IPS bodoh, maka perlu penggodokan dalam kaitanya dengan pengelolaan pendidikan di tingkat SMA

  • 32. Sarto  |  8 Maret, 2010 pukul 1:23 pm

    saya sudah lama ingin mencari ilmu, hingga ke luar akhirat kelak, dalam artian kapan saya diberi kesempatan oleh pemerintah untuk sekolah lebih tinggi hingga meraih gelar profesor, cuman gak tahu gimana jalur yang harus saya tempuh, belajar adlah kesukaan saya, apalagi dapat belajar ke luar negri, ada apa sih belajar ke luar negeri itu ? gengsi apa benar-benar bermutu ? nampaknya itu masih rancu dalam realita yang ada di lapangan, yang jelas hingga kelak sampai ke liang kubur saya ingin belajar dan belajar, entah kapan keinginan saya belajar ke tinggkat lebih tinggi dapat terealisasi. Saya ingin menyumbangkan fikiran dan tenaga ssaya kepada bangsa dan negara saya, mungkin melalui fikiran-fikiran saya melaului tuilasan saya, seperti bagaimana cara mengatasi banjir di Indonesia, bagaimanan cara mengatasi lumpur lapindao, bagaimana cara menuju pendididkan gratsis hingga meraih profeseor, bagaimana cara mengatasi pengangguran, mengatasi kemiskinan dan sebagainya, cuman gak ada yang mau peduli dengan ide-ide saya, gak apa-apa yang penting Tuhan sudah membaca tulisan saya.

  • 33. Dihya MH  |  16 Maret, 2010 pukul 9:56 am

    Selamat blog suara guru ini

  • 34. Gatot Riyanto S, SMP Gracia, Surabaya  |  7 Juli, 2010 pukul 11:20 am

    Hallo Pak Djen, aku baru menemukan situs ini, maaf baru bisa kontak sekarang. Salam juga buat Pak Bambang Rudi, SMP 1 Kepuh Jombang. Juga Pak Rochim di Ngresik dan Pak Khamid di wah lupa aku ? Brafo buat seluruh peserta Diklat Sertifikasi 2008 di Pacet, Mojokerto.

  • 35. Rusdi, Pati, Jateng  |  16 Oktober, 2010 pukul 9:46 am

    Hebat. itu kata pertama yang saya ungkapkan saat membaca blog ini. benar-benar blog yang bagus dan bisa diakses oleh para guru yang ingin menuliskan artikel atau ide pendidikannya. Selamat dan semoga sukses. Rusdi, SMP Negeri 1 Jaken Pati Jawa Tengah

  • 36. Edih M SMPN 7 Sumedang, Jabar  |  17 Oktober, 2010 pukul 2:36 am

    Saya merasa Bersyukur kepada Allah karena sejak thn 2006 smpe sekarang Smd khususnya telah menjadi Pilot Proyek Lesson Study.Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara
    kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Manfaat bagi kami Guru baik itu berbasis MGMP maupun berbasis Sekolah antara lain:Peningkatan kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
    Peningkatan kualitas proses pembelajaran; Pembelajaran berubah dari “ teacher- Centered “ menjadi “ student- Centered “.
    Dikembangkan diskusi kelompok, pemecahan masalah dan kolaborasi,
    Siswa memperoleh kesempatan berkreativitas,
    Siswa termotivasi dan senang belajar,
    Guru lebih berani membuka diri untuk diobservasi dan dikritisi guna perbaikan,
    Peningkatan kualitas Refleksi pembelajaran.
    Refleksi yang tadinya dianggap untuk apa, menjadi hal yang dibutuhkan untuk pembelajaran yang lebih baik pada proses pembelajaran selanjutnya.Saat ini Saya sebagai Fasilitator LS di Kabupaten Sumedang.Ada pengalaman yang sangat berharga bagi Saya pribadi dan teman-teman ketika Pertukaran Teknis / pengalaman dengan Kota Padang yang LS nya baru berjalan satu tahun,Guru-guru para Kepala Sekolah,Pejabat Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Daerah sangat Peduli terhadap Program LS ini,baik moril maupun materil.Guru-guru Senior begitu antusias untuk menjadi guru model pada Open Class.Hidup Padang SUKSES selamanya.Semoga Kita bertemu lagi dalam kesempatan yang akan datang.Kita selalu berdo’a semoga anak-anak didik kita diberi kepahaman dalam belajar,menjadi anak-anak yang shaleh.Amin Terimakasih kepada Suara Guru Media Online Nasional…Sukses dan Jaya Selalu…..Salam PA SLAMET HARIYANTO DKK dari Guru-guru Sumedang.

