Surat Pembaca

8 Januari, 2009

Pendapat dan komentar anda dapat ditulis di bawah ini. Anda boleh mencantumkan atau tidak mencantumkan Email (surat) atau URL (situs web) yang dimiliki. Cukup dengan menyebutkan nama dan kota domisili anda.

Entry Filed under: Surat Pembaca. .

27 Comments Add your own

  • 1. Purnawati  |  11 Januari, 2009 at 12:32 pm

    Selamat dan sukses atas terbitnya SuaraGuru.WordPress.Com yang secara khusus mempublikasikan artikel guru, mahasiswa calon guru, dan pengamat pendidikan.
    Sebagai mantan guru TK saya menyambut gembira keberadaan website ini.

    Purnawati, Surabaya.

  • 2. Heliantho AR  |  11 Januari, 2009 at 8:09 pm

    Selamat dan sukses atas kehadiran wadah kreasi, inovasi bagi para guru, mahasiswa dan pengamat pendidikan ini. Mudah-mudahan SuaraGuru.WordPress.com ini bisa jadi salah satu motor penggerak kemajuan Dunia Pendidikan di masa depan menyongsong era digital.

    Heliantho AR, Guru SMP Negeri 37 Surabaya.

  • 3. Gurid  |  12 Januari, 2009 at 9:47 am

    Blog yang sederhana dan enak dibuka. Salut tanpa menampilkan gambar yang tak penting.

    Gurid, SMP Negeri 1 Jatirogo, Tuban, Jatim.

  • 4. Lusi Wahidah  |  12 Januari, 2009 at 2:57 pm

    Saya ibu rumah tangga, sangat setuju dengan ide Insana Melia Dwi Cipta dalam artikelnya “Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah” yang dimuat di situs ini 8 Januari 2009.

    Lusi Wahidah, Surabaya.

  • 5. Achmad Lutfi  |  13 Januari, 2009 at 5:30 am

    Website ini sangat membantu para guru untuk menuangkan karyanya (artikel) yang selama ini dibutuhkan dalam melengkapi fortofolio sertifikasi guru. Sarana ini akan membuka keterbatasan jurnal dalam bentuk cetak yang selama ini banyak terganjal terbit karena perlu waktu cetak, beaya cetak. Selama atas terbitnya/munculnya SuaraGuru.WordPress.Com

    Achmad Lutfi, Ketua Jurusan Kimia FMIPA Unesa.

  • 6. IGGA Ari Krisnawati  |  14 Januari, 2009 at 9:53 am

    Salut deh buat Slamet Hariyanto. Dia menciptakan media online nasional yang berguna bagi para guru, mahasiswa calon guru, dosen kependidikan dari selueuh tanah air untuk mempublikasikan artikel/karya tulis. Apalagi para guru sekarang sedang butuh media yang dapat mempublikasikan artikelnya untuk kepentingan fortofolio sertifikasi guru.

    IGGA Ari Krisnawati, dosen FH Universitas Udayana, Denpasar.

  • 7. Chusnul Busyro  |  14 Januari, 2009 at 10:03 am

    Terbitnya website ini benar-benar memberi peluang besar bagi para guru untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam menulis artikel dan dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas.

    Saya yakin akan profesionalitas pengelolaan website ini. Sebab, dari sosok pemilik/pengelola (Slamet Hariyanto) yang saya dibaca di kolom kolom “dapur redaksi” dapat menjadi jaminan kualitas pengelolaan media. Dia wartawan senior, mantan guru SMA, mantan kepala SMP, dan juga memiliki/mengelola media online SlametHariyanto.WordPress.Com dan media online GagasanHukum.WordPress.Com

    Para guru dari seluruh pelosok Indonesia patut memanfaatkan media online nasional SuaraGuru.WordPress.Com yang terbit dari Surabaya ini.

    Chusnul Busyro, Balikpapan.

  • 8. Wirendang Paraswati  |  14 Januari, 2009 at 10:07 am

    Wah, Pak Slamet masih sempat-sempatnya memikirkan nasib guru dengan menyediakan sarana berupa media online khusus buat para guru ya! Selamat deh. Semoga para guru dari Kawasan Indonesia Timur dapat merespon terbitnya media online ini.