  • 37. Imam Suprijadi, Kebumen  |  26 Oktober, 2010 pukul 11:05 am

    BEBAN BERAT SEBAGAI GURU

    Wacana memasukkan pendidikan karakter, antikorupsi dan cinta lingkungan ke dalam kurikulum pembelajaran siswa di sekolah, semakin menunjukkan bahwa guru merupakan agen utama pendidikan dan pembentuk kepribadian masyarakat. Ketika situasi perilaku sosial kemasyarakatan dipandang sudah dalam keadaan memprihatinkan, langkah paling praktis adalah mendidik dan membina kembali karakter bangsa lewat generasi mudanya. Tumpuan beban tentu pendidikan di sekolah lewat para guru. Guru menjadi soko guru (tiang utama) penyangga bangsa.
    Konsep guru yang paling sederhana dalam istilah Jawa adalah ’digugu lan ditiru’, Seorang guru seharusnya bisa dipercaya segala-galanya. Tingkah laku dan segala tindak tanduknya harus baik karena menjadi pedoman yang wajib diteladani. Guru seolah tidak boleh pernah salah dan tercela, baik tutur kata maupun perbuatannya.
    Jika dibandingkan dengan profesi lain dalam sebuah anekdot, seorang guru, pejabat, dan dai atau ulama nampak jelas perbedaaanya. Seorang pejabat berhak membuat aturan, berhak menghukum yang melanggar dan wajar melanggar pula aturannya sendiri. Seorang dai sebatas menyampaikan dan memberi fatwa, selanjutnya urusan pahala atau dosa adalah tanggung jawab masing-masing. Seorang guru harus membuat aturan, membimbing murid memahami, melaksanakan aturan dan menilai keberhasilan atau remidi lagi dari awal hingga sang murid benar benar paham dan sesuai dengan aturan tersebut.
    Tuntutan terkini metode pendidikan jauh berbeda dengan masa-masa terdahulu. Kalau dahulu hubungan guru dengan murid ibarat tuan dengan budaknya. Seorang guru wajar menghukum muridnya dengan penggaris bahkan tongkat pemukul demi keberhasilan pendidikannya. Namun sekarang hubungan guru dengan murid dituntut sebagai mitra (fasilitator). Jika murid tidak tertarik atau mengabaikan dalam suatu pembelajaran, maka gurulah yang dianggap salah dan dituntut membuat pembelajaran itu menjadi lebih menarik. Bahkan jiga murid bersalah atau melanggar, maka guru pula yang pertama harus dikoreksi dimana letak kesalahan pembelajarannya. Tidak ada lagi tongkat pemukul yang berbicara.
    Menyadari betapa beratnya konsekuensi sebagai guru, sebagai penutup ada petuah sederhana ketika mengikuti Diklat PLPG. Renungkanlah kembali apakah kita layak dan sanggup menjadi guru, jika tidak berhentilah jadi guru, dan bila ingin tetap jadi guru, jadilah guru sejati yang layak untuk ‘digugu lan ditiru’.

    Imam Suprijadi
    Guru MTsN 1 Kebumen
    Jl. Tentara Pelajar 29 Kebumen (0287) 381299
    HP.081313717506

  • 38. nida  |  24 November, 2010 pukul 10:05 am

    Saya sangat tertarik mengetahui lebig dalam mengenai praktik penerapan sistem sentra, akan tetapi saya pada tahun2 ini tidak mungkin untuk mengikuti pelatihan yang diadakan di Al Falah, Jakarta. Adakah saran bagaimana saya bisa memperdalam mengenai sistem sentra? Atau mungkin buku2 yang bisa menjelaskan praktek sistem sentra di TK? Terimakasih untuk penjelasannya.

  • 39. Yanto Musthofa  |  26 November, 2010 pukul 5:36 pm

    @nida: Sekolah Al-Falah sudah menerbitkan buku panduan penerapan empat sentra (Sentra Persiapan, Sentra Seni, Sentra Main Peran dan Sentra Balok). Selain itu, sekarang sudah terbit Majalah Media TK Sentra (sudah terbit 3 edisi) sebagai ikhtiar untuk menyebar-luaskan Metode Sentra. Silakan kunjungi kami di Facebook Media TK Sentra. Anda juga bisa mengunjungi sekolah laboratorium kami, Sekolah Batutis Al-Ilmi (untuk kaum dhuafa) di kawasan Pekayon Bekasi. Di sini juga rutin diadakan pelatihan untuk guru dari berbagai daerah. Semoga informasi ini bermanfaat.

  • 40. Farah Irma Nurmala  |  18 Februari, 2011 pukul 4:57 am

    Setiap komunitas perlu wadah untuk komuniksi. Begitu juga guru sudah seharusnys punya wadah untuk berkomunikasi. dan website SUARAGURU.WORDPRESS.COM mengisi kekosongan guru yang selama ini belum tersentuh secara rata. Selamat kepada kepada Bapak pendiri Suara Guru, semoga kebaikan ini dapat menjadi ‘tabungan’.

  • 41. Sri Wahyuti  |  9 Mei, 2011 pukul 5:43 am

    Selamat berkreasi untuk para guru.

  • 42. boediharjoHs  |  13 Juli, 2011 pukul 3:13 am

    Saya bkn seorang guru atau pendidik, saya hanya seorang pensiunan pegawai kecil swasta, tp sangat prihatin dng kondisi desa tempat saya tinggal. Banyak warga krng mampu yg anaknya putus sekolah [tdk selesai SD, SMP]. Saya dan keluarga mencoba mengadakan pendidikan gratis dilingkungan saya untuk anak2 prasekolah, dan sekarang sdh jln 3bln, mulai menampakkan hasil, mereka mengenal huruf,bisa baca dan menulis walau blm sekolah.
    Ketika saya ingin mencoba mengurus legalitas pendidikan non profit, ternyata berbelit2 pula dan harus bayar notarislah …ini…itu….
    Aduh……lebih baik saya belikan buku dan alat2 tulis yg jelas2 sangat dibutuhkan. Saya jadi bertanya dalam hati saya….apakah hanya orang kaya saja yg boleh berkontribusi untuk bangsa ini??[meskipun kayanya hasil korupsi barangkali].
    Dan saya jadi sangat heran [walau hanya dlm hati saja], mengapa orang mau berbuat baik saja sulit di negara ini??
    Tapi biarlah…….., saya dan keluarga tetap berjalan spt hari2 kemarin, eh….alkhamdulillah dari tmn2 facebooker anak saya ada sumbangan buku dan alat tulis……dan tadi sore sudah langsung kami bagikan walau sangat kecil …..tapi kami ikhlas membantu.
    Pesan u/ para guru….,banyak orang spt kami di negri ini, kami mengharap bantuan [tentu saja bkn uang]……tapi saran, nasehat…atau pemikiran atau buku2 bacaan …..atau …apa saja….yg berhubungan dng pendidikan. Tapi yg paling utama adalah sistem pendidikan di negri ini yg katanya [saat kampanye]…..gratisssssss….tissssssss.
    Emh……..ternyata cuman ganti nama doang…………..tadinya POMlah…..daftar ulanglah……….sumbangan pendidikanlah………..uang gedunglah……….bingung aku………….trus kemana ya si BOS nya ??
    Bravo para guru…..maju terus pendidikan Indonesia…………….

  • 43. Guru MI  |  4 Februari, 2012 pukul 9:37 pm

    Salam kenla dari saya guru MI. Semoga blog ini menjadi pencerah bagi pengunjung…

  • 44. furniture-jati  |  9 Februari, 2012 pukul 9:11 pm

    Situs Suara Guru bagus sekali,,,

  • 45. biosanjaya  |  13 Maret, 2012 pukul 11:52 pm

    Isinya benar-benar berkualitas, bisa jadi inspirasi,
    makasih

  • 46. Roni Yusron  |  29 Maret, 2012 pukul 10:17 pm

    Salam kenal…
    Dari guru muda yang perlu bimbingan dari guru senior.

  • 47. Mohamad Mahfudin  |  13 Juli, 2012 pukul 5:43 pm

    Guru Muda muncul dan hadir disekolah-sekolah., Lakukan yang terbaik dan tetap semangat., ( Mohamad Mahfudin, SD Islam Ulil Albab Kebumen)

  • 48. Ida  |  14 Agustus, 2012 pukul 3:07 pm

    Ketentuan Bank Indonesia yang diacu oleh tulisan mengenai internet banking bank mandiri sudah dinyatakan tidak berlaku untuk bank umum yang artinya hanya berlaku untuk BPR. Untuk electronic banking (termasuk internet banking) Bank Umum mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No.9/15/PBI/2007 tentang Penerapan manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh bank Umum tanggal 30 November 2007 pasal 22 dan 23, dan lampiran I dari Surat Edaran Bank Indonesia No.9/30/DPNP tanggal 12 Desember 2007 yaitu Pedoman Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh bank Umum – Bab VIII – electronic banking.