    Wirendang Paraswati, Makassar.

  • 9. Mochammad Risal  |  14 Januari, 2009 at 6:18 pm

    Saya ikut bersenang hati dengan diterbitkan situs SuaraGuru.WordPress.Com ini. Terus terang, situs ini bisa menyalurkan uneg-uneg saya.

    Mochammad Risal, Jakarta

  • 10. Gea Cinta Rasmawati  |  14 Januari, 2009 at 11:40 pm

    Dengan wadah media untuk penulisan karya tulis, artikel dan puisi bagi guru-guru di situs suaraguru.wordpress.com ini, saya sangat senang bisa memanfaatkan wadah media ini untuk menulis yang bisa untuk menambah poin sertifikasi. Terima kasih kepada pengelola situs ini.

    Gea Cinta Rasmawati, Bojonegoro, Jawa Timur.

  • 11. Bambang Rudy  |  15 Januari, 2009 at 1:22 pm

    Selamat buat SuaraGuru.WordPress.Com. Maaf, belum sempat posting artikel nanti kalau sudah sempurna. Saya buatkan artikel tinggal edit sana-sini. Untuk buka web ini ya hampir tiap hari, makanya tahu kalau sering dikonfigurasi ulang kadang ada gambar, kadang beberapa navigasi tidak ada, yang penting salut ….!

    Bambang Rudy, Guru SMP Negeri 1 Kabuh, Jombang.

    Jawaban Redaksi :
    Terima kasih, kami tunggu artikelnya.

  • 12. Anton Sasminta  |  16 Januari, 2009 at 6:05 pm

    Aku senang sama website ini. Isinya berbobot, cocok dengan perkembangan zaman yang serba informatif, cepat, dan komunikatif. Tapi, rubrik puisinya kok belum ada yang ngisi ya!

    Anton Sasminta, Malang, Jawa Timur

  • 13. Sri Fitriyana  |  16 Januari, 2009 at 6:10 pm

    Hari ini saya buka website SuaraGuru.Wordpres.Com dan mengklik “Info Buku”, ternyata menarik sekali. Banyak info buku-buku yang bisa menunjang pendidikan anak-anak. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang punya anak kecil, saya benar-benar terbantu dapat info buku-buku untuk bahan “dongeng” kepada anak-anak sebelum tidur. Matur nuwun buat redaksi website yang apik ini.

    Sri Fitriyana, Solo

  • 14. Bambang Rudy  |  22 Januari, 2009 at 4:24 pm

    Salam hormat buat crew redaksi SuaraGuru.WordPress.Com. Bagaimana kalau untuk Surat Pembaca dibuatkan link navigasi sendiri biar semakin mudah menggunakannya.

    Bambang Rudy, Jombang

  • 15. Djuwari  |  23 Januari, 2009 at 1:43 pm

    Media ini sangat bernilai bagi pembaca utamanya yang peduli dengan pendidikan. Selamat dan sukses dengan adanya media ini. Semoga teman-teman lain yang memiliki kepedulian pada pendidikan di negeri ini memanfaatkannya dengan baik.

    Djuwari, dosen STIE Perbanas Surabaya

  • 16. Niken M Indrayati  |  27 Januari, 2009 at 7:30 am

    Media online ini bisa diharapkan menjadi sumber data untuk mencari pemikiran para pendidik yang ditulis dalam bentuk artikel. Kami usul, supaya isinya lebih lengkap, bisa ditambah rubrik baru tentang “tesis” dan “disertasi”. Di rubrik ini tempatnya publikasi tesis pendidikan dan disertasi pendidikan, meskipun dalam bentuk ringkasan.

    Niken M Indrayati, Jogjakarta.

  • 17. Rini Pudjiastutik  |  2 Februari, 2009 at 5:25 pm

    Thank you to Slamet,mr that very innovative to create this media so there will be many teachers helped by your creativity. when the teachers be more creative, it will make better impact to their students, so our children will become better generation.
    regards.

    Rini Pudjiastutik, Gubeng Jaya, Surabaya

  • 18. Agnes Sekar  |  13 Februari, 2009 at 8:07 am

    Senang melihat Blog tentang guru. Memang selayaknya guru memiliki wawasan yang luas dan penuh kreatifitas. Berbicara tentang Kepemimpinan Guru sangat penting karena guru memberikan contoh kepada muridnya bagaimana untu memimpin, dan apa yang dilakukan guru dapat ditiru oleh muridnya. Saya setuju jika para guru diberikan diklat kepemimpinan untuk mengajar sesuai tingkatannya agar guru-guru di Indonesia cerdas dan berwibawa. Demikian Bu Guru sukses untuk anda.

    Regards, Agnes Sekar

  • 19. Sugiarno  |  20 Maret, 2009 at 3:12 pm

    Begitulah “isi” pendidikan yang sebenarnya, penuh paradoks. Jadi, jangan terlalu muluk dalam menentukan nilai standar lulusan. Semakin mereka pandai akan membuat mereka semakin “liar” dan jauh dari cita-cita luhur bangsa.

  • 20. Niken Mangayu WU  |  28 April, 2009 at 11:05 am

    HATI NURANI ATAU PROFESI

    Guru sekarang semakin banyak dibutuhkan, sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pengajar hanya untuk mendapatkan pekerjaan tapi bukan karena beban moral.

    Guru, sekilas memang sebuah pekerjaan yang mulia, dipandang dan dihormati. Apakah hal ini masih berlaku sampai saat ini? haus akan kekuasaan dan materi juga memasuki dunia pendidikan, benarkah? hal seperti ini yang sekarang banyak muncul di benak masyarakat seiring dengan semakin menurunnya kualitas pendidikan.

    Guru yang memegang peran penting terhadap kemajuan pendidikan. guru mendidik siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik, memberi nasehat-nasehat yang bijak.

    Apakah seorang guru juga menjalankan seperti apa yang ia nasehatkan pada muridnya? Banyak kasus membuktikan guru memberi nilai baik kepada siswa yang dapat membayar lebih, guru mengajarkan kejujuran kepada muridnya.

    Adakah sikap seperti itu menunjukkan sikap kejujuran? Masih banyak kasus lainnya yang menunjukkan merosotnya moral guru. Hal ini yang harus dipikirkan oleh para pendidik dan calon pendidik, bukan hanya nasehat yang dibutuhkan oleh seorang murid tapi bukti nyata dari sikap dan pribadi gurulah yang menentukan masa depan dunia pendidikan.

    Niken Mangayu WU
    Mahasiswa Pendidikan Kimia FMIPA
    Universitas Negeri Surabaya

  • 21. Daniel M Rosjid, Surabaya  |  22 Juni, 2009 at 8:01 pm

    Anak-anak Indonesia bisa menerima hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa mereka tidak lulus asal evaluasi tersebut dilakukan oleh guru-guru mereka sendiri secara komprehensif, bukan oleh mesin pemindai bodoh yang tidak mengenal mereka.
    Histeria dan depresi mereka yang dinyatakan tidak lulus melalu ujian nasional lebih disebabkan karena mereka merasa telah diperlakukan tidak adil oleh sistem evaluasi yang tidak menghargai mereka sebagai manusia konsumen.
    Bagi saya, ketidaklulusan 1 % sudah terlalu banyak. Ketidaklulusan 30 % hasil evaluasi yang fair oleh guru lebih adil dan lebih bisa diterima nurani dan akal sehat.
    Saya berharap tidak ada lagi korban ujian nasional tahun depan.

  • 22. Insana Melia Dwi Cipta, Bangkalan, Madura  |  22 Juni, 2009 at 9:03 pm

    Setuju pendapat Daniel M Rosjid. Untuk ujian nasional sekarang target nilai yang harus dicapai oleh anak didik terlalu tinggi. Dan pencapaian target tersebut tidak didasarkan pada kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah, baik itu manajemen maupun kualitas SDM pendidik.

  • 23. Warsono, Surabaya  |  25 Juni, 2009 at 3:05 pm

    Tolong kami diajari mengenai internet karena kami baru saja bisa mengoperasikan internet dan terus terang saja karena keterbatasan kemampuan beaya untuk membeli komputer sehingga kami pun baru saja belajar untuk mengoperasikan internet. Selanjutnya kami tertarik sekali dengan situsl ini karena dapat untuk menggali ilmu-ilmu baru yang ilmiah dan informasinya sangat akurat dan dapat dijadikan kuliah lewat internet.

  • 24. Jamhadi, Surabaya  |  26 Juni, 2009 at 8:38 am

    Alhamdulillah hingga sekarang sudah selesai DED untuk dana insentif warga tidak mampu dan dikirim ke Dinas PU Provinsi Jatim. Kalau masih ada teman, tetangga, atau warga yang rumhanya belum ada jaringan PDAM, masih ada kota sekitar 20.000 KK lagi. Sungguh saying bila tidak terserap dana gratis jenis ini, karena bisa hangus bila tidak terpakai. Silakan sebarkan info ini, atau langsung datang ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya Jl Prof Dr Moestopo 2 Surabaya.

    Dr Ir H Jamhadi MBA, anggota Badan Pengawas PDAM Surabaya

  • 25. Entis Sutisna  |  27 Juli, 2009 at 10:07 pm

    Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan mencantumkan kegiatan sastra merupakan salah satu materi pembinaan kesiswaan di semua jenjang pendidikan. Namun, sayangnya SDM yang memiliki minat terhadap sastra di sekolah rata-rata minim, tidak terkecuali dengan guru Bahasa Indonesia, sehingga kegiatan sastra dan budaya di sekolah tersingkir.

  • 26. Ozyq Lee  |  15 Oktober, 2009 at 9:42 pm

    DENGAN TUNJANGAN SRTFKASI GURU YANG BIKIN IRI PEGAWAI LAIN, MESTINYA GURU MAKIN PROFESIONAL, MURIDPUN MAKIN BERMORAL. DAPAT TUNJANGAN TP MENGAJAR TDK DISIPLIN, MANA PENINGKATAN YANG DIPEROLEH ? KASIHAN GURU YANG TDK DAPT GELAR SETFIKASI GURU, YANG KATANYA TDK PROFESIUONAL. KASIHAN PEGAWAI LAIN YANG HANYA GIGIT JARI DAN NGIRI MELIHAT KETIDAKDILAN INI. TDAK ADA BEDANYA SEBELUM DAN SESUDAH DAPT TUNJANGAN SRTFIKASI GURU, SAMA2 BURUK. PAK SBY TOLONG TINJAU KEBIJAKAN INI

  • 27. Mardi Suwignyo  |  18 November, 2009 at 8:34 am

    Mohon pendapat dan solusi berkaitan dengan Permendiknas no 41 dan PP no 39. Untuk jenjang pendidikan SMP, Kepala Urusan (kurikulum, kesiswaan, sarpras, humas) sama sekali tidak ada penghargaan baik penghargaan berupa jam tatap muka (kalau wakasek jam wajib tatap muka 12 jampel/minggu), maupun penghargaan berupa insentif bulanan (karena dana BOS tidak boleh digunakan untuk itu)

    Mardi Suwignyo, SMPN Ngusikan-Jombang

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


ISSN 2085-059X

Online Perdana 8 Jan 2009

Pemimpin Redaksi

Slamet Hariyanto

Redaktur

Djenny M Zainuri

Redaktur

Sherly Citra Logaritma

Indeks

Kategori Artikel

Suplemen

Blogroll

Klik tertinggi

Statistik Blog

Komentar Terakhir

Mardi Suwignyo di Surat Pembaca
Ozyq Lee di Surat Pembaca
Entis Sutisna… di Surat Pembaca
Jamhadi, Surabaya di Surat Pembaca
Warsono, Surabaya di Surat Pembaca
Insana Melia Dwi Cip… di Surat Pembaca
Daniel M Rosjid, Sur… di Surat Pembaca