  • 49. Ali Syahbana  |  25 Agustus, 2012 pukul 8:44 am

    Baru terlacak oleh saya media online yang sangat bermanfaat ini. Ide kreatif yang sangat layak untuk didukung.
    Terima kasih Pak Slamet Hariyanto. Saya akan ikut berusaha untuk mengisi kolom-kolom media Suara Guru ini.

  • 50. Waluyo  |  3 Maret, 2013 pukul 10:14 pm

    Dari semua permasalahan guru dinegeri ini sebenarnya dari ketegasanpemerintah sendiri. Waktu membedakan program non kependidikan dan kependidikan (program kuliah). Tapi nyatanya, tidak sedikit yg menyebrang, mengambil lahan orang, yg non kependidikan mengambil lahan kependidikan.

    Kalaulah hal ini tegas, maka gado gado pendidikan tidaklah terjadi.begitupun mahasiswa masing2 tidak dirugikan nasibnya menjadi guru, karena memang sudah direncanakan sejak pengambilan program kuliah. Coba kalau ini terjadi pada bidang kesehatan contoh profesi dokter maka akan terjadi mal praktek maka matilah pasen tsb. Tapi bagi guru yg mal ngajar/praktek maka yg dimatikan adalah kependidikanya, sehingga yg terjadi sekolah ala industri.

    Gado2 campuran basis non kepd &kependidikan.nah untuk menghilangkan campuran ini sekaligus giga proyek (kalau mega terlalu kecil) sertifikasi. Sebagai pelaksana penghasil tenaga pendidik dan pemerintah. Tapi hasilnya bisa kita rasakan sendiri (sebaiknya dibuat data tiap sekolah) diseluruh indonesia.

    Jika terjadi ketidak adilan penghasilan guru baik guru negri maupun swasta maka akan berdampak buruk psikologi, berpengaruh kinerja guru, juga kehidupan guru, apalagi harus belajar s2 yg membutuhkan biaya tidak sedikit. Jadi kalau buat program harus dilihat dari semua sisi, kajian2 yg mendalam, tidak asal jadi, cepat dan berantakan. Karena melihat waktu habis jabatan. Tapi harus melihat kepentingan orang banyak/bangsa dan negara.

  • 51. Ida  |  5 Maret, 2013 pukul 1:11 pm

    Penghasilan guru memang beragam, bahkan terlalu luas/besar jaraknya, tergantung kepada banyak faktor yang kadang tidak bisa dipilih oleh sang guru. Saudaraku ada yang gajinya Rp 5 juta sebulan, tapi ada juga yang hanya Rp 450.000. Tidak adil bukan?

  • 52. Tamtomo Utamapati  |  3 Agustus, 2013 pukul 5:44 am

    Buat bu ida…. setuju sekali… solusinya

  • 53. Alfian HSB  |  11 Mei, 2014 pukul 2:16 pm

    SUARA HATI
    GURU SERTIFIKASI

    Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
    di Jakarta
    Dalam Juknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru PNSD melalui Mekanisme Transfer Daerah, pada BAB III huruf B nomor 1, butir e, disebutkan, “Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, guru yang tidak memenuhi beban kerja tatap muka 24 (dua puluh empat) jam per minggu dalam bulan yang sama, tunjangan profesinya tidak dibayarkan.”
    Menurut kami, juknis tersebut sangat tidak adil dan tidak manusiawi. Bagaimana kalau guru ybs sakit, atau anggota keluarganya sakit, atau ada keluarga yang meninggal dunia? Apakah guru ybs tetap harus mengajar dengan menafikan hubungan sosial yang demikian? Kiranya mohon butir Juknis tersebut ditinjau kembali.
    Saran kami, butir juknis tersebut direvisi menjadi:
    “Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, guru yang tidak memenuhi beban kerja tatap muka 24 (dua puluh empat) jam per minggu dalam bulan yang sama tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, tunjangan profesinya tidak dibayarkan.”
    Terima kasih atas tanggapan dan perhatian Bapak.
    Dari:
    Alfian HSB, M.Pd.
    Guru SMAN 1 Lubuk Sikaping, Kab. Pasaman,
    Sumatera Barat

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


ISSN 2085-059X

  • 413,029

Komentar Terakhir

Alfian HSB on Surat Pembaca
Tamtomo Utamapati on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Waluyo on Surat Pembaca
Ali Syahbana on Surat Pembaca
Ida on Surat Pembaca
Mohamad Mahfudin on Surat Pembaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: